Amanda Djoyodiningrat, seorang gadis berusia 20 tahun, masih keluarga bangsawan Jawa, yang cantik, manis, pintar dan tidak pernah kemana mana tanpa sekelompok pengawal yang mengawalnya super ketat perintah dari ayah dan ibunya.
Manda, dikhianati oleh teman baiknya yaitu Marvella Arafat, yang dirawat oleh pamannya yang bernama Burhannudin Arafat, seorang pemilik saham di Perdana incorporation, milik Narendra Sakabumi Perdana.
Vella mengorbankan keperawanan Manda demi ambisinya mendapatkan hati seorang CEO tampan incarannya, sehingga Manda bangun suatu pagi bersama seorang laki-laki tampan yang tertidur di ranjang yang sama.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Warning: Banyak konten vulgar, one night stand dan pengkhianatan
Mature content 21+, harap bijaksana dalam membaca. Harap menyesuaikan dengan batasan usia yang dicantumkan. Terimakasih!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31.
Lio bukan orang bodoh, ia tahu kalau Kenan suka sama Manda dan dalam taraf ingin mengejar Manda. Untung saja kalau ia selangkah lebih depan dibandingkan Kenan. Mudah mudahan ga ada gangguan sebelum Manda berhasil ia miliki sepenuhnya.
Tapi keinginan hanya tinggal keinginan, baru saja dipikirkan oleh Lio, eh orangnya nongol. Belum juga sampai ke tempat ia memarkirkan mobilnya, malah ketemu dengan Kenan yang Lio takuti bakal datang menganggu kebersamaannya dengan Manda. Ternyata setelah pulang dari luar negri untuk mengurus urusan perusahaan Kenan yang Lio sabotase itu, Kenan langsung balik ke Indonesia dan sebelum ia kemana mana,ia balik ke rumah Manda, tujuannya hanya satu,ia hanya ingin ketemu dengan Manda, karena kalau ia telepon atau wa tidak pernah direspon oleh Mnda. Manda hanya tidak ingin memberi harapan palsu sama Kenan. Karena Manda juga tahu kalau Kenan suka sama dirinya.
" Manda, kamu..?" Kenan terkejut melihat Lio yang menggandeng tangan Manda, membuat entah kenapa hatinya ikut sakit.
" Eh Kak Kenan.. mau ketemu kak Joz ama kak Joe?" tanya Manda tanpa ada rasa bersalah sama sekali, bahkan Kenan masih memandangi genggaman tangan Lio yang masih bertaut dengan tangan mungil Manda.
" Ehm, iya.." sahut Kenan datar padahal di dalam pikirannya, ia kesini jauh jauh, dan belum istirahat sama sekali karena ia rindu bertemu dengan gadis polos yang sudah menjerat hatinya. Perasaannya sangat sakit saat melihat kemesraan Lio dengan Manda.
" Oh, ya udah. Manda akan panggilkan kak Joe dan kak Joz. Tapi sebelumnya Manda mau mengantar mas Lio, soalnya mas Lio mau pulang."
" Ehm kamu panggil kakak kamu dulu sayang. Mas akan nunggu kamu disini. Kasihan dong tamunya kalau harus nungguin dan melihat kemesraan kita dong sayang." sarkas Lio sambil menatap Kenan dengan tatapan.yang tidak dapat Manda artikan. Sedangkan Kenan balas menatap Manda dengan tatapan permusuhan.
" Mas?"
" Gak pa pa sayang, kamu panggilin kak Joz dan Kak Joe dulu. Jangan takut mas ga akan kenapa kenapa kok!" sahut Lio dengan nada sayng, sambil menyentuh kening Manda dan mendorong pelan bahu Manda supaya Manda mengikuti instruksinya.
" Okelah." kata Manda mengalah. Ia melihat tatapan penuh kebencian yng dilayangkan oleh Kenan, karena itulah Manda agak ragu tadinya, tapi Lio meyakinkan kalau ia bisa mengatasinya.
Setelah melihat punggung Manda yang menjauh, pandangan Lio kembali menatap Kenan. Kenan pun masih menatap punggung Manda dengan tatapan sayang yang tidak dapat ia sembunyikan.
" Jauhi calon istri aku, tuan Kenan! Saya tidak ridho saat kamu memandangi milik saya dengan tatapan seperti itu." bisik Lio dengan nada datar dan lirih, ia tidak mau membikin keributan di rumah calon istrinya. Apa nanti kata calon mertuanya kalau ia ribut dengan Kenan yang notabene adalah investor di perusahaan calon kakak iparnya? Sekalipun Lio sanggup bayar pinalty dan sanggup menggantikan invest dari Kenan.
