NovelToon NovelToon
Sacrifice Of Love

Sacrifice Of Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Patahhati / Militer
Popularitas:21.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hida

"Cinta" satu kata yang penuh makna. Terkadang butuh pengorbanan untuk menunjukkan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

****

Hutan di Pulau N masih basah oleh hujan semalam. Kabut tipis menyelimuti pepohonan, membuat pandangan sedikit terbatas. Namun, bagi Doni, ini adalah keuntungan. Hutan yang gelap dan lebat bisa menjadi perlindungan sekaligus jebakan. Ia harus berhati-hati.

Gabriel berjalan di sampingnya dengan napas terengah-engah, sementara Fahira berusaha tetap tenang meskipun ketakutan jelas terpancar dari matanya. Mereka bertiga baru saja berhasil melarikan diri dari baku tembak yang melibatkan Gunawan dan kelompok misterius yang tiba-tiba muncul.

“Apa sekarang?” Gabriel bertanya sambil mengawasi sekeliling.

Doni menatapnya sekilas sebelum kembali fokus ke jalan di depan. “Kita harus mencari tempat aman sebelum mereka menemukan kita.”

Fahira menelan ludah. “Tapi… siapa mereka? Aku pikir hanya Ayah yang berusaha memisahkan kita, Doni.”

Doni menghela napas panjang. “Sepertinya Gunawan bukan satu-satunya yang ingin aku lenyap. Ada musuh lain yang lebih berbahaya.”

Gabriel menoleh. “Dan kita tidak tahu siapa mereka?”

Doni menggeleng. “Belum. Tapi aku yakin mereka bukan orang biasa.”

Mereka terus berjalan lebih dalam ke dalam hutan, mencari tempat persembunyian sementara. Namun, langkah mereka terhenti saat suara ranting yang patah terdengar dari belakang.

Doni langsung mengangkat tangan, memberi isyarat agar Gabriel dan Fahira berhenti.

Suasana sunyi. Hanya suara angin yang berbisik di antara dedaunan.

Lalu, sebuah suara terdengar.

“Keluar atau kami akan menembak.”

Doni menatap Gabriel dan Fahira, lalu berbisik, “Kita harus berpisah. Aku akan menarik perhatian mereka. Gabriel, bawa Fahira pergi.”

Gabriel menggeleng. “Aku tidak akan meninggalkanmu.”

Doni menatapnya tajam. “Ini perintah.”

Gabriel terdiam, lalu mengangguk dengan enggan.

Doni menepuk bahu Fahira. “Percayalah padaku.”

Fahira menggenggam tangan Doni erat sebelum akhirnya melepaskannya. “Hati-hati.”

Doni mengangguk, lalu dengan cepat berlari ke arah berlawanan.

Tepat seperti yang ia harapkan, para pria bersenjata yang mengejar mereka langsung mengubah arah, mengikuti Doni.

Sekarang, pertarungan sebenarnya dimulai.

**

Doni berlari secepat mungkin, melompati akar pohon dan menerobos semak-semak. Ia mendengar suara langkah kaki di belakangnya, semakin mendekat.

Saat ia merasa cukup jauh dari Fahira dan Gabriel, ia berhenti di balik sebuah pohon besar. Napasnya memburu. Ia meraih pistolnya dan memeriksa peluru.

Lima peluru tersisa. Tidak cukup banyak, tapi cukup untuk bertahan.

Dari balik semak-semak, ia melihat dua pria mendekat, membawa senjata otomatis.

Doni menyipitkan mata, lalu mengarahkan pistolnya.

Dor!

Salah satu pria itu tumbang seketika. Yang satunya langsung merunduk dan membalas tembakan.

Doni bersembunyi di balik pohon, menunggu momen yang tepat. Saat suara langkah kaki semakin dekat, ia melompat keluar dan menghantam wajah pria itu dengan gagang pistolnya.

Brak!

Pria itu jatuh ke tanah, pingsan.

Doni meraih senjatanya dan mulai bergerak lagi.

Namun, sebelum ia bisa melangkah lebih jauh, sebuah suara lain terdengar dari belakangnya.

“Jangan bergerak.”

Doni membeku.

Perlahan, ia mengangkat tangan, menunjukkan bahwa ia tidak bersenjata.

Saat ia menoleh, ia melihat seorang pria bertubuh besar dengan senjata terarah padanya.

