NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penuh Darah

Jalan Keabadian Penuh Darah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Sepupu menghina, anggota klan memandang rendah, tiga tahun tanpa kemajuan. Lin Han tahu rasa pahit berada di dasar. Namun ia tidak pernah membenci jalan keabadian. Sebaliknya, ia justru semakin keras mengejarnya. Dunia Hunyuan perlahan membuka topengnya. Di balik kemuliaan keabadian tersimpan kenyataan bahwa para pendekar bisa berubah menjadi binatang, sekte suci bisa menjadi sarang ular. Lin Han pun menyadari bahwa satu satunya jalan untuk selamat adalah menjadi lebih kejam daripada mereka. Ia memutuskan untuk tidak lagi mencari pengakuan, melainkan kekuatan absolut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesan Terakhir

Lin Han terus berjalan menyusuri hutan hingga akhirnya tiba di depan gerbang Sekte Singa Perak. Gerbang itu terbuat dari batu putih dengan ukiran dua ekor singa yang berdiri megah di kedua sisinya. Beberapa murid berlalu lalang di sekitar gerbang, sibuk dengan urusan masing masing. .

Lin Han melangkah masuk tanpa hambatan. Jalanan di dalam sekte terbuat dari batu yang tertata rapi. Bangunan bangunan kayu dan batu berdiri di sepanjang jalan, masing masing dengan fungsinya sendiri.

Aula pelatihan. Paviliun obat. Gedung penyimpanan teknik. Asrama murid luar.

Ia berjalan lurus menuju asramanya. Para murid yang ia lewati tidak ada yang menyapanya. Mereka terlalu sibuk dengan obrolan mereka sendiri, dengan latihan mereka, dengan target kultivasi mereka. Dhu Feng memang bukan siapa siapa di sekte ini. Hanya murid luar biasa dengan bakat biasa.

Setelah sampai di depan asramanya, seorang pria muda dengan rambut disanggul rapi berdiri di depan pintu, kultivasinya Core Formation Awal. Jubahnya sedikit lebih bagus dari murid luar biasa, menandakan statusnya yang lebih tinggi.

Pria itu terkejut melihat Lin Han. "Kau... Kenapa bisa kembali?"

Lin Han mengenali pria itu dari ingatan Dhu Feng. Zhuge. Kakak senior yang bertugas mengawasi murid luar di asrama ini. Hubungan mereka tidak dekat, tapi Zhuge cukup tegas dalam menjalankan tugasnya.

Lin Han menyesuaikan nada bicaranya, meniru cara bicara Dhu Feng yang sedikit kaku.

"Ada apa, Kakak Senior Zhuge? Saya hanya tertidur di hutan bawah. Ada yang salah?"

Zhuge menggelengkan kepalanya. Wajahnya yang tadinya terkejut berubah menjadi kesal.

"Tidak ada. Aku hanya kesal kau tidak kembali sejak kemarin. Tugas membersihkan halaman belakang jadi terbengkalai. Aku harus menyuruh orang lain mengerjakannya."

Lin Han tersenyum tipis. "Kakak Senior, maaf. Junior tidak akan mengulanginya lagi."

Zhuge mendengus. "Sebaiknya begitu. Jika kau mengulangi lagi, jatah bulananmu akan dipotong. Aku tidak peduli alasanmu apa."

Lin Han menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Tidak berani mengulangi lagi, Senior. Junior berjanji."

Zhuge menatapnya tajam selama beberapa detik, lalu berbalik untuk pergi. Sebelum melangkah, ia berbicara lagi tanpa menoleh.

"Kuharap kau tidak lupa. Besok ada kompetisi antar murid luar. Kau harus datang dan berpartisipasi, dan jangan mempermalukan asrama kita."

Lin Han mengangguk meskipun Zhuge tidak melihatnya. "Baik, Kakak Senior. Saya pasti datang."

Zhuge tidak menjawab dan langsung pergi. Langkahnya cepat dan tegas.

Lin Han masuk ke dalam asrama. Ruangan itu cukup luas, berisi sekitar dua puluh ranjang yang berjajar rapi. Beberapa murid sedang duduk di ranjang masing masing. Ada yang bermeditasi, ada yang mengobrol, ada pula yang membersihkan senjata.

Beberapa dari mereka menyapa Lin Han. Tidak ada yang terlalu dekat dengannya, tapi hubungan mereka cukup baik. Sebatas kenal dan sesekali mengobrol ringan.

