Season 1
Sara Anjani Salim anak tunggal dari keluarga terpandang, namun nasibnya berubah ketika orang tuanya kecelakaan dan harus membuatnya "MENGHARGAI" dirinya untuk biaya pengobatan orang tuanya yang sedang koma.
Diawal perjuangannya ayahnya meninggal dunia, membuat Sara begitu sakit harus ditinggalkan ayahnya itu, tapi dia tidak bisa berhenti karena dia masih memiliki mamah yang harus dia perjuangan.
Setelah beberapa bulan mamahnya sadar dari Komanya, namun semua itu bukanlah apa-apa, bagaimana dia harus menutupi pekerjaannya agar mamahnya tidak mengetahui.
Namun serapat-rapatnya dia menyimpan itu semua, ada yang mengatakan pada mamahnya hingga membuat dia ketakutan.
Tiba-tiba seorang laki-laki yang memiliki "KELAINAN" menawari dia sebagai istrinya.
Season 2.
Gara-gara sering mengejar muridnya yang nakal. Rizal pun harus berakhir dipelaminan dengan Siswi nakalnya.
Sebuah kesalah paham mengharuskan Rizal menikahi Siswi yang terbilang sangat nakal.
Bagaimana jadinya rumah tangga mereka setelah menikah, langsung baca saja ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon henti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku nunggu baso..
"Gin, maen yu" Ajak Amel disambungan Whatshap itu.
"Kemana?" Tanyanya.
"Lah, gak tau gue juga!!" Jawabnya lagi.
"Hehhh" Balasnya.
"Kerumah si Sara aja yu, numpang makan siang dirumah dia" Tutur Amel.
"Bikin malu aja Lu, hayuuu gue siap-siap dulu" Balas Gina.
"Oke, nanti gue otw situ" jawabnya lagi.
Setelah selesai siap-siap, Amel pun meluncur menjemput Gina. Hari libur seperti ini memang sangat cocok dipakai untuk hongout, tapi ya karna gak ada tujuan, rumah Sara paling cocok untuk jadi tujuan. Ya karna bukan hanya besar, rumah Sara juga sepertinya banyak fasilitas lain lebih dari taman kota.
"Yakin nie kita kerumah Sara?" Tanya Gina, yang sudah didalam mobil dengan Amel.
"Iyaa, lagian tuh rumah si Sara gede. Main sepeda disitu juga enak. Gue udah bawa sepedanya" Tutur Amel sebari menuduhkan bagasi belakangnya.
"Ya ampun gue punya temen pea nya kebangetan" Gumam Gina peelan.
"Apaan Gin?" Tanya Amel yang mendengar gumamnya tidak jelas Gina.
"Ngak, siapa juga yang ngomong" Sahut Gina. Amel pun langsung menancabkan gas mobilnya.
Sara menggunakan hari liburnya dengan bersantai diruang tamunya, posesif Sara yang baru muncul itu membuat Leon sedikit kewalahan. Bagaimana tidak, saat akan meetiing pun dia harus melihat semua anggota orang meting, entah apa maksudnya Leon pun tak mengerti.
Mungkin jika orang lain tidak mau jika istrinya di lirik laki-laki lain, tapi berbeda dengan Sara. Dia gak mau Leon dilirik wanita lain.
Leon sedang mengelus kepala Sara dengan satu tangannya, dan tangan satunya dia gunakan untuk memegang hpnya.
Suara dering hp Leon membuat mata Sara langsung menatap ke wajah suaminya itu.
"Sebentar ya, Mike telpon" Ujar Leon, sebari beranjak dan meniduri Sara dibantal sofa.
"Iya Mike" Jawab Leon sebari menaiki tangga.
Sara masih saja selonjoran disofanya sebari memainkan hp.
Suara ketukan membuat Sara sidikit mendengus, karna dia sangat malas beranjak dari posisinya.
tok
tok
tok
"Sebentar" Teriak Sara.
"Siapa sih"
Ceklekkk
"Saraaaa" Teriak Amel antusias.
"Ngapain pada kesini?" Tanya Sara.
"Ya maenlah, pelit banget sih lu" Sahut Amel.
"Eh Ra, udah beli baju kebaya buat wisuda belom" Tutur Gina.
"Belom gue masih belum kepikiran" Tutur Sara, bahkan dia lupa menyuruh teman-temannya masuk.
