NovelToon NovelToon
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:430k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewinisme

Slowly Update!!

Berkedok sebagai jaminan hutang ayahnya, Ruma berhasil dijerat menjadi tawanan abadi oleh Rico Dzadakun. Alih-alih menjadikan Ruma salah satu penari striptis di club malam miliknya, Rico justru merasakan jatuh cinta bahkan pada pandangan pertama pada gadis itu.

Sementara dibawah pengawasan Rico Dzadakun, diam-diam Ruma mendamba sebuah aksi balas dendam atas mimpi buruk yang selama ini ia dapatkan dari pebisnis kriminal tersebut.

Ditengah obsesi Rico terhadapnya, akankah Ruma berhasil melancarkan aksi balas dendam yang selama ini ia inginkan? ataukah Ruma justru semakin terjebak dalam jeruji-jeruji cinta yang Rico lilitkan dilehernya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewinisme, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

"Toko hewan?" tanya Ruma yang melihat heran ke arah papan reklame sebuah toko beberapa meter dari jarak mobil Rico terparkir.

"Aku ingin mencari temanmu disana" sahut Rico sambil mengerling jahil pada Ruma.

Bola mata Ruma menyipit dengan menggemaskan. "Lelucon yang sangat lucu" timpal Ruma sembari memukul lengan Rico.

"Sudahlah, ayo keluar" ajak Rico.

Rico dan Ruma mengangguk sopan pada seorang lelaki tua yang mempersilahkan mereka masuk ke dalam toko. Pak tua itu membiarkan Ruma dan Rico berkeliling melihat isi dari tokonya, sementara ia kembali ke meja kasir.

Deretan kucing-kucing berbulu indah segera saja membuat Ruma berdecak kagum. Disebelahnya, Lelaki dengan penampilan maskulin tersenyum puas ketika melihat wanita yang ia cintai lebih tampak antusias dari beberapa saat yang lalu saat wanita itu melihat berbagai macam kucing lucu dan menggemaskan di dalam boks penyimpanan hewan. Rico memilih tetap diam sambil terus mendampingi Ruma yang berkeliling di dalam toko hewan tersebut.

"Astaga! Menggemaskan sekali" ujarnya pada seekor kucing persia himalaya berbulu putih lebat dengan aksen warna hitam di bagian cuping telinganya.

Rico menatap wajah berseri Ruma yang tampak senang. Lelaki itu merasa harus berterima kasih pada igauan Ruma, karena berkat igauan itu ia jadi tahu bagaimana cara menyenangkan hati wanitanya itu. "Jadi sayangku ... Kucing yang mana yang kau inginkan?" tanya Rico sembari tersenyum miring.

Pertanyaan Rico langsung saja membuat Ruma membelalakan matanya tidak percaya. "Kau ingin membelikanku kucing lucu ini?"

"Kau pikir aku hanya akan mengajakmu melihat-lihat tanpa membelinya?!" tanya balik Rico. "Aku rasa warna kesukaanmu ada disebelah sana" tunjuk Rico pada salah satu boks hewan paling ujung.

Ruma mengernyitkan dahinya. "Warna kesukaanku? Apa yang kau tahu tentang warna yang aku suka? Apa aku pernah mengatakannya?" tanyanya heran.

Rico yang diberondong pertanyaan tampak gelagapan. Ia tidak mungkin mengatakan bahwa hal itu ia ketahui dari igauan Ruma sendiri. Tiba-tiba saja Rico merangkul pundak Ruma yang masih menatapnya dengan bola mata keheranan. Lelaki itu langsung menggiring Ruma untuk berjalan menuju boks penyimpanan kucing yang ia maksud.

Dan saat itulah Rico tersadar. Terkadang, harapan tidak selalu berbanding lurus dengan kenyataan. Hal itu yang dirasakan Rico ketika menelisik raut wajah Ruma tengah memberengut di hadapan boks kucing jenis british shorthair berwarna abu-abu. Wanita itu jelas terlihat tidak berminat pada kucing dihadapannya. "Kau tidak suka?" tanya Rico sedikit bingung.