"Dhu Feng, dari mana saja kau? Kami pikir kau diterkam binatang spiritual." Tanya salah satu dari mereka, seorang pemuda gemuk bernama Fang Yu.

Lin Han duduk di ranjangnya sambil memberikan alasan yang sudah ia siapkan.

"Aku mencari tanaman spiritual di hutan bawah, lalu terjebak karena ada binatang spiritual yang berkeliaran. Karena itu aku harus bersembunyi cukup lama... sampai binatang itu pergi."

Fang Yu mengangguk, langsung percaya.

"Pantas saja. Lain kali ajak kami. Mencari tanaman spiritual sendirian itu berbahaya."

Beberapa murid lain ikut mengangguk setuju. Lin Han hanya tersenyum kecil dan tidak melanjutkan obrolan. Ia duduk bersila di ranjangnya dan menutup mata, mengambil posisi meditasi.

Tapi pikirannya tidak tenang. Bayangan ayah ibunya muncul di kepalanya. Lin Feng dengan senyum lebarnya, Ji Lianyue dengan tatapan lembutnya, lalu bayangan itu berganti menjadi Liu Mei.

Lin Han ingin segera kembali. Ingin menjelaskan semuanya, Ingin mengatakan pada Liu Mei bahwa ia tidak pernah berniat menceraikannya. Tapi ia tidak bisa. Kesepakatannya dengan Senior Hao tidak bisa ia abaikan begitu saja.

Ia memaksakan diri untuk fokus, mengalihkan pikirannya ke dalam tubuhnya. Ia memeriksa kondisi kultivasi Dhu Feng. Delapan meridian utama dalam kondisi baik, lebih baik dari tubuh aslinya dulu. Dantiannya stabil, meskipun fondasinya belum terlalu kokoh. Foundation Establishment tahap Akhir, tapi sepertinya Dhu Feng tidak pernah benar benar memadatkan fondasinya.

Lin Han mengambil beberapa batu roh tingkat rendah dari cincin penyimpanannya. Ia mulai menyerap Qi dari batu roh itu, mengalirkannya melalui meridian, dan memadatkannya di Dantian.

Semalaman ia bermeditasi, memadatkan fondasi Dhu Feng lapis demi lapis. Membuatnya lebih kokoh, dan stabil.

Keesokan harinya, Lin Han merasakan fondasinya sudah jauh lebih baik. Tapi ia belum membuka matanya. Ada sesuatu yang muncul di dalam kesadarannya.

Sosok Senior Hao dengan tubuh Lin Han muncul di dalam pikirannya. Bukan wujud aslinya, hanya proyeksi kesadaran yang ia tinggalkan.

"Bocah. Jika kau melihat ini... itu artinya aku sudah sangat jauh sekali."

Lin Han mengernyitkan dahinya dalam meditasinya.

Proyeksi itu terus berbicara. "Tentang kerja sama kita... anggap saja sudah impas. Jadi... kau boleh kembali pada orang tuamu. Sebelumnya aku memintamu untuk memutuskan seluruh hubungan, itu karena aku ingin tubuh ini kosong, tanpa obsesi yang tersisa. Karena kau telah berhasil melakukannya dengan baik, maka kau bisa kembali kapan pun sesukamu."

Jantung Lin Han berdetak lebih cepat.

Proyeksi itu melanjutkan. "Tapi untuk kembali ke tempat asalmu, kau harus mencapai Core Formation tahap Akhir. Alasannya sederhana... kau butuh kekuatan untuk kembali, dan untuk melindungi keluargamu. Jika kau kembali sekarang dengan kultivasi Foundation Establishment Akhir, kau hanya akan menjadi beban. Atau lebih buruk, kau akan melihat mereka mati tanpa bisa berbuat apa apa."

Kata kata itu menusuk Lin Han. Ia tahu Senior Hao benar. Dengan kekuatannya sekarang, ia tidak bisa melindungi siapa pun.

"Tapi ingat ini, bocah... Jalan keabadian itu kejam dan penuh darah. Jika kau memiliki orang terdekat di sekitarmu, maka bersiaplah untuk melihat mereka mati di hadapanmu. Ini adalah hukum wajib di jalur keabadian. Begitu banyak hal buruk terjadi di sepanjang jalan. Ini bukan jalan keabadian yang salah... tapi manusianya sendirilah yang berulah. Kuharap kau bisa pahami ini, dan harus bijak memutuskan apa yang akan kau lakukan ke depannya."

Lin Han mendengarkan dalam diam.

Proyeksi itu kemudian berbicara dengan nada yang sedikit berbeda.

