NovelToon NovelToon
Cinta Anak Pengusaha

Cinta Anak Pengusaha

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:522.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dedhe Susi

Noval Ardian Mahendra menyamar menjadi pelayan toko disebuah toko milik ayahnya. Diam-diam dia menyukai teman kerjanya yang sudah memiliki pacar.

Diandra Maharani adalah gadis berusia 19 tahun, dia gadis yang ceria dan selalu berulah. Tetapi di dalam keceriaannya dia menyembunyikan masalah yang sedang melanda karena pacarnya yang kaya dan sombong.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dedhe Susi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

orang misterius

***sore hari ditoko***

"sya, ko gue ngerasa Noval lagi sembunyiin sesuatu ya ?" tanya Diandra

"hmm.. gue juga mikir kaya gitu Di. terus kenapa si cewek gila itu bisa deket banget sama Noval ya ?" sahut Farisya

"itu yang lagi gue fikirin Sya. kayanya gue harus nanya langsung sama Noval deh dan minta penjelasan sama dia Sya !" Diandra

"yaudah besok lu bilang sama Noval suruh masuk kerja lagi deh Di, biar kita bisa nanya sama dia. Dia udah ga sibuk kan sekarang, lumayan kan kita ada yang bantuin lagi !" Farisya

"oke.. nanti malam gue telpon dia deh, terus minta dia buat masuk kerja lagi." Diandra.

"ehh Di, kenapa juga si Angel ngajak lu kerjasama buat misahin Angga sama Tata ? jangan jangan dia lagi ngerencanain sesuatu lagi Di !" curiga Farisya

"iya ya Sya. gue harus kasih tau Tata ni kalo ga Angga sekalian !" sahut Diandra

"harus tuh, takutnya si Angel ngelakuin yang ga ga Di. biar Angga sama Tata bisa lebih hati hati. gue ngeri deh dia ngelakuin hal yang nekat !" Farisya

"jangan sampe deh. mudah mudahan aja ga kesampean Sya !" Diandra.

"Di, setel musik donk bete gue sepi begini dari tadi, tante Hana juga buru buru banget disini !" suruh Farisya yang sedang memegang sapu.

"iya deh, biar ga terlalu bete ya Syaaa. secara Noval pulang, om Marwan pergi kekantor tuan Mahendra." sahut Diandra.

Mereka larut dalam lagu lagu yang disetel Diandra melalui handphone miliknya, beberapa lagu melow pun terdengar dan mereka mengikuti bait lagu tersebut.

Farisya yang selesai menyapu tidak langsung menaruh sapu tersebut tetapi malah memainkan sapunya sebagai mic, sedangkan Diandra malah asik memukul mukul meja kasir sebagai gendang. Mereka asik terus bernyanyi dan bertingkah semaunya karena sepi pengunjung yang datang dihari ini.

Malam pun tiba dan tepat pukul 8 malam Diandra dan Farisya sudah selesai membereskan dan membersihkan toko sebelum akhirnya mereka pulang ke rumah.

"Sya.. lo ngerasa aneh ga si sama orang yang ada disana ?" Diandra menunjuk kearah orang yang sedang memperhatikannya menggunakan mata.

"aneh kenapa ? mungkin dia lagi bingung kali Di nyari nyari alamat." sahut Farisya tanpa ada rasa curiga.

"yeyy.. masa iya bingung nyari jalan ga nanya ke orang orang malah diem disitu dari tadi terus ngeliatin ke kita terus !" Diandra.

"udah ah ga usah suudzon sama orang, ga baik ! ayo cepetan tar kemaleman sampe rumahnya !" ajk Farisya yang sudah berada tepat didepan motornya.

"Sya, masa sedari tadi kita lagi bersih bersi itu orang asa disitu terus ngeliatin kesini mulu Sya. emang lo ga curiga apa ?" Diandra.

"yaudah lah ga usah difikirin Di, yang penting kita sekarang pulang dan sampe rumah dengan selamat !" Farisya sambil melajukan motornya.

Disepanjang jalan Diandra tak hentinya berbicara dan membuat Farisya terus membujuknya agar tidak berfikir macam macam. Tapi saat melewati jalan yang sepi, motor yang sedari tadi mengawasi mereka dan mengikuti mereka pun berhenti tepat dihadapan mereka.

"Sya.. awaaaas !" teriak Diandra

...ciiiiitttt...braaakkk... tiba tiba motor Farisya terguling karena Farisya begitu terkejut melihat motor berhenti tepat didepannya dan membuat Farisya refleks mengerem dengan sekuat tenaga dan sampai terjatuh.

