NovelToon NovelToon
OB MILIK CEO

OB MILIK CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:42.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: EmeLBy

Muna Hidayatullah
Anak gadis pasangan Betawi yang
karena terbentur biaya
Setelah lulus SMA
terpaksa melamar menjadi seorang OB
di sebuah perusahaan.

Takdir bernasib baik padanya.
Sebab pemilik perusahaan itu jatuh hati padanya.

Simak perjalanan kisah cintanya.
Happy Reading🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 : DI GUNJING

Dengan perasaan tak enak Cica melakukan pemanggilan terhadap 6 orang OB yang nama-namanya telah di tentukan oleh Ferdy tadi.

Pada ruang utama posko OB di lantai 1 sudah berdiri berjejer 7 kepala menghadap Cica Marlinca .

"Selamat pagi menjelang siang semuanya." Sapa Cica membuka pertemuan itu.

"Pagiii." Jawab mereka serempak.

"Baiklah, saya tidak pandai untuk bertele-tele dalam menyampaikan maksud dan tujuan saya memanggil kalian." Cica menyampaikan kata pengantarnya.

"Saya baru saja di minta untuk mengecek pembagian tugas kalian. Dan ada beberapa OB yang ternyata sejak masa training belum mengalami perpindahan bagian tersebut." Cica menghela nafasnya sejenak.

"Untuk itu kepada Topan, Wulan dan Siska. Kalian saya pindahkan untuk masuk dalam Tim yang di ketuai oleh Jali. Yaitu bertugas dari lantai 33 sampai 37 dengan pembagian khusus yang akan Jali atur kemudian."

Tatapan tak percaya tentu saja terpancar dari 3 pasang mata di depan Cica.

"Dengan berpindahnya 3 OB di bagian gudang tentu terjadi kekosongan di sana. Maka, saya sudah menentukan untuk Koco, Monik dan Vera untuk yang kemudian bertugas di sana." Jelas kata itu membuat 3 kepala yang di sebutkan namanya mendongak tak mengerti meminta penjelasan.

"Semua OB pasti akan kena giliran bekerja pada bagian itu. Dan sekarang, kalian yang terpilih untuk di lakukan penyegaran kerja. Ini SK kalian, sudah saya pebaharui. Dan Jali ini tim kamu yang baru silahkan kamu bina. Ada pertanyaan atau sesuatu yang tidak di pahami...?" Cica berbasa-basi, sebab ia juga sudah terkenal dengan kedisiplinannya selama bekerja menjadi kepala OB di Perusahaan itu.

"Tidak ada bu, kami paham. Dan siap melaksanakan tugas." Jawab Jali.

"Iya... baiklah selamat bekerja. Dan SK itu terhitung hari ini. Maka pada jam ke dua. Posisi kalian sudah harus sesuai SK. Silahkan bubar." Perintah Cica.

Tanpa suara dan sepatah katapun, 7 orang itu berbalik dengan segala pikirannya masing-masing.

"Jali..." Panggil Cica saat beberap dari mereka sudah terlihat berpencar meninggalkan ruangan itu.

Jali segera berbalik dan mendekat pada Cica.

"Siap...ada apa bu Cica?"

"Nanti jika Topan, Siska dan Wulan sudah di atas. Ajak mereka keruangan pa Ferdy. Sebab itu pesan beliau tadi. Saat meminta rolling ini terjadi."

"Siap bu siap. Tapi... sebenarnya apa yang terjadi bu Cica?" telisik Jali yang merasa ada sesuatu yang janggal dan mendadak, tidak seperti biasanya. Dimana merekabakan melakukan rencana pemindahan saat rapat rutin di langsungkan.

"Saya hanya menjalankan perintah. Tanpa tau alasan yang sebenarnya." Jawab Cica datar untuk menutupi yang memang ia sendiri tidak tau.

"Baiklah...saya paham. Terima kasih bu Cica. Setidaknya, saya masih bertahan di posisi saya." Jawab Jali dengan senyum bahagia.