" Huh? Calon istri? Tuan Lio, jangan kira aku ga tahu apa yang kamu perbuat dengan Manda. Tapi, aku ga peduli, di sudah mengambil hatiku, bahkan dari pertama aku bertemu dengannya. Saya kira, saya lah yang pertama kali bertemu dengannya kan, tuan Lio? Lagian.sebelum janir kuning melengkung aku masih bosa mengambilnya dari tangan.kamu tuan Lio yang terhormat." sahut Kenan sinis dengan tatap penuh ketidak sukaan dengan Lio, Lio pun tidak suka dengan pendirian Kenan yang masih saja kekeuh ingin memiliki Manda dan ingin mengambil Manda dari dirinya. Manda sudah ia stempel menjadi miliknya. Tentu saja Lio ga rela kalau Manda sampai dimiliki oleh Kenan kan.
" Nah, kamu tahu kalau di dalam rahimnya sudah ada benih Lionando. Jadi kamu tidak lagi berhak untuk memilikinya. Karena dia sudah menjadi milik aku sepenuhnya." sahut Lo yang sudah mulai terpancing emosi.
" Ck ck ck tipuan yang sangat klasik tuan Lio. Tapi, aku pun gak keberatan kalau seandainya Manda saat ini sedang mengandung anak orang lain. Yang penting ibunya bisa aku miliki, bukankah begitu tuan Lio?" sindir Kenan, ia gak peduli kalau Manda bahkan sudah tidak suci lagi. Bukankah dirinya juga sama? Manda bukan yang pertama bagi dirinya,ia sudah terlalu sering celup sana sini, bahkan pada orang yang sama sekali tidak ia kenal, tapi Kenan selalu bermain aman, yang artinya ia selalu memakai pengaman saat berhubungan dengan wanita wanita teman kencan one night standnya, sehingga tidak ada satupun wanita yang bisa menuntut pertanggung jawaban kepada dirinya. Kenan hanya berpikir satu hal, sekalipun ia dulunya play boy tapi nyatanya sekarang dirinya bahkan tidak bisa lepas dengan gambaran Manda yang selalu membayanginya, ia janji kalau Manda bakal menjadi pelabuhan terakhirnya.
" Kamu gak akan pernah bisa mengganggu milik aku, tuan. Lebih baik kamu menjauh dari Manda." geram Lio, ia sudah mulai terpancing emosi, tangannya bahkan sudah gatal untuk memukul wajah tampan Kenan yang seakan mengejeknya.
" Mas, kamu kenapa?" tanya Manda yang sudah mulai mendekati kedua laki laki yang masih bersitegang memperebutkan Manda. Sedangkan kedua kakak Manda ada dibelakang Manda melihat kejadian itu hanya menyimpannya dalam hati.
Sebenernya Joe sudah tahu kalau Ken juga menyukai Manda, menurut Joe, Ken kalah cepat gerakannya dengan Lio. Tanpa ia tahu sebenernya justru Kenan dan Lio emang sudah kenal dengan Manda duluan.
" Gak apa apa. Kak Joe, Kak Joz temennya datang tuh. Ha diajak masuk ke dalam aja?" tanya Lio dengan senyum masam.
" Hei, Ken!! Masuk dalam yuk, biarlah orang yang lagi jatuh cinta merasa dunianya milik sendiri. Kita kan disini cuman kontrak." sindir Joe dengan sarkas ia ingin menggoda Manda dan Lio, tanpa ia tahu bahwa sebenernya Lio senang kalau Joe ngomong gitu, berarti kan dirinya selangkah lebih di depan.
" Kakak ini apa sih? Dari tadi kerjaannya cuman godain Manda ama mas Lio aja. Rasain mas Lio ga jadi ngasih hadiah sama Kak Joe, habisnya kak Joe usil sih!!" cebik Manda dengan manja. Tingkahnya membuat Kenan terpesona. Gak tahu kenapa,menurutnya manjanya Manda itu membuatnya tidak bisa berpaling darinya.
" Sayang, biarlah kakak kamu masuk sama temannya, jadi kita bisa berduaan dulu sebelum aku pulang. " bisik Lio lirih di telinga Manda. Membuat Joe, Joz dan Kenan menjadi kheki karena seakan mereka tidak dianggap. Kenan langsung diseret oleh Joe supaya tidak melihat ke arah Lio dan Manda yang tangannya sudah saling menggenggam.
" Hush!! Emang mau nyebrang kok malah gandengan tangan? " goda Joe lagi sambil menarik Kenan masuk, supaya Kenan ga tambah ngenes.
.
.
.
TBC
*** Aku kok jadi kasian sama Kenan ya...( T _ T ) gimana kalau aku minta votenya buat ngobatin hatiku?? wk wk wk
crtanya bagus....👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
semoga manda selamat
walau jauh, tp bs memprotect wanita, mantap...
kenan pemaniez aja..
spy ada gemez2 nya gitu...
😁