NovelToon NovelToon
Garis Dua Buat Presdir

Garis Dua Buat Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Poligami / Duda / Tamat
Popularitas:758.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

Bijak-bijak memilih bacaan! Karena ini banyak cerita panas serta adegan yang tak terduga.

Nama aku Marsya Aulia, aku hanya anak dari keluarga yang kurang mampu. Ibu aku sedang sakit kanker paru-paru stadium akhir.

Suatu hari ibuku jatuh sakit dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Dokter mengatakan jika sebaiknya ibuku harus melakukan operasi pengangkatan kanker.

Aku tidak punya biaya sama sekali, hingga aku berjumpa dengan seorang wanita yang amat sangat cantik. Ia memberi sebuah bon pembayaran rumah sakit beserta uang.

Aku yang lagi bingung dengan senang hati menerima pemberian wanita tersebut.
Namun aku pikir dia ikhlas membantu, ternyata semua ada timbal baliknya.

Inilah kisah ku..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalau begitu ceraikan dia.

Part 32

_______

Marsya, tuan Agung dan tuan muda Alexdian berdiri menghadap Hotel.

“Marsya apa kamu ingin tinggal disini.” Tanya tuan muda Alexdian sambil menatap dari luar Hotel.

“Iya. Apa kamu tidak ingin tinggal bersama suami kamu di Hotel yang lebih nyaman.” Sambung tuan Agung yang sedang menatap dari luar Hotel.

Marsya berjalan melangkahkan kakinya masuk ke halaman Hotel.

Dengan cepat tuan Agung berjalan dan menggendong Marsya, “Kamu tidak boleh tinggal di sini, kamu baru sembuh jadi kamu harus nurut dan harus tinggal di tempat yang nyaman dan bersih.”

Marsya memberontak, “Tuan lepaskan saya. Saya ingin tinggal sendiri jadi saya tidak ingin ikut bersama tuan Agung.”

Dengan wajah yang serius tuan Agung melepaskan pelukannya, “Baiklah.”

Bruk!

Marsya terjatuh dengan posisi terduduk, “Aduh! Pinggangku. Katanya harus mendapatkan tempat yang nyaman, masih di sini tuan sudah berani menganiaya saya.” Sambil mengelus pinggangnya.

Tuan Alexdian berjalan santai mendekati Marsya sambil mengulurkan tangannya, “Ikut saya saja, karena saya tidak akan menyakiti kamu. Saya punya Vila yang nyaman di sini jadi kamu tidak perlu kuatir.” Sambil melemparkan senyum.

Marsya melirik wajah tuan Agung yang kala itu sangat kesal karena tuan muda Alexdian memberikan tumpangan dan bersikap manis kepada Marsya.

Sebaiknya aku terima saja tawaran tuan muda Alexdian.

Aku pingin lihat bagaimana reaksi tuan Agung jika aku menerima tawaran dari pria ini.

Kalau di pikir-pikir, aku juga tidak punya untuk menginap di Hotel.

Batin Marsya melihat wajah tuan muda Alexdian dan membalas uluran tangan dari tuan muda Alexdian.

“Baik. Saya akan ikut bersama tuan muda Alexdian, karena saya tidak ingin tinggal bersama tuan Agung yang jahat dan kasar.” Marsya berdiri di samping tuan muda Alexdian.

Wajah tuan Agung sangat kesal, “Marsya.” memanggil dengan nada yang sedikit menekan.

Marsya berjalan mendekati tuan Agung, “Tuan Agung.” Marsya juga ikut menekan nada bicaranya dengan wajah yang mengejek tuan Agung. Kemudian berlari duluan meninggalkan tuan Agung dan tuan muda Alexdian.

Tuan Agung mendekati tuan muda Alexdian, “Jangan pikir jika kamu menang, karena sampai kapan pun saya tidak akan membiarkan orang lain mendekati istriku.” Dengan nada yang berbisik.

Tuan Alexdian tersenyum, “Jika dia istri tuan. Kenapa tuan tidak mau menunjukkan kepada orang banyak, jika tuan tidak memberitahu orang banyak berarti banyak pria yang berhak merebut istri tuan dari tangan tuan. Ingat tuan. Istri cantik itu harus di akui sebelum ada orang yang ingin mengakuinya.” Bantah tuan muda Alexdian sambil berjalan meninggalkan tuan Agung yang terlihat sangat kesal.

