Victoria yang baru saja lulus dari kuliah S1 nya harus menerima kenyataan pahit ketika tau orang tuanya telah dibunuh oleh seorang Mafia yang bahkan tak pernah ia jumpai sama sekali.
Dan hal lain yang lebih mengejutkan pun terjadi, sang ketua mafia yang membunuh kedua orang tua Victoria ternyata ingin menjadikan dia sebagai istrinya.
Lalu bagaimana dengan kehidupan Victoria selanjutnya? siapa sebenarnya si Mafia yang telah membunuh kedua orang tua Victoria? Akankah Victoria bisa membalaskan dendam atas kematian orangtuanya? atau justru dia akan jatuh ke dalam lubang cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiyah Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 30. Tiga Kekuatan Besar Dunia Mafia
Waktu demi waktu berlalu, hingga tak terasa delapan hari telah lewat setelah penyerangan besar yang terjadi di kediaman Juerlo Family.
Juerlo Family yang menjadi target penyerangan besar itu pun kini benar-benar sudah tidak ada lagi, terlebih lagi setelah Jake—pemimpin Juerlo Family—telah wafat.
Lucchese Family sebagai pelaku, dan Cosa Nostra Family sebagai penengah, kini kedua keluarga mafia itu sudah mulai stabil kembali, setelah mereka mendapatkan kerugian yang cukup besar dari penyerangan tersebut.
Dan di hari ini, tepat dihari kedelapan setelah penyerangan besar itu terjadi, sebuah pesta besar akan diadakan.
Pesta besar yang hanya dihadiri oleh tiga keluarga mafia terkuat di belahan barat dunia. Semua orang menyebutnya dengan "Pesta tiga kekuatan besar di dunia mafia!"
Tiga keluarga mafia yang akan ada di pesta besar itu adalah Lucchese Family, Cosa Nostra Family, dan yang terakhir Forteos Family.
Dari ketiga keluarga mafia terkuat itu, Lucchese Family lah yang menduduki singgasana paling atas, kemudian disusul oleh Cosa Nostra Family, barulah yang terakhir adalah Forteos Family yang merupakan keluarga mafia kuat baru.
Selama ini, Forteos Family tidak pernah dilirik, awalnya mereka pun juga bukan keluarga mafia yang kuat, bahkan bisa dibilang mereka keluarga mafia kecil. Namun secara tiba-tiba, pemimpin baru mereka menaikkan derajat Forteos Family dengan begitu cepat.
Dari yang awalnya mereka berada di posisi bawah, kini menjadi di posisi 3 teratas mafia terkuat pada belahan barat dunia.
Selama beberapa dekade, Lucchese Family dan juga Cosa Nostra Family selalu menduduki dua singgasana tertinggi itu, bahkan sampai saat ini, hingga membuat mereka seperti menjadi peserta tetap dan tak akan tergantikan di pesta itu.
Sementara posisi ketiga dalam kekuatan besar di dunia mafia itu sering berganti pemilik, dan kali ini merupakan kali pertamanya Forteos Family menduduki posisi tersebut.
......................
Tepat pada pukul 06.00 malam, satu persatu anggota dari ketiga kekuatan besar dunia mafia itu mulai berdatangan ke lokasi pesta, hal ini dikarenakan tepat pada pukul 07.00 malam nanti, pesta akan dimulai.
Dan tempat yang dijadikan sebagai lokasi pesta malam ini adalah kediaman Lucchese Family, dimana tempat tersebut memang hampir setiap tahun dijadikan lokasi pesta besar ini.
Salah satu alasannya adalah, karena kediaman Lucchese Family benar-benar sangat luas untuk menampung banyak orang di dalamnya, juga merupakan kediaman termewah dibandingkan dengan kediaman milik dua keluarga lainnya.
"Pesta akan dimulai tepat pada pukul 7 malam! Setelah pukul 7, tutup semua gerbang dan jangan biarkan siapa pun masuk lagi, meskipun mereka adalah anggota dari ketiga kekuatan besar dunia mafia yang terlambat!" Daniel yang merupakan koordinator dari pesta saat ini, memberikan arahan kepada para mafia yang ditugaskan untuk menjaga gerbang masuk.
"Baik!" sahut para mafia yang ditugaskan menjaga gerbang itu, sebagian besar dari mereka merupakan anggota dari Lucchese Family, lalu sisanya dari Cosa Nostra juga Forteos Family.
TTEEENNGGG ... !!
Saat jarum pendek jam menunjuk ke angka 7, sementara jarum panjangnya menunjuk tepat pada angka 12, sebuah bel besar dibunyikan, sebagai tanda bahwa pesta telah dimulai.
