NovelToon NovelToon
Jalan Pedang Xiao Chen

Jalan Pedang Xiao Chen

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Di tengah kehidupan yang penuh hinaan dan kesulitan, Xiao Chen kecil hanya memiliki satu mimpi—menjadi pendekar pedang terhebat di dunia.

Tanpa bakat luar biasa maupun latar belakang kuat, ia menapaki jalan pedang dengan tekad yang tak pernah padam. Bagi Xiao Chen, pedang bukan sekadar senjata, melainkan guru yang mengajarkannya tentang rasa sakit, pengorbanan, dan arti kehidupan.

Namun di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mampukah seorang anak dari keluarga buruk mengukir namanya hingga mengguncang langit dan bumi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Aula disiplin

WHUSH!

​Feng Lin tak lagi mampu menahan gelombang amarahnya. Ia merangsek maju, memutar tubuhnya dan melayangkan satu pukulan lurus yang mengincar pelipis Xiao Chen.

​Xiao Chen tidak menghindar. Ia menyilangkan lengan kanannya untuk menahan hantaman tersebut.

​BUGG!

​Benturan itu terasa sangat menyakitkan, membuat tulang lengan Xiao Chen yang belum pulih sempurna berdenyut ngilu. Namun, rasa sakit itu justru membakar sisa-sisa adrenalinnya.

Menggunakan momentum saat Feng Lin menarik tangannya, Xiao Chen membalas dengan hantaman keras dari tangan kirinya tepat ke arah pipi Feng Lin.

​BUGG!

​Feng Lin terhuyung ke belakang, sudut bibirnya pecah dan meneteskan darah segar. Tak mau kalah, dengan mata yang merah padam, Feng Lin kembali menerjang. Kali ini, sebuah pukulan mentah bersarang telak di rahang Xiao Chen.

​Keduanya sama-sama terlempar satu langkah, napas mereka terengah-engah di bawah sisa-sisa gerimis.

Sambil menyeka darah di wajah masing-masing, sepasang mata mereka saling mengunci dengan tatapan penuh kebencian murni.

Tanpa aba-aba, keduanya kembali berlari, memusatkan seluruh Qi dan tenaga yang tersisa ke dalam kepalan tinju untuk melepaskan pukulan terkuat mereka.

​Sementara itu, di kejauhan, di atas atap salah satu paviliun tertinggi sekte, berdiri seorang pria tua berambut perak dengan jubah kebesaran yang berkibar ditiup angin.

Sang Patriark menyaksikan pertarungan dua murid muda itu dari kejauhan. Sebuah senyuman tipis, misterius, dan sarat akan makna mendalam terukir di wajahnya yang berwibawa.

​"Bahkan di generasi ini, dia sudah memiliki saingan yang begitu lekat," gumam sang Patriark pelan, suaranya seolah menyatu dengan desau angin. "Benar-benar garis takdir yang sangat mirip dengan sang pendahulu. Mungkin setiap pewaris memang ditakdirkan melewati jalan yang hampir sama... hanya saja, cara berpikir mereka yang membedakan ke mana arah tujuan akhir mereka. Jalan pedang mereka pun akan berbeda. Aku sangat penasaran, jalan pedang seperti apa yang akan dipahami dan diukir oleh anak ini di masa depan."

​Tepat saat kepalan tinju Xiao Chen dan Feng Lin hanya berjarak beberapa senti dari wajah lawan—

​WHOSH!!!

​Sebuah riak energi murni yang teramat padat dan tak kasat mata tiba-tiba turun dari langit, memisahkan keduanya secara paksa.

Tekanan angin yang dihasilkan dari riak energi tersebut menghempaskan Xiao Chen dan Feng Lin hingga mereka mundur beberapa meter ke belakang.

​"Beraninya kalian melanggar aturan mutlak sekte dengan bertarung di luar arena resmi!"

