NovelToon NovelToon
King'S Regrets S²

King'S Regrets S²

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:510.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: xialin12

Sebelum membaca cerita ini, di mohon untuk membaca cerita sebelumnya yang berjudul "King's Regrets" agar lebih memudahkan dan memahami alur saat membaca cerita ini. Terima kasih.

Jangan lupa untuk Subs, Like dan meninggalkan jejak kalian di kolom komentar ya 🙏😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xialin12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KRS² #32

Putra mahkota dan yang lainnya masuk ke dalam kamar untuk melihat keadaan permaisuri.

"Terima kasih sayang kau telah memberiku kebahagiaan yang berlipat. Aku tidak akan pernah mengecewakanmu dan menyakitimu." Ucap putra mahkota seraya menggenggam tangan permaisuri, setelah dia masuk ke dalam kamar.

Permaisuri hanya mengangguk dengan lemah, menjawab apa yang putra mahkota katakan.

"Hamba akan memberikan obat dan juga tonic untuk permaisuri agar kondisi permaisuri segera membaik." Ucap Xiao Wei.

"Baik, melakukan yang terbaik untuk kesembuhan permaisuri, dan terima kasih atas semua bantuanmu Xiao Wei." Ucap putra mahkota.

"Ini sudah menjadi tugas hamba untuk melayani yang mulia permaisuri."

Putra mahkota mengangguk "Iya."

Semua orang nampak bahagia melihat permaisuri dan kedua anaknya selamat.

"Yang mulia, hamba mohon diri untuk membersihkan diri dahulu." Ucap Xiao Wei.

"Baik, kau beristirahatlah dulu. Kau pasti lelah setelah membantu tabib Xue." Ucap putra mahkota.

"Ini merupakan kebahagiaan bagi hamba yang mulia."

"Kau beristirahatlah, di sini biar aku dan Min'er yang mengurusnya." Ucap Yun Xiao pada Xiao Wei.

"Baik, terima kasih." Ucap Xiao Wei.

Xiao Wei lalu keluar dari kamar setelah membungkukkan badannya.

"Dia adalah pelayan yang begitu setia dan baik, aku akan memberikan hadiah yang banyak untuknya." Ucap ratu.

Semua mengangguk menyetujui apa yang akan ratu lakukan.

"Beristirahatlah, kau pasti sangat lelah setelah melahirkan kedua anak kita." Ucap putra mahkota pada permaisuri.

Permaisuri mengangguk dengan pelan, dia lalu memejamkan kedua matanya karena memang tubuhnya terasa begitu lelah, setelah berjuang untuk melahirkan kedua bayinya.

Kelahiran pangeran dan putri membawa kebahagiaan tersendiri untuk kerajaan negara Ming, karena mereka merupakan kemuliaan tersendiri yang di percayai akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan bagi negara Ming.

Para rakyat dan menteri yang mendengar bahwa permaisuri telah melahirkan bayi laki-laki dan perempuan turut merasa bahagia, berbagai macam hadiah telah mereka siapkan untuk kelahiran kedua bayi putra mahkota dan permaisuri itu.

Kaisar pun telah mengumumkan bahwa istana akan mengadakan perayaan untuk kelahiran kedua cucunya.

"Xiao Wei." ucap permaisuri.

"Iya, yang mulia saya di sini." Ucap Xiao Wei.

"Bawa Putri kemari, aku ingin melihatnya."

Xiao Wei mengangguk, dia lalu menggendong dan membawa putri, lalu memberikan putri pada permaisuri dengan hati-hati.

"Dia begitu menggemaskan, pipinya begitu bulat." Ucap permaisuri saat melihat wajahku putrinya.

"Anda benar yang mulia. Nyonya muda Qing juga berkata jika putri mirip dengan anda sewaktu kecil."

Permaisuri mengangguk "Iya benar, sewaktu kecil aku memiliki pipi yang begitu bulat dan aku tidak menyangka jika putriku juga akan memilikinya."

