slow update !!!
Kisah tentang seorang laki-laki bernama David Fernandez dan seorang wanita bernama Renata Azaria Saputra.
David Fernandez adalah seorang pengusaha muda dan merupakan anak dari pemilik salah satu maskapai penerbangan terbesar di Asia.
Renata Azaria Saputra adalah seorang putri dari seorang pengusaha sukses asal Surabaya. ia juga merupakan seorang aktris tanah air yang terkenal. sudah banyak sekali sinetron maupun film yang ia bintangi.
siapa sangka ternyata kedua orang tua mereka merupakan sahabat karib dan sudah menjodohkan keduanya semenjak mereka masih bayi.
apakah laki-laki dingin seperti David bisa jatuh cinta pada wanita cerewet seperti Renata ??
apakah keduanya bisa menerima perjodohan itu ??
ikuti kisah keduanya dan lihatlah bagaimana kelakuan konyol mereka..
follow my Instagram @a.ayumie20
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ambarayu96, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kediaman Daniel dan Annisa
Di sisi lain
Terlihat seorang laki-laki gagah sedang berkutat dengan komputer dan
dokumen-dokumennya. Wajahnya yang serius menambah kesan memesona apalagi
parasnya yang tegas membuat laki-laki itu di puja-puja banyak kaum hawa di
luaran sana. Namun tidak dengan satu wanita, yakni Renata. Dan laki-laki itu
adalah David, setelah dari restoran tadi ia langsung mengendarai mobil; milik
Rena menuju ke kantornya.
Beberapa saat kemudian terlihat David menutup berkas-berkas yang ada di mejanya, lalu mengambil gagang telepon
dan memencet sebuah angka di sana.
Tutt ...
“Iya, Tuan.”Sahut seorang laki-laki di
seberang sana.
“Kemarilah” perintah David kepada laki-laki itu.
“Baik, Tuan.” Jawab laki-lai tersebut. Setelah
mendengar jawaban itu membuat David mengakhiri panggilan tersebut dan
meletakkan kembali gagang telepon itu dari telinganya.
Tak beberapa lama kemudian terdengar suara ketukan dari pintu
ruangannya. Mengetahui kalau itu adalah asistennya, membuat David langsung
menyuruhnya masuk.
“Masuk”
Ceklek
Dan benar, laki-laki itu tak lain adalah Risky. Mendapatkan perintah dari
atasannya membuat Risky langsung meninggalkan pekerjaannya dan menuju ke
ruangan David.
“Ada yang bisa saya bantu, Tuan?” ucap asistennya.
“Ini, semua berkasnya sudah selesai ku tanda tangani” ucap David sambil
menata berkas-berkas yang tadi dia dikerjakan. Mendengar ucapan itu membuat
Risky langsung tanggap dan mendekatkan dirinya ke meja atasannya.
“Iya, Tuan.” Sahut Risky sambil menerima berkas yang diberikan oleh
David.
Setelah itu Risky meminta undur diri sambil membawa berkas itu dari
sana. Terlihat David memutar kepalanya, melemaskan otot-otot yang terasa kaku
di lehernya setelah menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda tadi.
“Jam 7?” ucap David yang tak menyangka jika dirinya telah berkutat
dengan berkas-berkas itu hampir 3 jam lamanya. Ia pun menyandarkan tubuhnya di
sandaran kursinya itu sambil memejamkan mata, mengistirahatkan pikirannya.
Ting
Beberapa saat kemudian terdengar suara sebuah pesan masuk ke dalam
ponselnya. Dengan malas David mengambil ponsel yang ia letakkan di meja
kerjanya itu. Semula ia mengerutkan dahinya saat melihat nama Daniel yang
ternyata pengirim pesan tersebut. Namun beberapa saat kemudian ia terlihat
menyunggingkan senyumnya setelah membaca isi dari pesan singkat yang dikirim
oleh sahabatnya tersebut.
From : Daniel
Vid, calon istrimu berada di sini. Apa kau mengetahuinya? Sepertinya dia
tidak membawa mobil kesini. Apa kau bertengkar dengannya?
Mengetahui kalau ternyata wanita itu berada di kediaman sahabatnya,
membuat David tersenyum penuh arti. Ia terlihat mendapatkan sebuah ide yang
menarik untuk membalaskan dendamnya kepada wanita itu.
To : Daniel
Oke! Aku akan segera ke sana. Tapi jangan beritahu dia.
