NovelToon NovelToon
Jatuh Cinta Sama Duda

Jatuh Cinta Sama Duda

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda
Popularitas:59.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dydy_ailee

Dia adalah Anindira Maheswari. Dia adalah seorang gadis yang sangat mandiri, pemberani, tomboy, cerdas dan pekerja keras. Dia tinggal bersama Ayahnya di sebuah rumah sederhana milik Ayahnya yang dulu sebelum Ayahnya menjadi orang sukses namun sekarang harus kembali ke titik NOL. Saat ini dia berstatus mahasiswi semester 5 dengan beasiswa prestasi namun dia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya. Tetapi tiba-tiba cerita hidupnya berubah ketika dia bertemu seorang duda beranak satu....

Bagaimana kelanjutannya, inilah novel pertamaku " Jatuh Cinta Sama Duda"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 32

Setelah adegan ciuman berakhir, mereka saling senyum dan saling pandang.

" Kenapa ciuman mu buruk sekali? Sama sekali tidak ada reaksi?" Protes Keenan.

" Sudah lah, Pak. Saya kan emang bukan pakar ciuman, lagian ini juga first kiss saya." Kata Dira sambil memanyunkan bibirnya.

" Oh jadi begitu, karena belum laku ya." Goda Keenan.

" Enak aja, udah ah Pak. Saya mau turun. Sudah selesaikan tugas saya. Bapak ini membuang-buang waktu saya saja." Ucap Dira sambil berlalu begitu saja. Sedangkan Keenan menatap kepergian Dira dengan senyum super tampan.

" Sepolos itukah dia." Kata Keenan dalam hati sambil menggeleng-geleng heran. Dira pun turun dari rooftop dengan wajah yang sumringah sepanjang jalan turun dari lift, Dira senyum-senyum sendiri sampai Dira tidak sadar jika dia sudah sampai di lantai tiga tempat tujuannya.

" Mbak mau naik, turun atau disini saja?" Kata Office boy yang hendak naik lift karena melihat Dira dengan dunianya sendiri tanpa sadar.

" Eh maaf, maaf. Saya keluar kok, maaf ya Pak." Kata Dira sambil berlari kecil menuju ruangannya, si office boy pun hanya geleng-geleng heran. Sesampainya di ruangan, Reyhan dan Lena dengan tatapan penuh selidik langsung menghampiri Dira. Dira pun mencoba bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa.

" Eh, Dir. Lo kan udah jadi tunangannya, masak iya di kasih kerjaan melulu." Protes Lena.

" Iya, Dir. Tega amat si Pak Keenan." Imbuh Reyhan.

" Gue kan profesional, kalau di luar ya tunangan kalau di kantor kan tetap anak magang." Bantah Dira. Namun dalam hatinya cekikikan.

" Profesional apanya? Pak Keenan pingin nyosor melulu. Untung gue kuat iman. Kamu jangan sampai baper keterlaluan Dira, ingat kuliah ya." Kata Dira dalam hati.

" Oh, gitu. Siapa tau kan kayak adegan di drakor gitu kayak drakor itu suspicious partner itu. Di depan teman-temannya profesional, eh di belakang ehem-ehem." Goda Reyhan. Dira pun mulai tersindir dan wajahnya memerah.

" Itu kan imajinasi dunia lo, Rey. Pecinta drakor. Hehehe. Lo jadi boyband aja deh berangkat kesana. Katanya lo kembarannya Jung Kook." Goda Dira yang sebenarnya mengalihkan topik.

" Semoga nanti kalau gue punya anak cowok kayak si Reyhan imut dan cute." Kata Dira dengan gemas sambil mencubit pipi Reyhan.

" Kalau lo pinginnya kayak gue, ya elo nikahnya mesti sama gue, Dir. Lagian suka banget sih cubitin pipi gue, kenapa nggak lo cium aja." Kata Reyhan menyodorkan pipinya.

" Ehem." Reyhan pun kaget melihat Pak Keenan tiba-tiba dan berdehem. Reyhan pun menunduk malu. Lena dan Dira tertawa melihat sikap Reyhan yang langsung menciut.

" Maaf, Pak. Becanda kok." Ucap Reyhan.

" Ya udah cepet kerja yang baik, nanti saya kurangi nilai kamu." Ucap Keenan dengan tegas. Reyhan pun hanya mengangguk sambil menggaruk tengkuknya dengan rasa malu.

Malam harinya, setelah menidurkan Queen. Dira mengampiri Keenan yang berada di ruang kerjanya untuk pamit.

" Pak, saya pamit dulu ya." Kata Dira.

" Tunggu sebentar Dira." Ucap Keenan yang beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Dira yang berdiri di depan pintu.

" Ada apa, Pak?" Kata Dira ragu-ragu. Dira takut kalau Keenan nyosor lagi, hahahaha. Keenan pun mendekat ke arah Dira sehingga membuat tubuh Dira bersandar di dinding. Wajah Keenan sangat dekat dengan wajahnya, hidung mancung Keenan menyentuh hidung Dira yang tak kalah mancung juga. Dira menjadi semakin gugup dengan tatapan tajam Keenan.

" Pak, lihat itu." Ucap Dira sambil menunjuk ke arah langit-langit, membuat Keenan menoleh ke arah jari telunjuk Dira dan Dira pun segera kabur dan lari.

" Maaf ya, Pak. Saya pulang." Kata Dira sambil lari menuruni tangga.

" Hhh, sial. Dasar anak ingusan." Gumam Keenan dengan senyum jengkelnya.

