Apa Jadinya jika sekelompok orang dengan berbagai pandangan tapi satu tujuan dan si satukan dalam satu Agensi bernama JULID VANGKE. Sebuah institusi penegak keadilan. Yang digawangi oleh, Khodijah, Romlah, Caitlyn, Jukaykha, Jaenab dan Ijah.
Tugas mereka cukup berat, karena harus membasmi para penjilat tak berguna pemakan dana Bansos yang seharusnya dialirkan untuk Masyarakat yang membutuhkan. Para penjilat yang mereka beri nama Keledai Dungu itu ternyata memiliki banyak akal untuk melakukan Playing Victim.
Mampukah para detektif Julid Vangke membuktikan kebusukan mereka?
Karya ini hanya fiktif belaka. Terinspirasi dari banyaknya kasus yang terjadi dimasyarakat biasa😍Dilarang Baper! Ini hanya guyonan semata😍Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Dosa dosa si Amat sungguh besar dan tidak terhitung lagi. Dari mulai menipu uang bansos, mempermalukan tim keledai dungu dan berlindung di balik si Odah pun selalu dilakukannya. Apa kali ini dia akan tamat? Estoge, sepertinya tidak semudah itu.
Sungguh, kejahatan si Amad tidak bisa dibiarkan lagi. Beruntung berkat Nasrulia si spy Caityln mendapatkan banyak informasi tentang kejahatan si Amat yang sungguh toxic. Menipu seluruh dunia dan menutupi semuanya dengan kedok tembok alias kedok tak tau malu.
Disinilah sekarang tim Julid Vangke berkumpul. Mereka mengadakan lagi tim rapat emergency alias rapat darurat dan Nasrulia sebagai informan yang paling membahana diikutsertakan dalam rapat kali ini.
Kini mereka telah bertatap muka dan ketemuan di sebuah taman bernama taman jomblo.
"Jul, serius lu ngajakin kita ke tempat ini?" Khodijah menatap tajam pada Julaikha yang mengusulkan taman jomblo sebagai tempat pertemuan mereka.
"Lu nyumpahin kita jomblo apa gimana, hah?" tanya Esmeralda tak terima.
"Habisnya cuma taman ini aja yang sepi, ya udah kita kesini aja deh. Taman yang lain kan rame, entar kalau ada yang lihat kita disini kan barabe urusannya." kata Julaikha sambil menikmati es krim yang dia beli dari si mamang di taman jomblo itu.
"Astaga naga Bonar jadi dua maneh teh Jul! Ckckck...teu kira kira ngajak rapat di taman jomblo." sungguh Romlah tak habis pikir, si Julaikha mengajak bertemu di taman bernama taman jomblo itu.
Tiba-tiba Ijah bicara. "Udah udah jangan ngomongin taman dulu. Ini teh si Nasrulia kemana? Belum datang?"
"Belum," Jaenab dan Esmeralda kompak menggelengkan kepala.
"Udah lu chat si Nasrulia, Cait?" tanya Ijah pada Caityln yang tengah asyik bermain pensil alisnya seperti biasa. Dengan cermin kecil berwarna pink.
"Udah Jah, kalem bentar lagi dia datang." Caityln menghentikan aksi bersoleknya dan kini wajahnya memasuki mode serius.
Tak lama kemudian, Nasrulia si penghuni grup chat Keledai dungu itu terlihat berjalan menghampiri tim Julid Vangke. Mereka bertegur sapa satu sama lain.
"Nah ini si Nasrulia datang," sambut Caityln ramah.
"Gimana kabar lu Nasrul?" tanya Romlah sambil menggamit tangan Nasrul dan menariknya untuk duduk pada salah satu bangku di taman tersebut.
Ijah, Romlah, Esmeralda, Khodijah, Jaenab, Caityln dan Julaikha juga ikut duduk disana. Suasana mulai tegang ketika mereka mulai membahas persoalan utama kasus si Amat.
Nasrul memulai pembicaraan."Sungguh sungguh...benaran deh gak nyangka bakalan jadi kayak gini. Kita harus demo ini, gak bisa dibiarkan begitu saja!" ujar Nasrulia tak terima dengan apa yang diperbuat si Amat.
"Informasi yang lu kirim ke gue, apa itu semua bener hah?" tanya Caitlyn sembari menunjukkan chat mereka semalam.
"Yes beneran, bahkan ada beberapa dari mereka yang udah speak up sama kelakuan si Amat. Tapi orangnya ngilang bagai hilang di telan bumi!" kata Nasrulia dengan wajah yang heboh, layaknya ibu-ibu yang suka gosip.
"Ngilang gimana maksud lu?" tanya Khodijah dengan wajah yang tegang, kedua alisnya terangkat.
"Katanya dia Hiatus dari bisnisnya!" seru Nasrulia yang membuat semua anggota tim Julid Vangke terkejut bukan main.
Apa katanya? Hiatus? Semudah itukah dia Hiatus? No no, this is BIG NO.
"Hiatus? What the hell?! Itu tipu-tipu, itu bullshitt!" tandas Romlah yakin seratus persen.
"Bohong itu bohong, ckckck." Esmeralda menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tak percaya dengan apa yang dikatakan Nasrulia, bahwa si Amad Hiatus.
"Dia kalau udah ketahuan nipu ya gitu, pasti cari alibi buat nutupin boroknya yang udah gak terhitung lagi," Ijah ikut menimpali, kedua tangannya menyilang di dada.
"Katanya dia pergi keluar negri, gosipnya gitu sih. Dia juga hilang dari peredaran, kagak ada di gc lagi,"
"Gak ada? Lu yakin?" tanya Caitlyn dengan senyum menyeringai dibibir merahnya yang burahray itu.
Atensi si Caityln begitu tajam pada Nasrulia, bukan tidak percaya pada Nasrulia. Tapi ia tidak percaya sama si Amad yang tukang tipu, dusta, kaum laknat.
"Iya, habisnya dia gak keluar-keluar. Padahal di tag beberapa kali tuh!"
Nasrulia menunjukkan gc yang si keledai dungu yang ada si Amat disana. Si Amat masih terdaftar sebagai anggota tapi dia keep silent.
"Dia bohong! Dia gak Hiatus, ini buktinya!" Julaikha angkat bicara dan mulai menunjukkan bukti bahwa si Amat tidak Hiatus dan masih aktif.
Tim julid Vangke yang lain geleng-geleng kepala melihat bukti yang ditunjukkan oleh Si Julaikha pada mereka.
"Fiks ieu mah, si Amat menghindar dari masalah!" tukas Romlah yakin seratus persen.
"Ku aing di paehan gera! Teu bisa kieu, hayu urang bawa kasus ieu meh viral!" celetuk Ijah seraya tersenyum menyeringai.
Entah apa yang dipikirkan oleh si Ijah, anak itu selalu punya cara untuk membuat orang lain tak berkutik.
Bersambung...
Sukses bwt kk
makannya mad jangan suka makan duit haram saat kamu menerima karma nya kamu tersiksa kan tapi saat kamu melakukan kejahatan itu kamu senang dan tak memikirkan apapun
akhirnya perjuangan kalian menemukan titik akhir juga dengan tertangkapnya para geng meresahkan 😁😁😁
kebanyakan bikin ulah sih
sokoooooor tuman kelamaan kalian senang di atas penderitaan orang lain saat nya kalian memetik apa yang kalian tanam