Cinta hadir menjadi orang ketiga diantara cakra dan tasya.
Cinta awalnya adalah gadis tangguh namun kehilangan seorang sandaran hidup mampu melemahkannya.
kisah antara cakra dan cinta yang menjalani hari-hari bersama dan menumbuhkan cinta antara mereka, namun tak mendapat restu dari keluarga.
Cakra berniat untuk membawa cinta pergi jauh meninggalkan keluarga untuk menjalani hidup berdua.
Apa yang ada di fikiranmu?Kenapa kamu bilang akan meninggalkan segalanya demi hidup bersamaku?Apakah kau juga akan meninggalkan keluargamu?Dan perusahaanmu, bagaimana?Apakah kita bisa hidup bersama? Aku memang akan pergi tapi tak akan mungkin untuk mengajakmu bersamaku.
Jangan lupa sediakan tissu yah!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Tasmin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Couple
“Kamu hati-hati cin!" Tasya melambaikan tangan pada kedua gadis itu.
Sedangkan cakra hanya diam seribu bahasa menatap sampai kedua gadis itu tak terjangkau oleh pandangannya. Tasya mulai merasakan perubahan sikap cakra, jika biasanya cakra hanya diam ketika tasya bergelayut manja di lengannya, kini cakra seolah menghindarinya. Seakan menjaga perasaan seseorang?
"Ada apa dengan cakra?"
=======
Beberapa minggupun telah berlalu. Tepat seminggu yang lalu Cintya berangkat ke pulau seberang untuk mengikuti pertangdingan karate tingkat nasional meskipun tak membawa pulang piala tapi untuk sampai ketahap ini merupakan sesuatu yang luar biasa bukan?
Cinta dan cakra menghabiskan waktu libur mereka hanya dengan menonton tv di temani cemilan yang telah disiapkan bi sumi. Bercanda, bergurau, saling melempar bantal sofa.
Pemandangan yang aneh terlihat ketika seorang gadis tomboy memasuki rumah itu.
Bertepatan dengan pada saat Cakra mengunci tubuh cinta, kini tubuh Cinta berada di bawah tubuh Cakra. “APA YANG KALIAN LAKUKAN?”
Cinta dan cakra menoleh ke sumber suara dan,
PLETAK “Awww.”
PLETAK “Awww.”
PLETAK “Awww.” Cakra menyentil dahi cinta.
“ Kenapa mesti 3 kali?” cinta protes pada cakra.
Cakra melepaskan kunciannya pada Cinta sambil berkata, “ jika hanya sekali kamu tidak pernah jera”.
“Buaaahaaaa ha ha, " Cintya yang baru saja tiba menenteng kopernya tertawa terpingkal-pingkal melihat kejadian itu.
“Astaga, ternyata kamu banyak gunanya selama tinggal disini. Kamu tau? Kakak sering melakukan itu padaku dulu, dan sekarang kamu menggantikan posisiku. Terima kasih Cinta, Dan satu yang harus kamu tau cin, yang ngajarin aku beladiri kakakku itu. Lawan aku aja kamu kalah, apalagi mau lawan guruku. ”Merekapun berjalan menuju ke sofa .
“Aku haus, buatkan minum!” Cakra dengan juteknya pada cinta. Dan cintapun berlalu dengan menghentak-hentakkan kakinya.
“Cin,aku juga dong sekalian yah!” Cintya sedikit berteriak. Selang beberapa waktu cintapun ikut bergabung dengan cakra dan cintya membawa 2 buah gelas yang berisikan jus jeruk dan diletakkan masing-masing di depan cakra dan cintya.
Cakrapun langsung meneguk minumannya seketika, “Puuuuffffffffffffffffffttttttttttttttt.” Cakra menyemburkan minumannya, cinta langsung berlari menjauhi cakra, dengan sigap cakra mengejar Cinta.
Ketika telah sampai di depan tangga tangan cakra meraih punggung baju cinta dan menghentakkannya.
Cintapun terjatuh ke belakang, segera cakra mengunci tubuh cinta dan menindihnya kemudian CUP, cakra langsung menempatkan bibirnya pada bibir cinta.
“Ini hukuman ketika kamu berniat untuk main-main denganku," Cakra melepaskan tangan cinta.
Sementara di sofa, cintya hanya melihat punggung cakra tanpa tau apa yang dilakukan cakra pada cinta.
“Buatkan aku yang baru, jangan campur sembarang lagi! Awas kamu!” Cakra berdiri dan kembali menuju sofa.
Ya,Minuman yang tadi cakra minum telah dicampur dengan garam oleh cinta. Tak lama cinta kembali duduk dengan jus jeruk baru ditangannya. Diletakkannya di depan cakra. Cakra mengambil jus itu dan menyerahkannya pada cinta.
“Kamu duluan!” Cintapun mengambil gelas itu dan meminumnya dengan cepat seolah tak ingin menyisakannya untuk cakra. Melihat hal itu, Cakra mengambil gelas berisikan jus yang sedang diminum oleh Cinta membuat jus
sedikit tertumpah dibaju cinta.
“Disuruh cicipin doang! Gak usah dihabisin!” Cakra meminum jus yang hampir tinggal setangah itu.
Cintya terpaku melihat pemandangan itu, bertanya sedekat apa mereka berdua? Kenapa cakra mau meminum minuman dari bekas cinta.
“Kalian Pacaran?” Kalimat itupun terlontar dari mulut cintya.
“TIDAK.”
“IYA.”
Dua jawaban berberda dari orang yang berbeda pula. Dan kedua jawaban itu penuh dengan penekanan. Jawaban “tidak” berasal dari Cinta, sementara jawaban “ya” berasal dari cakra.
