Raya Adha gadis manis berambut panjang dan hidup sebatang kara karena orang tua dan adiknya meninggal karena kecelakaan. Raya kemudian terusir dari rumahnya sendiri oleh adik tiri ayahnya.
Tak ingin terpuruk raya memilih pergi ke Jakarta menyusul temannya untuk melanjutkan hidup dan bekerja.Namun karena sebuah kejadian raya harus terikat sebuah pernikahan dengan laki-laki yang tidak ia cintai bahkan tidak di kenalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32.Pesta Aksa
Setiap rasa sakit akan baik-baik saja, selama ada Tuhan sang maha penyembuh~~~
King Aksa Sadega
Pesta penyambutan akhirnya tiba para tamu undangan yang sebagian besar dari pihak keluarga Rendy dan tetangga di sekitar rumah juga beberapa kolega Rendy datang untuk merayakan pesta kelahiran pewaris keluarga Sadega.
Yang di tunggu akhirnya datang masih sama Rendy dengan bangga menggendong bayi mungil nan tampan hasil buah cinta nya bersama Raya.
Para tamu memberikan ucapan selamat dan doa-doa terbaik untuk si tampan Aksa tak lupa kado-kado yang sudah di persiapkan oleh mereka.
"Wah...selamat ya Rendy akhir nya kamu sudah menjadi seorang papah." Ucap Nilam tante Rendy adik dari Artha yang bertempat tinggal di kota sebelah.
"Terimakasih tante...bagaimana apa dia mirip dengan Rendy?" Tanya Rendy bangga.
"Tentu...Aksa akan mengalahkan ketampanan mu." Sambung Rudi suami Nilam.
Raya dan Artha hanya terkekeh mendengar ucapan Rudi.Sedangkan Audy dan Bayu sibuk menyambut beberapa tamu yang baru datang.
kedua nya nampak serasi sehingga ada beberapa rekan bisnis Rendy yang mengenal Bayu mencoba menggoda Bayu.
"Pak Bayu...itu calon istri nya ya?" Goda salah satu tamu.
"Ah....masih di perjuangkan pak." Celetuk Bayu dan membuat Audy malu wajah nya merona.
"Cepat di halal kan biar gak di pepet orang." Ucap tamu lain nya.
"Berani pepet..saya tenggelamkan." Canda Bayu membuat semua orang tertawa mendengarnya.
Audy kemudian menghampiri Raya yang sedang duduk di samping mertua nya.
"Malu aku." Bisik Audy pelan kepada Raya.
"Udah biasa aja, selama ini aku belum pernah lihat mas Bayu seperti itu." Balas Raya.
Sementara itu Rendy menyapa para tamu yang hadir dan Aksa di gendong Nilam.
"Mas..kamu sangat beruntung dapat menantu cantik dan baik juga ini nih cucu yang tampan." Ucap Nilam kepada Artha.
"Tentu aku sangat bahagia sekarang rumah yang dulu nya sepi akan ada tangis bayi setiap hari." ujar Artha sambil mencium cucu nya.
"Andai mbak Hasna masih hidup dia akan sangat senang dan bahagia."
"Iya...aku yakin di atas sana Hasna pasti bahagia melihat anak nya sekarang."
Merasa lelah dan harus menyusui Raya akhirnya undur diri dari pesta di antar suami nya ia masuk kedalam kamar yang sekarang sudah pindah berada di lantai satu sejak Raya hamil besar.Sedangkan tamu yang mulai berkurang masih di jamu oleh Artha.
Audy dan Bayu membantu memindahkan semua kado ke dalam kamar milik Raya.
Pasangan yang tidak di ketahui status nya itu malah bersemangat membuka semua kado ketimbang Raya dan Rendy.
"Wah..lihat lah mas selimut ini bermerek pasti sangat mahal." Ucap Audy heboh.
"Dasar..udik biasa aja kali.'' Celetuk Bayu.
"Apaan sih rese." Sungut Audy.
"Astaga lihat lah mobil remot ini keren sekali dan lihat label harga nya dua puluh juta." Ucap Bayu tak kalah heboh.
"Kan tadi ngatain aku udik eh gak tahu nya sama aja." Balas Audy.
"Kalian berdua berisik banget deh anak gue mau tidur." Ucap Bayu sambil melempar bantal.
"Maaf bos." Ucap Bayu "Habis nya gila aja harga semua hadiah ini melampaui gaji gue."
"Nanti kalau lo nikah gue akan kasih hadiah rumah beserta isi nya dan kalau anak lo lahir gue akan kasih lo hadiah mahal." Ujar Rendy.
"Wah...bener bos asikkk.." Ujar Bayu kegirangan.
"Tapi siapa yang mau nikah ama lo jomblo akut." Ledek Rendy.
"Nih...yang di sebelah gue." Ucap Bayu tanpa menoleh ke orang nya.
Raya yang ikut membuka kado menyenggol lengan Audy dan yang di senggol hanya tersenyum malu.
Setelah semua selesai Bayu dan Audy pamit pulang menyisakan Raya dab Rendy yang sedang beristirahat sambil menjaga baby Aksa.
"Kamu pasti cape banget hari ini."Tanya Rendy sambil memijat kaki istrinya.
"Tapi aku bahagia mas semua orang sangat senang dengan kehadiran Aksa."
"Harus itu...setelah ini kita harus cepat-cepat membuatkan Aksa seorang adik." Goda Rendy.
"Apaan sih mas." Ucap Raya malu.
"Ya harus sayang aku ingin membuat rumah ini ramai dengan kehadiran anak-anak kita agar papah tidak kesepian."
"Benar juga mas kasian papah."
"Mandi lah setelah itu kita makan malam bersama nanti biar mbak susi jaga Aksa sebentar." Ucap Rendy.
Akhirnya Raya masuk ke kamar mandi tubuh yang lelah kembali segar dengan guyuran air, setelah selesai gantian Rendy membersihkan diri kemudian setelah selesai meraka keluar untuk makan malam.