NovelToon NovelToon
Cinta Di Balik Jas Putih

Cinta Di Balik Jas Putih

Status: tamat
Genre:Berondong / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Sandra berjalan cepat ke arah IGD yang sudah tampak ramai, pemandangan wajah cemas dan juga tangis haru sudah menjadi gambaran di IGD kota kecil itu.

Di balik sikap profesionalnya, nyatanya Sandra menyimpan lukanya sendiri yang bahkan bertahun-tahun tak bisa dia sembuhkan.

Hingga akhirnya seseorang yang tak sengaja dia temui malah merubah seluruh dunia yang sudah membuatnya nyaman, memaksanya untuk kembali percaya akan cinta, tapi sayangnya jurang perbedaan mereka besar dan masa lalu yang mulai kembali menghantui Sandra.

Bisakah Sandra mengeluarkan diri dari traumannya dan menerima pria yang bahkan tak pernah dia bayangkan akan hadir dalam hidupnya? ataukah dia tetap tak bisa melupakan masa lalunya dan kembali menerimanya?

Pernyataan: Novel ini ditulis tidak untuk menyudutkan atau menjelekkan seseorang, kalangan tertentu, atau pun profesi tertentu, semua yang ditulis hanya untuk pengetahuan dan hiburan semata, cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

Ambar segera menarik Sandra yang setengah pasrah ke arah kamarnya. Di kamar Sandra diperintahkannya duduk di depan meja rias besar berbahan jatinya.

"Kenapa sih bu?" Tanya Sandra bingung.

Ambar hanya diam saja, dia mengambil sisir dan membuka ikatan rambut Sandra, pelan dia menyisiri rambut anaknya itu. Sandra terdiam karena perlakukan ibunya, usianya sudah lebih dari kepala 3 dan dia juga sudah lama tak diperlakukan seperti ini.

"Nanti di luar jangan terlalu tidak sopan seperti tadi, sedikit jaga tata Krama, wanita itu harus lemah lembut," kata Ambar pelan dan lembut khas seorang ibu yang memberikan wejangan kepada anaknya. Sandra hanya diam memperhatikan wajah ibunya yang tampak sibuk menyisir rambutnya.

"Ibu bisa lihat, Nak Devan itu suka sama kamu, kamu jangan terlalu cuek ya, dia itu baik ibu lihat, ibu suka deh sama dia," kata Ambar masih Merapikan rambut anaknya.

"Ya tapi Bu, Sandra sama Devan itu umurnya jauh banget," kata sandra melirik ibunya yang juga menatap pantulan wajahnya dari kaca besar itu.

"Rezeki, maut dan jodoh ga ada yang tahu nak, semua itu Rahasia Tuhan, jika memang dia jodohmu, kita bisa apa," kata Ambar tersenyum.

"Rasanya kayak ga mungkin gitu buk, dia masih muda banget," kata Sandra lagi.

"Apa sih yang ga mungkin? Di usiamu dulu, ibu pikir ibu bisa menghabiskan waktu tua duduk di halaman belakang bersama ayahmu, menikmati waktu saat dia sudah tak lagi bekerja, bermain dengan cucu yang ibu pikir darimu, tapi sekarang lihatnya bagaimana? Dia sudah istirahat di sana duluan tanpa ibu dan kau masih lajang," ujar Ambar dengan mata tersirat kesedihan. Sandra hanya diam saja melihat hal itu.

Ambar menyelesaikan menata rambut anaknya yang sebenarnya sangat indah jika saja dirawat dengan baik. Ambar meletakkan tangannya pada kedua pundak Sandra, menatap Kembali refleksi anaknya yang hanya diam.

"Di coba dulu ya nak, jangan menghindar terus, jika memang bukan jodohmu ibu juga ga akan maksa," bisik Ambar lembut membuat Sandra hanya bisa menggigit bibir dalamnya. Cukup lama Ambar menunggu jawaban Sandra hingga anaknya itu mengangguk pelan.

"Tapi benar ya ibu ga akan gimana-gimana kalau aku nantinya ga sama dia," ujar Sandra lagi.

"Iya, tapi Sandra tetap harus menikah ya, siapapun nanti pilihan Sandra, ibu bakal tetap mendukung, ibu nanti ga tenang kalau sudah saatnya ninggalin kalian ketemu Bapak, Bapak pasti sedih tahu kamu masih sendiri," kata Ambar yang membuat perasaan Sandra semakin sendu dan nyeri.

Haruskah menikah? Selama ini dia berpikir kenapa harus menikah jika bisa bahagia sendiri. Apalagi dunia pernikahan yang dia lihat semuanya penuh dengan Lika liku yang Sandra sendiri tak yakin bisa melewatinya. Satu-satunya Pria yang benar baik di dunia ini baginya hanya ayahnya, pria yang lain memberikannya contoh yang tak baik.

"Iya Bu," kata Sandra lemah, bagaimana pun dia ingin ibunya senang.

"Ya, udah, Nak Devan pasti udah lapar, kita keluar," kata Ambar tersenyum puas, setidaknya dia sudah berbicara apa yang dia inginkan pada putrinya yang semakin lama semakin jauh darinya.

Sementara di luar kamar.

Devan memutuskan untuk melihat ruangan tengah yang menghubungkan ruang belakang dan ruang tamu. Devan menatap dinding-dinding yang penuh dengan foto-foto, ada foto keluarga di sana, keluarga Sandra masih lengkap, ayah Sandra pun masih gagah di sana.

Devan tersenyum melihat wajah Sandra muda, benar kata ibunya, wajahnya sangat manis, berbeda dengan sekarang, senyumannya sangat lepas.

