NovelToon NovelToon
Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi
Popularitas:33.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pelita Abadi

Kisah seorang gadis miskin yang slalu terlihat ceria, tegar dan tak pernah goyah dalam menghadapi masalah hidupnya.
Namun siapa sangka, dibalik sifatnya itu, dia menyimpan semua kerapuhan dan kesedihan dalam dirinya.

Keadaan hidupnya yang slalu berada dalam kesulitan, menuntutnya menikah dengan seorang Pria yang tidak mencintainya sama sekali. Sehingga, dia harus merasakan perihnya luka dihati yang slalu di simpan rapi dalam senyuman indahnya.

Bagaimana kelanjutan kisahnya🤔...
Apakah dia akan bertahan atau malah pergi dari maslah hidupnya??

Mari kita langsung aja caapcuuus kepoin ke isi Novel😊

Happy Reading!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelita Abadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 32

"Mama!" Zico melepaskan cekalannya dari lengan Dea.

"Kamu menelpon mama, Hah? dasar licik!" Zico mengusap wajahnya kasar.

'Sepertinya, wanita ini memang nekat dan keras kepala' batin Zico.

"Zico! mama kecewa sama kamu!" terdengar lagi suara mama Zico yang meninggi karena marah.

Zico mengambil paksa ponsel yang berada di tangan Dea, dia langsung melemparnya keras hingga ponsel itu bercerai berai tak berbentuk lagi.

"Ponselku!" Dea kaget melihat ponselnya di lempar sampai hancur oleh Zico.

"Kamu sangat keterlaluaan ...!" Dea mengangkat tangannya hendak menampar Zico. Namun, niatnya itu di urungkan lagi.

"Kenapa nggak jadi? hmm?" Zico memasang wajah mengejek.

"Aku capek! aku lelah ...! aku lelah dengan sifatmu yang tidak menunjukkan bahwa kamu adalah seorang laki-laki!" Dea berlalu masuk kedalam mobil.

Melihat Dea sudah masuk kedalam mobil, Zico juga ikut masuk dan mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah sakit menuju apartemennya.

Sesampainya mereka di apartemen milik Zico, Dengan keadaan hatinya yang masih sakit kepada Dea, Zico berjalan dahulu tanpa menghiraukan Dea yang tertinggal.

"Itu kamar mu! masukkan barang-barang mu kedalam sana!" Zico menghempaskan bokongnya di atas sofa empuk di dalam apartemen mewah miliknya.

"Kamar ku?" tanya Dea ambigu.

"Iya, kamar mu! apakah kamu berharap kita akan tidur satu kamar?" Zico menap Dea dengan sinis.

"Ogah." Dea menarik kopernya masuk kedalam kamar yang di tunjuk Zico.

"Capek!" Dea membaringkan badannya di atas ranjang yang berukuran big size di dalam kamar itu.

"Kamarnya besar sekali, kasurnya juga .... Empuk!" Dea meraba-raba kasur yang dia himpit.

Dea bangun menghampiri kopernya, dia mulai menyusun pakaiannya kedalam lemari pakaian yang berada di pojok kamar.

"Alhamdulillah, selesai." Dea mengambil handuk yang sudah dia sisihkan saat menyusun pakaiannya tadi.

Di dalam kamar mandi, Dea kembali di buat kagum. Kamar mandi itu sangat mempesona mata Dea.

Karna perutnya belum di isi dari tadi, kini cacing-cacing yang ada di dalam sana sudah berdemo minta di mengerti. Dengan jurus mandi kilatnya, Dea hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk membersihkan tubuhnya.

Setelah selesai dengan segala ritualnya, Dea melangkah keluar kamar hendak mencari penenang cacing-cacing perutnya.

Dea membuka kulkas, tidak ada makanan yang bisa mengganjal perutnya yang dia temukan di dalam sana.

"Huufh ... nggak ada apa-apa." Dea menutup kembali kulkas itu.

"Si beruang kutub kemana? kok nggak ada? apa dia di kamarnya?" Dea melangkah menuju kamar yang bersebelahan dengan kamarnya.

"Assalamua'alaikum ...." Dea mengetuk pintu kamar itu namin tak ada sahutan dari dalam.

"Beruang kutub!" Dea mencoba kembali mengetuk pintu kamar itu, hasilnya masih sama.

"Apa dia lagi mandi?" Dea memutar handle pintunya, 'Terkunci, kemana dia? ' batin Dea.

"Ngapain juga aku mikirin dia kemana, mau dia kemanapun nggak masalah. Pergi menemui ajalnya juga boleh," ucap Dea.

"Aku pesan go food aja," Dea mengotak atik apk di ponselnya.

Tak berselang lama, pesanannya datang. Tanpa menghiraukan keberadaan Zico, Dea langsung melahap makanannya sampai habis.

"Alhamdulillah, kenyang." Dea memasukkan bekas dari bungkusan makanan pesanannya ke dalam tempat sampah dan kembali lagi ke dalam kamar.

Dea menghempaskan badannya ke sofa dan menarik punggungnya kebelakang, menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.

"Kenapa jalan takdirku harus seperti ini, apakah aku mampu untuk melaluinya?" Dea memejamkan matanya sejenak.

"Oh, iya. Surat perjanjiannya." Dea bangun dari duduknya teringat akan surat perjanjian pernikahannya dengan Zico yang belum di bacanya.

Poin-poin di dalam surat perjanjian itu sangat menarik perhatian Dea.

Tidak boleh tidur bersama selama masa pernikahan.