Sesampainya di rumah, Dira segera mandi dan bersih-bersih. Lalu menyusul ayahnya yang sedang bersantai di teras rumahnya.

" Ayah." Sapa Dira.

" Sini, nak duduk." Ucap Ayah.

" Nak, calon suami kamu, Keenan. Sudah melunasi semua hutang kita." Kata Ayah.

" Beneran, Yah. Tapi kenapa Pak Keenan nggak cerita ya, Yah sama Dira."

" Tadi orang suruhan nak Keenan yang ke rumah untuk melunasi hutang ayah. Sampaikan terima kasih ya, nak. Dia sangat baik sekali nak. Kamu beruntung sekali nak mendapatkan dia. Dia lelaki yang baik dan bertanggung jawab. Ayah sangat lega kamu mendapatkan orang yang tepat. Setidaknya ketika Ayah sudah tutup usia, Ayah sudah tidak punya beban lagi."

" Ayah, jangan bicara seperti itu. Dira ingin ayah selalu sehat dan panjang umur. Dira sudah kehilangan mama jadi Dira nggak mau kehilangan Ayah juga." Ucap Dira dengan sedih.

" Hehehe. Ayah masih ingin panjang umur, nak. Ingin menimang cucu dari kamu dan nak Keenan. Insya Allah akan selalu sehat, ayah ingin berkebun nak. Tanah di belakang masih lumayan jika di gunakan untuk berkebun daripada ayah nggak ada kegiatan dan ayah ingin membeli sawah di dekat sini, supaya bisa membantu warga sini yang butuh kerjaan."

" Memang ayah ada uang?"

" Salim, Pak Salim nak. Pak Salim memberikan uang cuma-cuma. Tadinya ayah di ajak bergabung di perusahaan tapi ayah menolak karena sudah lelah kalau berurusan dengan perkantoran, ayah ingin menghabiskan hari tua ayah dengan berkebun atau pertanian. Sepertinya lebih menyenangkan karena pekerjaan ayah tidak terikat waktu."

" Yah, jaman sekarang masih ada ya orang seperti Pak Salim."

" Dulu saat kami masih merintis usaha, ayah dulu lah nak yang berhasil. Lalu ayah memberikan modal cuma-cuma pada Pak Salim dan ayah lah yang membantu Pak Salim mencari klien untuknya karena kebetulan kami juga bergerak di bidang yang berbeda. Pak Salim yang waktu itu di bidang property dan ayah di bidang advertising jadi kami saling bantu. Ya, hingga akhirnya ayah di tipu dan jatuh bangkrut sedangkan bisnis Pak Salim semakin meroket dan Pak Salim ingin membalas kebaikan ayah pada waktu itu. Persahabatan kami sangat erat, nak. Melebihi saudara sendiri padahal kami tidak terikat oleh darah. Awalnya ayah menolak uang itu tapi Pak Salim memaksanya dan kata Pak Salim, sekarang giliran dia untuk membantu ayah tanpa pamrih." Cerita Pak Salman pada Dira yang membuat Dira terharu dengan persahabatan Ayahnya dan Pak Salim.

" Alhamdulillah ya Ayah. Masih ada orang baik yang mengulurkan tangannya pada kita." Ucap Dira penuh syukur.

" Makanya, nak. Ayah selalu berpesan, tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya kelak kamu akan menuai buahnya tetapi ingat saat kita berbuat baik harus ikhlas tanpa pamrih. Berbuat baik tidak akan membuat rugi."

" Iya, ayah. Dira akan selalu mengingat nasihat ayah. Besok Dira akan menemui Pak Salim dan juga Pak Keenan, kebetulan besok kan Dira libur kerja jadi Dira akan buatin kue aja."

" Iya, nak itu ide bagus. Tapi ayah merasa kasihan melihat Pak Salim karena dia masih duduk di kursi roda seperti itu. Ayah tidak menyangka di saat yang bersamaan kita sama-sama mengalami musibah."

" Pak Salim orang baik jadi Insya Allah, Pak Salim pasti sembuh, Dira yakin ayah." Ucap Dira.

" Amin Ya Allah. Ayo kita istirahat, nak."

" Iya, yah."

1
cha_cha96
sepanjang episode ceritanya gak pernah bikin bosenn... terbaiklah Thor 🥰
Dydy Ailee: Makasih Kak, mampir juga dikarya yg lainnya yaaaa
total 1 replies
Rizky Rahma Aulia Akbar
Luar biasa
Lina Maulina
untung langsung meninggal d t4
Yeti Rusmiati
Lumayan
Yeti Rusmiati
Biasa
Phoeniex
next. .... ... .... .... ..
Phoeniex
/Frown/ Natasya jahat kelewatan batas ya . siap 2x masuk penjara jahat kok kelewatan gak ada akhlak memang Natasya . .... .... ..... ...... .... .....
Phoeniex
Natasya si buaya betina keren kata kata dira
Phoeniex
Natasya sakit jiwa orang susah kok dibuat susah . tangkap aja dia , Natasya nenek sihir
Phoeniex
skip
Phoeniex
semoga Natasya cepet nyerah menganggu Dira dan kennan /Casual/ dari pada sakit sendiri . . . . . .
Rizatunnasihah
🥰🥰🥰
Ira wahyuni sayang
terbaik jalan cerita nya
Anisa 977
apa bahasa y gk terlalu dewasa ka thor?✌ buat anak 6 tagun?
Boss Muda
bgf j n='/" '8/$gsjxjw
Boss Muda
gfvmg
Sumiana Arifin
Luar biasa
Sumiana Arifin
Buruk
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
bahagia nya mrk....😍
Asiyah
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!