NovelToon NovelToon
Jaka Rasa Duda

Jaka Rasa Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi Urban-Percintaan Modern / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tri Ani

Pradivta Anugra putra seorang pria yang belum menikah tiba-tiba mempunyai seorang putri yang sedang mengalami sakit.

Di pertemukan dengan seorang wanita bernama Ersya putri, seorang janda yang baru saja di ceraikan oleh suaminya satu bulan yang lalu dan di tinggal bertunangan.

Karena pertemuan mereka yang tidak terduga itu, membuat mereka terjebak ke dalam hubungan yang rumit

NB :
Maaf karya ini mungkin nanti up-nya tidak bisa setiap hari ya, harap maklum dan jangan di tagih up nya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di rooftop

Ersya berjalan kaki menuju ke bahu jalan, ia berencana untuk tidak langsung pulang.

karena rumah tempatnya untuk pulang sudah bukan menjadi tempat yang nyaman.

Ersya memilih untuk menghabiskan malamnya di atas gedung yang biasa ia tempati.

Besok adalah hari pertunangan mantan suaminya. Mungkin saat ini adalah hari paling

menyedihkan untuk Ersya. Ia memilih untuk pergi ke sebuah gedung pencakar

langit, bukan untuk bunuh diri, ia hanya ingin berteriak sekeras-kerasnya agar

semua beban dalam hidupnya hilang.

Untung satpam penjaga gedung itu sudah sangat hafal dengannya karena sakin seringnya ia

melakukan hal itu.

“Kamu ke atas lagi neng?” tanya pak satpam.

“Iya pak, pak bos nya sudah pulang kan?”

“Nggak tahu neng, kayaknya sudah! Sudah sepi banget soalnya!”

Ersya menyerahkan sebungkus kresek di tangannya untuk pak satpam. “Ini apa neng?”

“Tenang

aja pak, itu bukan suap! Itu buat temen bapak jaga aja biar nggak ngantuk,

karena bapak juga baik banget sama aku, siapa tahu aku nanti jatuh dari sana,

bapak kan udah kuat!”

“Ihhh

neng , kalau ngomong yang bener neng, jangan sembarangan!”

“Becanda

pak .., ya udah aku naik dulu ya pak!”

Ersya

dengan rok selutut nya dan juga kemeja putih serta sepatu hak tingginya itu

begitu lincah menaiki tangga. Gedung itu ada sekitas delapan belas lantai dan

Ersya seperti tidak punya lelah menaiki tangga itu.

Kini

ia sudah berdiri di bagian gedung yang paling atas. Ia memegangi lututnya yang

sedikit nyeri. Setelah merasa sudah lebih baik, Ersya pun mulai berjalan kea

rah pinggir atap gedung.

“Aus

banget …!” Ersya mengusap kerongkongannya yang terasa kering.

“Aaaaaaaaa

……!”Ersya sengaja berteriak agar ebban di dalam hidupnya berkurang, ia tidak

peduli jika kerongkongannya yang kering akan semakin kering.

“Aaaaaaa

….!”

“Aaaaaaaa

…..!” teriaknya hingga beberapa kali, tapi sialnya ia tidak menyadari ada orang

lain di tempat itu. Seorang pria berdiri tidak jauh dari tempatnya, karena

rooftop itu gelap jadi Ersya tidak menyadarinya.

Sepertinya

pria itu juga melakukan hal yang sama, terlihat sekali ada botol yang berjejer

di samping tempatnya berdiri dan jugadi tangannya.

“Kenapa

teriak-teriak sih?” tanya pria itu yangmerasa terganggu dnegan teriakan Ersya.

Ersya

begitu terkejut saat menyadari tidak hanya ada dirinya di tempat itu. Ersya

segera menoleh ke arah sumber suara. Dan ternyata pria itu sedang berjalan

mendekat padanya, pria itu membawa sebuah botol.

Ahhh kebetulan sekali aku haus …, batin

Ersya sambil beberapa kali menelan salivanya.

“Kamu

siapa?” Ersya tidak bisa melihat dengan jelas wajah pria itu karena kurangnya

pencahayaan.

“Pemilik

gedung ini!” pria itu mendongakkan kepalanya menatap ke langit, “ kenapa teriak-teriak?

Berisik tahu!”

“Bukan

urusanmu!” Ersya hanya fokus pada botol itu, ingin rasanya segera merebut botol

itu dan meminumnya.

