mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di arak
Malam itu kampung yang biasanya tenang berubah menjadi ramai. Lampu-lampu jalan menyala terang, sementara puluhan warga berkumpul di sepanjang jalan utama.
Pandu dan Tari berjalan menundukkan kepala di tengah kerumunan warga. Keduanya diarak mengelilingi kampung setelah tertangkap berduaan dan terbukti melakukan perbuatan yang melanggar norma masyarakat.
Wajah Pandu pucat pasi. Keringat dingin terus mengalir dari pelipisnya. Ia tidak pernah membayangkan hidupnya akan sampai di titik ini. Menjadi tontonan satu kampung.
Suara cemoohan terdengar dari berbagai arah.
"Makanya jangan selingkuh!"
"Sudah punya istri masih cari janda!"
"Kasihan Mira!"
"janda gatel, mungkin sudah gatel di bawahnya"
"pandu juga di rumah ada yang halal malam melirik yang haram"
Tari menggigit bibirnya. Wajahnya pucat.
"Mas... aku malu..." bisik tari
Pandu mengepalkan tangan.
"Aku juga." bisik pandu
"kenapa sih mereka terlalu ikut campur, kenapa gak ngurus rumah tangganya masing masing" bisik pandu kesal
Seorang warga langsung menyahut saat mendengar bisikan pandu
"Masih bisa ngomong begitu?" bentar warga
"Punya malu tidak?" bentak yang lainnya
Sorakan semakin keras.
Pandu tidak berani membalas.
****
Di pinggir jalan, Mira berdiri bersama sahabatnya, Tika.
Berbeda dengan warga lain yang marah-marah, Mira hanya tersenyum tipis. Senyum yang sulit diartikan.
"Mir, lu gak apa-apa?" tanya tika melirik ke arah mira
Mira mengangguk pelan.
"gua baik-baik saja kok" ucap mira
"lu gak sedih? tapi yang gua lihat lu gak ada ekspresi sedih sedihnya" goda tika
"sialan lu... buat apa gua harus sedih? ini memang yang seharusnya terjadi buat mereka" Mira tertawa kecil sambil memandang pandu yang sedang di arak
"Betul... akhirnya mereka merasakan akibatnya ,gua juga sangat puas karena sudah menampar mereka." sahut tika tersenyum puas
****
Di sisi lain jalan, Bu Denok justru tampak marah besar. Ia berjalan mengikuti rombongan sambil mengomel.
"Kurang ajar semuanya mereka!" gumam bu Denok
"Anakku dipermalukan seperti ini!" lirih bu denok
Seorang ibu-ibu menyindir.
"Ya salah anakmu sendiri, Bu. main kuda kudaan di rumah janda kenapa gak di hotel, upsss gak mampu bayar yaa" sindir bu susi
Bu Denok mendelik.
"Sudah ku bilang bukan semuanya salah Pandu!" ketus bu denok
"Yang salah itu Mira!" lanjut bu denok
"Kalau Mira bisa melayani suaminya dengan baik, Pandu tidak mungkin cari perempuan lain!"
Warga langsung ribut.
"Lho kok begitu? ibu sebleng"
"Pelaku selingkuh malah dibela!"
"Logikanya bagaimana itu?"
Namun Bu Denok tidak peduli.
"Pokoknya Mira yang salah!" tekan bu denok
"Dia istri tidak berguna!"
Tika sampai menggelengkan kepala.
"Ya ampun... mertua lu itu jelmaan dari dajjal mana sih? " tanya tika heran melihat tingkah bu denok
"mana gua tau, coba aja tanya sendiri" ucap Mira tertawa kecil
****
Arak arakan akhirnya berhenti di balai kampung. Seluruh warga memenuhi halaman.
Pandu dan Tari berdiri di depan para tetua kampung. Suasana mendadak sunyi.
Tetua kampung atau bisa di sebut sesepuh berdehem.
"Pandu." suara yang sangat tegas dan wibawa
Pandu mengangkat kepala.
"Iya, Pak." cicit pandu
"Kamu sudah membuat kampung ini tercemar dengan kelakuan buruk kalian" tanya ketua di kampung dengan wajah datar.
Pandu menelan ludah.
"maaf pak." lirih pandu
bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca