NovelToon NovelToon
GABRIELA MAHAPUTRI LEANDRA (PEMBALASAN DENDAM)

GABRIELA MAHAPUTRI LEANDRA (PEMBALASAN DENDAM)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Action
Popularitas:388
Nilai: 5
Nama Author: PrinsesAna

gadis bernama Gabriela atau biasa di panggil El, berusaha membalas dendam nya kepada orang yang menyakitinya dan juga orang yang telah membunuh mama nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinsesAna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

"Jadi lo beneran mau tanggung jawab.? " tanya Al menatap El.

"Hmm." jawab El dengan anggukan kepala.

"Kalau gitu, lo harus rawat gue sampai gue sembuh. " ucap Al dengan santai.

"Apa." ucap El kaget dengan ucapan Al.

"Al kamu ini, ga boleh gitu. " tegur mama Al kepada putra nya dengan melotot.

"Ga papa tante, saya bisa jaga Al. " jawab El yang merasa bertanggung jawab atas luka yang Al dapat kan.

"Tapi bagaimana dengan keluarga kamu dan juga sekolah kamu nak.? " tanya mama Al yang rasa nya ingin menangis melihat gadis ini yang sangat mirip sekali dengan sahabat nya.

Tapi tetap saja dia harus mencari tau lebih dulu, karena melihat karakter gadis itu yang persis dengan putra nya, sudah pasti tak akan mudah menerima segala nya dengan gampang.

"Nanti bisa saya atur semua nya tante. " jawab El yang sedikit terdiam, bagaimana mungkin ayah nya peduli, bahkan El mati saja sudah pasti dia tak akan peduli.

"Ya sudah, terimakasih ya karena kamu udah mau rawat Al. " ucap mama Al.

"Iya tante. " jawab El singkat.

"Ma Al laper. " ucap Al yang tau jika El sudah pasti belum makan juga.

"Ya sudah biar papa dan mama pergi beli makanan, dan kamu El mau makan apa.? " tanya papa Al pada El.

Papa Al sendiri juga merasa jika gadis ini sangat mirip dengan sahabat istri nya.

"Ga usah tante, nanti saya beli sendiri kalau laper. " jawab El yang merasa asing atas perhatian kecil dari orang lain kepada nya, karena selama ini El selalu mengandalkan diri nya sendiri dalam hal apa pun.

"Nasi Goreng ayam aja dua ma. " ucap Al yang tau jika El sudah pasti tak mau menerima bantuan mama dan papa nya.

"El suka nasi goreng ayam.? " tanya mama Al memastikan apakah El suka atau tidak nya.

"Suka tante. " jawab El yang memang tidak pernah memilih makanan, karena selama ini dia tak pernah benar-benar merasakan apa itu makanan enak.

Walaupun di rumah atau di apartemen sekali pun, El mampu membeli makanan yang mahal tetap saja semua nya sama bagi El.

"Ya sudah kami pergi dulu. " ucap mama Al tersenyum dan segera pergi bersama suami nya, dan yang tersisa hanya Al dan El.

"Kenapa lo terima aja permintaan gue buat lo ngerawat gue.? " tanya Al pada El.

"Lo takut orang tua lo tau.? " tanya Al sebelum El sempat menjawab.

"Engga." jawab El seadanya.

"Apa mereka ga marah kalau lo tidur di sini.? " tanya Al yang entah kenapa cerewet sekali dan itu membuat El jengah.

"Engga Al, dan gue nerima permintaan lo karena tanggung jawab gue, karena lo udah nolong gue. " jawab El membuat Al mengangguk paham.

Tak lama mama dan papa Al kembali membawa makanan dan minuman untuk Al dan El, mama Al juga membawakan cemilan untuk El.

"Nih makanan nya, dan ini cemilan buat kamu El, kan biasa nya cewek suka ngemil kalau bosan. " ucap mama Al terkekeh.