Sesuai dengan arahan dari Daniel beberapa waktu yang lalu, tepat pada pukul 07.00 malam, semua gerbang masuk menuju ke dalam kediaman Lucchese Family ditutup.
Dan saat ini, semua orang yang sudah berada di dalam kediaman Lucchese Family langsung berkumpul ke satu titik, yaitu aula pesta utama yang ada di kediaman besar tersebut.
Tiga orang pemimpin dari tiga keluarga mafia terkuat saat ini pun telah berdiri di atas sebuah panggung, mereka bertiga berdiri di sana untuk memberikan beberapa kalimat sebelum akhirnya pesta yang meriah benar-benar dimulai.
"Selamat malam semuanya!" sapa ketiga pemimpin itu secara berbarengan, dan kemudian Kai pun melanjutkan sebagai orang pertama yang akan memberikan beberapa kalimatnya.
"Tidak banyak yang ingin saya sampaikan saat ini, hanya saja nikmati pesta kalian dengan rasa gembira! Dan satu hal lagi, malam ini kita semua hadir untuk bersenang-senang sebagai teman, dan bukannya lawan, siapa pun yang mencari masalah tidak akan diberikan toleransi!"
Kai berbicara dengan suara yang lantang dan keras, semua sorot mata pun tertuju kepada pemimpin keluarga mafia terkuat itu.
Setelah Kai selesai berbicara, Deresta sang pemimpin dari Cosa Nostra Family pun langsung melanjutkan dengan beberapa hal yang ingin dia sampaikan.
Lalu setelah Deresta, Luckerc yang merupakan pemimpin dari Forteos Family menutup pembuka acara itu dengan beberapa kalimatnya.
Selang beberapa saat setelah ketiganya selesai berbicara, mereka bertiga pun turun dari atas panggung, lalu pergi berpencar untuk menikmati pesta dengan cara masing-masing.
"Kai sayang!" Saat Kai berjalan menuju ke arah Victoria, yang sedari tadi memperhatikan ketiga pemimpin yang berbicara di atas panggung itu, seorang wanita yang sejak tadi berdiri tepat disamping Victoria langsung menghampiri Kai sembari berteriak dengan suara alay nya.
Victoria yang awalnya sempat melirik Kai, dengan cepat langsung mengalihkan pandangannya itu, ketika melihat wanita tersebut menempel begitu erat dengan Kai.
Victoria pun ingin melangkah pergi, untuk menghampiri Deresta yang tak jauh darinya, namun tiba-tiba saja ada tangan yang menghentikan langkah kakinya.
Mantan Consigliere dari Lucchese Family itu pun begitu hapal siapa sosok pemilik tangan yang memegangnya tersebut. Rasa genggaman yang sudah cukup sering dia rasakan selama ini.
Victoria berbalik, "Lepaskan, Kai!" ucapnya sembari menghempaskan tangan Kai yang menahan langkahnya itu.
"Kau masih istri ku Victoria." Tidak ada angin, juga tidak ada hujan, Kai mengatakan hal itu begitu saja bahkan tanpa basa-basi sama sekali, membuat Victoria yang mendengarnya menjadi benar-benar sangat bingung.
"Kita belum bercerai, secara hukum kita masih sah sebagai sepasang suami istri! Kamu tak bisa pergi meninggalkanku begitu saja, jadi kumohon kembalilah bersamaku!" lanjut Kai dengan suara yang pelan dan juga lirih.
Sontak Victoria pun tertawa mendengar hal yang Kai ucapkan tersebut, "Kembali? Kau gila, hah?! Kau menyuruhku kembali setelah apa yang telah kau katakan waktu itu! Kau pikir aku bodoh dan akan terjebak untuk kedua kalinya?!"
"Lagi pula, jika dilihat-lihat saat ini kau sudah mempunyai boneka baru bukan? Boneka yang akan kau gunakan sebagai alat latihan mu! Dan sepertinya boneka mu kali ini jauh lebih mudah diatur dibandingkan diriku," ucap Victoria masih dengan sedikit tawa kecilnya.
"Boneka?! Alat latihan?!" Sosok wanita yang menempel pada Kai itu pun terlihat marah ketika mendengar ucapan Victoria tersebut.
"Apa maksudmu, huh?! Aku Bellezza Gioia, kaki kiri dari Kai pemimpin Lucchese Family! Apa maksudmu dengan kata boneka itu?" ucap sosok wanita itu memperkenalkan dirinya dengan nada marah bercampur dengan sombong.
"Lalu, siapa kau? Berani-beraninya kau membentak sayangku?!" lanjutnya sembari menatap sinis Victoria.
"Mantan atasan mu! Jika saat ini aku masih di keluarga itu—Lucchese Family—maka aku akan langsung memecat mu!"