"Stay with me"
group chat 4 remaja,
Cua, Dani, Randy dan Hery.
kesibukan mereka meniti karier diusia 18 tahun,
wajib menyelesaikan kuliah di Universitas ternama dikota metropolitan,
membuat hubungan lose contac selama beberapa tahun,
akhirnya mereka dipertemukan diusia 21 tahun dengan permasalahan yang rumit,
mampukah Randy berterus terang pada Cua tentang Luna?
Mampukah Cua menerima tantangan Hartono?
Sanggupkah Cua menerima kejujuran Randy?
Bagaimana perasaan Randy pada Cua?
Mampukah Hery meyakinkan Dani agar tetap stay... sesuai nama group chat mereka...!
apakah hubungan Widya dan Hartono kembali membaik?
simak yuuuk, cerita remaja, ringan, sangat mudah dipahami.
Happy reading...❤️🥰
salam hangat
❤️tya calysta❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tya Calysta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 32. Next Luna pv...
Makin pecah...
Tangis Luna makin pecah didada Hartono.
Hartono terus mengusap lembut punggung Luna, agar dia bisa menerima kejujuran Hartono.
"Sakit mas!" isak Luna.
"Ya! tapi inilah realita, aku harus jujur padamu!" jelas Hartono.
"Kenapa kamu menduakan aku? aku selalu setia sama kamu! memenuhi semua kebutuhanmu! tapi kamu mengkhianati ku!" drama Luna sangat sempurna.
Hartono tersenyum tipis, mendengar curahan hati Luna.
'Aku akan mengecek semua keabsahan anak kita! aku yakin itu bukan anakku!' batin Hartono masih membawa Luna dalam dekapannya.
Semenjak kejadian itu, Hartono dan Widya makin intens bertemu disela kesibukan mereka. Mereka sangat pintar menutupi status mereka, dihadapan kerabat dan media.
Widya pengusaha Bank Swasta sukses, peninggalan suami keduanya Kurniawan tak pernah habis tujuh turunan. Kurniawan sangat sukses, memiliki cabang dibeberapa manca negara. Kurniawan tidak memiliki keluarga, dia duda kaya saat bertemu Widya, perhatiannya mengalahkan Hartono, sangat menyayangi Dani anak Widya satu-satunya, makanya Widya lebih memilih Kurniawan dibanding Hartono kala itu.
Hartono menjadi tertutup setelah mengetahui Widya memilih Kurniawan, dia lebih memilih hidup sendiri menikmati perkembangan Widya dan Kurniawan.
Saat mendengar Kurniawan dinyatakan hilang dalam kecelakaan pesawat beberapa tahun silam, Hartono kembali mendekati Widya, agar bisa bersama demi Dani yang berubah drastis menjadi wanita jadi-jadian.
Widya menyerahkan semua pada Hartono untuk mendidik putrinya, karena dia sudah salah memanjakan Dani.
Widya sibuk mengurus perusahaan peninggalan Kurniawan, karena Kurniawan menyerahkan semua pada Widya sebagai pewaris sah dimata hukum.
Widya berubah menjadi wanita hebat, berwibawa seorang diri, tanpa pendamping, dengan alasan dia tidak mau mengecewakan almarhum suaminya Kurniawan Kuncoro.
Hartono berusaha keras menakhlukan hati Widya, perhatian Widya yang tak pernah berubah padanya, meluluhkan hati dan perasaannya saat Widya meminta Hartono kembali kepelukannya, demi Dani putri mereka.
Alasan itu sangat diterima baik oleh Hartono, padahal dalam hatinya, Widya tidak rela Hartono menikahi sahabat putrinya Luna,
tapi tidak dengan Luna. Setelah dia mengetahui Hartono menikahi Widya, Luna semakin sering menghabiskan waktu merayu Randy, cinta remajanya.
Luna tipe wanita agresif, perawatannya yang di fasilitasi Hartono, dapat menutupi statusnya sebagai istri simpanan Hartono.
"Ran! kamu dimana?" bisik Luna ditelfon.
Randy masih hapal suara gadisnya, sangat bersemangat menerima telfon dari Luna.
"Aku masih di Joga! tapi ini sudah dibandara mau ke Jakarta, mau ketemu Om Hartono dan Cua!" jawab Randy jujur.
"Oooh! ketemu aku dulu bisa nggak? aku jemput kamu dibandara!" jelas Luna ditelfon.
"Ooogh! boleh, kamu di Jakarta? bukannya kamu di Surabaya?" tanya Randy penasaran.
"Hhmm! aku baru sampe di Jakarta! oke! kamu, aku jemput yah Ran?" tegas Luna kembali memastikan.
"Oke, see you!" Randy menutup percakapan mereka.
'Hmm, emang Hartono aja yang bisa mendua! aku juga bisa!" batinnya menggeram kesal.