Ferdy baru saja selesai menyantap Kopi dan sosis gorengnya di pantry dengan di temani Muna yang terlihat masih sibuk menggolah menu makan siang pesanan Kevin. Bukan hal yang sulit bagi Muna, sebab Kevin siang ini hanya ingin makan siang dengan spageti mozarella panggang.

"Pak Ferdy... Muna boleh tanya sesuatu kagak?" Muna memulai obrolan di pantry.

"Tanya apa...?"

"Ini pak bos Kevin... Muna perhatiin suka banget yak sama masakan luar negeri. Ngapa yak?"

"Oh...Mama saya dan maminya itu saudara kandung dan kakek kami orang Belanda. Kevin sejak kecil lebih sering di buatkan mami masakan khas Belanda. Jadi sepertinya lidahnya lebih suka masakan itu. Daripada masakan Indonesia." Jelas Ferdy.

"Oh begitu. Pantas saja, kemaren aye di ajak pak bos ke cafe yang nama makanannya kagak ada Indonesianya pak. Terus aye di suruh makan dan besok harus bisa buatkan gitu."

"Ha...ha...ha. Ikuti saja Mun. Selama yang dia minta bukan hal yang tidak senonoh sama kamu."

"Iye pak. Selama ini aman saja. Pak bos tidak pernah macem-macem ama Muna."

"Tapi... hati-hati Mun."

"Ngapa...?"

Ferdy berdiri mendekati Muna dan berbisik.

"Awas jatuh cinta sama dia." Goda Ferdy.

"Ha...ha... Pak Ferdy ada ada aja. Muna tau diri lah pak. Muna pan cuma OB di mari, kagak cocok demenan ama horang kaya." Jawab Muna sambil terbahak di ikuti Ferdy. Yang kemudian terhenti saat Kevin masuk ke ruang itu.

"Ada yang lagi bahagia niih orang berdua...?" selidik Kevin melempar pandangannya bergiliran pada Muna dan Ferdy.

"Ah... tidak, biasa saja. Vin saya duluan ya." Pamit Ferdy dengan Kevin dan Muna di dalam sana.

"Sudah jadi Mun Spagetinya...?"

"10 menit lagi." Jawab Muna sambil membersihkan bekas makan Ferdy tadi.

Muna dan Kevin mendengar ada suara beberapa orang yang bicara dengan nada marah dan semakin dekat ke arah Pantry.

Kevin menarik tangan Muna lalu menyusup tubuh mereka ke bawah meja yang kakinya tertutup oleh taplak yang menjuntai hingga hampir menyentuh lantai.

"Sumpah aku tuh ga habis pikir tau ga, kenapa kita harus di pindah ke gudang." Nada marah itu jelas terdengar di sana. Itu Vera, Muna sangat hafal dengan dialegnya.

"Ya sama lah. Mendadak lagi. Bukannya biasa pindah itu per awal bulan dan selalu ada pemberitahuan dulu gitu?" Suara wanita yang tentu sangat Muna kenal. Monik.

"Apa mungkin ini ada hubungannya dengan peringatan Muna tadi pagi sama kita berduan ya Nik...?" terdengar Koco angkat bicara.

"Heeii... memangnya dia siapa. Sudah berani ngatur-ngatur pembagian tugas kita. Awas aja kalo benar, tu anak memang harus di kasih pelajaran ya. Ngelunjak tau ga..., kalian ga tau kan. Tadi pagi aku di siramininya dengan ait, hanya karena aku menengurnya untuk membatasi pergaulannya dengan pak Kevin. Dasar ganjen. Pasti dia yang sudah melapor kita, aku yakin. Dasar licik...!!" Vera lebih geram.

Sementar Kevin yang bersembunyi di bawah meja sudah ingin keluar dan ingin mendamprat orang-orang yang berkata kasar pada bocah kesayangannya itu.

Tetapi Muna mencengkram tangannya disana, dengan meletakkan telunjuk satunya pada bibirnya, meminta agar Kevin tetap sabar, diam dan bertahan di sana.

"Udah-udah. Kita beres-beres barang kita saja, bagaimanapun SK sudah di tangan. Tidak ada alasan kita untuk melawan, kecuali kita mengundurkan diri dari perusahaan ini." Monik melemah.

