NovelToon NovelToon
Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Badboy / Mafia / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Dhea Novita

Bagaimana jadinya jika seorang Mafia berhati dingin memiliki tawanan cantik namun bermulut tajam?

“Arabella, nama yang cukup indah,” gumam Axton dengan nada mengejek. Memang benar nama itu cukup indah, namun tidak dengan nasibnya.

“Nama ku tidak lagi indah saat kau yang menyebutkannya,” desis Arabella dengan tatapan tajam.

Axton tersenyum miring, ia menatap Arabella dengan tatapan kagum. “Tawanan yang cukup menarik, mari kita lihat setajam apa mulut ini dibawah kendali ku.”

Dengan percak-percik yang mewarnani setiap pertemuan mereka, akankah Arabella bertahan dari godaan sang Mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejadian Tak Diduga

Arabella mengetuk jarinya pelan diatas meja, ia sudah menghabiskan sebuah kue yang ia pesan. Rasanya benar-benar mengesalkan hanya berdiam diri tanpa ada seseorang bisa ia ajak berbincang, bahkan tanpa sebuah ponsel untuk mengatasi kejenuhannya.

Didepan sana anak buah Axton hanya memantaunya tanpa ekspresi, tak ada raut wajah ramah sedikitpun membuat Arabella mengurungkan niat hanya untuk berbincang kecil.

Tak berapa lama, Axton dan seorang pria tua keluar, mereka tampak saling tersenyum dan menganggukkan kepalanya, mungkin sebuah pamitan kecil sebelum mereka berpisah. Arabella menegakkan tubuhnya saat Axton berjalan kearah mejanya, mata Arabella tampak tertarik pada sebuah koper hitam yang mengkilat ditangan Jack. Pikiran Arabella mulai menerka apa isi dibalik koper itu, apakah sejumlah uang? ya, mungkin saja, pria itu memiliki segala kemewahan, ia pasti mendapatkan banyak uang dari tarif bunga fantastis disetiap uang yang ia pinjamkan, benar-benar renternir gila harta.

"Kita akan pergi kesuatu tempat, setelah itu kau bebas memilih gaun untuk malam nanti," ucap Axton, malam nanti? Arabella mengertkan keningnya bingung, memangnya mereka akan kemana lagi malam nanti? Axton memasukkan kedua tangannya kedalam saku sambil berdiri dihadapan Arabella. "Dan kau sampai kapan akan terus duduk dikursi itu?" tanya Axton.

Arabella dengan cepat berdiri dari duduknya, ia tak ingin ada perdebatan dan ingin cepat keluar dari rasa bosan ini. "Malam nanti kita akan kemana?" tanya Arabella memberanikan dirinya.

"Undangan yang wanita tadi berikan, kau harus menjadi kekasih ku malam nanti, jangan mempermalukan aku." Tanpa ijin terlebih dahulu, Axton menarik tangan Arabella, mereka semua keluar dari restoran itu dan kembali masuk ke dalam mobil. Namun, sebelum Arabella masuk ke dalam mobil, pendengarannya menangkap suatu percakapan yang cukup mencurigakan.

Jack memberi sebuah perintah pada 2 supir mobil yang ada di belakang. "Tempat ini tak mengijinkan lebih dari 1 mobil yang masuk, kalian berjaga dan awasi dari jauh.”

Jack duduk di kursi supir, sedangkan Axton dan Arabella duduk di kursi belakang, kemana sebenarnya mereka akan pergi? “Kemana kita pergi?” Tanya Arabella penasaran.

Axton menoleh pelan, “Tempat konsumen,” jawab Axton penuh rahasia. Tak ingin membuat Axton marah, Arabella pun diam.

Mobil mulai berjalan keluar halaman, setelah menempuh hampir 30 menit mekera memasuki sebuah jalan yang tampak sepi, bangunan disini bagai ruko yang berjajar namun tak ada yang berjualan satu pun, Arabella bahkan menyadari tak ada satu kucing pun yang ia temukan. “Pagar depan,” ujar Jack entah pada siapa, bahkan Axton pun tak seperti menjawabnya.

Baru saja Arabella menyandarkan tubuhnya, mobil berhenti mendadak. Kepala Arabella hampir saja menyentuh kursi bagian depan. Lalu kepanikan mulai menyerangnya, Arabella melihat dua orang pria turun dari motor dengan tangan yang sudah memegang sebuah pistol yang diarahnya pada mereka. “Serahkan koper itu atau aku tembak kepala kalian semua!” Ucap salah satu pria tersebut.

“Keluar dan serahkan koper itu!” Teriak satu pria lagi.

Jack terlebih dahulu keluar dari dalam mobil, ia tampak tenang dan berusaha menenangkan kedua orang tersebut, tak lama suara tembakan yang diarahkan keatas langit terdengar, jantung Arabella semakin tak menentu. “Tetaplah disini, pejamkan mata mu dan abaikan apapun yang kau lihat,” ucap Axton sebelum pada akhirnya ia turun menyusul Jack. Kedua orang itu tampak menurunkan tangannya, terlihat pula perdebatan yang tampaknya mulai terjadi.

Arabella memejamkan matanya, ia menunduk dan berharap semua ini segera berakhir. Namun tak berapa lama, Arabella dikejutkan dengan pintu sebelahnya yang terbuka tiba-tiba, seseorang menariknya dan menempelkan pistol di keningnya. “Dimana kalian menyimpan koper itu? Jangan berani bermain diwilayah ku atau aku bunuh wanita ini!”

