Bercerita tentang calon jurnalis bernama Gadiva Anderson dan mafia bernama Dante Alejandro, yang secara tidak sengaja bertemu saat gadis itu nyaris menjadi korban pelecehan, ketika sedang melakukan wawancara eksklusif dengan salah seorang ketua geng mafia narkoba, yang tidak lain adalah musuhnya Dante. Mungkinkah keduanya bisa bersatu meskipun latar belakangnya saling bertolak belakang? Bisakah Dante sang mafia meluluhkan hati keluarga besar Diva yang notabene keluarga konglomerat dan menjadi bagian dari mereka?
Novel seri ke7 dari rangkaian novel The Andersons Family.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosi Lombe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kalau Kau Berhasil
"Tuan, jadi kapan aku bisa melakukan wawancara dengan anda?" Diva memberanikan diri untuk bertanya kepada Dante.
"Nanti kalau Celia sudah mahir memasak" jawab Dante sambil mengelap mulutnya yang belepotan saus steak setelah ia menghabiskan dua porsi besar sekaligus saking enaknya masakan Diva.
"Hah maksudnya bagaimana?" Diva mencoba mencerna perkataan pria tampan yang duduk diseberang meja bar.
"Tadi kan aku bilang kalau kau berhasil mengajarkan Celia memasak barulah aku mau diwawancarai, artinya kau harus bisa membuat dia memasak secara mandiri terlebih dahulu tanpa bantuan darimu" Dante memang terkenal cerdik, ia memiliki seribu satu cara dalam mengagalkan misi seseorang, termasuk misi Diva yang ingin mewawancarainya. Ia tau benar bahwa Celia sangat benci memasak, sehingga ia menjadikan itu sebagai senjatanya untuk membidik dua burung sekaligus, yaitu membuat Celia diam dan tidak terus mengeluh bosan, serta membuat Diva mengurungkan niatnya dalam melakukan wawancara.
"Hah? jadi maksud anda aku harus mengajari kak Celia memasak sampai dia benar-benar pintar, baru aku bisa mewawancaraimu, begitu?" yang dijelaskan menjadi kalang kabut. Ia kini baru tersadar bahwa ini adalah sebuah jebakan.
"Yap" angguk pria itu dengan penuh keyakinan.
"Tuan kenapa anda curang sekali sih!?" Diva tidak terima dengan hal tersebut.
"Curang? dari mana aku curang? bukankah tadi kita sudah sepakat? bahkan kau menjabat tanganku sebagai tanda setuju!" senyum kemenangan tersungging begitu jelas diwajahnya yang rupawan.
"Tapi tadi kan tidak begini perjanjiannya! iya kan kak Celia?" Diva berusaha meminta pertolongan dari Celia.
"Mana aku tau, tadi kan hanya kalian berdua saja yang membuat perjanjian tanpa melibatkan aku" sementara yang ditanya mengangkat bahunya dengan enteng, seolah lepas tangan dan tidak peduli.
"Ishhh kalian ini!" Diva benar-benar merasa dipermainkan.
"Ajari Celia memasak salah satu menu favoritmu sampai ia mahir, setelah itu aku janji akan melakukan wawancara" Dante beranjak dari kursinya dan bersiap-siap berjalan menuju ruang kerjanya.
"Percaya diri sekali kau Dante, kau pikir aku mau apa diajari memasak?" Celia pun ikut berdiri dari kursi dan pergi begitu saja dari dapur meninggalkan Diva seorang diri.
"Hah!?" lagi-lagi cucu Anderson itu dibuat terkejut.
"Kalian ini jahat sekali padaku, mempermainkan aku seperti itu!" Diva yang kesal berteriak tanpa ada rasa malu dan sungkan sama sekali.
"Dasar kalian berdua memang gerombolan mafia!!" mengumpat dengan penuh emosi.
"Sudah nona, lebih baik anda beristirahat, kondisi anda kan belum sembuh total" Bella yang sejak awal melihat obrolan tiga orang itu berusaha menenangkan Diva.
"Aku kesal sekali" Diva mencurahkan isi hatinya kepada sang pelayan.
"Iya nona, saya paham" Bella mengangguk dan tersenyum untuk menenangkan hati Diva yang sedang kesal.
"Biar saya saja yang bereskan semua peralatan dapur ini nona" sang pelayan kemudian mengambil alih semua benda yang dipegang oleh Diva.
"Terima kasih ya" Diva lebih merasa dihargai oleh Bella yang notabene hanya seorang pelayan dibandingkan oleh kedua majikannya.
"Sama-sama nona" menjawab sambil mengumpulkan sisa peralatan makan yang kotor.
"Aku ke depan dulu ya" Diva yang masih merasa panas pun kemudian memilih untuk menenangkan dirinya dengan berjalan-jalan di taman.
"Baik nona" angguk Bella.
....
"Huhhhh kenapa sih pria itu sulit sekali ditebak jalan pikirannya?" Putri dari Dimas dan Gaby menggerutu seorang diri sambil berjalan-jalan di tengah kebun anggur.
"Kau tidak boleh menyerah Diva, ingat perjuanganmu sudah sejauh ini, jangan mundur walau selangkah pun" ia menyemangati dirinya sendiri.
"Apa pun yang terjadi kau harus hadapi, mengajarkan kak Celia memasak bukanlah hal yang sulit, kau pasti bisa!" membulatkan tekadnya.
Sambil berjalan-jalan di taman ia pun terus berfikir keras tentang strategi yang akan ia gunakan dalam menghadapi Dante yang sangat cerdik, serta Celia yang tidak mau bekerja sama dengannya. Gadis itu bahkan sampai tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sejak tadi sedang mengamatinya dengan seksama dari balik kaca ruang kerjanya yang tepat berada di depan taman tersebut.
apa gak malah bahaya keadaan di luaran sana?ingat ini negeri dengan keadaan tidak begitu aman lho
gimana kalo nanti namanya dante sampe tercoreng sebagai kandidat walikota?
juga..ternyata dante juga sudah tau sama biodatanya diva..
untuk bisa wawancara dengan dante..