Pernah gak sih kamu lagi enak enaknya tidur, eh bangun bangun malah pindah dunia. Ini adalah kisah seorang pemuda yang baru saja lulus dari masa SMAnya, dia berusia 18 tahun, namanya Ethan Lucifer.
Dia anak yang hidup sederhana bersama orang tuanya, Ayahnya bekerja di bengkel, Ibunya bekerja di warung kecil depan rumah mereka. Alias warung mereka sendiri, warungnya berupa warung makanan.
Ethan kadang akan membantu orang tuanya berjualan, dia juga memiliki adik perempuan yang saat ini baru duduk di kelas satu SMP, dan adik laki laki yang baru masuk SD tahun ini. Keluarga mereka beranggotakan 5 orang, dan selalu harmonis.
Pesan Author: Mungkin sebagian akan berbeda dari awal alur, tapi semoga tetap bisa menikmatinya, karena di karya ini terdapat bantuan dari Ai, mohon dimaklumi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ILikeAll9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
C031: Shine The Star #6
...Selamat Baca...
Tanggal: 11 Mei
Pukul: 07.30 WAZ
Lokasi: Gedung TV Nasional Aurelia - Studio Utama
Matahari pagi baru saja menampakkan sinarnya, tapi keramaian sudah terlihat sejak subuh di depan Gedung Televisi Nasional yang megah.
Ribuan orang berkerumun, namun hanya segelintir yang beruntung yang bisa masuk ke dalam.
Suasana di luar gedung sangat hidup dan penuh antisipasi. Puluhan tenda dan pagar pembatas dipasang rapi, dan di sana terlihat barisan panjang para gadis-gadis muda yang berdiri dengan sabar namun penuh semangat.
Mereka memegang erat-erat selembar kertas berharga di tangan mereka. Di antara lautan manusia itu, terlihat jelas sosok Elena Vance dan Chloe Moretz.
"Wah, keren sekali ya gedungnya, Len!" seru Chloe sambil mendongak menatap bangunan tinggi itu, matanya berbinar-binar.
"Tidak Menyangka kita beneran bisa masuk untuk nonton live recording!"
Elena tersenyum lebar sambil membetulkan letak tas kameranya yang besar. Dia memegang kuponnya dengan tangan gemetar sedikit.
"Iya, Chlo. Beruntung banget kita dapet undiannya. Kemarin saat aku buka email, aku kira aku halusinasi!" jawab Elena antusias.
***
Sebelumnya, semalam pihak produksi sudah membanjiri media sosial dengan pengumuman besar yang membuat fans heboh:
📢 [PENGUMUMAN PENTING: DAFTAR PEMENANG UNDIAN LIVE AUDIENCE!] ✨
Terima kasih untuk antusiasme kalian yang luar biasa! 🥰
Setelah melalui proses undian acak, terpilihlah 250 ORANG BERUNTUNG yang akan menjadi saksi bisu penampilan pertama kami di studio! 🎉
🎫 Link Cek Nama Pemenang: [bit.ly/STS-AudiencePass]
📍 Lokasi: Gedung Televisi Nasional, Studio 1
🕘 Waktu: Registrasi mulai pukul 07.00 WAZ
⚠️ SYARAT & KETENTUAN:
• Silakan cetak atau simpan E-Ticket yang dikirim ke email kalian.
• Tunjukkan KTP/Kartu Identitas saat verifikasi.
• Dilarang membawa alat perekam profesional (kamera profesional diperbolehkan dengan izin khusus) & makanan/minuman.
• Datang tepat waktu, kursi tidak dapat ditukar atau diwakilkan.
Siap-siap terpukau karena malam ini akan sangat berbeda! 🔥
#ShineTheStar #LiveRecording #250LuckyFans #AcapellaNight
***
Suasana di barisan antrean sangat riuh. Para gadis-gadis itu saling berbisik-bisik, membicarakan siapa favorit mereka, siapa yang paling ditunggu, dan tebak-tebakan tentang konsep penampilan hari ini.
"Eh, kamu tim Alpha atau Beta?" bisik salah satu fans.