Cinta menatap Cakra dengan tatapan sinisnya, sementara yang ditatap hanya tersenyum sebentar hanya mentap
tv di depan mereka.
“Aaaaa aku tau,ternyata kakakku menyukai seseorang dan ternyata dia ditolak. AH, ternyata ada juga yang berani menolak cinta dari seorang cakra Haaaahaaaahaaaaa,” Cintyapun tertawa terpingkal-pingkal.
Cakra menatap Cintya bagaikan anak panah yang hendak terlepas dari busurnya. kemudian melemparkan bantal sofa ke arah Cintya dan tepat mengenai wajahnya. Cakra kembali menatap tv tanpa rasa berdosa.
“Cin, kamu taukan pepatah yang mengatakan bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Jika bersama kita pasti bisa!" Cintya sambil menatap cinta, Cintapun tersenyum dan mengangguk pada cintya.
Merasakan hawa yang berbeda dari dua gadis itu tanpa menunggu lama, cakra langsung melompati sofa dan berlari, namun dengan sigap cintya menendang lutut bagian belakang cakra, diapun tersungkur dilantai.
Jelas cakra masih kalah lincah dari cintya, meskipun dari segi tenaga lebih kuat cakra dibandingkan Cintya. Cintya langsung duduk menahan kaki cakra, sementara cinta menangkap tangan cakra dan menindihnya dengan satu tangan, kemudian tangan satunya menyentil dahi cakra dengan sekuat tenaganya.
PLETAK “Awww.”
PLETAK “Awww.”
PLETAK “Awww.”
“ Cin, cepat cin!” Cintya sambil menarik tangan Cinta membantunya berdiri dan kemudian mereka segera berlari menuju ke kamar masing-masing meninggalkan Cakra yang terbaring di lantai sendian.
Cakra tinggal terduduk di tempatnya, tersenyum mendapati dirinya yang telah dikerjai oleh dua gadis tangguh tersebut.Cintya dan Cinta telah sampai di kamar masing-masing.
Cinta sangat bahagia seolah dendamnya terbalaskan ia melompat-lompat kecil. Mengambil ponselnya, kemudian menghubungi gadis di sebelah kamarnya.
“Halo cintya, makasih banyak cin, kamu udah bantu aku.” Cinta
“Iya, ma sama cantik. Kayaknya kamu bahagia banget deh!” Cintya.
“Iya, bahagia banget. Tau gak, kakak kamu itu sudah menghukum aku dah gak kehitung. Sering banget, dan aku gak bisa balas dia tanpa bantuan kamu. Sekali lagi makasih ya!” Cinta.
“iya, aku juga dulu kayak gitu, kakak doyan banget nyentil kepalaku. Dan ini juga baru berkurang setelah kamu datang ternyata kehadiranmu menggantikan kepalaku. Haaaahaaaaahaaaaa,”Cintya.
“Ih, kamu jahat banget sih?”
“Bukan gitu juga sih. Ah udah ah, aku capek mo istirahat dulu yah. Eh besok jalan yuk, kan libur!” Cintya.
“Iya, kamu istirahat aja dulu. Besok baru kita jalan ya.” Cinta
-----
Keesokan Harinya
Terlihat Cinta baru saja keluar dari kamarnya hampir bersamaan dengan cakra. Bersama menuruni tangga “Mau ke mana ?” Cakra memulai percakapan mereka.
“Mau jalan sama Cintya," Cinta , mereka menghampiri cintya yang sedang duduk menonton tv.
“Widih, bajunya couple nih?” Ucap Cakra ketika melihat baju Cinta dan Cintya yang terlihat sama persis.“Iya dong, nih oleh-oleh dari makassar, ” Cinta memamerkan pemberian Cintya.
“Lah buat kakak mana dong?” Cakra.
“ Ada kok. Kakak tunggu sini yah!” Cintyapun berjalan ke kamarnya dan kembali membawa sesuatu di tangannya dan menyerahkannya pada cakra.
Cakra membuka palstik pembungkus itu, dan membentangkan sebuah kaos yang terlihat sama dengan yang di gunakan cinta dan cintya.
“Kok sama sih cin?” Cinta protes seolah tak terima karena cakra mendapatkan kaos yang sama dengannya.
“Ya bagus, jadi kita juga bisa couple lan.” Jawab cakra dengan senyum di bibirnya. “Aku pakai juga yah?”
Cintya hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Cakrapun langsung membuka baju yang digunakannya di depan cintya dan cinta.
“Ya, gak disitu juga kaliiii, kan bisa ganti di kamar?” cinta.
“Kenapa? Kamu tergoda liat tubuhku?” Jawab cakra membuat cinta memalingkan kepalanya untuk melihat ke arah yang lain.
Tapi berbeda dengan cintya yang menatap cakra dan cintya bergantian seolah mencari sesuatu pada dua insan ini.
“ Nah kerenkan?” cakra berdiri memamerkan bajunya yang juga sama dengan cinta dan cintya.
“Hai sayang,” suara lembut itu mengagetkan mereka bertiga.
To Be Continued.
Hai Reader yang cantik dan tampan...... yang gak pelit juga......
Bagi like, coment, dan votenya dong!!!!! Biar Authornya semakin semangat buat write-nya.......
semangat thor,,, ceritanya bagus bgt,,, aku tunggu karya baru mu thor,,,
klo kisah ku malah mencintai dan d cintai tp nggk bs saling memliki,,,😥
semoga kebahagiaan menantimu cinta