"Yang, kamu liat berkas aku yang disimpen dimeja gak" Teriak Leon yang menuruni tangga.
Amel langsung menganga melihat Leon asli, karna ternyata suami Sara lebih tampan Aslinya dari pada difoto.
Brukkk
Sara menutup keras pintunya, membuat Leon menjijit kaget ditanga.
Bahkan tamu yang belum disuruh masuk pun langsung mundur karna kaget.
"Sumpah si Sara sialan, untung jantung gue kuat" Gerutu Amel.
"Lagian lo, manggap ampe gitu" ujar Gina.
Sara berjalan mendekati suaminya itu, dia langsung menaiki tangga.
"Berkasnya aku simpen dilaci" Tuturnya.
"Oh iya" Sahutnya sebari berbalik badan.
Sara mengikuti Leon, dia mengambil kunci yang mengantung dikamarnya itu setelah Leon masuk Sara langsung menguncinya.
"Yang kenapa dikunci" Teriak Leon yang jadi panik saat pintu kamarnya itu dikunci.
"Kamu kerja aja didalam gak usah keluar kamar" Sahutnya.
Astaga ada apa dengan istrinya itu, Leon mengaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Dia pun mengambil berkas-berkas itu dan masuk keruangan kerjanya.
Sara kembali turun dan membukakan pintu.
"Sialan lo Ra, untung idung gue pesek. Kalau mancung udah datar dihantam pintu lo" Omel Amel.
"Sorry, ayo masuk" Sahutnya.
Amel dan Gina pun dipersilahkan masuk.
Amel celingukan, karna tadi dia melihat suami Sara.
"Laki lo kemana Ra?" tanya Amel.
"Ada!!" Jawabnya singkat.
"Hahahah" Tawa Gina pecah, membuat dua manusia itu menoleh.
"Kenapa lo?" Tanya Amel.
"Iya, jangan-jangan kesurupan jin iprit lagi" Timpal Sara sebari mengidik.
"Hahah gue perhatiin dari tadi datang ampe dihantam pintu, si Sara posesif banget. Kita udah kaya kucing mau nyolong ikannya" Tutur Gina dengan kekehannya yang tidak mereda.
"Ohh iyaa bener!!"Timpal Amel.
"Gue gak suka aja, nanti tuh c Amel ngomong.' Gue mau punya laki kaya si Sara' Ujarnya sebari memperaktekan gaya bicara Amel.
"Hahaha iya-iya, yang takut ikannya dicolong mah gue juga ngerti. Tapi gimana ini kita gak dikasih minum" kekeh Gina dengan diakhiri dengan kesal.
Sekarang Sara yang terkekeh karna dia lupa, Sara pun memanggil pembantunya dan menyuruh membawakan minum.
Mereka pun tertawa bercanda diruang tamu itu, bahkan Sara melupakan suaminya yang dia kunci itu.
"Oh astaga, Sara buka pintunya!! Aku haus!!!" Gedor-Gedor Leon didalam kamar.
Bahkan dia menendang pintu kamarnya saking kesal, Leon memutar tubuhnya. Balkon. iyaaa, dia pun langsung lari kebalkon.
Keterlaluan sekali istrinya itu menguncinya hingga kehausan seperti ini.
"Ehhh kamu kesini!!" Teriaknya pada Satpam yang bertugas, satpam itu pun langsung lari.
"Ada apa tuan" Tanyanya.
"Ambil lin tangga!!" Titahnya.
"Hah??" Satpam itu dibuat melongo kenapa juga tuannya ingin tangga, bukan kah dia bisa turun lewat depan.
"Cepetan" teriak Leon menyadarkan Satpam itu dari lamunannya. Dengan cepat Satpam itu mengambil tangga digudang dan memberikannya pada tuannya itu.
Leon turun lewat tangga yang diberika Satpamnya itu, dia benar-benar sedikit kesal dengan istrinya itu.
Leon pun langsung kedapur karna haus, saat dia kedapur Sara pun membuka kunci kamarnya karna teman-temannya itu sudah pulang.
"Yang, .." Sara mencari Leon di kamarnya tapi orang itu tidak ada.." Leon" sekarang dia berteriak, Dia berlari ke luar kamarnya sebari memanggil nama suaminya itu.
Saat melihat Leon didapur Sara langsung memeluk laki-laki yang sedang minum itu.