Bukannya menolong mereka tetapi orang yang sengaja memberhentikan motornya didepan motor Farisya malah pergi begitu saja meninggalkan Farisya dan Diandra yang sedang kesusahan untuk bangun.

"Sya... sakit..." rintih Diandra. "tolooooong... tolooooong !" teriak Diandra semua tenaga.

"Di, kaki gue sakit banget !" Farisya pun merintih karena kakinya terjepit dibawah body motor.

"bentar gue coba bangun ya Sya !" Diandra mencoba untuk bangun namun kakinya begitu terasa sakit.

"mbak, mbak, kalian gapapa ?" ucap beberapa warga yang datang menolong.

"tolong pak, kaki saya kejepit !" ucap Farisya sambil merintih menahan sakit.

warga langsung menarik motor Farisya dan menolong nya, sedangkan Diandra sudah dibawa ketepi jalan terlebih dahulu karena posisinya memang tidak tertindih motor.

"mba dari mana kenapa bisa nyungseb kaya gini ?" tanya salah satu warga.

Farisya masih merintih menahan sakit di kaki nya dan Diandra pun menjawab pertanyaan itu dengan gemetar.

"kita berdua baru pulang kerja pak. pas tadi sampe jalan sini ada yang ngehadang kita pas banget didepan motor, mau ga mau teman saya ngerem mendadak dan ngebuang setir sembarangan jadi kaya gini deh. saya mental tapi temen saya ikut nyungseb bareng motor !" jelas Diandra

"minum dulu mba." salah seorang ibu memberikan air mineral pada diandra dan Farisya.

"makasih bu." ucap mereka.

"Sya kaki lo masih sakit banget ya ?" tanya Diandra yang sudah sedikit hilang rasa sakitnya.

"banget Di, kayanya bengkak deh ini.. ssshhhh..." sahut Farisya.

"kita antar pulang aja ya mba. kasihan kalo harus mba nya yang bawa motor. Nanti mba naik mobil pickup saya, terus motor mba biar dibawain." tawar warga.

"makasih ya pak, ibu atas bantuannya." sahut Farisya.

Warga pun membopong Farisya naik ke mobil pickup, sedangkan Diandra dipapah oleh ibu ibu dan dibantu manaiki mobil pickup tersebut.

Setelah sampai didepan rumah Diandra, warga pun mengetuk pintu rumah Diandra.

"assalamualaikum.. spadaaa... permisi..."

"waalaikum salam. bang siapa ya malam malam gini ?" tanya Safira pada Agus.

"ga tau, kita liat aja mungkin penting !" Agus dan Safira menuju ke pintu dan membuka pintu.

"maaf pam benar ini rumahnya mba Diandra dan mba Farisya ?" tanya warga.

"iya saya papanya. ada apa ya mas pak ?" tanya Agus.

"itu pak, dimobil ada mba Diandra sama mba Farisya. tadi mereka jatuh dari moto di jalan dekat rumah saya. makanya saya anterin mereka pulang pak !" sahut warga.

Agus dan Safira langsung berlari menuju ke mobil pickup tersebut dan melihat keadaan putrinya san Farisya yang masih terus meringis menahan sakit di kakinya.

"ya Allah Di, Sya. kenapa bisa jatoh ? terus Farisya kenapa sampe bengkak gitu kakinya ?" Safira panik dan segera membantu Diandra turun dan memapah Diandra masuk kerumahnya.

Sedangkan Agus dan salah seorang warga membopong tubuh Farisya masuk kedalam rumh Agus dan membaringkan disofa.

"pak kenapa anak saya bisa jatuh dari motor ?" tanya Agus tenang

"tadi kata mba Diandra pas sampe jalan dekat rumah saya tiba tiba ada motor yang menghadang pak, mau ga mau mba Farisya ngerem mendadak dan ngebuang setir ke sembarang arah. Mba Diandra terpental tapi mba Farisya malah ikut jatuh sama motor. itu kata mba Diandra. karna kita juga ga lihat kejadiannya pak !" jelas seorang warga.

"astagfirullah.. ada ada aja kalian !" ucap Agus.

"kalau begitu kami permisi ya pak. mba Diandra sama mba Farisya cepat sembuh ya. kita pamit." pamit warga

"makasih banyak ya pak udah mau anterin Diandra sama Farisya. semoga kebaikan bapak berbuah manis dari Allah." doa Diandra

"amiin.. kalo begitu mari pak, bu, mba. assalamualaikum." warga

"waalaikumsalam." mereka.