Mata Devan menangkap satu foto yang membuatnya mengerutkan dahinya, ada foto Sandra dengan Joshua yang juga masih tampak begitu muda sepertinya itu adalah foto wisuda mereka berdua, tapi di foto itu terlihat digunting, ada tangan seseorang yang mengandeng Sandra namun terpotong, tentu itu mengundang kerutan di wajah Devan.

Saat Devan melihat lebih dekat, pintu kamar terbuka dan Sandra digandeng Ambar keluar dari sana.

Devan langsung melihat gadis itu, jauh lebih rapi dari yang pernah dia lihat, rambutnya dibiarkannya tergerai indah, Devan ternyata menyukainya.

"Cantik kan?" Goda Ambar yang bisa melihat kekaguman tersirat di wajah Devan.

"Apaan sih bu? Ya udah Sandra udah lapar, izin ya Bu," kata Sandra mengambil tangan ibunya lalu menciumnya.

"Dia salah tingkah tuh Nak Devan," kata Ambar yang sedang disalami oleh Devan yang terus saja menebar senyumnya.

"Iya, Bu, Devan izin dulu bawa Sandra," ujar Devan sopan.

"Iya, hati-hati di jalan, jangan pulang kalau belum malam," kata Ambar bercanda.

"Ibu gimana sih? Biasanya anak gadisnya ga boleh pulang malam, ini malah ngelarang pulang kalau ga malam," ujar Sandra menggerutu sambil keluar dari rumahnya.

Ambar tak menjawab hanya tertawa kecil, dia bahagia akhirnya melihat putri sulungnya bisa pergi juga dengan seorang pria, apalagi saat Devan membukakan pintu untuk Sandra, rasanya dia yang kesem-sem karena perlakuan itu.

Devan menganggukkan kepalanya tanda meminta izin sebelum masuk mobil dan mereka segera keluar dari sana.

Devan melirik Sandra yang sedang memindahkan rambutnya ke belakang telinganya, dia tersenyum sekali lagi.

"Kenapa?" Tanya Sandra menangkap wajah senyum Devan.

"Tidak, mau makan di mana?" Tanya Devan mengalihkan pandangannya.

"Mana aja asal jangan nasi," ujar Sandra.

"Kenapa ga suka nasi?" Tanya Devan mengerutkan dahinya.

"Karena ga enak rasanya, aku lebih suka mie," ujar Sandra seadanya memeriksa ponselnya, takut ada SMS penting, tenyata tak ada notifikasi apapun. Devan mengerutkan dahinya, alasannya tak masuk akal tapi ya diterima saja olehnya.

"Kalau makan sushi mau?" Tanya Devan lagi, kalau ditanya lagi mau makan apa Devan yakin jawabnya terserah atau apa saja.

"Sushi? Ehm, boleh," kata Sandra yang langsung memikirkan kari ramennya.

"Ya udah, aku tahu restoran yang enak sushinya," ujar Devan, Sandra hanya mengangguk pelan, pasrah saja dibawa oleh Devan kemana saja.

Devan membawa Sandra ke sebuah restoran yang cukup besar, dari dekorasinya terlihat jelas itu adalah restoran Jepang yang terkenal, mobil-mobil penuh mengisi parkirannya. Sandra pernah membaca reviewnya, ingin sih, tapi melihat tempatnya saja sudah membuatnya mundur duluan dulu.

"Yuk," kata Devan yang segera turun.

"Ya," kata Sandra kembali melirik ke arah restoran itu sekali lagi. Merasa tak percaya diri melihat dirinya, untung saja tadi ibunya sempat merapikan dandannya.

Pintu mobil sisi Sandra terbuka membuat dia langsung kaget, apalagi senyuman Devan Kembali membuat Sandra malah semakin gugup.

Sandra segera keluar, dia menunggu Devan untuk berjalan duluan. Benar dugaan Sandra, tempat itu penuh orang-orang yang tampak orang berkelas, Sandra jadi tambah gugup karenanya, Sandra sedikit bingung, padahal dulu dia tak pernah tak percaya diri, tapi sekarang kenapa begini.

1
Wangintowe Tundugi
asik omanya devan
Wangintowe Tundugi
alur cerita quen mmg demikian pasti ada yg maksa karena cinta inilah ke unikan mu quin gak ada yg bisa plagiat thebest
Wangintowe Tundugi
the best persahabatan bang josh dan sandra
Wangintowe Tundugi
🤣🤣
Wangintowe Tundugi
ah beneran si bang jos tuh dokter sandra lebih memilih batu bata dari permata 🤣🤣
Ersa
Luar biasa
bunga cinta
jeruk kok makan jeruk
bunga cinta
suka ide cerita nya, cerdas othornya
bunga cinta
Luar biasa
bunga cinta
banyak ilmu
Nurlaela
terbaik..
Mimilngemil
Keren... keren....
ah... akhirnya happy ending
😍😍😍
Mimilngemil
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Mimilngemil
Biang keroknya Gladys /Hammer//Hammer//Hammer/
Mimilngemil
Nirmal sie...
aku juga gitu
wkwkwkwk
Mimilngemil
kaya punya sahabat kaya Jo... gak akan sedih 😂😂😂😅😆
Mimilngemil
😂😂😂😅
Jo... ica ae...
Mimilngemil
😂😂😅😆
Mimilngemil
uhuy....
Sandra...
Abang datang Neng...
Mimilngemil
Graciella dijepit pintu mobil
Devan kejepit pintu mobil
😂😅😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!