"Kamu kemana sih, bikin khawatir aja" Ucapnya manjan. Namun Leon tidak meresponnya, dia masih sedikit kesal dengan istrinya itu. Dia pun meninggalkan Sara didapur, namun Sara terus saja mengikuti Leon.
"Kamu marah ya?" tanyanya sebari terus mengikuti Leon. Tapi bukannya menjawab laki-laki itu mengabaikannya.
"Yang, ihhh jawab napa" Rengeknya. Leon memejamkan matanya, dia pun berbalik melihat istrinya itu.
"Ngak ko," Ucapnya bohong dengan senyuman yang dipaksakan.
"Beneran?" Tanyanya sebari memeluk kembali Leon.
"Iyaaa, aku mau lanjutin kerja dulu. Tadi Mike minta berkas buat dikirim lewat email" tutur Leon sebari mengecup pucuk kepala istrinya itu.
"Oke, aku siapin makan buat kamu deh" ujarnya sebari berbalik ke dapur.
Leon sedikit memijat pelipisnya itu, bagaimana bisa wanita itu jadi 80% sikapnya terbalik dari sikap dulunya yang cuek itu.
Leon pun kembali ke kamarnya, dia kembali pada kerjaannya yang tertunda karna drama tadi.
Meakipun libur, tapi ada saja pekerjaan yang harus dia kerjakan lewat email itu.
Sara memasak berbagai makanan untuk suaminya makan.
dia melihat pembantunya itu mau belanja, karna membawa keranjang belanjaan.
"Bi mau ke pasar?"
"Iya nya, bahan-bahan udah pada abis" Tutur pembantu itu,
"Beliin baso ya bi nanti pulangnya, aku pengen makan baso" tuturnya pada pembantunya itu.
"Iya siap nya"
"Yang Enak!!"
Setelah selesai masak Sara pun memanggil Leon untuk makan, tapi laki-laki itu tidak merespon.
Dia pun menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya, ternyata suaminya itu masih saja didepan Laptop.
Dengan santainya dia duduk dibangkuan Leon dengan membelakangi laptop.
"Apa yang kau lakukan?" Tanyanya panik, karna tiba-tiba Sara duduk dipangkuanya saat dia sedang metiing online dengan kliennya itu.
"Aku sedang duduk" Jawabnya Santai.
"Iya, aku tau!! Maksdnya ada apa kamu kesini?" Tanyanya lagi, dia tidak enak dengan kliennya itu.
"Aku memanggilmu untuk makan, tapi tidak nyaut-nyaut" Tuturnya manja sebari mengalungkan tangannya dileher suaminya itu.
"Iya aku akan makan sebentar lagi, aku masih kerja. Sekarang kau turun dulu ya" Jelas Leon dan menyuruhnya untuk turun dari pangkuannya itu.
"Cium dulu" titah Sara, Dengan senyum kessalnya Leon pun mencondongkan tubuhnya untuk menutup kamera laptopnya itu.
"Cup" Leon mengecup bibir Sara.
Sara pun langsung turun dari pangkuan Leon dan keluar dari ruang kerja suaminya itu. Leon berdehem sebelum membuka kameranya itu.
"Maaf" ujarnya pada kliennya itu, dia sangat cangung sekarang.
"Tidak masalah tuan Leon, istri itu memang seperti itu. selalu manja!!" Tutur kliennya, Leon hanya tersenyum kecut menangapinnya.
Setelah selesai Leon pun langsung turun kebawah, Dia melihat berbagai hidangan makanan.
Sara pun langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan berbagai jenis lauk pauk.
"Kamu tidak makan" tannya Leon yang melihat Sara masih saja diam.
"Aku nunggu baso" Tuturnya, Leon mengangkat sebelah alisnya itu dia pun kembali memakan makanannya.
Bi Mirah yang baru pulang pun langsung di buru baso oleh Sara, Leon melihat Sara begitu senang basonya datang. Sara langsung mengambil mangku dan memakannya.
Leon menelan ludahnya melihat Sara yang makan baso begitu cepat, apalagi sambal yang dia pakai itu sangat banyak sampai menyuruh pembantunya untuk membuat sambal.
"Kamu gak pedes?" Tanyanya.
"Ngak, ini enak. Mau?"
"Ngak!"
Sara kembali memakannya sampai tandas.
TBC...
.
Ah hujan-hujan gini makan baso, si Sara ini mah bikin orang mau aja ya.hehehe