NovelToon NovelToon
Mencintai Istri Pria Lain

Mencintai Istri Pria Lain

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:14.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bundew

"Kenapa kau suka sekali ikut campur dengan urusan pribadiku?"

"Karena aku sedang mencari celah untuk mendekatimu dan merebut dirimu dari suamimu yang brengsek itu," jawab Hansel blak-blakan.

Jatuh cinta pada seorang gadis bukanlah hal yang memalukan. Tapi bagaimana jika ternyata kau jatuh cinta pada seorang wanita yang berstatus sebagai istri dari pria lain?

Hal inilah yang dirasakan oleh seorang Hansel Abraham. Hansel jatuh cinta pada Hanni, perawat pribadinya yang saat ini menyandang status sebagai istri dari Raymond Damara.

Langkah apa yang akhirnya akan diambil oleh seorang Hansel Abraham?
Apakah Hansel akan merelakan Hanni tetap bersama Raymond?
Atau Hansel akan menggunakan segala cara untuk merebut Hanni dari pelukan Raymond?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMBALI

"Mbak Hanni langsung kembali hari ini?" Tanya Alya yang merupakan gadis yang menjaga bu Halimah selama dua bulan ini.

"Iya, Alya. Sore ini aku sudah harus kembali," Hanni kembali menengok arloji di tangannya.

Sudah pukul satu siang. Entah kenapa waktu cepat sekali berlalu. Padahal Hanni masih ingin berlama-lama mengobrol dengan bu Halimah.

Hanni masuk ke kamar bu Halimah.

"Kau berangkat jam berapa, Hanni?" Tanya bu Halimah yang kini duduk di atas ranjang.

Hanni mendekat ke arah wanita paruh baya tersebut.

"Jam tiga, Bu." Jawab Hanni.

"Maaf, Hanni tidak bisa menemani ibu lebih lama lagi," imbuh Hanni dengan nada sedih. Hanni kembali menyusupkan kepalanya di pelukan sang ibu, seperti seorang bocah kecil yang sedang bersembunyi.

"Ibu akan baik-baik saja disini. Ada Alya yang menjaga ibu," ucap bu Halimah berusaha menenangkan Hanni.

"Hanni akan lebih sering lagi menghubungi ibu setelah ini. Hanya tinggal empat bulan lagi, dan Hanni akan kembali ke sini,"

"Dan setelah itu Hanni tidak akan kemana-mana lagi. Hanni akan menjaga ibu dan bekerja di kota ini," ucap Hanni panjang lebar.

Bu Halimah mengusap kepala putri semata wayangnya tersebut.

"Sebaiknya kamu segera bersiap-siap, Hanni!" Ujar bu Halimah.

Hanni masih belum beranjak.

Entah kenapa, Hanni masih ingin berlama-lama merasakan pelukan sang ibu yang hangat ini. Dan Hanni rasanya tidak ingin kembali ke rumah tuan muda Hansel pemarah itu.

Ponsel Hanni berbunyi. Alex menelepon.

"Hanni angkat telepon dulu, Bu," pamit Hanni yang hanya disambut bu Halimah denagn sebuah anggukan.

"Hallo, Alex!" Sambut Hanni cepat.

"Kau sudah berangkat ke bandara?"

"Belum. Aku masih di rumah," jawab Hanni yang kembali melirik jam di kamar bu Halimah.

"Sebaiknya kau cepat berangkat, Hanni. Apa perlu aku antar?" Tawar Alex

"Tidak! Aku akan naik taksi saja. Aku berangkat jam tiga," jelas Hanni.

"Baiklah kalau begitu. Salam untuk ibumu. Segera hubungi aku jika sudah sampai di sana!" Pesan Alex sekali lagi.

"Iya, Alex," pungkas Hanni seraya menutup telepon dari Alex.

Tepat pukul tiga sore, Hanni bertolak ke bandara kota.

Hati Hanni rasanya masih berat berpisah dengan bu Halimah. Tapi Hanni juga tidak bisa tinggal lebih lama lagi di kota ini. Hanni masih terikat kontrak dengan keluarga Abraham.

****

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, Hanni akhirnya tiba lagi di kota ini. Sopir Hansel sudah menunggu di lobi utama bandara untuk menjemput Hanni.

Jalanan kota lumayan padat saat sore. Beberapa kali mobil yang ditumpangi Hanni harus terjebak kemacetan terrutama saat bertemu lampu merah.

Hanni baru tiba di rumah besar keluarga Abraham saat hari beranjak gelap. Suasana sepi.

Hanni memilih untuk segera menuju ke kamarnya.

Namun baru saja Hanni membuka pintu kamar, wanita itu harus kembali terlonjak kaget. Ada sebuah box coklat di atas tempat tidur Hanni.

"Apalagi ini?" Hanni bergumam dalam hati.

Hanni membuka box tersebut untuk melihat isinya. Ada beberapa potong baju di dalam box tersebut.

"Kenapa tuan muda pemarah itu terus saja membelikanku baju?" Hanni bergumam sekali lagi, dan kembali menutup box tersebut.

Setelah melepas jaketnya, Hanni bergegas keluar dari kamar. Hanni akan ke dapur sebentar untuk mengambil minum. Dan mungkin Hanni juga akan menengok sebentar ke kamar tuan Hansel yang terhormat.