Tapi Doni tidak takut.

Dengan cepat, ia menjatuhkan diri ke tanah, menghindari tembakan yang dilepaskan pria itu, lalu melemparkan pisau kecil yang terselip di sepatunya.

Pisau itu mengenai bahu pria tersebut.

Pria itu mengerang kesakitan, memberikan Doni kesempatan untuk maju dan menjatuhkannya dengan pukulan keras.

Saat pria itu tumbang, Doni mengambil senjatanya dan berlari lagi.

Ia tahu ini belum selesai.

Setelah berhasil mengelabui para pengejarnya, Doni akhirnya sampai di sebuah tebing kecil yang menghadap ke laut.

Namun, ia tidak sendiri.

Di sana, berdiri Gunawan, menunggunya.

Doni menghentikan langkahnya, menatap pria itu dengan penuh waspada.

“Kau tahu,” kata Gunawan, “aku selalu mengira kau hanya anak muda yang keras kepala. Tapi sekarang aku sadar… kau jauh lebih berbahaya dari yang kuduga.”

Doni menyeringai kecil. “Aku tidak mencari masalah, Gunawan. Tapi kau tidak membiarkanku pergi.”

Gunawan tertawa kecil. “Kau pikir aku akan membiarkan seseorang seperti kau mendekati putriku?”

Doni menggeleng. “Ini bukan hanya tentang aku dan Fahira lagi. Kau tahu itu.”

Gunawan diam sejenak, lalu menghela napas. “Ya. Aku tahu.”

Doni menatapnya tajam. “Siapa mereka?”

Gunawan mengangkat bahu. “Musuh yang lebih besar dari kita. Dan mereka tidak akan berhenti sampai mereka mendapatkan yang mereka inginkan.”

Doni mengepalkan tangan. “Dan apa yang mereka inginkan?”

Gunawan tersenyum samar. “Kau.”

Sebelum Doni bisa bereaksi, suara langkah kaki terdengar dari belakangnya.

Ia menoleh dan melihat beberapa pria bersenjata baru muncul.

Mereka bukan anak buah Gunawan.

Mereka adalah orang lain.

Dan mereka sudah mengepungnya.

Doni menggertakkan giginya.

Pertarungan ini masih jauh dari selesai.

**

Suara tembakan kembali menggema.

Doni bergerak cepat, melompati batu dan menembak ke arah musuh.

Gunawan juga ikut bertarung, meskipun ia tetap menjaga jarak dari Doni.

Salah satu pria bersenjata menyerang Doni dari belakang, tapi Doni dengan sigap berbalik dan menembaknya tepat di dada.

Gabriel tiba-tiba muncul dari balik pepohonan, membantu Doni dengan tembakan tepat sasaran.

“Kita harus pergi sekarang!” teriak Gabriel.

Doni mengangguk, lalu menatap Gunawan.

Pria itu berdiri diam, menatap Doni dengan ekspresi sulit ditebak.

“Apa kau akan terus mengejarku?” tanya Doni.

Gunawan tidak langsung menjawab.

Lalu, ia menghela napas panjang.

“Aku tidak tahu lagi, Doni.”

Doni menatapnya dalam diam, lalu berbalik dan mengikuti Gabriel.

Mereka harus keluar dari sini sebelum lebih banyak musuh datang.

Namun, di dalam hati Doni, ia tahu…

Ini belum berakhir.

Masih ada misteri yang harus ia pecahkan.

Dan ia akan menemukan jawabannya.

Apapun yang terjadi.

Doni dan Gabriel terus berlari menembus hutan, napas mereka memburu. Mereka harus segera keluar sebelum bala bantuan musuh datang. Suara tembakan semakin menjauh di belakang mereka, tetapi Doni tahu ini hanya masalah waktu sebelum mereka kembali mengejar.

“Fahira di mana?” tanya Doni di sela napasnya.

Gabriel menoleh sekilas. “Aku sudah menyuruhnya tetap bersembunyi di gua kecil di sisi tebing. Kita harus segera sampai ke sana sebelum mereka menemukannya.”

Doni mengangguk, mempercepat langkahnya. Dalam pikirannya, ia tahu bahwa semua ini lebih besar daripada sekadar Gunawan yang mencoba menjauhkannya dari Fahira. Ada dalang lain yang mengatur semuanya dari balik bayangan.