El sendiri terdiam menatap mama Al yang begitu perhatian, dan juga cewek suka cemilan, entah lah El sendiri bingung, karena selama ini dia memakan apa pun yang ada tanpa memilih makanan, atau tentang cemilan favorit, El rasa dia tak memiliki itu.

"Terima kasih tante. " ucap El seadanya.

"Al mama dan papa pulang dulu, karena besok mama harus ikut papa perjalanan bisnis ke luar kota. " ucap mama Al.

"Kamu ga papa kan mama tinggal.? " tanya mama Al.

"Ga papa ma, papa dan mama hati hati. " ucap Al yang memang begitu lah sikap nya.

"Ya sudah, El tante pamit dulu ya, kalau Al ganggu kamu lapor aja sama tante. " ucap Mama Al berusaha bercanda dengan El.

"Iya tante. " jawab El yang merasa iri melihat bagaimana Al memiliki kedua orang tua yang menyayangi nya.

Setelah mama dan papa Al pergi, El mengambil makanan dan menyiapkan nya untuk di makan oleh Al.

"Lo bisa bangun.? " tanya El dengan wajah polos nya , dan sial nya itu tampak mengemaskan oleh Al.

"Lo bisa bantu gue bangun. " ucap Al yang entah kenapa bisa modus begitu.

El membantu Al untuk bangun dari tidur nya tanpa sadar jika dia sedang korban modus oleh Al.

"Gue sambil sandaran aja, perut gue sakit kalau gini. " ucap Al, dan lagi El menaikan bagian kepala ranjang itu agar Al bisa bersandar.

"Lo yakin bisa makan nasi goreng ini? atau gue beliin bubur aja. " ucap El yang merasa jika Al harus makan bubur karena perut nya sakit.

"Ga usah ini aja, lagian udah lewat tengah malam juga. " tolak Al yang di angguki oleh El.

"Kata nya ga usah, kenapa masih ga di ambil.? " tanya El bingung dengan Al yang tak juga mengambil makanan yang El sodorkan.

"Gue susah kalau makan sendiri. " jawab Al akhir nya.

"Jadi lo ga bisa makan sendiri, ya udah. " jawab El. dengan polos nya.

El menyendokan nasi goreng itu pada Al, El tak tau saja jika Al hanya modus.

Al sendiri melongo karena El sangat mudah di kerjai, dia pikir gadis ini susah untuk di kerjai.

Al membuka mulut nya dan menerima suapan dari El hingga nasi goreng itu habis, dan El kembali membantu Al untuk minum, setelah nya El membantu Al berbaring seperti semula.

"Lo kenapa ga makan.? " tanya Al pada El.

"Ini gue mau makan. " jawab El yang kembali menyiapkan makanan nya.

Al melongo melihat El yang memakai sendok dan piring bekas nya, dan itu tidak El cuci sama sekali.

Al bingung melihat wajah polos El, dan juga merasa gadis ini sangat mengemaskan sekali, wajah El memang mendukung untuk menjadi gadis polos, dan orang akan tertipu oleh nya, dan berfikir El adalah gadis yang lemah.

El duduk di sofa dan mulai melahap makanan nya dengan tenang, setelah makan El membantu Al untuk minum obat.

"Lo tidur aja. " ucap El pada Al setelah Al minum obat.

Al sendiri memang sedikit lelah dan mengantuk, belum lagi efek obat yang dia makan memang membuat nya ngantuk.

Setelah Al tertidur El memasuki toilet untuk bersih bersih, setelah nya dia duduk di sisi ranjang Al dengan kursi.

"Maaf, karena gue ga pernah ngerawat orang sakit. " gumam El yang memang selama ini tak pernah melakukan hal ini.

Bahkan berdekatan dengan orang lain saja El tak pernah, ini adalah kali pertama nya dia berinteraksi dengan orang, jadi El sungguh bingung dan tak tau harus melakukan apa.

Lagi pula jika dia belajar merawat orang untuk siapa juga, toh selama ini jika dia terluka tak pernah ada yang merawat atau El merawat diri nya sendiri juga tak pernah.

.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!