Tiiing

Suara microwave berbunyi menandakan spageti mozarella panggang yang di buat Muna telah matang sempurna.

"Huum... ini pasti kerjaan Muna. Siapa lagi... yang selalu membuatkan menu spesial untuk pak CEO mesum itu. Liat...gayanya saja yang so polos, dia siap melakukan apapun untuk menarik perhatian CEO itu. Dasar Munafik...!!!"

Muna tertunduk sedih di bawah meja, sungguh tidak menyangka betapa benci teman-temannya padanya. Kini giliran Kevin yang menepuk bahu Muna untuk sedikit memberi ketenangan pada Muna.

"Sudah lah mak Vera... keburu jam kedua ini. Kita sudah harus berada di gudang." Monik menenangkan Vera.

Ketiganya pun, beringsut mengambil beberapa barang mereka dalam locker. Hingga sampai beres berkemas, mereka tidak tau bahwa orang yang mereka gunjing ada dalam ruangan yang sama.

Suasana pantry sepi kembali, peluh Kevin sudah sebesar biji jangung. Dan mereka berduapun keluar, dengan tampang seolah usai lari 7 kali putaran.

"Siapa saja nama mereka? Sepertinya mereka harus di pecat...!!"

Bersambung...

Naaah looo kalo babang Kevin gitu. Maunya main pecat saja

Jadi...gimana nih mpok

Kita pecat kagak niih??

Makasiih buat mawarnya yee

Ada yang kasih nyak kopi jua

Uluh...uluuh nyak di kasih vote juga...❤️❤️

Makin semangat deh nyak upnya

Semoga rejekinya makin lancar ye mpook

makasiih banget

lopeeeh buat klean semua

muach...muach daaah

1
Kanjeng Ribet
eeeeeeaaaaa.... jdi dor ma BangKe... 😍
Kanjeng Ribet
moduuusss BangKe
Kanjeng Ribet
ini visualnya siapa mak otor?
zyan bkn sie?
Kanjeng Ribet
muna liat live streaming.... gk di vidio ajah mun... 🤣🤣
Kanjeng Ribet
name kite sama Mun... tp nasib kite berbeda... 😄
Kanjeng Ribet
waduuuhhh... si bos dh kya teh celup...
itu mata asli pak bozz.. bkn lensa kontak... elaaahhh🤣🤣
Ellia Mardiana
baju pengantin sepertinya sdh beli dari Stevani ya
Andreas Dwi Purwanto
oke
.. Ma nyak...😁😁😁
Suyanti Suyanti
Luar biasa
🌼EmeLBy🌼: Terima kasih.
mampir juga di karya terbaruku
JADI CERAI, GAK?
Di tunggu yaaak
mksh
total 1 replies
⧗⃟☕︎⃝❥Lou Yi
bagus thor. cuma awalnya bacanya blepotan . eh ternyata bahasa betawi. semangat trus thor
🌼EmeLBy🌼: Waaah... selamat membaca
mampir du karya Ongoing mu yuuk
JADI CERAI, GAK?
makasih
total 1 replies
🌼EmeLBy🌼
sama
renataaprilia8@gmail.com
mampus lu sep ,😁😁😁
renataaprilia8@gmail.com
klo Gita Jodohny Gilang !pegimane ame Siska nyak gk ad kbr tu gadis Cikoneng 🤭
renataaprilia8@gmail.com
Alhamdulillah akhirnya launching. juga Kevin junior ny
renataaprilia8@gmail.com
♥️♥️♥️♥️♥️
renataaprilia8@gmail.com
eh bel siapa elu ,Muna bahkan pemegang saham Terbesar hello anda ngigau ya👿
renataaprilia8@gmail.com
aamiin ya Allah
renataaprilia8@gmail.com
asiaaaaaaap 👍
renataaprilia8@gmail.com
selamat untuk kedua mempelai, semoga jg keluarga samawa, Amin 🥳🥳🥳🥳🥳
renataaprilia8@gmail.com
akhirnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!