Lin Xiaomi bertransmigrasi ke dalam novel sebagai gadis bangsawan yang terkenal terobsesi pada Duke Jiang Xuan, pria dingin dan kejam yang ditakuti semua orang.
Demi menghindari akhir tragis, ia memutuskan menjauh dan hidup santai. Namun, sebuah Sistem Gosip membuat semua isi pikirannya dapat didengar orang-orang di sekitarnya.
Rahasia demi rahasia pun terbongkar, sementara takdir terus mempertemukannya dengan Jiang Xuan. Tanpa disadari, hubungan mereka perlahan berubah dan alur novel mulai menyimpang dari cerita aslinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anshuu_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gudang Wilayah Selatan.
Pejabat wilayah itu masih terdiam.
Ruangan yang tadi sudah tegang kini terasa semakin sunyi.
Jiang Xuan tidak mendesaknya dengan keras. Ia hanya menatap pria itu dengan tatapan tenang, tetapi tekanan dari sorot matanya membuat siapa pun sulit untuk berbohong.
"Jika kau tetap diam, masalah ini tidak akan selesai."
Pejabat itu menggertakkan giginya pelan.
Akhirnya ia berlutut.
"Tuan Duke... hamba memang menerima perintah untuk mengubah beberapa data laporan."
Shen Guoan mengerutkan kening.
"Siapa yang memerintahkan?"
Pria itu menundukkan kepala lebih dalam.
"Hamba tidak tahu nama orang tersebut. Hamba hanya menerima surat perintah dengan cap khusus."
Jiang Xuan langsung mengulurkan tangannya.
"Berikan surat itu."
Pejabat itu terlihat ragu, tetapi akhirnya mengeluarkan sebuah surat yang disimpan rapi.
Lin Xiaomi yang berdiri di samping mereka memperhatikan benda itu.
Jadi benar ada seseorang di balik semua ini.
Kalau sampai laporan wilayah bisa diubah, berarti orang itu punya kekuasaan yang cukup besar.
Beberapa orang yang mendengar isi pikirannya menjadi semakin serius.
Shen Guoan mengambil surat tersebut dan memeriksanya.
Namun ekspresinya perlahan berubah.
"Ada apa?" tanya Jiang Xuan.
Shen Guoan menyerahkan surat itu.
"Cap ini..."
Jiang Xuan melihatnya.
Tatapannya yang semula tenang berubah sedikit lebih dingin.
Lin Xiaomi yang melihat perubahan itu ikut penasaran, sepertinya ini bukan masalah kecil.
Untuk pertama kalinya sejak mereka tiba di wilayah selatan, suasana benar-benar berubah.
Karena mereka bukan lagi hanya memeriksa laporan yang salah. Mereka mulai menemukan jejak seseorang yang sengaja bermain di balik layar.
Jiang Xuan masih memegang surat tersebut, tatapannya tertuju pada cap yang tertera di bagian bawah.
Beberapa saat ia tidak mengatakan apa pun.
Keheningan itu justru membuat para pejabat di ruangan semakin gugup.
Shen Guoan memperhatikan wajah Jiang Xuan.
"Apakah Tuan Duke mengenali cap itu?"
Jiang Xuan melipat surat tersebut dengan tenang.
"Belum bisa dipastikan."
Jawaban itu membuat semua orang sedikit terkejut.
Biasanya Jiang Xuan selalu memberikan keputusan dengan cepat. Namun kali ini, ia justru berhati-hati.
Lin Xiaomi memperhatikan sikapnya.
Dia benar-benar serius.
Kalau orang seperti dia saja berhati-hati, berarti masalah ini pasti rumit.
Jiang Xuan kemudian menatap pejabat wilayah yang masih berlutut.
"Mulai hari ini, seluruh dokumen wilayah akan diperiksa ulang."
"Jangan ada satu catatan pun yang disembunyikan."
"Baik, Tuan Duke."
Pria itu segera memberi hormat.
Setelah itu, Jiang Xuan berdiri.
"Kita lihat langsung keadaan penduduk."
Shen Guoan mengangguk.
Lin Xiaomi yang mendengar itu langsung sedikit terdiam.
Langsung turun melihat kondisi warga?
Jadi bukan hanya duduk membaca laporan?
Ia segera mengikuti mereka keluar.
Di luar kantor pemerintahan, suasana wilayah selatan terlihat ramai. Namun semakin mereka berjalan, semakin Lin Xiaomi menyadari ada sesuatu yang berbeda.
Beberapa warga terlihat kurus dan pakaian mereka sederhana. Tatapan mereka menunjukkan kelelahan.
Lin Xiaomi perlahan berhenti.
Jadi seperti ini keadaan sebenarnya...
Kali ini, tidak ada keluhan tentang makanan atau rasa lelah, Yang ada hanya rasa prihatin melihat keadaan orang-orang di sekitarnya.
Jiang Xuan yang berjalan di depan mendengar pikirannya, Ia tidak mengatakan apa pun.
Namun langkahnya menjadi sedikit lebih cepat.
Mereka terus berjalan melewati jalan utama wilayah selatan.
Jiang Xuan tidak hanya melihat dari kejauhan, Ia berhenti beberapa kali untuk berbicara langsung dengan penduduk.
"Bagaimana hasil panen kalian tahun ini?"
Seorang petani tua terlihat ragu sebelum menjawab.
"Melapor kepada Tuan... hasilnya tidak terlalu baik."
Jiang Xuan mengamati wajah pria tua itu.
"Namun laporan yang kami terima mengatakan hasil panen meningkat."
Petani itu langsung terdiam.
Ia menundukkan kepala.
"Hamba... tidak berani mengatakan banyak."