Ruma menggeleng perlahan. "Aku lebih suka jenis munchkin untuk aku pelihara"

Sontak perkataan Ruma mengingatkan kembali Rico pada jenis kucing berkaki pendek dengan bulu halus berwarna kuning keemasan yang mereka lihat di boks paling depan toko tersebut. Apa-apaan, kucing itu tidak sesuai dengan igauanmu sayang. "Bukankah kau suka kucing berbulu abu-abu?" tanya Rico sok tahu.

Ruma memicingkan matanya curiga. "Kapan aku mengatakannya?"

Rico tampak gelagapan kembali. "Aku hanya menebak saja" ucapnya sambil mengangkat bahu. "Jadi kau ingin kucing berkaki pendek itu?" tanya Rico memastikan kembali. "Lain kali aku tidak akan percaya lagi dengan apa yang kau igaukan" gumamnya seperti merasa ditipu.

Ruma mengangguk cepat. "Jika kau mengijinkan" sahutnya dengan bola mata berbinar.

Rico menyeringai gemas melihat manik jernih Ruma yang berharap. Jemarinya terangkat mengelus lembut rambut indah wanita itu. "Oh honey ... Tentu saja aku akan mengijinkan" ucap Rico seraya mencium singkat pelipis Ruma. "Mari kita lihat kucing itu" sambungnya membawa kembali Ruma menuju bagian depan toko tersebut.

Beberapa saat selanjutnya, Rico dan Ruma keluar dari dalam toko setelah transaksi pembelian kucing untuk Ruma selesai. Boks berisi kucing pilihannya ia taruh dibagian kursi belakang penumpang. Sementara semua perlengkapan kebutuhan teman baru-nya tertata rapi di bagasi mobil berkat kebaikan hati pemilik toko.

Setelah meninggalkan toko hewan. Rico sengaja memacu mobil hitam metaliknya dengan lebih santai. Lelaki itu merasa malam ini akan menjadi malam yang panjang dengan senyuman hangat Ruma yang terus terlihat dari wajah cantiknya.

Sesekali wanita yang tampak tidak sabaran itu menoleh ke belakang. Seolah ia ingin memastikan hewan lucu nya baik-baik saja selama perjalanan mereka menuju ke rumah.

Bersamaan dengan kepala Ruma yang terus menoleh. Rico berucap. "Sweetheart--"

"Rico, berhenti memanggilku dengan panggilan yang membuat bulu kudukku merinding seperti itu" tukas Ruma memotong ucapan lelaki disampingnya.

Rico mengulum senyumnya melihat kekesalan Ruma. "Apa kau tidak suka jika aku memanggilmu dengan panggilan mesra seperti tadi?" tanya Rico dengan nada suara keheranannya.

"Bukan hanya tidak suka. Tapi aku benci mendengarnya" jawab Ruma ketus.

Rico mengangkat alis matanya mendengar ucapan Ruma. "Baiklah" ujarnya. "Mulai saat ini aku putuskan ... kau harus belajar menyukai apa yang kau benci" ucap Rico sambil menyeringai.

Mendengar ucapan arogan dari lelaki itu, tentu saja membuat Ruma yang duduk bersebelahan dengannya sekarang memberikan tatapan kesalnya pada Rico. Hell yeah! Rico memang lelaki yang selalu berhasil memancing Ruma memperlihatkan taringnya. Dan lihatlah kini, lelaki itu dengan seenaknya sengaja memanggil Ruma dengan sebutan-sebutan yang menjijikan itu.

"Aku membencimu, Rico" umpat Ruma disela panggilan romantis yang di dramatisir oleh lelaki itu.

Rico terkekeh. Dia sama sekali tidak terpengaruh dengan ujaran kebencian Ruma yang tertuju padanya. "Ruma cintaku--" suara jahil Rico kembali membuat Ruma melotot padanya. "Mengapa kau tidak menanyakan tentang wanita yang tadi di restoran?" tanyanya.

Ruma diam sesaat. "Wanita seksi itu?! Yang membicarakan mantan kekasihmu?!" ucap Ruma berjeda sesaat memberi kesempatan Rico untuk mengangguk. "Aku tidak tertarik" sambungnya singkat.

