NovelToon NovelToon
Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Tamat
Popularitas:108.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia permata

Kehilangan seseorang yang sangat disayangi untuk selamanya itu, bukan hal yang mudah. Apalagi orang itu merupakan seorang anak yang sangat di sayangi.

Anaya Aninditia merupakan seorang gadis yang berumur 12 tahun, Anaya memiliki sebuah keluarga yang harmonis. Suatu ketika keharmonisan itu hilang, akibat ulah ibunya yang selalu mementingkan arisan, semenjak suaminya naik jabatan dan memiliki Gaji yang besar.

Anaya yang periang berubah menjadi pendiam karna perceraian orang tuanya. Satu ketika sang ayah mengenalkan sosok wanita yang memiliki 2 orang anak. Wanita itu mampu mengambil hati seorang Anaya.

Anaya yang dulu pendiam berubah menjadi periang kembali. Setelah kebahagiaan datang, Anaya mengalami kesedihan yang teramat dalam. Anaya harus kehilangan seorang ibu kandungnya untuk selamanya.

Dan kini Anaya sedang berjuang melawan penyakit meningitis yang bersarang di otaknya. Sakit itu berawal dari anaya sering sakit kepala.

apakah Anaya mampu bertahan dan melewati semua itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia permata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Jam pulang sekolah pun berakhir, Dita menunggu sang kaka di depan gerbang sekolah.

"Ada apa sih Dit? Kayanya penting banget," tanya Iyan.

"Iya ini penting banget, apa yang kaka tau tentang Anaya?," tanya Dita.

"Anaya lagi liburan ke Bali," ucap Iyan.

"Ternyata selama ini Anaya gak ke Bali," ucap Dita.

"Terus ke mana?," ucap Iyan.

"Anaya sakit kak," ucap Dita.

"Sakit apa?," tanya Iyan.

"Gak tau aku juga, yang pasti tadi atah Teguh nyuruh ke rumah setelah jam pulang sekolah," ucap Dita.

"Ya udah naik dulu deh, untung kaka libur. Jadi ada alasan sama ibu buat jemput kamu," ucap Iyan

Dita dan Iyan pun pergi ke rumah Anaya.

tok tok tok

"Assalamu'alaikum," ucap Dita.

"Walaikumsalam, eh non Dita dan den Iyan, masuk," ucap mba Nita.

Mba Nita pun masuk dan memberi tahu pada bunda dan ayah, kalau ada non Dita dan den Iyan.

Teguh pun berjalan ke ruang tamu.

"Assalamu'alaikum ayah, " ucap Iyan dan Dita.

"Walaikumsalam," ucap Teguh.

"Kami kesini mau menjenguk Anaya," ucap Dita.

"Boleh tapi sebelum menjenguk Anaya. Ayah mau memberi tahu tentang Anaya" ucap Teguh.

"Anaya kenapa yah?," tanya Iyan.

"Sebenarnya Anaya tidak pernah ke Bali, tapi Anaya masuk rumah sakit. Anaya sering mengeluhkan sakit kepala, setelah di periksa ternyata Anaya kena radang selaput otak atau yang biasa disebut meningitis," ucap Teguh.

"Astagfirullah adek," ucap Iyan.

Dita sudah menangis sambil memeluk sang kaka, Dita tak sanggup mendengarnya. Iyan pun berusaha untuk kuat dan tenang.

"Jadi ayah minta sama kalian, mohon bantu doa dan support untuk Anaya. Agar Anaya mau menjalani terapinya dengan minum obat rutin dan vaksin sebulan sekali," ucap Teguh.

Iyan dan Dita tidak tau harus berkata apa mengenai Anaya, bingung harus jawab apa. Tiba-tiba Aris turun dan melihat ada Iyan dan Dita.

"Hai semua," ucap Aris.

"Tega lo ya, gak bilang kalau Anaya sakit," ucap Iyan.

"Sorry bukan gitu, ayah bilang jangan bilang siapa-siapa dulu sampe semua hasil keluar," ucap Aris.

"Nak Iyan jangan marah sama Aris, karna semua ayah yanglarang untuk tidak memberi tahu dulu tentang Anaya," ucap Teguh.

"Iya om gak apa-apa," ucap Iyan.

"Dit, kalau mau ketemu Anaya jangan keliatan habis nangis. Nanti Anaya ikut menangis, karna saat ini kondisinya belum stabil," ucap Aris.