"dek, panggil mbok Mar ya sekalian kabarin Santi. kasian Farisya kakinya sampe bengkak !" suruh Agus pada Safira.

"iya bang." Safira pun segera menemui tukang urut yang tadi disebut mbok Mar, dan mengabari Santi, bundanya Farisya.

Setengah jam kemudian Safira kembali dengan motor Farisya membawa mbok Mar, dan disusul Santi dan kakek Farisya.

"ya Allah Sya.. kamu kenapa bisa begini si ?" Santi khawatir.

"maaf ya bun, kek. jadi bikin kalian khawatir !" sahut Farisya.

"aduh aduh mbok.. saa...kiiit.. !" ucap Farisya terpotong potong menahan sakit saat diurut.

Santi mendekat dikepala Farisya dan memegangi bahu Farisya dan sebelah tangannya menggenggam tangan Farisya.

"sakit banget bun... aduhhhh..." rintih Farisya.

hampir setengah jam Farisya menahan sakit karena diurut, dab sekarang giliran kaki Diandra.

namun berbeda dengan Farisya yang memang lebih parah ketimbang kaki Diandra. Diandra hanya meringis kecil menahan sakit, namun hanya sebentar sakit itu sudah hilang karena Diandra hanya keseleo dan tidak parah.

Setelah selesai ritual urut mengurut, kakek Farisya mengantarkan mbok Mar kembali pulang dan kembali lagi kerumah Agus membawa motor roda tiganga agar lebih mudah membawa Farisya pulang kerumah. Diandra dan Farisya pun menjelaskan sedetil mungkin kenapa mereka bisa sampai seperti ini.

"Gus, bapak bawa pulang Farisya ya, titip motor dulu." pamit kakek Farisya.

"iya pak, biar saya yang gendong Farisya ke motor." Agus pun mengangkat tubuh Farisya ke motor roda tiga milik kakeknya.

"makasih ya om, tan udah bantuin Risya !" ucap Risya.

"kamu jangan sungkan, kamu kan anak om sama tante juga !" jawab Agus samb tersenyum.

"kita pamit ya Gus. makasih ya." pamit Santi.

Kakek Farisya melajukan motor roda tiganya kembali pulang, Agus pun mendorong motor Farisya masuk kerumahnya.

*****next 👉👉*****

1
yayan
good job
Dwi
Kokean cangkem tur pekok
AbhiAgam Al Kautsar
persiapkan strategi yang tepat untuk menembak
BINTANG PENGHACUR
lompatannya terlalu jauh min
BINTANG PENGHACUR
santai gw setia kok ngelike semangat ya
BINTANG PENGHACUR
harus sampai ranjang ya Thor gw gak mau kecewa nih🤣
BINTANG PENGHACUR
makin seru ceritanya tetep semangat ngasih like, ayolah buat yang baca novel ini apa salahnya sih ngasih like biar author tetep semangat berkarya
BINTANG PENGHACUR
visualnya gak menarik harusnya gak usah dikasih visual biar kita bisa membayangkan sesuai keinginan
BINTANG PENGHACUR
cerita bagus kek gini kok likenya dikit sih
BINTANG PENGHACUR
baper gw semangat thor
BINTANG PENGHACUR
like sebanyak-banyaknya guys biar author semangat bikin novel, dan bisa tetep ngehibur kita...makasih dah ngehibur gw dalam keadaan yang lumayan pahit
BINTANG PENGHACUR
udah bagus kak penulisannya lumayan rapi, mudah di mengerti, dan alurnya pun bagus, semangat ya
BINTANG PENGHACUR
gpp, author semangat ya novelnya bagus, kata-kata nya pun nyaman dibaca....
Awi Ciwy
crtanya lucu pemain utma MP nya up bgtu nkah lsng 5th tp pemain pndukung2 mlah dbkin up jd kya slah sinopsis
Awi Ciwy
nah gitu donk visualnya artis lokal gk klah kren kok .biasanya pd artis luar
Mimi Atem
,
Adara Mauriska
aku suka sama visual Dimas Anggara buat jadi Novalnya, kayanya lebih cocok sama Diandra.. 🙏🙏

Kak mampir ya ke novel aku yang berjudul

Cerita Masa Lalu ku
Yanti Sofianti
maaf Thor...Noval nya klo di ganti bs gak 🤔
Arina Khusna
suka thor,jangan kelamaan upnya
Buat ailen semakin yegas dengan joanna dan dania
Elin Elin jenong
kaka ade kaya nyh tuh sma mntan'a liora firly
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!