Follow Ig@rii.ena
Season.1
Tidak mendapatkan jawaban dari ibunya, saat menanyakan siapa ayah biologis dirinya.
Seorang anak laki-laki berusia lima tahun mencari ayahnya sendiri dengan menggunakan aplikasi kemiripan wajah, dari kalangan biasa, artis sampai kalangan pengusaha.
Hingga dia merasa yakin jika seseorang yang dilihatnya di suatu profil sebuah perusahaan memiliki wajah yang sangat mirip dengan dirinya, dan dia memiliki keyakinan kalau pria itulah ayahnya, lalu anak laki-laki itu datang sendiri untuk menemui pria yang di duga ayah biologisnya.
Apakah pria itu benar ayahnya atau hanya sekedar mirip saja ? Bukankah di dunia ini banyak yang namanya kebetulan ?
Season, 2
Biru, pria muda berusia dua puluh tujuh tahun, pria dengan ketampanan yang tidak diragukan lagi karena darah yang mengalir ditubuhnya lebih dominan wajah ayahnya daripada wajah ibunya.
Bertemu dengan dua gadis kecil yang rusuh, dan sayangnya tidak tahu siapa dirinya dengan menitipkan bekal makanan untuk karyawan di perusahaan milik keluarganya.
Bagaimana kisah seru kedua gadis centil yang bertemu dengan pria-pria dewasa yang salah satunya adalah Om-nya Biru sendiri?
Ikutin terus kisah mereka!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Sombong dibalas dengan kesombongan juga
Melihat kedatangan Alard dan Kay, Kasandra langsung menundudukkan wajahnya.
Dia sangat malu pada Kay dan pastinya dengan Alard juga yang telah terlalu percaya diri untuk meminta pertanggungjawaban atas janin yang ada dalam kandungannya.
Kasandra tidak habis pikir, kenapa dua kali dia menemui Bella di butiknya, tidak sampai setengah jam pasti Alard dan Asisten pribadinya itu selalu muncul.
Sudah seperti hantu saja.
" Untuk apa kalian meminjam uang ? Harta peninggalan almarhum Papa, apa sudah habis seluruhnya ? "
Bella semakin percaya diri karena sudah ada suami, adik ipar dan Kay yang selalu ada disamping Alard.
" Bukan urusanmu ! "
Kasandra menjawab jengkel.
Kay mendelik, Alard mendengkus.
" Karena itu bukan urusanku kenapa kalian datang kesini ? Pergilah ! Aku sedang tidak mau diganggu."
Daniel dan Alard sama-sama menyembunyikan senyumnya melihat Bella yang mendadak judes
" Aku suka gayamu menghadapi mereka berdua, menjadi bagian dari keluarga Raimond tidak boleh ditindas oleh orang lain "
Bisik Alard di belakang telinga Bella, ekor matanya masih sempat melirik Daniel yang tengah mengawasi Tante Rosa dan Kasandra.
" Kenapa kau mengatakan seperti itu, kita disini mau meminjam uang. Kau mau butik milik kita diambil oleh orang lain, waktu kita hanya sampai nanti malam atau besok kita menjadi gembel karena sudah tidak punya apa-apa selain rumah yang kita tempati ? "
Tante Rosa berbicara pelan dengan mata yang terus memelototi Kasandra.
" Tapi dia terlalu sombong, Ma. Membuat aku sangat ingin menjambak rambutnya "
" Kau tahankan-lah sedikit, kita juga butuh uang untuk melenyapkan bayi didalam perutmu "
Kasandra melengos, tante Rosa memasang wajah palsunya untuk menarik simpati.
" Kami telah ditipu, ternyata barang-barang yang ada didalam butik itu bukan milik kami, tetapi barang titipan. Jadi kami harus membayar sedikit agar kami...."
Tante Rosa tidak dapat meneruskan ucapannya karena mendapat tatapan tajam dari Alard yang tengah merengkuh bahu Bella untuk membawanya duduk di kursinya.
Kay hampir tertawa, dan tentu saja dia menertawakan kebodohan ibu dan anak itu.
Tidak mengerti management, tapi sok-sokan hendak berbisnis.
Bella menatap wajah Alard yang tengan mengetik sesuatu pada ponselnya, sepertinya Alard dan Daniel tengah berbagi pesan karena keduanya acap kali melayangkan tatapan dengan dahi yang berlipat, terutama Alard.
[ Ada apa kau kesini ? Dia Kakak iparmu, diluaran sana masih banyak perempuan yang jauh lebih cantik daripada Bella ]
Daniel terlihat menyeringai.
[ Apa kau lupa jika kami pernah tinggal di bangunan yang sama selama setahun lebih, berbagi udara yang sama, dan....]
Daniel menambahkan emot mengejek setelah tidak meneruskan kalimat pada balasan pesan yang dikirimkannya pada Alard.
Daniel sangat senang menggoda Alard yang bersifat kekanakan ketika jatuh cinta.
" Al "
Suara lirih Bella yang menyebut namanya membuat Alard langsung memasukkan ponselnya kedalam saku jas yang dikenakannya.
" Periksa dompetmu, ada kartu yang bisa kau gunakan semau mu. PIN-nya hari pernikahan kita, kau bisa menggantinya dengan angka yang kamu sukai "
Bella meraih tas tangan yang ada di meja sudut belakang kursi kerjanya, lalu memeriksa isi dompetnya.
Benar apa yang katakan oleh Alard, ada blackcard yang terletak disebelah kartu identitas milik dirinya.
