Aku adalah seorang pemuda tampan. Hidup di keluarga sederhana yang sebenarnya keturunan bangsawan.
Dengan dukungan orang terkasih aku akan menghentikan peperangan di negeriku tercinta.
Meraih kekuatan setinggi-tingginya sampai titik darah penghabisan. Ditemani sebilah pedang nan agung yang sangat dahsyat. Aku akan membunuh siapapun yang aku anggap salah.
Hingga takdir menentukan jalanku sebenarnya. Sungguh aku tidak menyangka jika aku akan menjadi!...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulia Puja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kharon II
Mereka bertiga berpencar dengan tempat persembunyian yang berbeda-beda, namun jarak mereka tidak terlalu berjauhan jadi mereka bisa saling memberi kode kepada yang lainnya jika ada pertanda dari makhluk itu.
Xiang Huo berada di dahan pohon yang lebat, sedangkan Qwin Zie berada di atas atap rumah penduduk, kalau Ming ia berada di samping pohon tetapi berbeda pohon dengan Xiang Huo.
Lumayan lama mereka menunggu namun juga tidak ada tanda-tanda bahwa makhluk yang bernama Kharon itu muncul.
Selang beberapa waktu, hingga pada akhirnya Xiang Huo mendengar suara aneh di balik sebuah rumah bambu, ia pun mempertajam penglihatan dan pendengarannya. Xiang Huo pun memberi kode kepada guru dan kakaknya itu.
Qwin Zie dan Ming mengerti maksud dari Xiang Huo, hingga mereka bertiga pun menghampiri Xiang Huo denggan menggunakan langkah angin atau teknik meringankan tubuh.
"Apa kau melihat makhluk itu Xiang'er?" bisik Qwin Zie
Xiang Huo hanya mengangguk kan kepalanya. Lalu ia menunjukkan jarinya ke arah rumah bambu tersebut. Dan benar saja, makhluk itu terlihat berjalan ke arah mereka.
Makhluk itu memiliki tubuh yang lebih tinggi dari manusia dewasa, dengan badan yang tidak berbentuk, juga warna hitam pekat di seluruh badannya, rambut yang menggumpal tidak beraturan, dan anehnya lagi, ia tidak memiliki wajah dan hanya memiliki 1 mata.
Jujur saja, Ming merasa merinding melihat Kharon, Sedangkan Xiang Huo bukannya merinding malah ia merasa geli.
Mereka bertiga mengamati Kharon dengan sangat jeli, namun mereka belum juga mengetahui kelemahan Kharon .
"Bagaimana ini? sepertinya makhluk itu memang tidak memiliki kelemahan Kharon. " ucap Ming
"Tidak, dia pasti memiliki kelemahan" protes Xiang Huo
Tentu saja perdebatan mereka berhasil memancing Kharon melangkah ke arah mereka,dan tiba-tiba makhluk itu menghilang. Mereka bertiga sangat terkejut akan hal itu, selang beberapa waktu Ming merasakan hawa dingin di belakang punggungnya dan ia pun menoleh kebelakang. Dan
"Menunduk" pekik Xiang Huo cepat
Tentu saja Ming merespon perkataan Xiang Huo, dan mereka bertiga pun langsung mundur dengan langkah angin.
Wushh Wushh...(suara kharon)
"Hei makhluk jelek, mengapa kau menyerang kami?" ledek Ming
Wushh Wushh
Tiba-tiba Kharon menghilang lagi, dan
"Guru,adik tolong aku" teriak Ming
Xiang Huo dan Qwin Zie sangat terkejut melihat Ming yang hampir terhisap oleh Kharon .
"Hiyaaaa,"
Bukkh Bukkh Bukkh...
Xiang Huo menendang Kharon dengan bertubi-tubi membuat makhluk itu terpental.
"Hahhh hahhh" Ming seperti orang kelelahan yang kembali keluar dari terkaman Makhluk itu.
" Syukurlah belum terlambat" ucap Qwin Zie
Xiang Huo berhadapan dengan makhluk itu, ia sekarang telah menggunakan pedang pusaka, wajahnya terlihat dingin dan sorot matanya terlihat sangat mengerikan.
"walaupun aku tidak yakin sepenuhnya tapi aku akan tetap berusaha." benak Xiang Huo.
" jurus pedang dewa syurga, yaahhhhhh"
Jlebb..
Xiang Huo menghunuskan pedangnya tepat ke arah pusaran berwarna sedikit kemerahan di tubuh makhluk itu. Dan!!!
Makhluk itu menjadi cairan berwarna hitam pekat. Bau amis sangat kental tercium dari cairan tersebut. Dan beberapa saat kemudian ada setumpukan tubuh manusia yang berubah dari cairan tersebut, apakah mereka tidak salah lihat?
Xiang Huo menghampiri tumpukan manusia tersebut, dan ternyata benar itu memang manusia tetapi mereka semua masih anak-anak, mungkin itu anak-anak para penduduk yang dinyatakan sebagai korban dari makhluk itu.
"Heii nak, bangunlah" ucap Xiang Huo sambil menggoyangkan tubuh dari salah sati tumpukan tersebut.
Dan,
"Huaaaa hiksss hikss Huaaaa" tangisan dari tumpukan manusia tersebut terdengar nyaring.
"Aku dimana?"
"Ibu?"
"Ayah?"
"Ayah?"
"Hikks Hiks"
"Huaaaaaa"
Jelas sekali terdengar suara riuh dari anak-anak tersebut.
"Guru, apa semua ini benar?" tanya Ming sambil menepuk pipinya
"Hmm, " jawab Qwin Zie sambil mengerjap ngerjapkan matanya.
Tentu saja mereka benar-benar merasa sangat terkejut kecuali Xiang Huo yang sejak tadi hanya membujuk anak-anak itu untuk diam.
******
Mereka bertiga telah berhasil membujuk anak-anak itu, dan mereka berjanji akan mengantarkan mereka ke orang tua masing-masing.
Setelah Ming mengambil permata siluman tersebut, mereka pun kembali ke tempat dimana para penduduk sedng berkumpul.