"Tentang ingatan mantan istrimu, Liu Mei. Aku akan jujur padamu. Dalam dua tahun, ingatan mantan istrimu akan kembali normal. Saat itu... mungkin dia akan mencarimu seperti orang gila Hehehee, tapi itu hanya kemungkinan. Bisa saja dia sudah menikah lagi dan punya anak saat kau kembali."

Lin Han mengepalkan tangannya keras di dalam meditasinya, ada sesuatu yang menjalar di dadanya, yaitu sesak.

Proyeksi Senior Hao mulai memudar. "Bocah, pertahankan ketekunanmu, dan jangan sampai mengendur."

Lalu proyeksi itu menghilang sepenuhnya.

Lin Han membuka matanya perlahan. Asrama masih sepi, sebagian besar murid masih tertidur. Cahaya pagi baru saja mulai masuk melalui celah jendela kayu.

Ia meletakkan tangannya di dada. Menekan bagian yang terasa sesak. Perasaan itu masih ada dan tidak mau pergi.

"Liu Mei..." Bisiknya pelan. Hanya namanya. Tidak lebih.

Lin Han menarik napas dalam, lalu membuangnya perlahan, untuk menenangkan dirinya sendiri. Tidak ada gunanya memikirkan hal hal yang belum terjadi. Ia harus fokus pada apa yang ada di depannya sekarang.

Core Formation tahap Akhir.

Itu targetnya saat ini. Hanya dengan mencapai tahap itu ia bisa kembai, dan melindungi mereka yang dia cintai.

Lin Han bangkit dari ranjangnya.

Hari ini ada kompetisi antar murid luar, ia harus ikut. Bukan karena ingin menang, tapi karena ia perlu melihat seberapa kuat kultivator di sekte ini.

Ia berjalan keluar asrama. Udara pagi yang dingin menyambutnya. Di kejauhan, ia bisa melihat beberapa murid sudah mulai berkumpul di lapangan utama. Kompetisi akan segera dimulai.

Lin Han melangkah menuju lapangan, setiap langkahnya mantap, dan pikirannya hanya tertuju pada satu hal.

Menjadi lebih kuat.

1
yos helmi
😍😍😍😍💪💪💪💪💪👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
Sarip Hidayat
waah
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Fajar Fathur rizky
thor nanti linhan ketemu liumei pas ranah nascent soul
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Adriel Benedict
Tim yang solid dan keren 👍
YAKARO: Betul kak/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🥹🥹🥹🥹🥹
Dragon🐉 gate🐉
Author crazy Up nya bnr" crazy .. ugal-ugalan... gw suka gaya Lo... thanks Thor.. ngopi ☕ dulu biar ttp semangat 👍🏻
YAKARO: Oke, terimakasih bro🙏
Ini bakal ugal-ugalan sampai 150k kata. NIAT NYA LOH YA. Kadang udah niat, kondisi di rl meleset🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor ..kenapa jd Lun Ham, Ham apakah ini ... Ham ster,Ham burger atau Ham burhamburan😁😁🤣
Dragon🐉 gate🐉: siippp 👍🏻
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
tigaaa.... empaaaattt.... liiiiiiiiiMA!!🤣
Dragon🐉 gate🐉: meletus kabeh🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Adriel Benedict
seruu dan menegangkan 😁
YAKARO: Hehe mantap/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Adriel Benedict
strategi aneh 🤣🤣
YAKARO: Aneh tapi berhasil🤣
total 1 replies
Luthfi Afifzaidan
up
Dragon🐉 gate🐉
moga aja murid" yg lain (kl masih ada yg selamat) selain mereka gak merebut "jalan" saat mereka pingsan
YAKARO: Aman aman saja/Determined//Determined/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aaawww ... waduh /Gosh/
YAKARO: /Cry//Cry//Cry/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
gw mulai suka sm Mu Wan,... move on dari ayang Minlie 😁
Dragon🐉 gate🐉: gw suka sikap & cara berfikir dia Thor.. dia bijaksana, kl soal kepribadian & karakter gw ttp Love sm ayang Minlie...
awal muncul Mu Wan gw jg gak terlalu suka soalnya dia kyk Jaim, tp ternyata emang bawaannya 😁
total 2 replies
Fajar Fathur rizky
thor bikin mcnya mendapatkan teknik klon kaya xuhao thor bikin nanti yang ketemu liumei tubuh klone
Fajar Fathur rizky
thor bikin sifat linhan dingin
YAKARO: Masih lemah kalau terlalu dingin... pembaca benci bro🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!