"Aku tim Alpha! Alfian Vale itu visualnya tidak terkalahkan!" sahut yang lain.
"Ihh sama! Tapi Rafaello juga gemesin banget kan?!"
Elena dan Chloe saling pandang dan tersenyum. Mereka merasa berada di tempat yang tepat. Di sini semua orang punya bahasa yang sama: cinta dan dukungan untuk para trainee.
Diantara semua gadis itu, ada seorang yang tidak mencolok, tingginya 167 cm, dia menggunakan Masker dan Topi, di sampingnya ada juga seorang pemuda yang tidak mencolok.
Keduanya menggunakan masker dan topi, dengan jaket kulit hitam, baju kaos putih pemuda itu menggunakan celana hitam, dan tingginya 170 cm. Usianya sekitar 17 tahunan.
Yang lainnya dia memiliki rambut panjang tapi di ikat menjadi ponytail, pakaiannya sama seperti pemuda itu, mereka memegang kuponnya dan saling mengangguk, dan masuk untuk melewati pemeriksaan.
***
Setelah melewati pemeriksaan keamanan dan menyerahkan kupon undian mereka kepada panitia, akhirnya pintu studio terbuka lebar.
"Mari silakan masuk, para bintang! Silakan cari tempat duduk yang tersedia!" seru panitia dengan ramah.
250 kursi penonton yang tersedia di studio terisi penuh dalam waktu singkat.
Lampu-lampu sorot mulai dinyalakan, suasana studio yang megah dan modern membuat semua orang terkagum-kagum. Suara tepuk tangan dan sorakan mulai terdengar menggema.
"Siap?" Gumam pemuda tadi, gadis di sampingnya mengangguk.
"Siap kak..." keduanya pun duduk bersebelahan dan siap menonton pertunjukkan.
***
Pukul: 09.00 WAZ
Lampu studio meredup perlahan. Musik intro yang epik mulai terdengar, membuat jantung semua orang berdegup kencang.
Seorang pria tampan dengan setelan jas rapi dan senyum karismatik berjalan ke tengah panggung. Itu adalah MC William Cross.
"Selamat pagi, Penonton! Selamat datang di panggung SHINE THE STAR!" teriak William dengan suara lantang.
JEDAG JEDUG! 🎶
Penonton bersorak heboh.
"Hari ini adalah hari yang sangat spesial. Di hadapan 250 fans beruntung ini, dan jutaan penonton di layar kaca, kita akan melihat siapa yang benar-benar berbakat!"
William mengangkat satu jarinya, mulai membacakan aturan main yang membuat suasana menjadi tegang namun seru.
"PERHATIAN BAIK-BAIK, INI ADALAH ATURAN UNTUK EVALUASI HARI INI!" 📢
SISTEM ELIMINASI
"Pertama! Dari jumlah kontestan yang ada, malam ini dipastikan 25 ORANG DARI 100 ORANG AKAN TERELIMINASI dan harus pulang. Persaingan sangat ketat, hanya yang terbaik yang bertahan!"
KONSEP PENAMPILAN: ACAPELLA
"Kedua! Tantangan hari ini adalah TANPA MUSIK. Tidak ada backing track, tidak ada instrumen, hanya suara kalian murni dan ketukan tangan! Kami ingin mendengar kualitas vokal asli kalian!"
PELUANG KARIR
"Ketiga! Bagi kalian yang sayangnya harus tereliminasi, jangan putus asa! Hari ini hadir perwakilan dari berbagai agensi besar termasuk LUCIFER ENTERTAINMENT dan lainnya."
"Jika kalian individu yang berbakat, kalian bisa langsung direkrut dan bergabung dengan mereka!"
JADWAL MENDATANG
"Keempat! Untuk jadwal evaluasi minggu depan, BELUM BISA DIPUBLIKASIKAN. Nantikan pengumuman resminya ya, karena konsepnya akan jauh lebih menantang!"
SISTEM KELAS
"Dan yang terakhir! Setiap minggu skill kalian akan dinilai. Jika performa kalian menurun atau kurang maksimal, kelas kalian akan diturunkan."