“Akan

jadi urusanku karena kamu teriaknya di atas gedung ku atau jangan-jangan kamu

mau bunuh diri ya?”

“Enak

aja , gue nggak seputus asa itu hingga ingin bunuh diri Cuma gara-gara cowok!”

“Ohhh

jadi semua gara-gara cowok hingga membuat kamu teriak-teriak seperti orang

gila!”

Ersya

jadi merasa punya teman curhat, ia pun membalik badannya menatap ke arahj

langit yang sama.

“Dia

bukan cuma sekedar cowok, tapi dia mantan suami gue! Dan kamu tahuapa yang

paling parah, kami baru saja bercerai sebulan yang lalu dan besok dia sudah mau

bertunangan dengan wanita lain!”

“Sungguh

menyedihkan!” pria itu menggelengkan kepalanya.

“Jangan

mengasihani gue!”

Pria

itu pun mendekati Ersya yang tampak sangat menyedihkan, “Mau minum?” ucapnya

sambil menyodorkan botolnya yang sudah sangat di incar sedari tadi oleh Ersya.

Ersya

hampir mengambil botol itu tapi ada bau yang aneh, ehhh tunggu, kayaknya ini minuman keras …., batin Ersya.

Tapi baguslah setidaknya dia tidak

tahu apa yang aku bicarakan tadi, dia kan sednag mabuk …

“Kamu

mabuk ya?”

“kalau

aku mabuk, aku nggak mungkin bicara seprti ini sama kamu!” jawab pria itu

dengan begitu pasti.

Memang kalau orang mabuk itu nggak

bakalan sadar dia ngomong apa …, kayaknya dia sudah mabuk berat, batin

Ersya.

“Tapi

itu minuman?” Ersya menunjuk botol itu.

“Memang,

tapi aku nggak mabuk, ini biasa aku lakukan kalau aku lagi sedih!”

Kayaknya minum dikit nggak pa pa

kali ya, haus banget soalnya, ini kan masalahnya kepepet nggak ada minuman

lainnya, dari pada kehausan ….

“Boleh

coba nggak?”

“Kalau

nggak pernah minum nggak usah coba-coba!”

Tapi

tanpa permisi Ersya malam menyambar botol itu dan meminumnya begitu saja, ia

menggelengkan kepanya setelah meneguk habis semua isi botol itu. Ia merasa di

sekitarnya menjadi berputar-putar.

“Kenapa

kepalaku jadi puyeng ya?” Ersya beberapa memukul kepalanya berkali-kali.

“Kamu

mabuk ya?” tanya pria itu, “Wha beneran nih mabuk ni cewek!” gumam Divta lagi.

Bug

Tiba-tiba saja Ersya kehilangan

keseimbangannya hingga tubuhnya hampir saja terjatuh dan untungnya pria itu

dengan sigap menangkap tubuh Ersya.

 "Sial ....!" umpat pria itu saat tubuh Ersya sudah

berada dalam pelukannya.

"Kamu tahu ...., aku sakit

banget ...., aku pengen menangis tapi air mataku sudah terlanjur

mengering!" rancau Ersya sambil menunjuk-nunjuk hidung Divta membuat Divta

beberapa kali menyingkirkan tangan Ersya.

"Kamu ....!" rancau Ersya

sambil menunjuk hidung mancung pria itu, "Kamu tahu ...., dia itu tidak

tampan seperti mu, dia juga tidak punya gedung seperti mu, tapi dia bermimpi

punya gedung tinggi, sangat tinggi!" ucap Ersya sambil menggerak-gerakkan

tangannya memberi isyarat betapa tingginya gedung itu.

"Dia pasti tidak mencintai

gadis itu ...., dia itu cuma cinta padaku! Kau tahu ...., dia pasti mau menikah

dengan wanita itu karena hartanya ....!"

Ersya terus saja merancau membuat

Div bingung harus melakukan apa. Akhirnya pria matang itu membopong tubuh Ersya

dan membawanya turun dengan menggunakan lift.

"Mas Rizal ...., kamu jahat mas

...!"

"Mas Rizal ....!"

"Mas Rizal ....!"

Selama dalam lift, Ersya terus saja

memanggil nama Rizal.

“Sebenarnya siapa sih Rizal ini …!”

gumam Divta

"Aku bukan mas Rizal mu!

