NovelToon NovelToon
Presdir Muda VS Nona Muda

Presdir Muda VS Nona Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:589.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ang lin Hua

Kau hadir dengan sebuah alasan klise yaitu cinta untukku si pemain cinta.

Dan kini setelah semua yang kita alami,kau memberiku sejuta alasan untukku tetap Mencintaimu.

Setelah merasakan cinta kini aku tau kenapa kau menolakku KARINA. Tapi kini kau menarikku jauh kedalam sayap kerinduan. Dan aku tidak akan membiarkan masa lalu mendorongmu jauh dari cintaku karena tanpamu cintaku tak kan sempurna KARINA ADESTA.

Meskipun kau memberiku pelangi dan hujan secara bersamaan tapi entah kenapa hatiku tak bergeming sedikitpun dari ruang cinta ini.

Aku tidak menyangka akan bisa bertahan sampai akhir dengan cinta yang seperti air di samudera luas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ang lin Hua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku tak bisa tanpamu

Siang itu Karina langsung menemui Anggi di kosnya dan betapa terkejutnya ia melihat temannya terpuruk dengan sebotol anggur di dekatnya. Ia lantas mendekat dan menggoyangkan tubuh Anggi, ternyata tak ada respons. Wanita itu sudah jatuh pingsan karena mabuk, mungkin. pikirannya kacau, tanpa berpikir panjang Karina meraih botol itu dan juga langsung sempoyongan. Ia meneguk habis minuman bekas milik Anggi dan tak lama ia terkapar juga ke lantai.

 

BRUKKK!

Tubuh Karina lemas tak berkutik. Perlahan Anggi mengangkat kepalanya dan mencoba mengintip keadaan Karina. Ia mencoleknya dan mengibas tangannya di atas wajah Karina yang terlelap tanpa bergerak sedikit pun. Anggi meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja dan mulai menghubungi Gerald yang sejak tadi mengintai kos-kosan Anggi.

 

"Ge, lo masuk gih. Karina dah tepar nih," ujarnya.

"Oke."

 

Tak lama tubuh Gerald sudah menghambur masuk dan menggendong tubuh Karina lalu membawanya ke dalam mobil.

 

"Lo jangan macem-macemin dia, ya, Ge!" ujar Anggi mengingatkan.

"Lo tenang aja. Lagian dia, kan, calon bini gue. Masa, iya, gue tega hancurin Princess Island gue."

 

Saat malam menjelang, Gerald masih duduk manis dengan tenang di sofa dekat tempat tidurnya. Matanya masih menatap tanpa berkedip ke arah tubuh Karina yang terbaring pulas di tempat tidurnya. Penantiannya membuahkan hasil, Karina menggeliat, merenggangkan otot kaki, dan tangannya. Matanya terbuka lebar saat menatap langit-langit rumah yang berbeda dari ingatannya.

Karina terperanjat dan mengangkat tubuhnya, matanya menyisir ke sekeliling kamarnya

 

"Udah bangun?" Terdengar suara Gerald yang datar.

Sontak Karina menoleh dan sudah menemukan sosok tinggi tegap itu berjalan ke arahnya.

"Gue di mana?"

"Di rumah gue."

"Kok bisa?"

"Bisalah, lo datang ya gue sambut."

"Bohong!"

"Terserah."

 

Gerald menatap dingin ke arah Karina yang masih memasang wajah takut dan herannya. Ia pun mendekatkan wajahnya ke arah Karina. Gadis itu hanya mengerjap, dalam pikirannya yang bertarung dengan setumpuk pertanyaan dan dugaan.

"Lo bener-bener hebat," bisik Gerald dengan sangat menggoda.

Lagi-lagi Karina mengerjap. "M-maksud lo apa?"

Karina kembali mengamati pakaiannya yang sudah berganti dengan gaun malam yang seksi berwarna peach. Dengan balutan renda cantik membungkus tubuhnya. Tentu tidak seluruhnya, hanya di bagian-bagian TERTENTU saja.

 

"Lo … lo apain gue? Perasaan baju gue nggak ini deh … Gerald lo apain gue? Cepet jawab!" bentaknya menarik baju kimono Gerald.