Namun baru saja Hanni membuka pintu, jantung Hanni nyaris melompat dari tempatnya. Hansel sudah ada di depan kamar Hanni.

"Sudah pulang?" Tanya Hansel dengan nada mengejek atau menyindir seperti biasa.

"Ya. Aku baru saja sampai. Kau sedang apa disini?" Hanni balik bertanya dan berusaha menyembunyikan rasa kagetnya.

Huh!

Dasar tuan muda usil.

Suka sekali membuat Hanni jantungan.

"Memastikan kau pulang tepat waktu," jawab Hansel.

"Antar aku ke kamar!" Perintah Hansel selanjutnya.

Astaga!

Jadi dia tadi datang kesini hanya agar bisa merepotkan diriku.

Kenapa harus bersusah payah kesini, kalau ujung-ujungnya dia hanya minta diantar kembali ke kamarnya?

Dasar tuan muda pemarah menyebalkan!

Hanni tak berhenti menggerutu dalam hati. Dengan terpaksa, Hanni mendorong kursi roda Hansel ke arah kamar.

"Apa Jevon sudah pulang?" Tanya Hanni berbasa-basi.

"Dia sedang tidur," jawab Hansel santai.

Hanni membuka pintu kamar Hansel. Dan benar saja, Jevon sedang tertidur pulas di atas ranjang Hansel.

Dasar perawat tak tahu diri!

Kenapa malah dia yang tidur, dan membiarkan pasiennya berkeliaran?

"Kau sudah makan malam?" Tanya Hanni lagi.

Wanita itu mengedarkan pandangannya untuk mencari troli makanan. Sepertinya belum ada. Apa pelayan belum mengantarnya?

"Kau belum mengambilkan makananku, bagaimana aku bisa makan?" Sahut Hansel ketus.

Hanni menghela nafas.

Bukankah ada Jevon?

Bukankah ada belasan pelayan di rumah besar ini?

Lalu kenapa tuan muda ini harus menunggu Hanni mengambilkan makan malam untuknya?

Apa tidak bisa, jika tuan muda ini membiarkan Hanni beristirahat malam ini saja?

Benar-benar menyebalkan.

"Baiklah, aku akan mengambilkan makan malam untukmu," ucap Hanni akhirnya seraya berlalu keluar dari kamar Hansel.

Tak berselang lama, Hanni sudah kembali masuk ke kamar Hansel membawa satu nampan makanan.

"Kenapa sedikit sekali?" Protes Hansel tidak senang.

"Aku hanya membawakan makanan yang biasa kamu makan. Jadi tidak perlu berlebihan dan membawa semua makanan yang ada di dapur ke kamarmu," sahut Hanni malas.

Hanni meletakkan nampan tadi di atas meja makan dan menyusunnya.

Hansel menjalankan kursi rodanya mendekat ke arah Hanni.

"Tidak akan cukup untuk kita berdua," ujar Hansel seraya menelusur satu persatu hidangan yang sudah ada di atas meja makan.

"Aku akan makan di dapur nanti. Yang ini untuk kau saja," jawab Hanni sekenanya.

"Kau ingin makan sendiri?" Tanya Hanni lagi.

"Aku sudah makan sendiri sejak kemarin dan tanganku terasa kram sekarang," jawab Hansel seraya menatap marah pada Hanni.

Hanni kembali menghela nafas panjang dan segera duduk di depan Hansel. Wanita itu menyuapi Hansel dengan sabar dan telaten.

Dan Hansel tak berhenti menatap wajah Hani saat wanita itu menyuapinya.

Benar-benar membuat Hanni merasa tidak nyaman.

.

.

.

Terima kasih readers yang sudah mampir.

Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

1
lantol
raymon serakah
syh 03
Luar biasa
inayah machmud
Hanni ga inget kalo sudah lepas kb.
inayah machmud
😭😭😭😭😭
Titik Novrianti
emang bodoh bin goblok lh si hanni ini
sintesa destania
sumpah ku menangisssss
sintesa destania
dan kenapa aku manengis tersedu sedu sekali😭😭😭
sintesa destania
kok aku sakit hati ya
Sri Wahyuni
💪💪💪👍👍👍💐💐🌼🌼🌻🌻💗💗❤💐🌼💐💐
minarni 0714
Luar biasa
inayah machmud
calon anak mu lagi protes Hansel karena kelaparan. 🤭😂😂😂😂😂
inayah machmud
gimana Hani gak hamil orang kamu garap sampai pagi.
Vien Habib
Luar biasa
Lilisdayanti
nyimak dulu 🤭🤭 aahhhh apa ya judul nya ko aqu ga perhatikan tadi 🤭🤭
Lilisdayanti
iyakah,,ber alibi kebanyakan tipu daya 🤭
ayu nuraini maulina
Hans bego
ayu nuraini maulina
ap Hans g ingat pas anu2 sama hani
ayu nuraini maulina
11 12 Kaka beradik sama2 keras
ayu nuraini maulina
tensi naik hans
ayu nuraini maulina
elo ng suami goblok yg masih d ketek ortumu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!