NovelToon NovelToon
Belenggu Dendam Alaska

Belenggu Dendam Alaska

Status: tamat
Genre:Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Isma ismawati

Apa jadinya, jika seorang gadis kecil harus menyaksikan kematian kedua orang tua dan kedua saudaranya dengan cara mengenaskan.

Alaska Tania tumbuh menjadi gadis yang penuh dendam dan mengalami trauma yang mempengaruhi psikisnya.

Bisakah Alaska keluar dan lepas dari belenggu dendam masa lalu dan traumanya?

Dendam, air mata, masa lalu dan cinta menghiasai novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma ismawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Alaska

Bab 32

Mike dan Riko saling tatap, suara Bi Sumi terdengar bergetar.

"Jangan hiraukan saya Tuan, ini jebakan dari mereka!"

"Auwww"

Suara Bi Sumi terdengar menghilang bersama teriakannya.

"Serahkan wanita dan anak itu, sebelum kamu menyesal Mike!" sebuah suara yang sangat di kenal Mike.

"Willy" gumam Mike, terdengar suaranya yang penuh amarah.

"Setelah belasan tahun, ternyata ingatanmu masih bagus Mike!" terdengar suara tawa, yang membuat Mike semakin geram.

"Sebelum semuanya terlambat, serahkan mereka! aku akan mengirim alamatnya!" panggilan pun terputus.

Sorot mata Mike begitu tajam, terlihat api amarah dan kebencian di bola matanya, mata yang sangat persis dengan mata Alaska.

"Apa, yang akan kamu lakukan sekarang Mike?" tanya Riko menatap Mike.

"Aku tidak akan menyerahkan Amira ataupun Alaska!" tegas Mike.

"Walaupun, Bi Sumi taruhannya?" tanya Riko, yang membuat Mike menatap tajsm ke arahnya.

"Ingat Mike, Bi Sumi adalah orang yang sangat berarti dalam hidup Alaska!" Riko mencoba menyadarkan Mike.

Mike menarik napas kasar.

"Aku mempunyai rencana sendiri, untuk menghadapi Mr Huong dan Willy, tanpa harus menyerahkan Amira dan Alaska!" Mike berkata, sambil menyunggingkan senyum menatap Riko.

Sebuah ekspresi tidak suka tampak di wajah Riko, tetapi dia langsung mengendalikan dirinya.

"Apa kamu yakin, jika rencanamu akan berhasil?" tanya Riko, sambil tersenyum.

"Semua akan berhasil dan baik-baik saja, jika kamu mau membantuku!" tegas Mike, mendekatkan wajahnya di depan Riko.

Menatap wajah Riko secara intens, membuat Riko menelan kasar saliva. Namun, dia berusaha bersikap sebaik mungkin. Sebuah senyum yang penuh arti, tersungging di bibirnya.

"Kita akan mulai permainan ini Riko! bersiaplah yang lebih licik di antara kita!" ucap Mike dalam hati.

************

Tiga hari sudah berlalu, keadaan Alaska semakin membaik, dengan penuh kasih dan kesabaran dia merawat Alaska. Dia pun menjadi kucing cantik yang sangat manis. Tatapan Andrew selalu penuh cinta.

Andrew menatap ponselnya, banyak panggilan dan pesan yang masuk. Namun, selama tiga hari dia tidak menghiraukannya, karena dia ingin fokus merawat Alaska.

Andrew berulang kali membaca pesan masuk, dan bolak balik melihat foto-foto dan video yang di kirimkan Mike.

Tingkah laku Andrew tidak luput dari penglihatan Alaska. Dia menatap aneh ke arah Andrew.

"Andrew, di mana ponselku?" tanya Alaska, yang tiba-tiba sudah berada di hadapannya.

Andew pun tercekat dan mematikan ponselnya.

"Kamu pikir aku bodoh? aku sangat mengetahui jika ada yang kamu sembunyikan!" ucap Alaska ketus.

"Di mana ponselku?" Alaska kembali menanyakan ponselnya.

Andrew menghela napas dan mengusap kasar wajahnya.

"Alaska, aku minta maaf, sebenarnya aku sudah menghancurkan ponselmu" Andrew berkata, dengan rasa bersalah.