​Sesosok pria bertubuh tegap dengan wajah sedingin es melangkah maju di antara mereka. Instruktur Han Gu berdiri dengan kedua tangan bersedekap, tatapan matanya tajam menghujam murni ke arah Xiao Chen dan Feng Lin bergantian.

​"Pergilah ke Aula Disiplin sekarang juga. Tetua Kedisiplinan yang akan memberikan kalian berdua hukuman yang setimpal," titah Han Gu tanpa bantahan.

​Xiao Chen perlahan bangkit, menstabilkan napasnya yang kacau sembari mengusap darah di sudut bibirnya. Ia menatap tajam ke arah Feng Lin untuk terakhir kalinya sebelum mengangguk pelan. "Baik, Instruktur Han..."

​Di sisi lain, Feng Lin memegang bahunya yang terasa sangat sakit akibat riak energi Han Gu tadi. Ia terpaksa menurunkan egonya sejenak, membungkuk dalam untuk memberi hormat. "Saya mengerti, Instruktur."

​Begitu Han Gu berjalan pergi meninggalkan pelataran, Xiao Chen dan Feng Lin mulai melangkah berdampingan menuju Aula Disiplin. Suasana di antara mereka begitu mencekik, penuh dengan aura persaingan dan kekesalan yang pekat.

​"Apa kau lihat-lihat?!" Feng Lin membentak ketus saat menyadari tatapan Xiao Chen tertuju padanya.

​"Aku melihatmu karena aku punya mata. Kenapa? Kau takut?" sahut Xiao Chen jengkel tanpa menoleh.

​"Kau—" Feng Lin menggertakkan giginya, menahan diri agar tidak kembali melayangkan pukulan di bawah pengawasan sekte.

​Di sepanjang jalan batu, ratusan murid luar dan beberapa murid dalam yang sedang melintas mendadak terdiam, memberikan jalan bagi mereka berdua.

Hanya dalam hitungan jam, berita bahwa Xiao Chen sang penyintas tragedi lembah berani memukul Feng Lin secara terang-terangan telah menyebar luas bagai api yang membakar padang rumput kering.

​Nama Xiao Chen kini berada di area pembicaraan seluruh murid luar sekte.

​Sebagian murid menganggapnya sebagai pemuda yang luar biasa pemberani dan memiliki harga diri tinggi.

Namun, sebagian besar lainnya justru menganggap Xiao Chen sangat bodoh karena secara terbuka telah mengibarkan bendera perang terhadap Feng Lin, yang berarti menantang pengaruh besar keluarga Feng di belakangnya.

Di sisi lain, kelompok murid-murid dari latar belakang miskin diam-diam menaruh rasa kagum yang mendalam pada Xiao Chen, di mata mereka, Xiao Chen adalah satu-satunya orang yang berani berdiri dan membela kehormatan rekan-rekan mereka yang telah mati.

​Ketika mereka berdua tiba di depan pintu gerbang kayu jati raksasa Aula Disiplin, sebuah suara bariton yang berat dan berwibawa menggema dari dalam, memotong atmosfer dingin di sekitar mereka.

​"Masuklah kalian berdua!"

​Suara itu terdengar tenang, namun getaran energinya membawa tekanan mental yang cukup kuat untuk membuat langkah kaki Xiao Chen dan Feng Lin sempat terintimidasi.

​KREEEAK...

1
Maul
👍👍
Maul
latihan keras 😢
Maul
/Panic//Panic/
Maul
/Scare//Scare/
Maul
kenapa nih🤔
Maul
Benar-benar membingungkan Patriark itu🤭
Maul
/Smile/
Maul
Sepertinya Patriark baik🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
Agen One
Bab 37 sabar guys/Sleep/
Agen One
Kakek roh/Whimper/
Agen One
jadi juga murid dalam/Frown/
Agen One
🤕🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees boos 🌽🔥
Maul
keputusan apa ituh
Maul
takut itu wajar Qianer
Maul
/Frown/
Agen One
selamat Idul Adha ya semuanya/Smile//Pray/
Agen One
Bab 35 sabar ya/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!