Tuan Agung mengepal kedua tangannya, “Awas kalian berdua dan kamu Marsya siap-siap saja.” Tuan Agung melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki tuan muda Alexdian dan Marsya.

Tuan muda Alexdian menyetop sebuah taksi.

“Marsya kamu masuk duluan.” Ucap tuan muda Alexdian yang masuk ke dalam taksi.

Ketika tuan muda Alexdian hendak ikut masuk, tiba-tiba saja tuan Agung datang dan menerobos masuk duluan ke dalam taksi dan duduk di sebelah Marsya.

Tuan Agung tersenyum menatap wajah Marsya, “Saya juga akan ikut tinggal dengan kamu.”

Marsya tertegun menatap tuan Agung, “Hem!”.

“Apa kamu juga mau ikut.” Tanya tuan muda Alexdian yang masih berdiri di depan pintu mobil taksi.

Tuan Agung hanya menganggukkan kepalanya.

Tuan muda Alexdian masuk kemudian ia duduk di samping tuan Agung, mereka duduk dengan sempit-sempitan di belakang.

Tuan muda Alexdian menatap tuan Agung, “Apa kamu yakin ingin ikut kami. Nanti kamu cemburu melihat saya bersikap baik dengan Marsya.”

Pak supir taksi hanya tersenyum sambil menoleh kebelakang, “Kita berjumpa lagi. Apa kalian tidak ingin duduk di samping saya.” Sambil menepuk kursi mobil di sampingnya yang masih kosong.

Dengan serentak sambil menoleh ke arah pak supir taksi tuan Agung dan tuan muda Alexdian berkata, “Tidak.” Kemudian melipat kedua tangannya dan saling memalingkan wajah satu sama lain.

Sambil menghidupkan mobil, “Baik. Kalau begitu saya akan jalan ini.”

Saat pak supir taksi hendak melajukan mobilnya tiba-tiba saja Marsya memegang bahu pak supir dari belakang, “Saya yang akan duduk di samping bapak.” Marsya keluar dari mobil dan pindah duduk ke depan.

Melihat Marsya duduk di samping pak supir taksi wajah tuan Agung dan tuan muda Alexdian di tekuk dengan mulut berbentuk W.

Sepanjang perjalan tuan Agung dan tuan muda Alexdian hanya diam satu sama lain. Sedang Marsya dan pak supir taksi asik mengobrol hingga membuat wajah para lelaki yang sedang duduk di belakang semakin kecut.

1 jam perjalanan sampailah mereka di sebuah Vila yang sangat klasik. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil bangunannya.

Marsya turun dari taksi dengan kedua mata yang terpanah melihat ke indahan dari Vila milik tuan muda Alexdian.

Tak lama kemudian tuan Agung dan tuan muda Alexdian juga ikut turun. Setelah mereka bertiga turun dari taksi, lagi-lagi supir taksi berteriak.

“Ingat jangan modal tampang doang, yang lain juga harus tangguh. Sampai jumpa lagi..”

Swwiisshh!!

Supir taksi melajukan mobilnya dengan kencang.

Sambil berjalan dengan serentak tuan muda Alexdian dan tuan Agung berkata pelan, “Dasar supir taksi yang genit dan aneh.” Kemudian tuan Agung dan tuan muda Alexdian berjalan mengikuti Marsya.

Marsya berlari terus ke sebuah taman bunga kecil yang berada di depan Vila tuan muda Alexdian.

Tuan Agung dan tuan muda Alexdian hanya mengikuti langkah kaki Marsya yang sedang berlari seperti anak kecil.

“Gadis ini sangat unik tuan, wajahnya seperti sudah tidak memiliki beban hidup. Tawa dan senyum yang terukir dan terpancar dari wajahnya begitu sangat tulus.” Tuan muda Alexdian melangkahkan kakinya dengan kepala yang tertunduk, dan bibir yang tersenyum.

Langkah kaki tuan Agung dan tuan muda Alexdian terhenti di perkarangan taman bunga kecil sambil melihat Marsya yang sedang melihat bunga dan mengejar kupu-kupu.

Dari kejauhan Marsya berteriak, “Tuan. Taman bunga ini sangat indah.” Dengan wajah yang tersenyum dan tingkah seperti anak kecil.

Tuan Agung hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, “Dulu saya sempat menolak gadis ini. Tapi Wardani selalu memaksa saya untuk menikahinya hanya untuk menghasilkan sebuah keturunan buat ahli waris.”

Mendengar perkataan tuan Agung wajah tuan muda Alexdian langsung berubah dan menatap sangat serius ke arah tuan Agung.