Keringat dingin mulai dirasakan Arabella, jelas saja Arabella hanya tawanan Axton, koper itu tampaknya sangat berharga. Axton pasti akan lebih memilik koper berharga itu dari pada Arabella.

Tubuh Arabella menggigil, ini kah hari terakhirnya hidup? Semenyakitkan apa yang akan Arabella alami nanti jika pria yang tak Arabella kenal ini menekan pelatuk pistol? Arabella memejamkan matanya erat-erat. “Kau mengambil mangsa yang salah, dia hanya tawanan ku,” ucap Axton membuat Arabella membuka matanya perlahan, rasa sakit begitu Arabella rasakan kini, entah mengapa ia merasa hatinya hancur mendengar kata-kata Axton yang menganggap diri Arabella tak berharga, apakah tak ada setitik rasa iba dihati Axton.

Arabella menatap mata Axton dengan tatapan sendu, matanya mulai berkaca. “Kau menginginkan wanita itu? Ambil saja,” ucap Axton.

Setitik air mata Arabella mulai menetes. Pegangan pria dibelakangnya tampak meregang, namun tetap seakan waspada, sedangkan pria satu lagi masih menodongkan pistolnya pada Jack juga Axton bergantian.

“Jangan bermain-main dengan ku!” Gertak pria disamping Jack. Dan tanpa aba-aba terlebih dahulu Jack memutar tangan pria itu hingga pistolnya terjatuh sedangkan Axton mengeluarkan pistol dari balik jasnya.

Axton mengarahkan pistol miliknya pada pria dibelakang Arabella. “Ada beberapa pilihan, kau menembak wanita itu terlebih dahulu dan aku akan menembak mu kemudian, atau kita akan melihat teman mu di tembak terlebih dahulu?” Tanya Axton. Jack yang sudah meringkuk pria disebelahnya menekan pistol dibelakang kepala pria itu.

Lutut Arabella lemas, tangannya mulai terasa sangat dingin. Dari ujung matanya Arabella bisa melihat jika pistol yang ada dikeningnya mulai berputar haluan mengarah pada Axton. Hatinya ingin menjerit, ingin berteriak untuk mengingatkan Axton. Namun belum sempat pistol itu mengarah tepat pada Axton, Axton terlebih dahulu menembakkan sebuah peluru.

‘DOR”

Tubuh Arabella mematung, cengkraman pria dibelakangnya mulai melemah, pria itu ambruk dan Arabella merasa dunianya berputar, semuanya gelap.

\~

Axton berlari kearah Arabella yang tak sadarkan diri, dengan cepat Axton mengangkat tubuh Arabella dan memasukkannya kedalam mobil. Tak lama dua mobil datang dan keluar menghampiri Axton. “Kami sudah membereskan beberapa orang yang akan membantu mereka,” ucap salah satu dari anak buah Axton.

“Bagus, bawa orang ini ke markas, jangan biarkan dia mati sebelum membuka mulut,” ucap Jack. Pria itu tampak memberontak, namun saat mendapat pukulan dibelakang leher ia tak sadarkan diri dalam sekejap.

“Kau, bawalah Bella ke kamar hotel ku,” ujar Axton yang langsung diangguki oleh salah satu dari mereka. Kemudian Axton kembali menatap Jack dengan serius. “Aku rasa ada jebakan kecil disini, kirim beberapa orang untuk segera kemari,” ucap Axton kemudian.

\~

Lebay gak sih actionnya? Wkwk, gak bisa bikin yg beginian😭 bisanya yang manis menye2 akuuu🤣

1
Umi Umi
Luar biasa
Yuni Herwani
bagus 👍bela kamu harus melawan
Yuni Herwani
cepat alur ceritanya tapi bagus
Alexander
Lumayan
Alexander
Biasa
jumriana ana
Kecewa
jumriana ana
Buruk
Shelly Tefa
yah begitulah ayah kalo anak perempuannya di sakiti 🥺🙏
Fifi A González
ngakak bgt bapaknya plisss😊🙏🏻
Queencntkptrr 16
KATA NYA MAFIA THOR HRUS NYA AXTON PALING BERKUASA DONG DAN GADA YANG BERANI NYURUH DIA TP KO INI DIA DI SURUH2 SI, JADII CERITANYA AXTON PALING BERKUASA DONG DAN LEKAKI AROGAN JD SEMUA ORANG TAKUT SM DIA
Fifi A González: itu keknya bukan nyuruh tp make jasa Axton sebagai pembunuh bayaran
total 1 replies
Fela Ayuningsih
good job ka
Maya Kitajima
👍👍
riska lisdiana
sangat baik
Rika Hari
Biasa
Rika Hari
Kecewa
Rika Hari
Biasa
Ananda
🤣🤣🤣
Sriyanti Yanti: capek2 in diri aja ya Thor/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Kyoot yt
saya sangat suka cerita nya❤😘
Rima baharudin
waduhhhh....... kalo liat visualnya kaya beginian auto mata terang ini 😂 😂 😂
munci
memberikan kopi untuk author karena cerita bab ini sangat mengharukan dan membahagia
Ig: Dheanvta: makasih kopinya kak❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!