NovelToon NovelToon
Pangeran Bertopeng

Pangeran Bertopeng

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyelamat / Perperangan
Popularitas:277
Nilai: 5
Nama Author: Anand Mehra

Sudah genap dua puluh tahun pangeran Syah Hang diungsikan. Kini saatnya dia harus kembali ke Kerjaan untuk mengambil hak tahtanya yang sedang diperbutkan oleh dua saudara tirinya. Yaitu Pangeran Hang Djie dan Hang Tsu anak dari selir ayahnya. Karena keserakahan dari selir Tsu En, pangeran asli pewaris tahta harus terasingkan. Tapi takdir kebaikan akan selalu mencari jalannya. Hingga sampailah di hari pangeran Syah Hang pewaris tahta asli kembali dan mendapatkan tahtanya dan memimpin Kerjaan dengan kebijaksanaan.

Tapi kedua saudara tirinya tidak mau tinggal diam. Keduanya bersekutu untuk menjatuhkan pangeran Syah Hang dari tahtanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anand Mehra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Pewaris Kipas 102

Pagi buta telah datang dengan kabut yang masih cukup pekat. Dinginnya pun masih terasa menyentuh kulit. Aula istana perdana menteri Dong Zhang sudah terlihat ramai. Panggung arena pertandingan para pendekar sudah berdiri kokoh dengan empat sudut berhiaskan lampion merah motif naga.

"Tuan pendekar Xhan, aku sudah membayar anda dua kali lipat dari bayaran menteri Yank Haq. Jadi aku harap anda tidak akan mengecewakanku nanti"

Perdana menteri Dong Zhang sengaja meminjam pendekar Xhan dari menteri Yank Haq demi ingin memiliki topeng Hua Khon milik pangeran muda Syah Hang.

"Tuanku perdana menteri Dong Zhang, bagiku pantang mengecewakan orang yang telah membayarku. Jadi anda jangan khawatir" dengan senyum jumawanya.

"Aku percaya pada anda pendekar Xhan. Dan memang anda jelas yang paling dijagokan sebagai pemenang di sayembara hari ini. Tapi apakah anda yakin akan keluar sebagai pemenang utama?" perdana menteri Dong Zhang ingin memastikan pada jagoan yang telah dibayarnya.

"Tuanku sepertinya meragukan kemampuanku. Baiklah, akan kubuktikan bahwa akulah yang akan keluar sebagai pemenangnya" dengan sesumbarnya pendekar Xhan menjawab.

"Aku tidak meragukan anda sama sekali. Aku hanya ingin memastikan pendekar yang sudah aku bayar mahal tidak mengecewakanku"

Jleb.....

Jawaban perdana menteri Dong Zhang sangat menohok. Pendekar Xhan dibuat geram dan kesal karena merasa disepelekan.

"Tuan perdana menteri Dong Zhang, percayakan padaku. Apalagi sekarang aku sudah memiliki kipas sakti 102 ini. Sangat mudah jika hanya mengalahkan para pendekar kelas kroco" kembali pendekar Xhan berjumawa.

"Baiklah, kita buktikan saja nanti" perdana menteri Dong Zhang masuk ke balairung istananya.

Tidak lama, beberapa pendekar yang mendengar akan adanya sayembara di istana perdana menteri Dong Zhang pun berdatangan.

"Pendekar pedang kembar, selamat datang di istana Dong Zhang" sambut pendekar Xhan dengan senyum meremehkan.

"Terima kasih atas sambutanmu pendekar Xhan" pendekar pedang kembar dari lembah siluman membalas dengan datar.

"Sayembara yang menyedihkan jika hanya diikuti para pendekar penjilat istana" seorang pendekar dengan membawa golok besar melangkah santai menuju kursi penonton.

"Akhirnya pendekar golok sakti datang juga" pendekar Xhan kembali tersenyum pongah.

"Sangat membosankan, jika hanya nama-nama lama yang akan meramaikannya nanti" Pendekar pedang kembar dengan gesit melompat ke arah kursi penonton yang berdekatan dengan pendekar golok sakti.

"Benar kata tuan Lau si pendekar pedang kembar. Kita menunggu pendatang baru yang akan menguji kemampuan kita semua" si pendekar iblis Shiu Zhin, pendekar iblis wanita memasuki aula dengan kuda hitam perkasanya.

"Iblis Shiu, rupanya masih tertarik dengan gelamornya dunia" Pendekar seruling emas muncul dari atas pohon besar di belakang aula.