“Maksud tuan gadis ini hanya untuk di jadikan alat menghasilkan keturunan dan tuan mengiyakannya.”

Kedua mata tuan Agung memandang Marsya yang sedang duduk di tengah-tengah taman bunga dan tuan Agung menjawab, “Dulu saya tidak mau, karena buat apa menikah, punya uang yang banyak tapi tidak ingin melahirkan keturunan sendiri. Wardani hanya memikirkan badan yang takut melar akibat melahirkan. Karena dia terus memaksa dan berkata bahwa gadis ini membutuhkan uang untuk biaya operasi ibunya yang terkena kanker paru-paru jadi saya menerima permohonan Wardani.”

“Maksud Anda, dia menerima syarat untuk menikah dan melahirkan keturunan buat kalian karena ia butuh uang untuk biaya operasi ibunya.” Tanya tuan muda Alexdian dengan kening yang mengerut.

Tuan Agung mengangguk kemudian menjelaskan kembali, “Saat pertemuan pertama gadis ini begitu sangat polos, walau pun sedikit keras kepala. Saat melihatnya yang terlintas di pikiran saya hanya tidak ingin ia jatuh ke lubang yang salah dan merusak masa depan gadis ini. Karena kamu tahukan. Jika orang sedang membutuhkan uang bisa melakukan hal apa pun, walaupun itu mengancam diri dia dan merusak masa depannya.”

Tuan muda Alexdian memegang bahu tuan Agung, “Kenapa tuan tidak memperkenalkan dia kepada saya. Jika gadis manis, polos dan penuh kegembiraan seperti ini saya juga mau menjadikan dia istri saya. Tapi Anda belum berbuat apa-apakan kepadanya.”

Tuan Agung tertawa, “Hhahaha! Di sentuh saja sudah menangis apa lagi yang lain. Dia masih sangat polos kecuali bibirnya.”

Tuan muda Alexdian menaikan alisnya sambil menatap tajam wajah tuan Agung, “Kalau begitu ceraikan dia, agar saya bisa seutuhnya memilikinya. Saya tidak mau jika dia dilukai oleh mantan istri Anda.”

Dengan santainya tuan Agung hanya tertawa, “Matamu. Kau cari ajak wanita lain.”

Bersambung ..

1
Herta Siahaan
sudah suami istri masih jg pake panggilan tuan Agung ya
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
pemikiran yg silap.. 🤭🤭.. kata2 ni sy tak setuju, klau hanya dia seorg yg jdi bahan fitnah mungkin dia boleh relakn dgn berdiam diri.. tpi ada Marsha isteri kedua yg jdi bahan fitnah jg.. kejam kalau Marsha yg jdi mangsa 😅😅
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
wanita Naif🤔
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Agal kurang faham sikit watak Marsha.. 😅😅
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
suami isteri memang serasi sma2 tukang selingkuh😂😂😂yg paling penting dua2 ngak rasa jijik😂😂😂
Mama lilik Lilik
nama ibunya aneh surtek,kenapa gak di kasih nama Surti aja biar baca nya enak,agak janggal aja dengernya/Grin/
Surati
bagus
Maya Ratnasari
maafkan saya kalo agak sotoy thor, setahu saya di dunia nyata, kalo kanker paru udah stadium akhir itu udah ngga direkomendasikan untuk dioperasi, karena sudah sulit untuk dilakukan tindakan tsb. paling kemoterapi dan radioterapi.
Praised94
jeder..... 10.000 Hektare...melebihi rumah sultan andara
sari. trg: Iya, karya pertama. Jadi maklum halunya terlalu tinggi /Facepalm/
total 1 replies
Jastiah Tia
terimalah awal dr kehancuran rumahtanggamu nyonya wardani,smga kamu kuat menhadapi majligai rumahtanggamu
Yolla
cerita yg bagus dn simple
Bis Tawo
👍
Faizan Akram
kenapa yang jadi perusak rumah tangga nya taehyung
Mugitras Hima Islam
inget ibuku... sakit kanker paru paru tapi sekarang sudah tiada 😭😭
Mifta
smg marsyah lebih tegas lagi biar tidak di tindas oleh org laen
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Sekar Arum
mangil suami nxa jgn tuan dong
Nayaka
kurang sreg sama nama tokohnya
Denry_Den Den
Semangat terus
Siti Mas Ulah Ulah
dua 2nya,otakx pd g bener,g suami g istri podo ae,🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!