Setelah terjadinya hujan meteor di penghujung malam tahun 2050, makhluk menyerupai monster serta dungeon yang biasanya hanya ada dalam cerita fiksi mulai bermunculan di Bumi.
Para monster yang terus bermunculan mulai memburu manusia, dan setelah satu tahun berlalu sudah lebih dari 30 persen umat manusia dimangsa oleh para monster.
Disaat umat manusia mulai berputus asa menghadapi monster yang jumlahnya semakin banyak, muncullah sekelompok orang dengan kekuatan khusus yang menjuluki diri mereka sebagai seorang hunter.
Dan sejak kemunculan para hunter, sejak itulah dimulai era baru pertarungan antara manusia melawan para monster.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah Dari Noel
Hiro dan teman-temannya masuk ke kelas murid elite di hari kedua mereka sebagai murid akademi hunter pusat. Mereka berada di kelas terendah dari lima tingkat kelas murid elite.
Saat berada di dalam kelas, mereka melihat ruang kelas yang jauh lebih baik dari sebelumnya, dan mereka juga mendapatkan satu set perlengkapan hunter yang lebih baik dari apa yang mereka terima saat pertama kali lulus menjadi murid akademi.
Tak lama setelah bel tanda dimulainya pelajaran di mulai, seorang wanita yang sangat mereka kenal masuk ke dalam kelas dan mengatakan kalau dirinya lah yang akan menjadi wali kelas Hiro dan yang lainnya.
Hiro dan yang lainnya cukup terkejut saat mendengar itu, tapi keterkejutan itu segera diganti dengan perasaan senang karena kembali Fiona akan menjadi wali kelas mereka selama menjadi murid akademi.
Setelah sedikit berbasa-basi, Fiona mengatakan tentang tambahan satu murid lagi yang akan bergabung dengan kelasnya, dan akan melengkapi jumlah murid menjadi 10 orang.
Untuk murid baru yang akan bergabung dengan mereka, orang itu akan datang setelah jam istirahat pertama karena saat ini dia sedang mengurus beberapa persyaratan di ruang kepala akademi.
“Kalian sebenarnya sudah pernah bertemu dengan murid baru itu, dan mungkin kalian juga sudah mengenalnya.” kata Fiona lalu dia segera memulai pelajarannya.
Jam pelajaran Fiona berjalan lancar dan tanpa terasa dua jam sudah berlalu begitu saja.
Sekarang memasuki jam istirahat pertama sebelum lanjut pelajaran selanjutnya dimana mereka akan mendapatkan pengajaran dari guru yang baru saja bergabung dengan akademi.
“Menurut kalian, siapa murid baru dan guru baru yang akan segera menunjukkan sosoknya setelah jam istirahat berakhir?.” tanya Luna saat seluruh teman satu kelasnya berada di kantin khusus untuk murid elite.
“Kemungkinan murid baru itu adalah salah satu murid yang tergabung dalam misi tukar pelajar antara negara kita dengan akademi terbaik di kawasan Eropa Barat.” ujar Lux sambil menikmati makanan yang sudah dia pesan.
“Aku sependapat dengan Lux,tapi untuk guru baru aku benar-benar tidak mengetahuinya. Aku cuma berharap guru barunya bukanlah sosok yang akan merepotkan kita.” kata Nana.
Sambil menikmati makanan yang sudah mereka pesan, Hiro dan yang lainnya terus berpikir siapa kiranya murid baru di kelas mereka, dan siapa guru baru yang hari ini akan mulai mengajar mereka.
“Daripada memikirkan sesuatu yang tidak berguna, bagaimana kalau kita kembali ke kelas dan melihat sendiri dua orang yang kedepannya akan menjadi bagian dari kelas kita.” kata Hiro memecah keheningan.
“Hiro benar, daripada terus berpikir, lebih baik kita langsung ke kelas dan melihat siapa murid dan guru baru itu.” ujar Olivia.
Selesai menghabiskan makanan, mereka segera kembali ke kelas.
“Aku tidak menyangka kalau akan satu kelas dengan kalian.” ujar sosok wanita berambut merah yang sudah berada di dalam kelas saat Hiro dan yang lainnya baru saja kembali dari kantin.
“Hemmm... Sepertinya dugaan kita benar, nona Noel akan satu kelas dengan kita.” ujar Lux.
Semua orang telah duduk di tempat duduk mereka masing-masing sambil menunggu guru baru yang akan menjadi guru mereka.
“Karena sekarang kita teman, aku mohon kalian untuk langsung memanggil namaku tanpa tambahan kata-kata nona!.” kata Noel sambil tersenyum memandang teman-teman barunya.
“Apa itu tidak apa-apa kami memanggil nama mu secara langsung? Bukannya itu akan terdengar tidak sopan?.” tanya Olivia yang sebenarnya sudah cukup lama saling kenal dengan Noel.
“Kami takut pihak Kekaisaran akan menghukum kami karena kami memanggil secara langsung nama seorang putri.” kata Yuna.
Noel tersenyum mendengar itu. “Olivia, bukannya kita sudah cukup lama saling mengenal satu sama lain, dan tentunya kamu sudah tahu bukan apa hukumannya membantah permintaan seorang putri?.”
“Ya, aku tahu, menolak permintaan seorang putri orang iku akan dianggap sebagai musuh Kekaisaran.” balas Olivia dengan nada malasnya.
“Karena kalian sudah mendengar penjelasan dari Olivia, aku berharap mulai sekarang kalian melakukan apa yang barusan menjadi permintaan ku.” kata Noel dengan senyum menawan yang menghiasi wajahnya.