Setelah mengirim balasan kepada Daniel, membuat David beranjak dari
duduknya. Lalu ia mengambil jasnya dan memakainya. Di rasa sudah rapi, ia pun
langsung berjalan meninggalkan ruangannya. Seluruh karyawan yang melihat
atasannya yang berjalan meninggalkan kantor menundukkan kepalanya.
Sepanjang perjalanan menuju ke tempat tujuan, David memikirkan
bagaimana caranya untuk membalas dendam pada wanita itu terkait kejadian di
restoran siang tadi.
Sedangkan di tempat lain
Terdengar suara tawa yang meriah dari dalam ruang keluarga yang ada di
rumah milik Daniel dan Annisa itu. Tawa itu berasal dari mulut Danish dan Rena,
karena keduanya tengah asyik bermain bersama.
“Ih, tante curang deh.” Ucap Danish sambil cemberut kepada Rena yang
saat ini tengah memimpin di angka 82. Sedangkan ia berada di angka 68 setelah bidaknya
merosot dari angka 89. Keduanya saat ini tengah bermain ular tangga bersama
ditemani oleh Daniel, Annisa, Albert, dan Clarissa.
“Mana ada? Itu kan karena dadumu, Danish.” Ucap Rena yang tak terima
karena ia di tuduh curang oleh bocah kecil itu.
“Tapi kan, kalau bukan gara-gara tangan tante menyenggol papan permain
tadi, daduku enggak mungkin bisa berakhir di angka 1.” Ucap Danish yang masih
membela diri karena memang tangan Rena menyenggol papan permainannya yang di
saat itu dadu yang dilemparkan Danish tengah bergelinding dan berakhir di angka
satu. Terlihat jelas matanya yang menatap tajam ke arah Renata yang membuatnya
kesal.
“Kan tante memang enggak sengaja, Dan. Itu berarti kamu belum
beruntung, anak kecil. Haha” ucap Rena yang diakhiri dengan ejekannya kepada
Danish karena kekalahannya bermain ular tangga melawa Rena.
Sedangkan orang-orang yang berada di sana hanya bisa geleng-geleng
kepala melihat pertengkaran di depan mata mereka.
“Lihatlah, Nis. Bagaimana bisa David mengendalikan Rena yang seperti
itu? Sikapnya yang selalu usil itu pasti bisa membuat kepalanya pecah.” Bisik Daniel
kepada istrinya itu. Annisa yang mendengarnya langsung memberikan cubitan di
pinggang suaminya itu. Ia tahu jika perkataan suaminya itu bisa berdampak pada
kehamilannya.
“Sssttt! Jangan bicara seperti itu. Ingat aku lagi hamil, Han. Bisa-bisa
anakmu nanti seperti dia. Apa kamu mau?” tegurnya kepada suaminya yang
membicarakan Rena dengannya. Menyadari perkataannya bisa menular ke calon
bayinya, membuat Daniel menepuk jidatnya merutuki mulutnya yang tidak bisa
dikendalikan itu.
“Maaf, bee.” Sesal David sambil mengelus pinggang bekas cubitan
istrinya itu.
Beberapa saat kemudian terlihat Albert memandangi jam tangannya, lalu
ia beralih menatap istrinya- Clarissa.
“Sepertinya kita harus pulang sekarang, Ma. Papa sudah lelah.” Ucap Albert
sambil merangkul pinggang istrinya itu. Clarissa yang melihat itu hanya bisa
geleng-geleng kepala.
“Baiklah kalau begitu. Kami pulang dulu ya, sayang. Jangan lupa jaga
kesehatan ya? Mama enggak mau kalau kamu sampai kecapekan.” Ucap Clarissa
sambil mengelus rambut menantunya itu.
“Iya, Ma” jawab Annisa sambil tersenyum. Rena yang mendengar itu
langsung menoleh.
“Om dan Tante sudah mau pulang?” tanya Rena.
“Iya, Ren. Lagian besok kami mau mengantar Alex dan Vale ke bandara.
Mereka mau ke China mengurus suatu hal di sana.” Ucap Clarissa. Rena yang
mendengarnya hanya ber-oh ria sambil mengangguk.
Setelah mengatakan itu, keduanya berpamitan dengan Daniel dan Annisa yang
mengantar kedua orang tuanya sampai di depan rumahnya. Saat mobil Albert hendak
keluar gerbang, di saat yang sama sebuah mobil juga berhenti di depan sana,
membuat kedua mobil itu pun berhenti seketika.
“Mobil siapa itu, Han?”
..... TBC .....