"Seriuosly, baby?" ucap Rico. "Baguslah. Kau memang seharusnya tidak tertarik" sambungnya.

"Wanita itu yang menyebabkan kau memindahkanku, bukan?" delik Ruma. "Ish, aku tidak percaya kau bisa bertingkah pengecut seperti itu" cemooh Ruma pada Rico.

Lelaki yang menatap jalanan ramai ibukota itu terlihat tidak peduli dengan cemoohan Ruma. Rico mengangguk sebelum menunjukan seringai andalannya. "Aku tidak masalah jika kau mengatakan aku pengecut" jawabnya santai.

Well, lelaki manapun akan berubah menjadi pengecut jika dihadapkan pada kondisi yang sama sepertinya. Rico lantas melirik pada wanitanya dan baru menyadari bahwa kelopak mata yang menyipit itu masih terus terarah pada dirinya. "Dengar Ruma. Aku yakin kau tahu wanita yang kita bahas bernama Meggy"

"Ya aku tahu. Aku pernah mendengarnya saat kau memperkosaku di rumahmu sana" potong Ruma sinis, membuat Rico menggeram karena belum menyelesaikan ucapannya.

Rico memutar bola matanya. "Ya. Wanita itu. Dia memang kekasihku selama setahun lebih ini. Tapi kini hubungan kami berakhir"

"Apa itu karenaku?" tanya Ruma sambil melirik kepalan tangan Rico mengerat kuat di stir mobil.

"Sejak awal hubungan, aku memang tidak mencintainya. Aku menjadi kekasihnya karena suatu hubungan bisnis yang saling menguntungkan"

Mata Ruma memicing sempurna. "Kau memang bajingan" umpatnya memotong kembali ucapan Rico. "Kau menjadikan sebuah hubungan sebagai lahan bisnismu" cerocos Ruma.

"Dengarkan aku, sayang" pinta Rico dengan suara sedikit menekan.

Namun sepertinya Ruma kepalang gatal untuk tidak menghardik sikap Rico yang ia nilai sebagai lelaki brengsek yang hanya gemar mempermainkan sebuah hubungan untuk kepentingan bisnis semata. "Aku tidak heran melihatmu bersikap seenaknya padaku"

Ucapan Ruma sontak membuat geraman Rico semakin mengeras. Ditengah tingkah Ruma yang terus menyela ucapannya, Rico memutuskan untuk menepikan sementara mobilnya di bahu jalan. Tiba-tiba Ruma menjadi was-was, ia memperhatikan raut wajah lelaki yang kini menguarkan aura kemarahan padanya. "Jangan menyela ucapanku, Ruma!" Rico meradang. Dan dia mulai mencoba meredakan kekesalannya begitu melihat wajah Ruma tertunduk pucat. Sial!

"Dengarkan aku ... Urusanku dengan Meggy bukanlah sesuatu yang bisa kau pahami dengan otak polosmu itu. Kau tidak seharusnya mengatakan aku bajingan tanpa kau ketahui hal apa yang wanita itu dapatkan dariku. Mengerti?!" ucapnya mendesak Ruma untuk mengangguk patuh. "Sekarang tegakkan kepalamu" perintahnya kemudian.

Ruma tidak memiliki pilihan selain mendongahkan kepalanya perlahan. Ia menatap lelaki yang kini kembali tersenyum hangat padanya. "Maafkan aku" ucap Rico yang merasa bersalah dengan ucapan tegasnya pada wanita cantik itu. "Kau membuat aku kesal dengan semua asumsi kekanakanmu itu, sayang" sambungnya sebelum ia mencondongkan diri ke arah Ruma dan mencium mesra bibir ranum yang terlipat milik wanitanya.