Tidak boleh menganggap pernikahan ini ada. Apalagi harus mengatur kehidupan satu sama lain.

Harus berpura-pura romantis di hadapan orang tua.

Pihak pertama (Zico) tidak akan melakukan kewajibannya sebagai suami, begitu juga dengan pihak ke dua (Dea) tidak boleh melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.

Kedua belah pihak tidak boleh membatasi hubungan masing-masing dengan orang lain, termasuk menjalin hubungan spesial dengan seseorang.

"Sangat luar biasa, adakah pasangan di luar sana yang sama seperti denganku?" Dea melipat surat itu kembali dan meletakkan dibatas nakas.

Dea mengambil ponselnya untuk menelpon seseorang.

"Hallo, De ... Kemana aja lo? sudah lupa sama sahabat sendiri, mentang-mentang sudah jadi nyonya besar" Ledekan serta kekecewaan terdengar dari speaker benda pipih itu.

"Kamu ada waktu nggak?" tanya Dea.

"Aku selalu ada waktu. Beda sama lo, baru aja menikah sama orang kaya sudah lupa sama sahabat sendiri," sindirnya.

"Kita ketemu di cafe X, ada yang mau aku ceritakan sama kamu. Kamu bisa, kan?" ucap Dea.

"Okey, jam berapa?" tanya sahabat Dea.

"Sekarang, ini aku sudah OTW kesana," jawab Dea.

"Siip." jawabnya lagi, panggilan telpon berakhir.

Dea memesan ojek online dari aplikasi ponselnya dan segera keluar dari apartemen menunggu ojek pesanannya.

Setelah merasa ojek yang di pesannya sampai di depan apartemen, Dea langsung mendekatinya.

"Ke cafe X ya, Pak." Dea segera memakai helm nya.

'Aku sudah di jalan, kamu udah OTW, belum?' Dea mengirim pesan pada sahabatnya.

'Aku hampir sampai.' balasnya.

Dea kembali memasukkan ponselnya kedalam tas.

"Bisa lebih cepat nggak, Pak?" tanya Dea.

"Bisa neng." Tukang ojek itu menambah kecepatan laju kendaraannya sesuai permintaan Dea.

"Makasih ya, Pak. Ini ongkosnya." Dea memberikan selembar uang lima puluh ribu dan berlalu pergi.

"Kembaliannya, neng ...!" ucap tukang ojek melihat Dea pergi begitu saja.

"Ambil aja, Pak!" Dea menoleh kebelakang.

"Makasih neng," ucapnya lagi tapi tak di respon oleh Dea.

Dea masuk kedalam cafe, melihat ke sekeliling mencari keberadaan Rina.

Dea duduk di salah satu kursi pengunjung dan memesan minuman pada waitress. Sambil menunggu pesanannya datang, Dea mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Rina.

Call On ....

"Hallo," sahut Rina dari seberang sana.

"Hallo, Rin. Aku sudah sampai di cafe X, kamu sudah sampai mana?" tanya Dea.

"Bentar lagi aku nyampe, kamu ambil meja nomor berapa? ntar kalau aku sudah sampai disana, aku bisa menemukan kamu tanpa harus putar-putar mencari kamu terlebih dahulu," ucap Rina.

"Aku ada di meja nomor empat belas," jawab Dea.

Waitress datang membawa pesanan Dea, " Ini pesanannya mbak, silahkan dinikmati," ucap waitress itu.

"Makasih," Dea tersenyum dan mengangguk pada waitress itu.

"Kamu kesini sendirian, kan?" tanya Dea memastikan.

"Iya, aku sendiri. Udah ya, telponnya aku matiin dulu, bentar lagi aku sampai." Rina mematikan telponnya dan segera mengirim pesan pada seseorang.

'Dea ada di meja nomor empat belas' pesan itu langsung terkirim

'makasih' balasnya.

...****************...

...BERSAMBUNG...

1
Diah Nadia
Ayo dong kak... up nya.
auliasiamatir
udah masuk faforit ini Thor,
mudah mudahan doen berhasil yah main tembak tembakan sama Dea.
auliasiamatir
jadi inget masa masa sekolah,
Rahma AR
🥰
Romauli Siahaan
kok gk dilanjutin ya udh lma bangat juga
ynynita
aku nyicil kak dari bawah huhu 😭💖💖 mampir ya di green city
ynynita
semangat selalu kak, aku udah mampir nih. udah aku fav juga. saling dukung ya kak di karya ku green city 🍀🍀
Nurlina Tajang
lanjut
Follow ig : tinatina3627
karya teman atau suami mampir like and favorite kak
Hanna Devi
First dating, ya iyalah harus PERFECT. Tuh jd bingung pilih baju kan de 😂🤭
Yukity
Hai Thor, salam kenal ya..

mampir yuk di novelku
Love In Underground
Leli Leli
lho kemana menghilangnya beruang kutub?🤔🤔🤔
Leli Leli
lnjt say
Leli Leli
sempat"nya nyosor ya 😁
Leli Leli
aku mampir lagi nih Thor salam hangat dari dendam kekasih.

jng lupa mampir lagi kelapak ku say🤗
El_Tien
sebuah julukan, dalam kalimat sebaiknya huruf besar
El_Tien
done like. komen, fav. rate 5 ya
Zahra Amalia
lanjut kak semangat, salam dari pernikahan yang terpaksa ❤️🥰
Emy
mampir lagi ni ka semangat
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semaangat ya💪☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!