NovelToon NovelToon
Pagar Gaib Pak Boss

Pagar Gaib Pak Boss

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Romansa Fantasi / Nikahmuda
Popularitas:17.4k
Nilai: 5
Nama Author: Azell

Menikah dengan Aris (28 tahun), seorang bos pertambangan yang wajahnya setampan aktor film tapi sedingin es di kutub utara, seharusnya membuat hidup Maya (24 tahun) tenang. Namun, pindah ke rumah mewah di pinggiran kota justru menjadi awal dari kegilaan hidupnya.
​Aris itu aneh. Dia posesifnya bukan main, tapi bukan ke sesama manusia. Dia melarang Maya keluar rumah lewat magrib bukan karena cemburu, tapi karena takut Maya "disapa" oleh penghuni pohon kamboja depan rumah. Dia memasang CCTV di setiap sudut, bukan untuk maling, tapi untuk memantau pergerakan bayangan putih yang hobi duduk di ruang tamu mereka.
​Maya yang aslinya penakut tapi hobi ngelawak dan hobi menebar gombalan "maut" ke suaminya yang kaku itu, mulai merasa ada yang tidak beres. Apalagi para tetangga—Geng Gibah Bu RT—mulai nyinyir. Mereka bilang Maya itu tumbal pesugihan Aris karena Aris kaya raya tapi istrinya seperti dikurung di istana berhantu.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sesuatu yang Ganjil

Malam itu, hujan tidak turun, tapi udara di dalam rumah terasa sangat lembap dan berat, seolah dinding-dinding kayu itu baru saja direndam air sungai yang busuk. Aris duduk di kursi sebelah tempat tidur, matanya merah karena sudah tiga hari ia tidak berani memejamkan mata lebih dari satu jam. Di tangannya, sebuah belati tua digenggam erat, bukan untuk gaya-gayaan, tapi karena ia merasa udara di sekitarnya perlahan-lahan mulai memadat dan mengancam.

Maya berbaring miring, napasnya pendek dan berbunyi *ngik* tipis, seperti ada sesuatu yang menekan paru-parunya. Sejak kandungannya menginjak tujuh bulan, ia tidak lagi ceria. Wajahnya pucat pasi, dan ada memar-memar biru kehitaman yang muncul di sekujur lengannya tanpa sebab yang jelas.

"Mas..." bisik Maya. Suaranya kering, pecah.

Aris langsung berdiri, mendekatkan wajahnya. "Ya, Sayang? Apa yang sakit?"

"Ada yang bergerak... tapi bukan di dalam rahim," Maya menatap Aris dengan mata yang melotot ketakutan. Ia menyibak daster satinnya, memperlihatkan perut besarnya yang pucat di bawah lampu remang-remang.

Aris membeku. Di bawah kulit perut Maya yang meregang tipis, ada sesuatu yang menonjol. Bukan gerakan bayi yang menendang, melainkan sesuatu yang panjang, tipis, dan bergerak meliuk-liuk seperti **ular atau cacing besar** yang merayap di antara kulit dan daging. Gerakannya lambat, menciptakan guratan kemerahan yang terasa panas saat disentuh.

"Mas, keluarkan... tolong keluarkan ini," tangis Maya pecah tanpa suara, hanya air mata yang mengalir deras.

Aris mencoba menyentuh tonjolan itu, namun saat jarinya mendekat, makhluk di bawah kulit itu bergerak cepat menjauh, bersembunyi ke arah punggung Maya. Aris merasakan amarah yang bercampur dengan rasa mual. Ini bukan sekadar sihir kiriman; ini adalah parasit gaib yang mulai memakan nutrisi bayinya.

Tiba-tiba, lampu di kamar itu meredup perlahan hingga menyisakan cahaya oranye yang sangat redup. Dari sudut ruangan yang gelap, Danu—sosok anak kecil penjaga itu—muncul. Namun, Danu tidak lagi terlihat seperti anak kecil biasa. Tubuhnya tampak kurus kering, kulitnya hitam seperti terbakar, dan ia gemetar hebat sambil menunjuk ke arah kolong tempat tidur.

*Sreeek... sreeek...*

Suara itu sangat nyata. Suara kuku yang menggaruk lantai kayu dari bawah ranjang. Aris segera meraih senter dan menyorot ke bawah.

Tidak ada hantu. Tapi ada **ratusan ulat tanah berwarna hitam** yang keluar dari celah-celah lantai kayu, merayap naik ke kaki ranjang. Bau tanah kuburan yang basah langsung menyeruak memenuhi kamar, menyesakkan napas.

"Sialan!" maki Aris. Ia menarik Maya agar duduk di tengah ranjang, menjauh dari pinggiran yang mulai dikerumuni ulat.