Merepotkan sekali ....!" ucap pria itu kesal.

“Rumah kamu di mana?” tanya pria

itu, tapi tetap saja Ersya tidak menjawabnya. Mulutnya terlalu sibuk

memanggil-manggil nama Rizal.

“Merepotkan saja!”

Divta pun kemudian melakukan

panggilan dengan ponselnya ia harus mencari bantuan, ia menempelkan

aerophonenya di telinga sebelahnya dan mulai melakukan panggilan.

"Hallo tuan!"

"Siapkan mobil di depan!"

"Baik tuan!"

Setelah

selesai melakukan panggilan Divta pun kembali melepas aerophonenya. Hingga akhirnya pintu lift

terbuka, mereka sudah berada di lantai dasar. Anak buah Divta sudah menunggu di

sana, mereka bersiap di sana lengkap dengan mobilnya.

Anak buahnya segera membuka pintu

belakang saat melihat tuannya itu membopong seorang wanita. Divta pun segera memasukkan Ersya ke

dalam mobil dan diam pun menususul duduk di sampingnya. Salah satu anak

buahnya pun ikut masuk ke dalam mobil dengan duduk di balik kemudi.

"Apa kita langsung pulang,

tuan?" tanya anak buahnya.

"Tidak, kita antar dia

dulu!" ucap pria tampan itu. Walaupun sudah terlihat begitu matang, tapi

pria itu semakin tampan saja. Usianya yang matang membuat karismanya semakin

terlihat.

“Kita antar ke mana tuan, nyonya

itu?” tanya anak buahnya lagi.

"Sebentar, aku cari KTP-nya

dulu!” ucap pria itu. Ia mencari sesuatu di tas Ersya.

"Undangan?!" ucap pria

itu, ia melihat undangan itu dan ternyata ada nama Rizal di sana.

"Kasihan sekali dia ...., jadi

ceritanya di tinggal nikah!" gumamnya sambil melihat wajah Ersya yang

sudah terlelap.

Pria tampan itu kembali memasukkan

undangan itu ke dalam tas, ua merogoh benda kecil yang biasanya di gunakan

untuk menyimpan kartu tanda penduduk dan kartu-kartu penting lainnya, ya benda

itu adalah dompet. Sebuah dompet bentuk kotak warna merah tua dengan motif

Teddy bear itu. Pria itu segera mencari apa yangs senang ia cari, kartu nama.

"Ersya, kerja di bank swasta,

lumayan!" ucap pria itu setelah membaca kartu nama Ersya.

“Kita ke alamat rumah ini!” ucap

pria itu sabil menyerahkan sebuah kartu nama kepada anak buahnya.

“Baik, tuan!”

Bersambung

Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya

Follow Ig aku ya

tri.ani.5249

Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

1
Marhaban ya Nur17
ngapa se Kim apa"nyosor
Marhaban ya Nur17
ada bae
Marhaban ya Nur17
gw kurang sreg neh klo Kim ama divia ciuman 🤔 kesannya gmn gtu
Marhaban ya Nur17
kaku amat Lee wkwkkw
Marhaban ya Nur17
plis deh vi lu hrs berani jan kaya ibu lu yyy hra niru mom echa
Marhaban ya Nur17
kok divia gampangan gtu se wkkwkw kaya g punya pendirian wkkwkkw beda ama mom echa
Marhaban ya Nur17
jujur vi biar hidup lu damai sentausa
Marhaban ya Nur17
sekali boong pasti ada berikutnya" g kelar"
Marhaban ya Nur17
banyak tele" nya divia wkwkkw
Marhaban ya Nur17
minta bantuan yura lee
Marhaban ya Nur17
banyak bahasa kalbunya divia
Marhaban ya Nur17
ciyeeee
Marhaban ya Nur17
membuat nenek kecewa ? nah trs keluarga mu g tambah kecewa klo g nikah dulu vi
Marhaban ya Nur17
Rizal belum beres y thor wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
suruh nikah neh div wkkwwk
Marhaban ya Nur17
itu nenek gayung basmi aja
Marhaban ya Nur17
siap" puasa bang div
Marhaban ya Nur17
pasti di ancam trs neh iyya
Marhaban ya Nur17
ada sianidanya tuh
Marhaban ya Nur17
se Rizal belum di kirim ke antartika neh jd berulah trs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!