Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis desa yang tidak memiliki pendidikan, bahkan untuk sekedar membaca pun gadis itu tidak bisa.
Tiba-tiba saja dunia nya berubah dalam sekejap mata, ada orang yang mengakui sebagai ibu kandung nya, dan tiba-tiba harus menikah dengan pria yang tidak iya cintai bahkan tidak pernah iya kenali membuat kehidupan menjadi 99 % berubah drastis.
Shofie❤ Alvaro
Shofia❤ Alex
Sloww Update 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berjaga-jaga.
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Shofie dan Alfaro tidak jadi pergi belanja, mereka memilih langsung ke kantor, lagi pula Shofie ingin melihat seperti apa sosok dari sekertaris suaminya.
Sebagai istri dia harus bisa jaga-jaga takutnya suaminya di goda oleh wanita lain, ya om meski Shofie yakin jika Alvaro bukan sosok yang mudah berpaling hati seperti pria-pria yang ada di sinetron yang di tonton nya.
Dimana puncaknya seorang suami adalah saat sedang berada di atas dan di hadapkan dengan godaan seorang wanita.
Tidak.. Shofie yakin Alvaro suaminya pria yang bisa menjaga komitmen nya.
"Hey, apa yang sedang kamu pikirkan?." tanya Alvaro sambil mencolek hidung minimalis milik istrinya.
Shofie menggeleng cepat. "Tidak ada." jawab nya bohong, tidak mungkin dia mengatakan kebenaranya jika dia bener-benar sangat kepo dengan sosok Elle.
"Kamu bohong ya?." Alvaro menatap istrinya dengan selidik.
"Ngak ihk." sahut Shofie cepat.
"Hidung kamu bengkak kaya badut loh kalau bohong." Alvaro menggoda Shofie.
Bukk..
Shofie yang kesal malah melayangkan pukulan di lengan suaminya, tak lupa dengan memasang wajah kesalnya.
"Mana ada kaya badut, emang kamu mau punya istri kaya badut, mau hah.!! " lanjut Shofie malah melebar kemana-mana.
Alvaro tersenyum lalu membawa istrinya kedalam dekapan nya, dia tau apa yang sekarang mengganggu pikiran istrinya.
"Jangan berpikir yang aneh-aneh, aku cinta kamu dan kamu tau itu, cukup percaya padaku dan aku berjanji tidak akan membuatmu kecewa." ucap Alvaro.
Shofie menatap netra hitam milik suaminya, mencari kejujuran dari mata suaminya dan dia melihat nya.
"Aku percaya sama kamu, maaf sudah meragukan cinta mu." kata Shofie sambil tersenyum.
Cup..
Cup..
Cup..
Tiga kecupan di bagian berbeda berhasil Shofie berikan pada kedua sisi pipi, dan bibir suaminya.
membuat Alvaro langsung tersenyum miring.
"Sayang, kau mau menggodaku." ucap Alvaro menaikan sebelah alisnya.
"Tidak." sahut Shofie dengan senyuman nya, namun lengan nya terus mengusap dada suaminya.
"Sayang." ucap Alvaro sedikit menekankan kata-kata nya.
"Tidak, sayang. Hanya mengusap." lanjut Shofie dengan senyuman mengejek nya.
Ekhem..!!
Keduanya sontak melihat ke depan. Dan mereka langsung kikuk saat melihat supir yang nampak kepanasan karena aksi mesra yang di perlihatkan keduanya.
Si supir yang harus menjadi saksi kemesraan pasutri baru itu hanya bisa diam, dalam hati dia terus berdecak kesal karena hari ini seperti nya akan menjadi hari menyedihkan nya.
Dimana dia sudah lama menduda dan apa yang di perlihatkan oleh si tuan dan nona nya benar-benar membuat jiwa jomblo nya meronta-ronta.
"Kamu sih." Alvaro menyenggol lengan istrinya.
Shofie balik menatap Alvaro dengan wajah garang nya.
"Yakin salah aku?." tanya Shofie sambil menatap garang suaminya.
Glek..
Tak bisa berkutik Alvaro di buatnya, Alvaro hanya bisa menghela nafasnya pelan.
"Iya deh aku yang salah, kamu ngak salah." memilih jalan aman yaitu mengakui kesalahan yang sama sekali bukan dia yang memulai nya.
Tapi mau bagaimana lagi, jika dia tetap keukeuh tidak mau mengalah bisa-bisa jatah malam nya yang berkurang, dan sungguh itu sangat berat untuk pengantin baru seperti Alvaro.