"Iya kak, Dita permisi dulu ke kamar mandi buat cuci muka," ucap Dita.

Dita pun berjalan ke arah dapur, dan Dita berjumpa dengan bunda. Dita langsung memeluk bunda.

"Bunda... Apa Anaya bisa sembuh?," tanya Dita.

"Semua kita serahin aja sama Allah SWT ya, kita berdoa aja buat kesembuhan Anaya," ucap bunda.

Dita pun memeluk bunda dengan erat, bunda bisa merasakan kesedihan Dita yang sudah bersahabat lama dengan Anaya.

Dita pun melepaskan pelukkan dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Dita pun telah kembali ke ruang tamu.

Semua pun telah bersiap-siap untuk masuk kamar Anaya, sebelumnya bunda sudah melihat ke kamar Anaya.

"Dek ada yang mau ketemu sama adek," ucap Aris.

"Siapa kak?," tanya Anaya.

"Tutup mata dulu," ucap Aris.

Anaya pun tutup mata, Iyan dan Dita masuk ke kamar Anaya.

"Sekarang buka matanya," ucap Aris.

"Ditaaaaaaaa... Aku kangen," ucap Anaya.

"Anayaaaaaa... Aku juga kangen," ucap Dita yang berusaha untuk tidak menangis di hadapan Anaya.

"Kamu sakit apa?," tanya Dita, yang pura-pura tidak tau.

"Aku kena meningitis, do'ain aku ya. Biar cepet sembuh dan cepet sekolah lagi," ucap Anaya.

"Aku pasti do'ain buat kesembuhan sahabat ku ini, sepi deh gak ada kamu Nay," ucap Dita.

"Sehat-sehat ya dek," ucap Iyan.

"Makasih buat ka Iyan dan Dita yang udah mau nengokin aku," ucap Anaya.

"Nay siapa tuh cowo ganteng, kok punya pacar gak bilang-bilang," ucap Dita yang kepo.

"Ini tuh Kak Fauzi, dia perawat aku dan guru belajar buat aku, ka Aris dan Adam," ucap Anaya.

"Kak Fauzi, ini sahabat aku namanya Dita dan ini kakanya sahabat kak Aris," ucap Anaya.

"Iya non," ucap Fauzi.

"Kak Fauzi...Anaya ingin duduk di ruang TV, apa. boleh?," Tanya Anaya.

"Boleh non, mari saya bantu turun," ucap Fauzi.

"Makasih kak," ucap Anaya.

Aris sepertinya tidak suka dengan kehadiran Fauzi, karna sekarang Anaya lebih dekat dengan Fauzi ketimbang kakanya sendiri.

"Yan ada soal-soal try out gak? bagi dong," tanya Aris.

"Ada nih di HP," ucap Iyan.

"Kirim ke email gue deh," ucap Aris.

Aris dan Iyan pun keluar kamar.

"Ya udah di kamar gue aja yu," ucap Aris.

"Ya udah sekalian kita belajar aja yu," ucap Iyan.

Aris dan Iyan pun berjalan menuju kamar Aris. mereka pun belajar bersama karna tinggal beberapa hari akan memasuki UN.

"Lu nanti mau masuk Sma mana?," tanya Aris.

"Inginnya sih masuk Sma 3 atau sma 5,tapi nyokap nyuruh di Harapan Bangsa lagi biar bareng si Dita. kalau lu?," tanya Iyan.

"Ya sama kaya lu, tp ayah dan bunda buat masuk Harapan Bangsa lagi, biar bisa jagain Adam dan Anaya," ucap Aris.

"Sama aja ya kita, padahal bosan disitu mulu. Dari taman kanak-kanak di situ sampe sekarang, gak kebayang kalau SMA masuk sana lagi. Udah jadi kaya kuncen sekolah," ucap Iyan sambil tertawa.

"Bener banget udah kaya kuncen sekolah," ucap Aris sambil tertawa.

Mereka pun akhirnya belajar bersama, hingga terdengar suara ketukan pintu, dan Aris membuka pintu.

"Ada apa Dit?," tanya Aris.

"Kak pulang yu, nanti ibu nyariin lagi," ucap Dita.

"Kaka udah kirim pesan buat ibu, kata ibu boleh sampe jam 5 sore, ini masih ada waktu 1jam lagi," ucap Iyan.