Seketika ciuman itu membasuh kemarahan dalam hati Rico. Bibirnya bergantian mencecap bibir atas dan bawah Ruma yang memabukkan. Dan ya Tuhan, Ruma harus segera mendorong dada Rico ketika ia mulai merasakan gelagat dari ciuman Rico yang akan berlangsung lama dan bertambah liar. "Sudah--cukup" ucapnya menatap bola mata legam dengan pipi merona. "Ini sudah malam. Aku ingin segera kembali ke rumah"

Perkataan Ruma membuat Rico menegakkan kembali tubuhnya. Matanya menyapu rona merah yang samar dari kedua pipi Ruma, kemudian lelaki itu tersenyum penuh kemenangan. "Oke My Queen, saatnya kita pulang" ucap Rico sambil menyalakan kembali mobil mewahnya.

"Ngomong-ngomong akan kau beri nama apa teman baru-mu itu?" tanya Rico ditengah deru mobil yang kembali melaju.

🍁🍁🍁

"Sayang?"

Mata Rico terbuka seketika begitu ia tidak merasakan tubuh Ruma disamping tempatnya terlelap. Oh ya ampun, matahari belum begitu sempurna menunjukkan jati dirinya dan ketiadaan Ruma di kamar itu benar-benar membuat Rico mengumpat kasar dalam hati. Lelaki itu memiringkan tubuhnya sebelum akhirnya mencoba berdamai dengan rasa ngantuk yang masih menyerang. Rico mengusap wajahnya kasar. Astaga, Ruma membuat kepalanya berdentum sepagi ini.

"Sayang, kau dimana?" Suara serak Rico tak mendapatkan jawaban.

Akhirnya dengan semua sisa kerelaan yang ia miliki, Rico menegakkan tubuh atletisnya. Ia mengedarkan pandangannya di kamar yang terasa hampa tanpa Ruma.

"Sayang? Kau disana?" ucapnya lagi ketika ia menghampiri pintu kamar mandi.

Tidak ada sahutan membuat Rico segera berjalan menuju pintu kamar. Lelaki tampan itu merasa langkahnya sedikit melayang ketika menuruni anak tangga. Rasa kantuk masih menderanya saat itu dan dia tidak dapat tertidur lelap tanpa kehadiran Ruma disisinya.

"Ya Tuhan, bukankah ia sangat menggemaskan? lihat bola matanya, Tania"

"Star memang lucu sekali, Nona"

Rico memutar bola matanya jengah mendengar percakapan dua orang wanita yang ia kenali dari arah belakang rumahnya. Lelaki itu langsung berjalan menghampiri sumber suara tersebut. Dan seperti apa yang sudah ia duga dalam benaknya. Wanita yang tiba-tiba menghilang dan merusak tidur lelapnya kini malah terlihat asik bermain dengan teman barunya disana. Star? Rico mengingat nama yang sempat ia jadikan bahan ledekan itu semalam.

"Kau terus bermain dengan kucing itu sampai kau berani meninggalkanku sendiri di kamar"

Ruma mendengar nada kesal dari suara yang tiba-tiba menusuknya dari arah belakang. Tania terkesiap lebih dulu. Wanita itu langsung membalikkan badan dan berdiri dengan kepala tertunduk ketika majikannya berjalan semakin mendekat.

"Kau kembalilah ke dapur" ucap Rico pada Tania yang langsung beringsut meninggalkan Nonanya sendiri bersama Harimau Sumatera yang siap menerkamnya.

"Aku hanya terlalu senang memilikinya disini" ujar Ruma beralasan saat Rico tiba-tiba berjongkok disebelahnya dan melihat Star di dalam kandang. "Dia menggemaskan sekali, bukan?" ucap Ruma mengabaikan helaan nafas Rico yang berubah berat.

"Ya. Sangat menggemaskan sampai aku ingin mengembalikannya sekarang juga"

Ruma membelalakan matanya sebelum ia memekik kesal pada Rico. "Rico! Kau jahat!" geram Ruma sambil memukul bahu lelaki disampingnya.

"Maka dari itu, jangan alihkan perhatianmu selain padaku, sayang ... Karena meskipun itu adalah kucing, aku tidak akan segan-segan untuk menyingkirkannya" ucap Rico dengan maksud menggoda Ruma.

Ruma berdiri dari posisinya. Kedua tangannya menyilang di dada. "Kau sendiri yang mengijinkan aku memeliharanya" dengus Ruma.

