NovelToon NovelToon
ROMANSA BIAS & ZEE

ROMANSA BIAS & ZEE

Status: tamat
Genre:Teen School/College
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bubu.id

Zivanya Alkaridz siswi cerdas dan populer di Sekolah Menengah Pertama (SMP) memilih berpenampilan jelek saat masuk ke Sekolah SMA unggulan di kotanya.

Diejek tak memupuskan semangatnya, ia mencari persahabatan dan cinta yang tulus di masa peralihannya itu.

Bias Putra Samudra, seorang siswa tampan dan populer menarik perhatiannya. Hingga tanpa di duga sebuah surat yang menyatakan cinta ia terima tertanda Bias sang idola.

Hati Zee tak menentu, "Mungkinkah Kak Bias benar-benar menyukaiku yang jelek?"

Munculnya Surat itu adalah penyebab konflik dalam kisah ini. Yuk ikuti!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubu.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIDAK AKAN MELEPASKAN

Dengan kecepatan penuh Bias mengendarai motor besarnya hingga kini sampailah ia di bangunan dominasi biru dan putih yang seperti biasa tampak sepi. Kakinya langsung melangkah menuju pintu utama. Belum lagi jarinya menekan bel, pintu kayu berwarna coklat terang itu terbuka. Wanita Paruh baya yang bekerja di rumah Nasya langsung bergegas ke luar saat didengarnya motor yang ia sudah hapal pemiliknya datang.

"Den Bias!"

"Bagaimana Nasya, Bik?"

"Ayo ikut Bibik ke atas, Den!" Bias mengangguk.

Dalam keheningan keduanya melangkahkan kaki hingga ke lantai atas. Dibukanya pintu dominasi pink yang cantik oleh ART itu hingga tampaklah kini gadis muda yang terbaring tak berdaya di atas ranjang. Bias mendekat. Ia menatap pilu Nasya, gadis yang sejak beberapa hari lalu tak ingin menemuinya. Disugar lembut rambut bagian depan yang menutup sebagian wajah Nasya, Bias menatap wajah itu penuh kasih.

"Sebenarnya bagaimana kejadiannya, Bik?" tanya Bias.

"Bibik seperti biasa ke kamar non mau ambil pakaian kotor. Pas masuk Bibik kaget non tergeletak di lantai. Tadi Bibik minta bantuan Ujang bawa non ke kasur. Bibik baru mau telfon dokter eh non sadar. Non ngelarang Bibik telfon dokter dan minta Bibik hubungi den Bias saja." Bias menghela napas, ada kelegaan dia rasa, bahwa disaat terpuruk Nasya nyatanya mengingatnya.

"Apa yang terjadi setelahnya?"

Bibik terlihat menggeleng, baru berucap. "Non Nasya diam saja, nggak lama dia tertidur lagi."

"Tapi Nasya sudah makan kan, Bik?"

"Itu dia Den, seperti hari-hari sebelumnya itu lho Den, Non banyak menyendiri di kamar dan Bibik nggak boleh masuk. Pas malem Bibik masuk, nasinya sering masih utuh."

"Ya Allah, kamu tuh kenapa sih, Yang?" lirih Bias.

Bias masih mengusap-usap lembut kepala Nasya saat didengarnya adzan magrib berkumandang. Ia mendengar seksama lafadz adzan itu hingga akhir.

"Den ... Den Bias."

"Eh i-ya, Bik?"

"Bibik tinggal dulu, sudah ada panggilan ibadah." Bias mengangguk.

"Eh Bik, Bibik ...!"

"Saya, Den?" Baru mau menutup pintu, Bibik menoleh.

"Saya juga mau ibadah, ada sajadah?"

"Oh, ada Den." Bibik masuk lagi ke kamar Nasya, ia membuka lemari dan mengambil benda yang dibutuhkan Bias di bagian lemari paling bawah.

"I-ni, Den!"

"Apa saya tidak apa-apa sholat di-sini?"

"Iya gpp, Den. Kalau sama Den Bias, Bibik percaya." Melihat Bibik bicara dengan semringah padanya, Bias ikut tersenyum.

"Bik, nutup pintunya jangan rapat-rapat, ya!"

"Oh, iya, Den."

________________

Nasya, gadis cantik itu terbangun. Ia menatap seksama tubuh tegap yang beribadah dengan khusyuk di samping ranjang tempat ia berbaring. Ada kesedihan lagi-lagi ia rasa telah menyakiti Bias, tapi ia sadar segalanya tak bisa diputar. Bagaimana pun ia bukan gadis suci lagi. Nasya yang tidak bisa jujur pada Bias hanya bisa menangis dan termenung hingga dirasanya sebuah jemari meraih jemarinya. Nasya spontan mendangak.

"Kamu sudah bangun?" Nasya masih menatap wajah Bias dan mengangguk lirih setelahnya.