"Yang mulia begitu cantik, saya yakin putri pun akan seperti permaisuri."

Permaisuri mengangguk seraya tersenyum, ia mengusap-usap dengan pelan pipi putrinya.

"Apakah Pangeran sedang tidur?" Tanya permaisuri.

"Benar yang mulia, setelah anda menyusui pangeran dan putri. Pangeran tertidur dengan pulas."

"Aku senang mereka tidak banyak menangis."

"Iya yang mulia, sepertinya pangeran dan putri mengerti jika ibu mereka masih belum pulih sepenuhnya."

"Iya, kau benar."

Permaisuri kembali menatap putri kecil yang masih terlelap dalam gendongannya.

"Yang mulia, saya mendengar jika yang mulia kaisar akan mengadakan perayaan, untuk merayakan kelahiran pangeran dan putri dengan selamat." Ucap Xiao Wei.

"Yang mulia kaisar dan ratu pasti begitu bahagia karena mereka mendapatkan cucu laki-laki dan perempuan sekaligus."

"Bukan hanya yang mulia kaisar dan yang mulia ratu saja, tetapi semua rakyat negara Ming pun turut berbahagia yang mulia, mereka bahkan telah mempersiapkan hadiah untuk yang mulia pangeran dan putri."

"Benarkah?"

"Iya yang mulia, mereka sungguh antusias dan sangat berbahagia atas lahirnya pangeran dan putri, karena ini merupakan kelahiran anak kembar yang sangat jarang terjadi."

Permaisuri mengangguk "Aku mengerti."

"Kehidupan kita sungguh berubah di sini yang mulia, bukan hanya kaisar dan ratu yang menyayangi anda. Tetapi para rakyat pun semuanya menyayangi dan menghargai anda."

"Tetapi aku dengar para menteri masih mendesak yang mulia kaisar, untuk membujuk putra mahkota agar mau membuat istana harem."

"Anda tidak perlu memikirkan hal itu yang mulia. Saya yakin yang mulia putra mahkota pasti memiliki cara, agar para menteri itu tidak lagi menekan yang mulia kaisar lagi.

"Iya, aku berharap mereka tidak akan lagi menekan yang mulia kaisar, karena aku juga tidak ingin bersaing dengan para selir itu."

"Saya mengerti yang mulia, saya juga tidak mau melihat ada wanita lain di istana yang mulia putra mahkota ini selain anda, yang mulia."

Permaisuri mengangguk, dia sangat berharap putra mahkota bisa mengatasi hal itu. Terlebih setelah kedua anak mereka lahir, tentu saja permaisuri semakin tidak ingin ada wanita lain di dalam istana putra mahkota ini selain dirinya.

"Xiao Wei Apakah koki istana sudah menyiapkan makanan?" Tanya permaisuri.

"Saya tidak tahu, yang mulia. Saya akan melihatnya terlebih dahulu."

"Jika mereka belum menyiapkannya, katakan pada mereka untuk memperbanyak memasak sayur untukku. Ini membantuku dalam menyusui pangeran dan putri."

"Baik, yang mulia. Saya mengerti."

Xiao Wei lalu keluar dari kamar permaisuri dan berjalan menuju dapur istana untuk bertemu dengan koki istana.

"Kau sangat lelap sekali." Gumam permaisuri seraya menatap putri kecilnya.

"Ini adalah pertama kalinya aku hamil dan melahirkan dalam dua dunia yang berbeda. Ternyata rasanya sangat menyakitkan."

kraaak

Pintu kamar terbuka, putra mahkota masuk ke dalam kamar.

"Yang mulia, mohon untuk tidak menutup pintunya." Ucap permaisuri pada putra mahkota.

"Kenapa?"

"Aku merasa kedua anak kita membutuhkan lebih banyak udara segar."

"Baiklah jika begitu, aku akan membukanya."