" Kapan kau memasukkannya ? Kau memeriksa isi dompetku ya ? "
Alard tertawa kecil.
" Kapannya tidak perlu tahu, yang pastinya istri seorang Alard tidak boleh ada yang menghina "
Alard kembali menatap tajam kearah Tante Rosa dan Kasandra yang selalu menghindari agar tidak beradu kontak mata dengan Alard.
" Aku bisa meminjamkan uang seperti yang Tante minta, tapi apa jaminannya ? "
Bella menaikkan dagunya sedikit sombong, Alard tersenyum tipis. Dia menyukai gaya Bella yang sombong kepada orang yang sombong seperti Tante Rosa dan Kasandra.
" Jaminan ? Kau tidak percaya pada kami ? "
Tante Rosa mendelikkan kedua matanya.
" Tentu saja, aku bukan badan amal yang memberikan pinjaman dengan cuma-cuma. Kalau bicara tentang kepercayaan seperti yang Tante ucapkan barusan, justru orang terdekat kita yang tidak bisa dipercaya dan pengkhianat."
Bella mencibir.
Tante Rosa menatap ke arah Kasandra yang juga melirik kearah ibunya.
Mereka sama-sama tahu jaminan apa yang Bella maksudkan selain dari sertifikat rumah. Karena kalau sertifikat butik sudah berada di tangan salah satu pemilik brand, yang jika malam ini Tante Rosa tidak bisa membayar hutangnya, maka mereka yang akan menjual butik dengan harga yang murah asal uang mereka kembali.
Tapi jika mereka menyerahkan sertifikat rumah, lalu mereka tidak bisa membayarnya, berarti rumah itu menjadi milik Bella. Itu rumah peninggalan Almarhum Papanya Kasandra, dan itu tinggal satu-satunya. Walaupun Bella juga anaknya, tapi kan Bella cuma anak selingkuhan. Meski sudah nikahi secara siri tetap saja Bella tidak memiliki hak atas harta suami Tante Rosa secara resmi.
" Kami berjanji akan membayarnya "
Tante Rosa masih bersikukuh tidak mau memberikan jaminan dan tetap tidak tahu malu.
Bella cuma bisa menghela napas.
" Terserah pada kalian, kalau tidak ada jaminan, aku tidak akan meminjamkan uang pada kalian "
" Al, Biru ada dimana ? "
Bella beralih kepada Alard yang cuma diam menatap wajah Bella, entah apa yang dipikirkannya.
" Dia dijemput oleh Papa, kakek bilang karena kau sudah mengandung, jadi biar Biru untuk sementara mereka yang mengurus "
Bella menggeleng, dia tidak mau dijauhkan dari Biru. Apakah ini rencana kakeknya yang mau memisahkan dirinya dengan putra pertamanya ? Seperti kemarin yang akan mengambil hak asuh Biru sebelum Bella menyetujui untuk menikah dengan Alard.
" Dia tidak kemana-mana, ada aku. Kita sudah menikah, apa kau lupa ? Kakek hanya ingin agar kau lebih banyak beristirahat, itu saja "
" Tapi Biru anak yang baik, dia tidak menyusahkan aku, Al. Sekarang kita jemput Biru "
Alard menangkup kedua pipi Bella dengan telapak tangannya yang besar dan hangat.
" Dengarkan aku ! Tidak akan ada yang mengambil putra kita, dia disana bersama Papa dan Kakek. Kehadiran Biru membuat Kakek semakin bersemangat dan kesehatannya semakin baik. Sekarang kita pergi, karena aku ingin berkencan denganmu malam ini "
Alard menggandeng tangan Bella dan mengajaknya untk keluar dari butik tanpa memperdulikan Tante Rosa dan Kasandra yang terus memperhatikan cara Alard memperlakukan Bella dengan tatapan iri dan tangan yang mengepal.
Daniel sudah keluar dari butik terlebih dahulu tanpa permisi pada Alard maupun Bella.
" Urus mereka ! "
Perintah Alard pada Kay melihat Tante Rosa yang hendak menghalangi langkah kaki Bella.
" Serahkan sertifikat rumah dan angkat kaki segera ! Maka uang yang kalian inginkan akan segera masuk ke rekening kalian, kalau tidak "
Kay menaikkan kedua bahunya lalu mempersilahkan Tante Rosa dan Kasandra untuk meninggalkan butik.
" Bisakah kalian tidak terlalu kejam kepada kami ? Harga rumah itu lebih dari tiga M, kenapa kalian...."
" Tuan Alard tidak membelinya, hanya sebagai jaminan. Untuk apa rumah itu bagi Tuan Alard, apa anda mengerti nyonya ? "
" Kalau kami harus meninggalkan rumah itu, kami harus tinggal dimana ? "
Tante Rosa benar-benar kesal, mentang-mentang sangat membutuhkan uang itu, Bella seenaknya saja meminta jaminan.
" Itu bukan urusan Tuan Alard maupun Nyonya Bella, atau kenapa tidak menikah saja dengann Gopal ? Bukankah dia ayah dari bayi yang ada dalam kandungan-mu ? "
Kay melayangkan tatapan mengejek pada Kasandra yang langsung melotot mendengar ucapan Kay.
" Biar dia yang memikirkan kalian harus tinggal dimana "
" Kau...."
Kasandra mengepalkan kedua telapak tangannya dengan geram, Kay terkekeh sambil melangkahkan kakinya keluar dari butik Monalisa.
...****************...
udah candu sama karya nya mak riie 🤭