"Tapi jika kalian menunjukkan peningkatan drastis, kalian bisa naik kelas dari C ke B, bahkan langsung ke Kelas A!"
"Jadi, tunggu apa lagi?! Mari kita sambut para kontestan kita!!!"
"WOAHHHH!!!" Sorak para penonton, sedangkan disisi dua orang yang mendapat tontonan di depan panggung.
"Elin, menurutmu apakah ada yang mau menerima kita meski bukan kontestan?" Kata si pemuda, si gadis menggeleng tidak tahu.
"Aku tidak tahu kak Erlan, katanya Lucifer Entertainment yang sedang naik daun juga datang dan akan merekrut." Jawab gadis itu, mereka membuka masker sementara, sambil menunggu pertunjukkan.
***
Disisi Ethan, dia hari ini Hadir lagi bersama Arthur ke acara Shine The Star, mereka duduk di kursi di lantai atas bersamaan dengan para perwakilan agensi lainnya.
"Arthur, menurutmu selain di panggung apakah ada bakat juga di antara penonton?" Tanya Ethan, sambil menatap ke bawah dan bersender ke tiang.
"Aku? Entahlah, aku tidak memiliki mata tajam pada bakat, itu hanya kamu sendiri yang bisa melakukannya." Jawab Arthur, Ethan pun mengangguk saja mengakui ucapan Arthur.
'Selama tiga bulan ini, meski aku bisa langsung riset tentang dunia dan negara ini, aku hanya pencari berita untuk di baca di saat dalam keadaan bosan.'
'Kehidupanku sebelumnya sangat sibuk sekolah dan diam diam melihat dan mengumpulkan berita, tau tau aku mati dan hidup lagi di dunia dan tubuh baru ini... apa kabar keluargaku yah?' Batin Ethan sambil menatap para penonton.
"Hei, Arthur apakah kamu melihat ada perbedaan diantara gadis gadis ini? Mungkin sedang melihat seorang laki laki?" Gumam Ethan pada Arthur sambil menatap tempat duduk penonton di depan panggung.
"Sepertinya tidak ada perbedaan, hanya saja bagian depan seperti ada anak laki laki yang duduk di samping gadis." Kata Arthur menyadari hal itu juga.
"Menurutmu, apakah mereka datang untuk menonton atau mencari agensi?" Gumam Ethan bertanya, Arthur angkat bahu tapi tetap menjawab.
"Mungkin saja, mereka masuk ke sini mungkin ingin mencari sebuah agensi yang cocok, aku hanya merasa mereka baru keluar dari agensi lamanya." Arthur menjawab dengan bergumam juga, kemudian bisik bisik dari salah satu perwakilan agensi terdengar.
"Hei... mengapa Elin dan Erlan itu datang? Bukankah kembar aktor/aktris itu sudah keluar dari Grand Entertainment?" Tanya salah satu perwakilan Grand Ent. Yang sedang melihat ke arah penonton.
"Heh! Mungkin saja sedang mencari Agensi baru... tenang saja sudah kami tekan agensi lain agar tidak menerima mereka." Katanya dengan pelan, tapi dengan nada sombong.
"Berarti semua sudah di blacklist? Bagaimana dengan Lucifer Entertainment?" Bisik mereka, tanpa tahu perwakilan yang mereka bicarakan ada di samping mereka.
"Huh, Lucifer tidak akan menerima mereka, kan mereka hanya akting seperti sampah! Baru debut sebulan, hanya sebentar saja popularitas mereka, setelah sebulan popularitas mereka menurun."
"Haha, benar sekali popularitas mereka turun pasti karena aktingnya jelek." Perwakilan itu terkikik, karena suka melihat penderitaan para traineenya.
"Aku tebak pikiranmu, untuk mencari informasi mereka berdua lewat Leonard?" Tanya Arthur berbisik, Ethan tersenyum kecil.
"Apakah kau ini dukun? Selalu bisa menebak isi pikiranku... aku sudah kirim ke Leonard untuk mencari tahu, apakah mereka bisa menunjukkan bakatnya di mataku." Bisik Ethan sambil terkekeh senang, karena merasa bahwa devisi aktor akan kedatangan trainee baru.