"Ya" ucap Rico sambil menyeringai jahil. Ruma tidak sadar bahwa lelaki yang masih jongkok di hadapannya sedang berancang-ancang untuk membopong tubuhnya. "Tapi itu hanya jika dia tidak merampas waktumu bersamaku, sayang" ucap Rico sebelum ia memanggul tubuh mungil Ruma di pundaknya.

Ruma terkejut. Wanita berambut selegam arang itu memekik kencang. Pekikannya bahkan membuat tiga wanita yang berada didapur menoleh bersamaan ke arah mereka.

"Antarkan sarapan ke kamar, Viona. Nona-mu tidak akan turun dengan cepat hari ini" ujar Rico saat ia melintasi kumpulan wanita yang sibuk menahan senyuman di bibirnya.

"Rico! Astaga, turunkan aku" pekik Ruma sambil memukul punggung Rico. "Viona, jangan dengarkan Tuan-mu ... Dia gila" pekikan terakhir sontak membuat ketiga wanita disana terkekeh geli.

Tawa mereka pecah hanya karena adegan menggemaskan yang dikemas jenaka oleh dua majikannya barusan.Viona merasa sesuatu yang berbeda telah terjadi dalam diri Tuan-nya. Sesuatu yang jauh terasa lebih hangat dari sebelumnya. Sesuatu yang ia duga hanya Nona Ruma-lah penyebabnya.

🍁🍁🍁

1
Ita Listiana
sungguh aq suka banget sama semua novelmu yg tamat yg aq baca, aq suka bahasamu thor, gk bertele" gk kayak drama ikan terbang muter" gk jelas, tapi kenapa yg baca cuma dikit ya?? btw sukses terus buat othor semangat terus buat berkarya. dan novelmu yg ngegantung tolong dilanjutkan dong thor../Drool//Grin/
Greenenly
ya ampun..sangat menyedihkan sekali, aku menangis pilu😭
Made Ayu
Kecewa
Made Ayu
ini sdh kesekian x baca ulang tetep suka 😍
Fe☕
Alur cerita ringan , enak dibaca

bbrp kalimat yg digunakan memabukkan berasa baca karya sastra 👌

mksh Author
tetap semangat berkarya ✒️📱
Cia²
👍👍
sherly
terbaik
sherly
mantull
sherly
part ini paling mengelikan.. asli Thor sampai ngakak pas si Rico ngk mau nyamar malah komplain
sherly
woh
sherly
ini karyamu yg ke 3 yg aku baca Thor dan beneran smuanya bangus pakai banget .. kisah cinta dimana si cowok beneran sayang banget sama pasangannya.. msh blm bisa move on dr sabiel dan Laura, Raka dan raya eh ternyata Rico dan ruma ngk kalah bucin
sherly
keren thor
sherly
seru
sherly
keren banget
sherly
ceritanya bagus, penulisan dan kata2nya luar biasa..
sherly
ngeri ya
sherly
bahasamu Thor sungguh luar biasa
Sang Dewi: terima kasih kaka.. aku baca setiap komen kaka, dan terharu hihi.. makasih banyak sudah mampir 🙏😉
total 1 replies
sherly
ini yg ke 3 karyamu yg aku baca thorr... semoga keren juga seperti yg lain
Hanifah Ifah
rico kamu hrs hati2 jg sm meggy dan ayahnya lucas..... mreka ingin balas dendam
Wanda Sukma
aku yakin ini novel bagus, karna bs dilihat dr pemilihan kosa katanya autor memiliki wawasan luas.
tp aku heran dg algoritma noveltoon ini, knp novel2 receh yg alur ga jelas arahnya mau kemana dan blundet ga masuk akal justru bisa di up, sdngkan novel yg rata2 bagus sprti ini justru ga di up.

krn sblm aku baca aku paasti lihat dulu komen2 jika ada 1 komen yg buruk sdh pasti alurnya emng buruk. tp dikomen ini baik dan menarik jd aku baca.

sejauh ini masih suka sih, semangat thor meski ga trending yg penting ttep berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!