Suasana menjadi sunyi.
Shen Guoan segera mencatat informasi tersebut.
Sementara Lin Xiaomi berdiri di samping mereka, memperhatikan ekspresi para penduduk.
Bahkan untuk mengatakan keadaan sebenarnya saja mereka takut. Berarti masalahnya sudah berlangsung cukup lama..
Mereka mulai memahami bahwa perjalanan ini bukan hanya tentang mencari kesalahan laporan.
Ada rakyat biasa yang terkena dampaknya.
Tidak lama kemudian, seorang anak kecil berlari melewati mereka. Bajunya terlihat sederhana, tetapi wajahnya masih penuh keceriaan.
Lin Xiaomi tanpa sadar tersenyum kecil.
Anak-anak tetap bisa tertawa meskipun keadaan mereka sulit.
Jiang Xuan yang mendengar itu melirik ke arahnya.
Untuk pertama kalinya hari itu, ia melihat Lin Xiaomi bukan sebagai pejabat baru yang ceroboh atau gadis yang sering memikirkan hal-hal kecil.
Ia melihat seseorang yang benar-benar memperhatikan rakyat.
Tiba-tiba seorang prajurit datang dengan langkah cepat.
"Tuan Duke!"
Semua orang langsung menoleh.
"Ada laporan mendesak."
Prajurit itu segera memberi hormat sebelum melanjutkan.
"Baru saja kami menemukan beberapa gudang penyimpanan di bagian timur wilayah."
Jiang Xuan menatapnya.
"Lalu?"
Prajurit itu menarik napas.
"Jumlah persediaan di dalam gudang tidak sesuai dengan catatan resmi."
Ekspresi Shen Guoan berubah serius.
"Berapa perbedaannya?"
Prajurit itu menunduk.
"Jauh lebih banyak dari yang tercatat dalam laporan."
Suasana langsung berubah.
Beberapa pejabat wilayah yang mengikuti mereka mulai terlihat panik.
Lin Xiaomi memperhatikan reaksi mereka.
Jadi bukan hanya angka laporan yang diubah...
Ada kemungkinan barangnya juga disembunyikan.
Beberapa orang yang mendengar isi pikirannya langsung semakin waspada.
Jiang Xuan tidak membuang waktu.
"Pergi ke gudang itu."
"Baik, Tuan Duke."
Mereka segera bergerak menuju bagian timur wilayah. Sepanjang perjalanan, tidak ada yang banyak berbicara.
Jiang Xuan berjalan dengan langkah tenang, tetapi aura di sekitarnya semakin dingin.
Shen Guoan yang berjalan di sampingnya berkata pelan,
"Sepertinya masalah ini lebih besar dari dugaan awal."
Jiang Xuan hanya menjawab singkat.
"Karena itu kita harus menemukan kebenarannya."
Lin Xiaomi yang mendengar perkataan itu diam-diam mengangguk.
Untuk pertama kalinya, ia merasa tugas sebagai pejabat bukan hanya tentang membaca dokumen.
Ada tanggung jawab besar di balik setiap laporan.
Tak lama kemudian, mereka tiba di depan sebuah gudang besar.
Prajurit membuka pintunya dan apa yang terlihat di dalam membuat semua orang terdiam.
Pintu gudang perlahan terbuka.
Suara engsel yang berderit terdengar jelas di tengah suasana yang sunyi. Jiang Xuan melangkah masuk lebih dulu.
Diikuti oleh Shen Guoan, Lin Xiaomi, dan beberapa prajurit. Begitu melihat isi gudang, semua orang terdiam.
Di dalamnya terdapat banyak persediaan bahan makanan dan barang kebutuhan yang tersusun rapi. Namun jumlahnya jauh lebih banyak dari yang tercatat dalam laporan resmi.
Shen Guoan berjalan mendekat dan memeriksa beberapa catatan yang ditempel di samping gudang.
"Ini tidak sesuai."
Suaranya terdengar berat.
Lin Xiaomi melihat tumpukan persediaan itu dengan wajah serius.
Jadi selama ini barang sebanyak ini disimpan di sini?
Lalu bagaimana keadaan penduduk bisa seperti yang kami lihat tadi?
Beberapa orang yang mendengar isi pikirannya ikut terdiam. Mereka tidak lagi merasa penasaran seperti sebelumnya.
Kini mereka merasa marah.
Jiang Xuan berjalan mengelilingi gudang.
Ia memeriksa tanda pada beberapa peti.
"Laporan resmi menyebutkan sebagian besar persediaan telah digunakan."
Ia berhenti di depan salah satu peti.
"Tapi kenyataannya, barang-barang ini masih tersimpan."
Pejabat wilayah yang mengikuti mereka langsung pucat.
"Tuan Duke..."
Jiang Xuan menoleh.
"Jelaskan."
Tidak ada yang langsung menjawab.
Karena kali ini, mereka tidak bisa lagi menyembunyikan keadaan dengan kata-kata.
Lin Xiaomi melihat wajah para pejabat tersebut.
Kalau barang ini memang milik rakyat... berarti ada banyak orang yang menderita karena tindakan mereka.
Jiang Xuan mendengar isi pikirannya.
Tatapannya menjadi semakin dingin.
"Mulai sekarang, semua gudang wilayah akan diperiksa."
"Dan tidak seorang pun boleh meninggalkan tempat ini sebelum pemeriksaan selesai."
Suara Jiang Xuan tidak keras.
Namun semua orang tahu...
Perintah itu tidak bisa dibantah.
🙏🙏 klau gk ska gk usah d baca gitu aja repot jgn ska mengritik orang gimna klau posisi itu berbalik kepda anda