Aris tidak lagi menggunakan mantra main-main. Ia mengambil botol kecil berisi minyak sakral yang ia dapatkan dari sesepuh desa. Ia menuangkannya di sekeliling ranjang, menciptakan garis pembatas. Namun, tekanan di ruangan itu semakin kuat. Telinga Aris mulai berdenging keras hingga mengeluarkan darah tipis.

"Aris... kembalikan..."

Suara itu bukan berasal dari luar, melainkan terdengar seperti bisikan di dalam kepala Aris sendiri. Suara seorang pria tua yang sangat berat dan penuh kebencian.

Aris memegangi kepalanya, berteriak tertahan. "Siapa kamu?! Apa maumu?!"

"Tanah ini... meminta upahnya..."

Tiba-tiba, jendela kamar yang tertutup rapat itu pecah berantakan ke arah dalam, tapi bukan karena angin. Sebuah tekanan besar menghantam ruangan itu. Maya menjerit saat merasakan sesuatu yang tak terlihat menjambak rambutnya dengan kasar, menarik kepalanya ke belakang hingga lehernya menegang.

Aris melompat, memeluk tubuh Maya, mencoba menahan tarikan gaib itu dengan seluruh tenaga fisiknya. Ia tidak bisa melihat siapa lawannya, tapi ia merasakan hawa dingin yang luar biasa tajam menyayat kulitnya.

"Langkahi mayatku dulu, keparat!" raung Aris. Ia menusukkan belatinya ke udara kosong di belakang Maya.

Terdengar suara geraman rendah yang sangat dalam, dan tarikan itu terlepas. Maya jatuh lemas di pelukan Aris, pingsan karena syok. Aris terengah-engah, keringat dingin membanjiri tubuhnya. Ia melihat ke arah Danu, namun sosok itu sudah hilang, meninggalkan noda hitam di dinding.

Aris menyadari satu hal yang mengerikan: serangan ini bukan lagi dari manusia (Sandra atau dukun). Rumah ini berdiri di atas tanah yang memiliki "hutang darah" masa lalu, dan kehamilan Maya yang mengandung anak lelaki pertama Aris telah membangkitkan sesuatu yang sudah lama terkubur.

Malam itu, Aris duduk memeluk Maya sambil memegang belati, menatap pintu kamar yang perlahan-lahan mulai diketuk dari luar dengan ritme yang sangat lambat... *tok... tok... tok...* tanpa henti hingga fajar menyingsing.

1
falea sezi
aris Aris lu fikir. karma g dteng buat manusia serakah🤣 harta dr darah orang lain gk berkah lu bangke
🌹Widian,🧕🧕🌹
maaf kak 🙏, itu kan belanja sayuran pagi.....tapi kenapa chat WA nya menunjukkan pukul setengah sembilan malam ?
🌹Widian,🧕🧕🌹: 😅😅nah kan, baru nyadar
total 3 replies
Rahmawati Amma
visualnya maya kurang menarik klu di sampul novelnya maya berhijab disini engak 🤣
jiel: wkwkwkwk, nanti di cari lagi kak sampul yang hotnya heheheh🤭🤭
total 1 replies
Rahmawati Amma
ada apa kenapa dengan maya🤔❓ 🤯
Rahmawati Amma
wah siapa tuh kunti bogelkah atau kunti kuntian🤣🤣
Rahmawati Amma
antara mau ketawa dan takut😭
Rahmawati Amma
🤣🤣🤣🤣
Rahmawati Amma
baru baca 😁✌️
paijo londo
akhirnya tabir misterinya terbuka sedikit demi sedikit 💪💪
paijo londo
mungkin Aris ini masih bingung juga siapa musuh dlm selimutnya yg suka kirim santer ke dia
paijo londo
beraru saingannya Aris ini suka tumbal bayi suci buat pesugihan
paijo londo
OOO sekarang q ngerti berarti si Aris ini punya musuh persaingan tambang mungkin suka kirim santer buat nyelakain istrinya trus disuruh pindah ke rumah itu soalnya mungkin rumah itu aslinya punya keistimewaan bisa jagain istrinya dari malapetaka
Fitriputri
ikut deg deg an akhirnya bayi itu lahir juga
D_wiwied
akhirnya lahir jg
D_wiwied
kasih flashback dong thor gimana awal mula kutukan ini ada
D_wiwied
dibikin film pasti bagus, smg ada yg ngelirik ya thor
Fitriputri
bagus bgt critanya Thor,
falea sezi
lagian uda tau rmh bermasalah masih aja di beli kn. goblok
falea sezi
galfok walpapernya hehehe
Krisna Adhi
/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!