Alaska hanya tersenyum sinis menatap Andrew.

"Katakan! apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Alaska, yang mulai tersulut emosi.

"Bi Sumi..." Andrew tidak meneruskan perkataannya.

"Apa yang terjadi padanya?" Alaska mulai merasakan kegelisahan di hatinya, walaupun, dia sudah mengetahui ada sesuatu yang tidak beres terjadi kepada Bi Sumi.

"Siapa mereka?" Tanya Alaska lagi, melihat Andrew yang hanya terdiam.

"Alaska" Andrew hendak menyentuh pundak Alaska, tetapi segera di tepis kasar olehnya.

Alaska memundurkan tubuhnya menjauhi Andrew, tampak matanya yang mulai berkaca-kaca. Andrew tercekat, menatap nanar Alaska, ini pertama kali dia melihat Alaska menangisi seseorang.

Tubuh Alaska tampak bergetar hebat, wajah dan matanya semakin memerah, tangannya memegang dadanya terasa sangat sesak.

"Alaska.." Andrew kembali memanggil Alaska, dan melangkah mendekatinya.

"Stop!" teriak Alaska dengan napas tersengal, air mata mulai membasahi wajahnya.

Alaska langsung terduduk di lantai, bayangan Bi Sumi begitu jelas, memori kebersamaan mereka berputar-putar di ingatannya.

Alaska menangis tersedu-sedu, dan menjerit histeris. Api dendam semakin menyala di bola matanya. Dia mengusap kasar air matanya, bangkit dan langsung melangkah menuju ruang kerja Andrew, lebih tepatnya kamar rahasia yang berisi banyaknya senjata angin, pistol dan bom rakitan.

Andrew langsung panik dan mengejar Alaska.

"Alaska, apa yang akan kamu lakukan?" ucap Andrew, mencoba menghentikan Alaska.

"Kamu benar-benar Lelaki bod*h Andrew! kenapa Mike memilihmu sebagai suamiku?" bentak Alaska, sambil kembali sibuk mengambil senjata dan alat-alat yang di butuhkan untuk mendukung aksinya.

Andrew mendengus kesal.

"Alaska dengarkan aku! kita tidak boleh bersikap gegabah, Mr Huong dan Willy sangat berbahaya!" Andrew terus menyadarkan Alaska.

Alaska menghentikan gerakannya, dia menatap tajam Andrew.

"Willy?" mendengar nama Willy membuat Alaska mengingat perlakuan bejatnya terhadap bundanya.

"Bagus, jika dia sudah keluar dari sarangnya! jadi, aku tidak perlu repot-repot mencarinya!" sebuah senyum penuh dendam tersungging di bibirnya.

"Mike meminta kita menemuinya"

Perkataan Andrew membuat Alaska terdiam sesaat.

"Kalau begitu, cepat bantu aku untuk menyiapkan semuanya!" perintah Alaska, yang di jawab Andrew dengan anggukan dan senyuman.

Mereka pun langsung menyiapkan beberapa senjata, dan banyak boom rakitan, tidak lupa serbuk-serbuk yang mengandung obat bius pun mereka bawa.

Setelah semua sudah cukup, mereka segera melangkah keluar. Namun, alangkah terkejutnya mereka, saat bel rumah berbunyi. Andrew langsung menatap layar ponselnya. Dan terlihat beberapa petugas kepolisian yang memakai seragam dinas dan pakaian bebas sudah berdiri di depan pintu rumahnya.

Andrew dan Alaska saling tatap, mereka memberikan kode dengan menganggukkan kepala mereka, Andrew membakar serbuk-serbuk yang menimbulkan asap pekat. Alaska dan Andrew langsung memakai masker, asap yang di hasilkan mampu menembus melalui sela-sela pintu maupun dinding.

Tentu saja menimbulkan kepanikan di kalangan polisi, mereka segera menjauhi kediaman Andrew sambil terbatuk-batuk. Kesempatan itu di gunakan Alaska dan Andrew menuju garasi dan mengeluarkan mobilnya.