Luna menggunakan mini dress, memperlihatkan dada sedikit terbuka, tanpa lengan, rambut blondy dicepol asal keatas memperlihatkan leher mulus dan bersih. Luna menggunakan sepatu booth, memberikan kesan mewah pada dirinya, tentu dengan uang Hartono.
Randy terkesima melihat Luna dihadapannya, memeluk, menyalami punggung tangan Randy bak suami sendiri.
Randy benar-benar terhipnotis dengan kecantikan Luna yang sangat luar biasa.
"Aku kangen!" bisik Luna memeluk lengan Randy mesra.
"Hmm!" Randy tidak bisa berucap.
Jujur, dia terpesona. Butuh waktu untuk menormalkan kondisi otaknya yang sedikit mesum pada Luna.
"Kamu nginap dimana?" bisik Luna saat menyalakan mesin mobil accord milik Luna yang diberi Hartono beberapa bulan lalu sebagai hadiah anniversary pernikahan mereka.
"ehm, di hotel om!" jujur Randy.
"Nggak usah deh! kita nginap di hotel lain aja!" senyum Luna melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
"Hmm! aku ada kerjaan Luna!" jawab Randy masih jujur.
"Ck! come on Ran! apa kamu nggak kangen sama aku?" godanya.
Randy yang labil hanya tersenyum.
"Hmmm! tumben dia seberani ini sama gue? padahal dulu agresif tapi malu-malu!" batin Randy terkekeh.
"Ran! kamu mau nikahin aku?" tanya Luna masih fokus pada kemudi.
"Wooow! apa kamu sedang melamar aku?" kekeh Randy mengusap lembut kepala Luna.
"Jujur ya! aku nggak mau kehilangan kamu!" godanya makin berani.
"Tiga bulan lagi aku akan ke Bali, bagaimana kita menikah disana?" kecup Randy pada jemari kiri Luna.
Wajah Luna tersipu malu mendengar tawaran Randy.
"tapi papa dan mama aku divorce Ran!" tunduk Luna makin memelankan kecepatan mobilnya.
"Hmm, yang mau menikah kan kita! jujur aku masih mencintai kamu!" jawab Randy asal dan terdengar bodoh.
"Kamu serius?" teriak Luna sangat bahagia.
"Iya serius!" jawab Randy benar-benar polos dan bodoh.
Segala rayuan maut Luna hari itu, meluluh lantahkan iman dan amin Randy, rencana visit bersama Hartono dan Cua gagal total, dua hari Randy menghabiskan waktu dengan Luna berdua didalam kamar, bak pasangan muda yang baru menikah. Randy kalah oleh nafsu sesaatnya.
Hartono tidak mengetahui perselingkuhan Luna dan Randy, karena Randy tidak bisa hadir di Jakarta dengan alasan yang dibuatnya pada Cua, tanpa mengkonfirmasi langsung dengan Tio.
Hartono melakukan perjalanan dinasnya dengan team promosi ke Bandung selama tiga hari.
Randy benar-benar terhanyut dengan rayuan dan pelayanan Luna, hingga membutakan dirinya untuk bertanya lebih dalam lagi tentang Luna.
Benar-benar polos dan bodoh, jika kelakuan Randy diketahui Hery, Cua dan Dany.
"Kamu sangat menggoda aku, Lun! kamu benar-benar wanita yang selama ini aku cari!" bisik Randy ketelinga Luna saat mencapai pelepasan diatas tubuh Luna.
"Aku mencintai mu Ran!" rayu Luna masih dengan nafas terengah.
Mereka melakukan semua itu berkali-kali, tanpa rasa lelah.
Randy sangat lepas kontrol, hingga tidak memperdulikan semua perasaan dan sahabatnya. Randy juga menutup rapat hubungannya dari Hery dan Dani.
Semenjak kejadian itu Randy dan Luna semakin intens bertemu di Jakarta, hingga perencanaan pernikahan itu tiba.
Luna tidak memperdulikan anaknya lagi, Hartono juga masih sibuk dengan perkerjaannya, tentu juga dengan Widya disampingnya, hingga melupakan Luna.
Luna lebih dulu tiba di Bali dengan alasan ingin bertemu Dani, tanpa mengetahui perencanaan pernikahannya dengan Randy.
Entah Hartono yang begok, entah memang tidak peduli, Hartono selalu mengizinkan Luna menghabiskan waktu diluar, tanpa bertanya.
Tio mengundang Hartono selaku sahabat baik ke Bali, dengan alasan berlibur keluarga. Hartono menyetujuinya, karena Luna sudah lebih dulu berada di Bali bersama putrinya, batin Hartono.
Widya mengizinkan mereka menghabiskan waktu, lagi-lagi dengan alasan Dani.***