"Sudah magrib, sholat dulu, yuk," ajak Bias. Nasya menggeleng.

"Kenapa?" Nasya lagi-lagi menggeleng.

"Yangg ...," lirih kata itu terucap. Bias masih berusaha meyakinkan Nasya.

"Aku lagi nggak mau sholat dan aku nggak mau kamu maksa aku!"

"Hmm ... Oke oke ... sorry!" Merdengar suara Nasya meninggi. Bias yang tidak ingin Nasya marah memilih mengalah.

Bias masih menyapu kepala itu, berusaha meredam kemarahan Nasya. Nasya menatap Bias tak berkedip, ia senang dengan perilaku manis Bias. Nasya senang disayangi.

Ma-af, Yang. Aku kotor! Aku malu menghadap Pencipta! Aku lebih baik nggak sholat. Aku gadis pendosa.

"Yanggg?" Panggilan itu mengaburkan angan Nasya, Nasya berusaha keras memaksa diri untuk tersenyum.

"Bii, kenapa kamu sayang aku?"

"Yang, please kenapa nanyain ini, sih?"

"Jawab aja!"

"Jawabannya akan selalu sama, karena kamu orang yang membuat aku nggak bisa tidur, mengenalkan aku tentang rindu, membuat aku takut dengan kehilangan, juga membuat aku merasa ada dan berharga." Nasya tersenyum kecil.

"Tapi aku nggak pantas kamu cintai!"

"Kenapa nggak? Please dong Yang, kamu tuh aneh. Kita udah 3tahun bareng-bareng dan kamu sekarang ngomong begitu! Kamu nggak pinter bohong! Aku tau kamu tuh sayang aku!"

"Pede!"

"Iya aku pede, karena hati aku tahu cuma kamu yang ada di dalemnya dan sebaliknya hati kamu udah ada labelnya 'punya Bias' jadi yang lain cukup jadi penonton aja nggak bisa masuk ke dalem sini." Bias mengarahkan telunjuk ke dada Nasya tanpa menyentuhnya. Baik Nasya maupun Bias sama-sama tersenyum.

Kamu selalu bisa buat aku senyum, Bii .... aku seneng! Andai kamu nggak sibuk sama ekskul dan semua kegiatan kamu itu, aku pasti nggak akan jalan sama yang lain. Lelaki yang cuma mau nidurin aku dan pergi setelahnya.

Apa yang harus aku lakuin sekarang? Apa aku harus jujur sama Bias? Tapi dapat dipastikan Bias nggak respect lagi dan kemungkinan besar benci aku kalau itu sampai terjadi ...

Nggak! Aku nggak mau itu terjadi! Aku nggak mau kesepian! Aku bahagia dengan cinta Bias! Aku nggak akan ngelepas kamu, Bi. Kamu akan selalu jadi sayangnya aku! Masalah kehormatan aku .... toh kamu juga nggak tau. Aku juga nggak akan hamil. Ya, walau aku telat minum pil itu, tapi aku udah langsung minum beberapa butir. Aku nggak akan hamil!

Nasya seketika mendekatkan tubuhnya dan memeluk Bias.

"Yang?"

"Aku sayang kamu, Bi. Aku akan lebih pengertian sama setiap aktivitas kamu! Aku nggak mau kamu pindah ke lain hati!"

Bias mengangguk.

"Terima kasih! Aku juga akan lebih care sama kamu!"

..._________________________________________...

🥀Happy reading😘

🥀Nasya

1
Enddless Bettle
teranat susah menyingkirkan seseorang yg sudah terpatri dlm hati
IK
ini satyo supir zee dlu bkn
IK
cewe matre
IK
semoga bias terzee zee cinta nya Zee
IK
emang ruwet masalah rumah tangga.. mnding Bias sabar n nemuin bukti klo papa nya mmg slingkuh
IK
kan duo racun ngerjain Zee
IK
karena dy pinter
IK
gercep yaa Zee
IK
izin baca yaa thor
Mutiara Bocil
oleng si Zee untung sadar zee
Mutiara Bocil
lah iya kan
Mutiara Bocil
sadar zee
Evi
aku suka karna visualnya org Indonesia semua
Rusma Yulida
menurutku sih bias bodoh LBH bodoh lagi Zee🤣🤣🤭
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "ketika suami ku mendua" makasih kak🙏
total 1 replies
Ika Fitri
info karya baru itu judulnya apa Thor?
blarala
klau suami setengah iklas pasti ada aja yg terjadi mendingan nurut aja zee
ellis siti aisyah
emang agak egois sih ..kan dia yang cinta duluan ya....
Nhinicancer
nama sekolahx kadang salah
fa _azzahra
tadinya mau dkung jihan.tp di part ini aq di ingatkan bhwa johan ga jauh bda dg bias.sama2 suka zee setelah tau kecantikan zee
fa _azzahra
satyo kalo ga salah dlu sopir nya ayah zee bukan ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!