Dengan gaya yang di buat elegan Shofie memegang lengan suaminya, dia berjalan sebagaimana yang di ajarkan kakaknya, Shofia.
Banyak hal yang Shofie tau dari kakak nya, bukan hanya gaya fashion tapi Shofia juga mengajari nya bagaimana cara bersikap di depan orang banyak seperti sekarang ini ia sedang menjadi bahan tontonan para karyawan suaminya.
Ada yang memuji Shofie, ad juga yang iri dengan apa yang di miliki Shofie.
bukan hanya cantik tapi Shofie juga beruntung karena menikah dengan pria setampan dan sekaya Alvaro, si tuan muda.
Jadi dalam Lift Shofie menghela nafasnya lega, tadi dia bersikap seolah dia adalah seorang wanita dari kalangan atas, tapi sesampai nya di lift Shofie benar-benar merasa lelah karena terus memasang wajah datar nya.
"Pipi ku terasa sakit jika tidak tersenyum." celoteh Shofie sambil mengusap pipinya.
"Apa aku tidak boleh tersenyum?, kenapa kak Shofia menyuruh ku untuk bersikap seperti itu?, apa ada batasan nya karyawan dan bos?." Shofie masih tidak bisa diam, bahkan sampai lift terbuka.
Alvaro hanya tersenyum mendengar celotehan istrinya, dia tau Shofie memang sudah terbiasa ceria karena Shofie hidup dan berbaur di tempat yang penuh dengan orang-orang ramah.
Meski kehidupan masa kecil istrinya tidak seberuntung kembaran nya, tapi Alvaro berjanji akan membahagiakan istrinya, menjadikan Shofie sebagai satu-satunya wanita yang paling terbahagia di dunia ini.
"Tidak ada batasan, hanya saja mereka bisa memposisikan diri mereka sebagai mana jabatan mereka di tempat ini, dan untuk masalah senyum. Kamu bisa tersenyum sesuka mu, asal___" ucap Alvaro menggantung bersamaan dengan langkah nya yang terhenti.
Shofie ikut menghentikan langkah nya, lalu menatap suaminya dengan kening yang berkerut, mungkin lebih ke penasaran.
"Asal?."
"Tidak pada laki-laki, karena senyuman mu terlalu manis, sangat manis." lanjut Alvaro seraya tersenyum.
"Gombal." seru Shofie sambil memukul pelan lengan suaminya.
Alvaro mengembungkan pipinya, heran kenapa setiap istrinya gemas padanya Shofie selalu memukul lengan nya, mungkin tidak keras, tapi untuk seorang Alvaro yang tidak kenal dengan kekerasan jelas itu cukup sakit.
Keduanya kembali berjalan ke arah ruangan Alvaro, tak lupa dengan tangan yang saling berpegangan tangan.
Tanpa keduanya sadari jika sejak tadi obrolan keduanya membuat seorang wanita yang membawa Map di lengan nya nampak panas.
Sudah di luar cuaca langit sedang panas dia juga harus di perlihatkan tontonan yang membuat hatinya panas, ia cemburu.
"Tuan Alvaro benar-benar mencintai istrinya." gumam Elle sambil menghela nafasnya kasar.
Hilang sudah harapan nya menjadi istri seorang CEO, dan sepertinya dia tidak bisa berharap lebih lagi pada si tuan muda.
setelah menyaksikan aksi keduanya yang mesra seperti tadi Elle menyimpulkan jika baik si tuan muda atau pun si nona muda keduanya pasti saling menyukai.
Dan itu berarti jika ada pun dirinya tidak akan sama sekali membuat si tuan muda berpaling dari istri nya, apalagi Elle mengakui jika si nona muda lebih cantik dan lebih elegan di bandingkan dengan nya.
"Harus cari mangsa baru, mana tagihan tas, sepatu masih banyak lagi." lanjut Elle sambil berjalan, terus menggerutu.
Alasan Elle menyukai Bos nya mungkin yang pertama adalah uang, dan sekarang dia harus mencari mangsa baru yang mau membayari nya fasilitas mewah, karena sebelumnya Elle juga pernah punya kekasih, hanya saja kekasih nya sudah punya istri, dan sekarang Elle memilih sendiri karena kasihan pada istri kekasihnya yang sedang hamil.
"Kali ini ngak boleh ketipu sama kaya doang, aku harus liat dulu dalam-dalam nya, pokoknya aku ngak boleh ketipu sama pria beristri lagi." gumam Elle masih betah ngomong sendiri.
_______
🌹🌹🌹🌹
Hadir kembali guys, ada yang masih mau baca ngak?.
Jangan lupa Jejak, ♥️