Saat mobil sudah mencapai halaman rumah, Alaska melemparkan lagi serbuk-serbuk yang di bakarnya, sehingga suasana yang sangat pekat di penuhi oleh asap, membuat Andrew dengan mudah mengemudikan mobilnya, keluar dari halaman rumahnya tanpa ada halangan.

Mobil mereka melaju kencang membelah jalan raya.

"Mereka pasti suruhan Mr Huong dan Willy" geram Andrew.

"Mereka harus mati dengan cara yang menyakitkan! aku akan membuat mereka koma, seperti yang mereka lakukan kepada Bunda" tegas Alaska, dendam dan kebencian kembali menyelimuti hati Alaska.

Tak lama, mobil mereka pun sampai di alamat yang Mike berikan. Mereka bergegas turun, dengan membawa semua barang mereka.

Andrew tiba-tiba memegang lengan Alaska, membuat Alaska menghentikan langkahnya.

"Ada apa?" tanya Alaska.

"Sstt" Andrew menyuruh Alaska mengecilkan suaranya.

"Sepertinya ada sesuatu yang baru saja terjadi, dan ini seperti sebuah jebakan"

***********

Apa yang di rahasiakan Riko dari Mike?

Apa benar Bi Sumi sudah mati terbunuh? siapakah pembunuh itu?

Apa yang sudah terjadi dengan Mike?

Mampukah mereka membalas dendam dengan musuh yang mempunyai kekuasaan dan kekuatan luar biasa?

Ikuti bab selanjutnya, yang akan menuju akhir cerita 🥰

Sambil menunggu up, melimpir ke novel terbaru Author👇

1
𝕤𝕒𝕗𝕒𝕟𝕒𝕙_🖤
Luar biasa
Isma Ismawati: Terima kasih, Kakak 😍🙏
total 1 replies
Susana
Ya, Allah, tega bener. 🤧🤧
Isma Ismawati: Iya, Akak sadis.
total 1 replies
Deca Acid
cerita nya bagus . menarik lanjut kan ka
Isma Ismawati: Sudah tamat kak ceritanya. Terima kasih sudah hadirnya 🙏
total 1 replies
Mega Mkf
maaf thorr,awal2 aku suka sm kisahnya,tp semenjak ada si pengecut wilson aku jd males,bisa di katakan alaska bukan si wanita tangguh lg,,, maaf thorr ngk lanjutin lg bacanya,,, tp ttp 💪💪💪💪💪
Isma Ismawati: Iya kak gpp, terima kasih sudah hadir 🙏
total 1 replies
Mega Mkf
aku suka smp di BAB ini thorrr,,, darah harus di bayar dgn darah nyawa pun sama,itu manusiawi,hanya org2 munafix aja yg katanya lebih baik memaafkan atau merelakan,,,, lanjut,,,💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Isma Ismawati: Terima kasih kakak 🙏
total 1 replies
Ma Em
lanjut thor bagus ceritanya, saya suka. Semangat
Isma Ismawati: ini sudah tamat akak🙏🥰
total 1 replies
titie soraida
Akhirnya antara sedih dan bahagia
Divina Puspita
Wah akhir yg bikin penasaran
semangat karya barunya kak
titie soraida
Semangat kk
Sinaga wulan
Hah setiap alaska bertidak balas dendam aku pun ikut jantungan thor cuma takut ke bongkar dah 😔😔😩😩
Isma Ismawati: Sama kak😁🤭
total 1 replies
Sinaga wulan
lanjut thorrr
Isma Ismawati: Asyiap🥰
total 1 replies
Sinaga wulan
kereenn lah cerita nya
Isma Ismawati: Terimakasih banyak kakak🙏
total 1 replies
AdindaRa
Hai kak. Aku mampir lagi 😘
Isma Ismawati: Terimakasih akakku cantik 😘😍
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut kk
Isma Ismawati: Siap kak🙏
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut thor
titie soraida
semakin seru kakak
Eni pua
satu mawar untuk kaka🥰
Isma Ismawati: Terimakasih kakakku🥰🥰🤗
total 1 replies
titie soraida
lanjut
Isma Ismawati: Siap kk
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut kak
Isma Ismawati: Siap kak🙏
total 1 replies
titie soraida
lanjut dong thor
Isma Ismawati: Siap kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!