"Terima kasih yang mulia."

Putra mahkota mengangguk, dia lalu berbalik dan kembali membuka pintu kamar.

Setelah membuka pintu kamar, putra mahkota berjalan menghampiri permaisuri yang sedang memangku putri kecil mereka.

"Dia terlihat sangat lelap sekali." Ucap putra mahkota melihat putri kecilnya tidur.

"Benar bahkan dia tidak terganggu oleh suara kita."

"Apakah pangeran juga masih tidur?"

Permaisuri mengangguk "Iya dia juga masih tidur."

"Mereka mirip sekali denganmu saat mereka masih di dalam perutmu."

"Yang mulia." Permaisuri tersipu mengingat dia selalu ingin tidur saat masih hamil.

Putra mahkota tertawa kecil melihat istrinya tersipu malu atas apa yang dia katakan.

"Tapi aku sungguh bersyukur dan bahagia kau bisa melahirkan kedua anak kita dengan selamat. Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan jika aku kehilanganmu permaisuri." Ucap putra mahkota.

"Yang mulia, tolong jangan berkata seperti itu, aku akan selalu baik-baik saja untuk yang mulia dan kedua anak kita."

"Iya terima kasih permaisuri, kau telah melakukan yang terbaik untuk kedua anak kita."

Permaisuri mengangguk dia merasa sangat bahagia atas apa yang telah dia alami saat ini.

"Apakah yang mulai sudah menyiapkan nama untuk kedua anak kita ini?" Tanya permaisuri.

"Ayah kaisar berkata jika beliau ingin memberikan nama pada salah satu anak kita, apakah kau membolehkannya?"

"Tentu saja, ayah kaisar adalah kakek mereka. Tentu saja ayah kaisar boleh memberikan nama untuk salah satu anak kita, ini adalah sebuah berkah tersendiri bagiku."

"Baiklah jika begitu, aku akan mengatakannya kepada ayah kaisar. Ayah kaisar dan ibu ratu pasti sangat bahagia."

"Iya yang mulia."

Putra mahkota membelai dengan lembut pipi putri kecilnya yang begitu cantik dan lucu. Dia bahagia karena akhirnya dia memiliki keluarga yang sempurna bersama dengan wanita yang dia cintai.

1
Andrea
/Rose//Rose//Rose/
💜 OT7 💜
ok
Atoen Bumz Bums
A
Atoen Bumz Bums
harimaunya dikasih obat tidur jadi gimana mau nyerang aneh pangeran lho ini
Atoen Bumz Bums
kata orang-orang yang pernah keguguran memang gitu lebih sakit keguguran rasanya dibanding waktu melahirkan
😭😭😭
Atoen Bumz Bums
apakah permaisuri akan berdandan jadi helek
Atoen Bumz Bums
sukur aja gak jadi Kun fayakun😂
Atoen Bumz Bums
perlu dimata-matain medusa
Atoen Bumz Bums
🤩😍
Nana Niez
dia di rasuki katanya😆😆😆😆😆
Andrea: alasan yg membagong kan🤣🤣🤣
total 1 replies
Ana Rusliana
Luar biasa
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
bahagianya, akhirnya sang baby twins telah lahir dengan selamat dan sepasang lagi 😍
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
bener bener salut sama permaisuri jing, bukan hanya cantik di wajah tapi cantik hati dan budi pekerti nya juga
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
gak ada tegas² nya ini kaisar sableng, masih aja dengerin omongan mentri yang menjerumuskan
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
lahhh, kenapa baru sekarang kaisar ini bertindak setelah lian'er dan keluarga nya keluar dari negara qin
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
ya elah bu bu, hanya karna si sulung si bungsu terusir dari keluarga sendiri
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
semoga aja lian'er cepat hamil dan mengandung baby triplet
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kirain disini lian'er udah hamidun /Facepalm/
RusNa ANtox DEwi
baguss
tudehun
/Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!