“Baiklah, kami akan melakukannya.” kata Hiro dan yang lainnya di waktu hampir bersamaan.
Mendengar balasan teman-teman barunya, Noel semakin senang dan sekarang di duduk dengan tenang di tempat duduknya seperti yang dilakukan teman-temannya.
“Tingkah liar kalian di luar akademi sepertinya tidak terbawa sampai ke dalam akademi.” kata sosok wanita yang entah sejak kapan sudah duduk di kursi guru.
“Kalian semua sudah mengenalku termasuk putri Kekaisaran, jadi aku tidak perlu memperkenalkan diri, dan kita akan langsung memberikan pelajaran pertama untuk kalian!.” kata Zizu, sosok wanita yang duduk di kursi guru dengan kedua kaki dia taruh di atas meja.
“Itu lah Ibu ku, jangan berharap mendapatkan perlakuan lemah lembut darinya, dan entah kenapa aku melihat dia hari ini lebih bersemangat dari biasanya?.” kata Hiro dalam hati.
“Keluarkan kartu Identitas kalian dan lihat perubahan di kartu kalian!.” teriak Zizu dari tempat duduknya.
Semua murid mengeluarkan dan melihat kartu Identitas hunter milik mereka. “Kartu ini sekarang mampu menunjukkan keterangan lebih rinci kekuatan pemiliknya.” kata Hiro sambil membaca keterangan di kartu hunter miliknya.
Nama : Hiro Olsen
Umur : 15 Tahun
Level : 77 [35%]
Gelar : Hunter Tingkat A
MP : 1540/1540
HP : 2310/2310
Skill : Tidak Di Tampilkan
Elemen : Api
“Kartu ini sangat luar biasa, bahkan aku dapat mengatur apa yang ingin aku tunjukkan dan apa yang tidak ingin aku tunjukkan.” katanya dalam hati.
“Aku masih butuh 34 level untuk mendapatkan gelar hunter tingkat S. Bukan angka yang kecil, tapi dalam satu bulan ke depan aku harus mencapai nya.” kembali Hiro berkata dalam hati.
Semua orang melihat pembaruan di kartu Identitas mereka. Sekarang mereka tak lagi melihat tulisan energi cadangan atau tulisan poin kehidupan. Semua telah di perbarui, dan energi cadangan kini berganti menjadi Mana Point, dan untuk poin kehidupan sekarang berganti menjadi Health Point.
“Karena kalian semua sudah memiliki kartu hunter, mulai besok belajar dalam kelas hanya akan dilakukan dua kali dalam satu minggu, dan sisanya kalian akan ikut denganku belajar di dalam dungeon sambil meningkatkan level kekuatan kalian.” ungkap Zizu.
“Hohoho, itu jauh lebih menarik daripada terus-terusan belajar di dalam kelas.” ujar Axel.
“Selain itu, satu bulan lagi akan diadakan kompetisi peringkat kelas, dalam kompetisi itu aku harap kalian bisa menaikkan tingkat kelas kalian.” kata Zizu tanpa memandang ke arah para muridnya.
“Hari ini aku cuma ingin menyampaikan itu pada kalian, dan sampai jumpa besok.” baru juga selesai berkata, Zizu sudah tak terlihat lagi di tempat duduknya.
“Baru beberapa hari tinggal di negara ini, sudah dua hunter tingkat S yang aku temui, padahal di luar sana banyak yang menghina negara ini karena tak memiliki satupun hunter tingkat S walau tergabung dalam keanggotaan 20 negara terkuat di dunia.” kata Noel dalam hati dan setelahnya dia memandang Hiro yang berasa di tempat duduk tepat di sampingnya.
Noel berjalan mendekati Hiro saat teman satu kelasnya lebih dulu pergi, dan hanya menyisakan dirinya bersama dengan Hiro yang masih memandangi kartu hunter miliknya.
“Apa kamu masih ingin hadiah dariku?.” tanya Noel begitu berada tepat di depan Hiro.
“Kalau memang ada, tentu aku tidak akan menolak hadiah dari seorang putri.” jawab Hiro sambil tersenyum.
Mendengar jawaban Hiro, Noel langsung saja menyeret Hiro untuk pergi mengikutinya, dan setelah beberapa menit berjalan serta menjadi tontonan banyak murid lainnya, Noel dan Hiro akhirnya sampai di sebuah bangunan mewah yang berada di bagian belakang bangunan akademi.
“Apa rumah ini yang akan kamu jadikan hadiah untuk ku?.”
Noel dengan cepat menggelengkan kepalanya, lalu dia memegang tangan Hiro dan mengarahkan ke dadanya. “Aku sendiri yang akan menjadi hadiah untuk mu.” kata Noel dengan wajah bersemu merah.
°°°
Tingkatan Level dan Gelar Seorang Hunter
Level 1 - 10 Hunter Tingkat E
Level 11 - 20 Hunter Tingkat D
Level 21 - 40 Hunter Tingkat C
Level 41 - 70 Hunter Tingkat B
Level 71 - 110 Hunter Tingkat A
Level 111 - 160 Hunter Tingkat S
Level 161 - 220 Hunter Tingkat SS
Level 221 - 290 Hunter Tingkat SSS
Level 291 - 370 Hunter Tingkat SSS+
Level 371 - 460 Hunter Tingkat RAJA
Level 461 - 560 Hunter Tingkat KAISAR
Lwvel 561 - 670 Hunter Tingkat IMORTAL
°°°
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya, terimakasih...