"Menurut lo?"

"Ooh, astaga! GERALD! Dasar sinting! Brengsek! Gila! Sakit! Psikopat! Jahat! BANCI lo!" teriak Karina sejadinya dan menghujat Gerald yang masih duduk tenang menatap manis ke arahnya.

"Udah selesai makinya, Nona?" tanyanya sekadar memastikan.

Kedua tangan  Gerald mendarat di wajah mungil Karina dan menekannya pelan. Wajah Karina yang sudah dibanjiri air mata tampak enggan menatap Gerald.

"Eh, cewek cengeng! Otak lo ketinggalan di Paris, ya? Lihat dong, lo tuh nggak diapa-apain. Coba lo gerak-gerak pantat lo. Sakit, nggak? Pinggang lo sakit apa, nggak?" berondongnya seraya menggoyangkan tubuh Karina.

Sementara Karina hanya menggeleng menjawab ucapan Gerald.

"Nah, itu artinya lo AMAN," ujarnya menekan kata AMAN di bibirnya. Gerald mengatur kembali posisi duduknya dan kali ini wajahnya sangat dekat dengan Karina. Telinga Karina bahkan bisa mendengar napas Gerald.

"Lo masih utuh alias perawan," bisiknya.

Karina meninju dada Gerald karena telah mem-bully-nya, sontak Gerald sedikit terempas dengan gelak tawa lepas yang keluar dari mulutnya.

"Gue heran deh, gue salah apa sih sampe sesial ini ketemu orang kayak lo, Ge?"

"Waahhh! Sakit lo, Karina! Ketemu gue dibilang sial, seharusnya lo ngerasa beruntung ketemu gue. Lo tau, di luar sana cewek-cewek pada ngantre buat naik ke ranjang gue ini," ledeknya.

Karina hanya mendelik geli mendengar kesombongan si presdir gila itu. "Iya, ngantre ke ranjang lo buat gebukin kepala kotor lo itu."

"By the way, gue masih belum terima makian lo barusan."

"Ya, gue nggak tau kalau lo ternyata ngerjain gue, maaf …," lirih Karina seraya menunduk.

"Apa lo bilang? Gue nggak denger."

"Maaf."

"Nggak bisa. Gue terima maaf lo dengan satu syarat," gertaknya.

"Apa?"

"Jawab pertanyaan gue."

"Oohh, kirain apa. Oke gue terima," jawabnya.

 

1
Anonim
Gak masuk akal .. masa pemeran utamanya meninggal smua .. ceritanya payah
Ari Wulan
Lumayan
Ari Wulan
Luar biasa
Lulu Vanessa
Kecewa
Ari Febrianto
yang bener mana?
Ari Febrianto
terutama ini dia di Indonesia dibab selanjutnya tiba-tiba di Paris🥲
Ari Febrianto
ini cerita kok ngawur ya🤔. tadi tomi di Indonesia. dibab selanjutnya di Paris. emang Tomi punya pintu doraemon
Erni Fitriana
mampir untuk nyimak
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Santi Sukmawati
masa iya sih Ge ,kan roby bukan Suzanna
Alwi
gak nyambong,,, setelah melewati semua ujian,, kok akhir nya mati semua,, pemeran utama lagi,, kpan bahagia nya,,,
Nenk Kwr
thor masa semua keluarga dan pemeran utamanya mati semua. ga masuk akal saja, mereka keluarga sukses dan kaya raya yg pasti punya banyak pengawal harus kalah sama seorang haris.
Alwi
masak pemain utama mati Thor,, nyesel gue baca,, masak yang baik kalah ,, yang jahat selamat,,
Susilawati Dewi
kasian karina
Susilawati Dewi
ya pasangan aneh
Susilawati Dewi
ya knp bls ya ke gerald
Susilawati Dewi
ada ada aja
Susilawati Dewi
semoga cerry sm robi kebongkar
Susilawati Dewi
hahahahaaaa
Susilawati Dewi
ya ampun dasar gerald ga bs tegas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!