"Sekarang aja deh kak, aku ada tugas sekolah buat besok," ucap Dita.

"Okay deh tuan putri cantik," ucap Iyan sambil mengacak-ngacak rambut Dita.

"Kaka, jadi berantakan ini," ucap Dita.

Aris yang melihat mereka berdua jadi rindu dengan adiknya yang saat ini lagi sakit, jadi gak bisa main bareng.

Mereka pun pamit untuk pulang karna hari sudah sore. Aris pun menghampiri kamar Anaya, dilihatnya Anaya sedang bercanda dengan Fauzi. Aris pun semakin kesal melihatnya.

Aris pun berjalan menuju kamarnya dan segera untuk mandi karna akan pergi untuk berjalan-jalan mencari angin.

"Bun... Aku pergi dulu," ucap Aris.

"Mau ke mana?," tanya bunda.

"Ini mau beli perlengkapan buat UN dan mau beli kuota," ucap Aris.

"Ya udah ati-ati," ucap bunda.

Aris pun pergi dengan raut wajah yang tak bisa di artikan. Aris pergi ke danau untuk menenangkan diri.

"Ada apa sama anak itu," gumam bunda dalam hati.

Makan malam pun tiba, semua berkumpul di meja makan kecuali Aris.

"Aris kemana bun?," tanya Ayah.

"Tadi sih bilangnya cari angin sebentar, mau merefresh otak. Cape belajar terus katanya," ucap Bunda.

Anaya bingung kenapa Aris pergi gak pamit, sedari tadi pun gak banyak bicara sama Anaya.

"Ka Aris kenapa sih, dari tadi cuekkin Anaya," gumam Anaya dalam hati.

Makan malam pun telah selesai dan Aris pulang.

"Assalamu'alaikum," ucap Aris.

"Walaikumsalam, dari mana nak?," tanya ayah.

"Habis mendinginkan otak yah, yah aku permisi ke kamar dulu ya," ucap Aris.

Aris pun pergi kekamarnya tanpa bertanya sama Anaya, Anaya merasa sedih dengan sikap Aris yang seperti itu.

Anaya pun pergi ke kamarnya untuk istirahat dan menenangkan pikirannya.

1
1933 rak
ini adalah kisah nyata sang Penulis . cuman ada beberapa yg di kurangi dan di lebihkan dalam tulisan tersebut . dan tokoh utama nya dia sendiri . smoga tenang disana nay .
Jelo🍊
Rest in peace, semoga dengan adanya karyamu beserta kunjungan pembaca barumu dapat membuatmu tersenyum di sana. Tidurlah yang nyenyak, semoga tenang disana, dan semoga kita bisa bertemu walaupun tak saling kenal. amin... 🤲
mama Al
Innalilahi wainnailaihi rojiun. Semoga husnul khotimah ya ka Nadia. Rest in peace. ❤️❤️ Kakak orang baik. Fast respon banget kalau balas chat. 🥺

#RIPNadiaPermata
~🌹eveliniq🌹~
pagii mampir lg support selalu
~🌹eveliniq🌹~
mampir lg semangat selalu ya
~🌹eveliniq🌹~
mampir lg nih bawa support
~🌹eveliniq🌹~
hadir lagi nih support selalu dari find the Perfect Love dan cinta online
Kayla Rane
yeeey semangaat kakak
Kayla Rane
semangat kak nadiaa... 😍😍😍
Nadia Permata: makasih kaka
total 1 replies
~🌹eveliniq🌹~
hadir lagi nih support selalu ya
~🌹eveliniq🌹~
hadir lagi nyicil baca ya
~🌹eveliniq🌹~
bintang 5 buat kk yang cantik
~🌹eveliniq🌹~
yang pertama nih ninggalin jejak lagi
Nadia Permata: terimakasih kaka
total 1 replies
B Na S Par
3 hari lagi song ka
ga sabar nya🤗😆😆
B Na S Par: 🤗🤗 ok ka ditunggu yah 😁
total 2 replies
Fediza Syahira
sabar Anaya 😐
Fediza Syahira
Anaya kpn bahagianya thor 😭
Fediza Syahira
👍👍👎
Nadia Permata: okay kaka
total 2 replies
Fediza Syahira
mengsedih 😭
Fediza Syahira
👍👍
Fediza Syahira
turut berduka cita 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!