"Empat pendekar sakti sudah datang disini, mari kita ramaikan sayembara hari ini" perdana menteri Dong Zhang duduk di singgasana maha menterinya sambil bertepuk tangan.

"Selamat datang di istana Dong Zhang untuk para tuan pendekar sekalian" Perdana menteri Dong Zhang kembali memberi tepuk tangan meriah.

Dan seluruh pasukan istana perdana menteri Dong Zhang pun menyambut dengan tepuk tangan yang lebih meriah lagi.

"Hari ini sayembara di istanaku akan diikuti oleh tujuh pendekar yang ternama. Dan aku sangat yakin kalian adalah para pendekar yang mumpuni" perdana menteri Dong Zhang membuka kotak berwarna keemasan.

"Dan dalam sayembara kali ini, aku akan memberikan hadiah kepada pemenangnya untuk dijadikan panglima pengawal pribadiku. Dan kuberikan ¼ wilayah istana tepi barat kota untuknya"

DUNG .....!! DUNG.....!! DUNG......!!

Perdana menteri Dong Zhang menabuh Genderang tanda pembukaan sayembara secara resmi.

"Horeee!!!.......Horeee!!!.....hidup perdana menteri Dong Zhang!!! hidup perdana menteri Dong Zhang!!! Panjang umur....!! Panjang umur...!!"

Teriakan-teriakan rakyat tepi barat kota yang mulai memenuhi aula istana semakin riuh. Kembang api pun mulai bertaburan ke angkasa tanda dibukanya acara sayembara perdana menteri Dong Zhang.

"Wahai para tuan-tuan pendekar!! hari ini aku perdana menteri Dong Zhang!! menyatakan sayembara telah dibuka!! Siapapun yang ingin mengikuti sayembara ini aku persilahkan! Kepada kalian rakyat tepi barat kota, yang merasa mampu!! Kalian juga boleh ikut serta!!"

Perdana menteri Dong Zhang membuka sayembara pemilihan panglima pengawal kusus istana Dong Zhang dari atas mimbar kebesarannya.

"Wah....baru kali ini rakyat juga boleh ikut" para rakyat tepi barat kota saling berbincang.

"Iya, ini kesempatan bagus. Tapi apa kita mampu mengalahkan para pendekar-pendekar sakti itu?"

"Sudahlah jangan bermimpi terlalu tinggi nanti jatuh" kasak kusuk rakyat yang sudah ramai.

Mereka saling berbincang dengan antusias tinggi mengenai sayembara yang akan mereka tonton. Meskipun sayembara ini bukan kali pertamanya diadakan oleh perdana menteri Dong Zhang, tapi kali ini lebih terasa persaingan antara peserta sayembaranya.

Di tengah-tengah rakyat tepi barat kota yang sedang berhemogemi menunggu pertandingan para pendekar diatas panggung, pangeran bertopeng datang di kawal pasukan kusus perdana menteri Dong Zhang. Pangeran Syah Hang alias pangeran bertopeng terlihat berjalan memasuki aula dari arah benteng kastil istana Dong Zhang. Dengan topeng Hua Khon yang selalu menutupi ketampanan wajahnya, pangeran bertopeng melangkah dengan mantab dan aura yang berbeda dari para peserta lainnya.

"Siapa pendekar bertopeng itu?" ujar Zhang Haire, putri tunggal perdana menteri Dong Zhang.

"Sangat berwibawa tuan putri" More tampak terpesona oleh pangeran bertopeng.

"Kau genit More" Zhang Haire mencubit lengan dayang terdekatnya.

"Aawww....sakit tuan putri" More meringis sambil mengusap lengannya.

"Tapi aku merasa kalau pendekar bertopeng itu sangat tampan"

"Apa kau punya mata siluman?" putri Zhang Haire memicingkan matanya ke More.

"Tidak...tidak tuan putri. Tapi lihatlah betapa gagahnya dia berjalan" kembali More terlihat genit sambil terus menatap ke arah pangeran bertopeng dari tribun aula istana.

"Kenapa aku ingin sekali mengenalnya, padahal dia hanya pendekar bayaran ayah" putri Zhang Haire berkata dalam hatinya.

"Perhatian...!! Perhatian...!! Sayembara akan segara dimulai!! Tidak ada peraturan dalam pertandingan ini. Hanya jiwa kesatria para pendekarlah yang akan menjadi peraturan dalam pertandingan ini!!"