Setelah beberapa menit berlari, mereka akhirnya mencapai gua tempat Fahira bersembunyi.

“Fahira!” panggil Doni dengan suara pelan.

Tak lama kemudian, sosok Fahira muncul dari balik batu. Matanya terlihat cemas, tetapi ia terlihat lega melihat Doni dan Gabriel kembali dengan selamat.

“Kalian baik-baik saja?” tanyanya sambil berlari mendekati mereka.

Doni mengangguk. “Kita harus segera pergi dari sini. Mereka belum menyerah.”

Fahira menggigit bibirnya, lalu tanpa banyak bicara, ia mengikuti Doni dan Gabriel keluar dari gua.

Namun, saat mereka baru berjalan beberapa langkah, suara langkah kaki terdengar dari arah lain.

Doni segera meraih pistolnya, sementara Gabriel juga bersiap siaga.

Dari balik pepohonan, muncul seorang pria berbadan tegap dengan wajah yang dipenuhi bekas luka. Matanya tajam, penuh kebencian.

“Kalian tidak bisa lari lagi,” katanya dengan suara dingin.

Doni menatapnya lekat-lekat. “Siapa kau?”

Pria itu tersenyum tipis. “Kau bisa memanggilku Raka. Dan aku di sini untuk memastikan kau tidak keluar dari pulau ini hidup-hidup.”

Fahira menegang di belakang Doni, sementara Gabriel mempererat genggaman pada pistolnya.

Doni tidak bisa membiarkan mereka terjebak lebih lama.

“Aku tidak punya masalah denganmu, Raka,” kata Doni tenang. “Tapi jika kau memaksaku bertarung, aku tidak akan ragu.”

Raka tertawa kecil. “Bagus. Karena aku sudah menunggu lama untuk ini.”

Dalam hitungan detik, Raka bergerak cepat, menyerang Doni dengan pisau yang tersembunyi di lengannya.

Doni menghindar dengan sigap, lalu membalas dengan tendangan ke arah perut Raka.

Gabriel bersiap membantu, tetapi Doni mengangkat tangan. “Bawa Fahira pergi. Aku akan mengurus ini.”

Gabriel ragu sejenak, tetapi akhirnya mengangguk dan menarik tangan Fahira menjauh.

Doni menatap Raka dengan tajam.

Ini bukan lagi soal bertahan hidup.

Ini adalah perlawanan.

Dan ia tidak akan mundur.

1
Ratu Felicia
baru mulai baca
Sesye Pattiasina
thor,,, kenapa si fahira bisa hilng?? kn sudah ditemukan doni sama gabriel.kok hilng lagi..ceritanya hanya d satu titik.bosan
Naufal hanifah
cerita nya bagus,
Hieda_H: terimakasih kak
total 1 replies
Raf__20
“A Memories”

Di sebuah kedai kopi kecil, Shun dan Nagisa bertemu secara tak terduga. Percakapan ringan, secangkir kopi, dan keheningan yang nyaman perlahan menumbuhkan sesuatu di antara mereka. Namun, tak semua kenangan diciptakan untuk bertahan selamanya…

Ketika masa lalu, rahasia, dan takdir mulai menguji mereka, mampukah kenangan itu tetap hidup?

Sebuah kisah tentang pertemuan, kehilangan, dan arti merelakan.
Umi Jasmine
ayo m. hilda di lanjut
Tami Satra
semangat nulis cerita nya thor
Tami Satra
cukup menarik cerita baru nya
Sulfia
lanjuuut
riska
kok gk dilanjutin?
cita puhaci
kemana terusannya ...
🔵🐲⃞⃟🅔ˣᵒzc❖𝕸𝖔𝖒𝖘Ꭿ ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
kayaknya seru nih ceritanya,,,dah aku favorit tapi belum sempat baca,,,,
Misnawati Pulungan
lanjut ya kak
cita puhaci
apa tdk dilanjutkan ? sayang Thor , teruskan ..
Indah Sasanti
kpn d lnjut lg thor
Nunuk Pati
Ayo thor ditunggu up lanjutannya...
cita puhaci
makasih mbak cerita barunya , ditunggu terusannya ...
cita puhaci
ditunggu ceritanya mbak Hida..3 jempol buat mbak
Liana Murni
lanjut Thor,,
Lili Suryani Yahya
double Up thorrr
zairakeni canel
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!