"Hidup perdana menteri!! Hidup perdana menteri Dong Zhang!!"

Kembali teriakan dari rakyat tepi barat kota yang mengelu-elukan perdana menteri Dong Zhang menggema memenuhi aula istana Dong Zhang.

"Pertandingan akan segera dimulai...!!"

"Wahai para pendekar-pendekar istana tepi barat kota. Dalam sayembara ini, perdana menteri Dong Zhang memutuskan. Siapapun pendekar yang keluar sebagai juaranya, akan dijadikan panglima pengawal kusus perdana menteri Dong Zhang!"

"Sudahlah pasti aku yang akan menjadi panglima pengawal kusus perdana menteri" pendekar Xhan tertawa dengan sangat pongahnya.

"Pendekar Lau, Iblis Shiu, dan pendekar Xhan aku tau kelemahan mereka. Tapi siapa pendekar bertopeng itu? Aku harus mewaspadainya" pendekar seruling emas lebih fokus pada pangeran bertopeng.

"Pendekar bertopeng, apakah anda akan maju lebih dulu ke atas panggung?" perdana menteri Dong Zhang menunjuk ke arah pangeran bertopeng.

"Tuan perdana menteri, ijinkan aku yang akan bertanding dengan pendekar bertopeng itu" pendekar Lau sudah lebih dulu salto ke atas panggung.

"Hati-hati pangeran, ambilah pedangku untuk melawannya" Wai Hang menyodorkan pedang andalannya ke pangeran bertopeng.

"Tidak perlu panglima Wai. Aku lebih nyaman bertarung tangan kosong" pangeran bertopeng alias pangeran Syah Hang melompat ke panggung.

Gemuruh tepuk tangan penonton pun kembali menggema. Benar-benar menjadi pertunjukan yang spektakuler.

"Perkenalkan tuan bertopeng, aku Lau Liu Bhe pendekar pedang kembar ingin menjajal kemampuanmu" pendekar Lau bersiap mengeluarkan kedua pedangnya.

"Aku pangeran bertopeng, senang bisa menjajal ilmu anda tuan Lau" dengan santainya pangeran bertopeng hanya memasang kuda-kuda.

Ratusan pasang mata memperhatikan ke panggung. Dimana Lau Liu Bhe berhadapan dengan sang pangeran bertopeng. Putri Zhang Haire pun benar-benar fokus menatap ke arah panggung aula pertandingan.

"Anda sepertinya sangat hebat sehingga tidak menggunakan senjata. Ini tidak adil" Lau Liu Bhe pun menjatuhkan kedua pedangnya.

"Ini mustahil, bagaimana bisa dia bertarung tanpa pedang andalannya" kata Xhan sang pengecut.

"Baiklah, kita mulai dengan tangan kosong" pangeran Syah Hang tersenyum simpul dibalik topengnya.

Pendekar Lau pun langsung menyerang pangeran Syah Hang dengan sangat gesit. Akan tetapi pangeran bertopeng juga sangat lincah menghindar dan balas menyerang balik pendekar Lau. Terjadilah pertempuran yang sangat sengit. Beberapa kali pendekar Lau terkena pukulan oleh pangeran bertopeng.

HIIIAAT....!!

WUUUSSHH......SEEETT.......DUGHHH.....

 BUAAGHHH ..!!

"Aarrgghhh...!" darah segar mengalir perlahan dari mulut pendekar Lau.

Sementara pangeran bertopeng berdiri sejurus di depan pendekar Lau dengan kuda-kuda yang tenang.

"Semudah itu?" pendekar Xhan terbelalak melihat pangeran bertopeng yang terlihat sama sekali tidak kelelahan.

"Dia bukan pendekar sembarangan" Iblis Shiu pun turun dari kudanya dengan sorot mata yang tajam ke arah pangeran bertopeng.

"Mustahil...." perdana menteri Dong Zhang terperangah melihat apa yang terjadi di atas panggung.

"Pendekar bertopeng yang gagah" More bersorak kegenitan"

"Jalang, diamlah kau More" putri Zhang Haire semakin fokus memperhatikan pangeran Syah Hang.

"Topeng itu? Energinya sangat dahsyat, menjadikan pangeran muda tak tertandingi" Wai Hang menghela nafas panjang.

Rasanya sekarang tugasnya untuk mengawal pangeran muda Syah Hang tidak akan terlalu berat. Nyatanya sang pangeran putra mahkota malah lebih hebat dari dirinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!