Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.
Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.
Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.
"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."
Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.
Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.
Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Xiao Jian melompat turun tanpa mengeluarkan suara, menyatu dengan bayangan remang di sudut halaman. Rahang tegas dengan alis tebal tajam, semakin memikat dibawa cahaya sinar rembulan.
"Apa ada yang ingin kau bicarakan..?" tanya Song Sui'er pelan.
"Aku hanya ingin memastikan sekali lagi, apa kau sungguh ingin menikah denganku..? apa kau tidak menyesal..?" Xiao Jian menatap jauh kewajah calon istrinya.
Alis Song Aran naik tinggi, ia sedikit tersinggung dengan pertanyaan itu.
Kemarin lalu Xiao Jian sudah pernah bertanya, kenapa sekarang harus di ulangi lagi.
Apa pria ini yang sebenarnya tidak mau menikahinya..?
Sebelum Song Aran sempat membalas, Xiao Jian kembali membuka mulut.
"Jika kau memang mau menikah denganku, aku hanya ingin kau tidak perlu terlalu berbakti kepada ibuku, cukup bersikap sopan jika di depannya saja."
Hati Song Aran menghangat, matanya tetiba memanas. Dikehidupan ini selain bertemu orang-orang licik dan toxic, rupanya ia diberkahi juga dengan para pria baik.
Ada ayah, kakak dan kini Xiao Jian.
"Lihatlah Mateo, aku menemukan pria yang baik disini. Dia bahkan tidak menuntutku untuk patuh pada ibumu."
"Jangan khawatir, aku tak akan merendahkan harga diriku pada orang yang tidak menghargai sumiku."
Xiao Jian termangu, matanya bergetar haru.
"Kakakku bilang kau harus menceritakan sendiri tentang reputasimu sebagai pembawa sial bagi istri-istrimu. Bisakah kau memberi tahu aku sekarang..?"
Xiao Jian tersenyum tipis, menatap lembut kedalam telaga jernih sang calon istri.
"Salah satu tujuanku datang juga ingin membicarakan soal itu. Aku khawatir kau merasa tak nyaman jika aku tidak menjelaskannya sejak awal."
Xiao Jian menghela nafas, menahan getir yang tersimpan di dalam kata.
"Semua berawal dari masalah tunangan pertamaku yang memang memiliki penyakit bawaan. Tubuhnya sudah lemah sejak awal, tapi setelah bersama denganku kondisinya semakin parah."
"Ibuku menerima sejumlah uang yang cukup banyak darinya, karena menganggap jika pernikahan kami dapat membawa keberuntungan dan dia akan sembuh. Tapi pada akhirnya wanita itu meninggal sebelum hari pernikahan."
"Yang kedua gadis pilihan ayahku, tapi ibuku tidak senang dengannya. ibuku sengaja pergi ke rumah tunanganku, menjelek-jelekkan aku, lalu gadis itu berpura-pura sakit."
"Sejak hari itu, setiap kali ada seseorang yang menyukaiku, ibuku akan mengarang bebas cerita tentang dua istriku sebelumnya. Dari sana reputasiku sebagai pembawa sial menyebar."
Wajah tegas Xiao Jian berubah muram. Pria itu menghela napas berat lalu dihempaskan dengan kasar.
"Aku sudah lama tahu kalau ibuku tidak menyayangiku seperti anak-anaknya yang lain, jadi dia pasti tidak akan menyukaimu juga. Jangan memaksakan diri untuk berbakti."
Mendengar penjelasan calon suaminya, Song Aran tersenyum tipis.
"Selama kau tidak membuatku menderita, apa pun keinginanmu, akan aku patuhi. Kau tidak perlu cemas..!"
"Kalau begitu tunggu aku datang menikahimu besok. Aku bersumpah tidak akan membiarkanmu menderita. Aku juga berjanji akan membuat hidupmu bahagia bersamaku."
Usai mengatakan itu, Xiao Jian melesat pergi, melompati pagar dengan gesit.
Setelah Xiao Jian menghilang, Song Qing Bao mendekat, lalu berbisik menggoda Song Aran.
"Adikku, dia jauh lebih baik dari pada si bajingan Kang Yance itu."
Song Aran mengangguk setuju, mendesis jijik mengingat mantan tunangannya.
"Kang Yance, siapa dia..? Bajingan bodoh yang hanya mengandalakan gelar setelah gagal ujian berkali-kali. Menjijikan..!" Aran meludah, memutar bola matanya penuh cibiran.
"Lalu bagaimana dengan kesetiaanmu padanya dulu..?" tanya menggoda Song Qing Bao.
"Mungkin otak ku dulu bermasalah, sungguh sial karena sudah bersikap bodoh sampai lupa diri." balas jujur Aran dengan wajah sedikit memerah malu.
Keesokan harinya, sebelum fajar.
Song Aran langsung melakukan perawatan, mandi berendam dengan wewangian. Merias wajah lalu mengenakan pakaian pengantin dan sepatu bersulam merah.
Tampak sangat meriah.
Song Aran tersipu, ia mengangkat hidungnya tinggi-tinggi saat si bibi perias pengantin memujinya.
Sebenarnya tugas ini dilakukan oleh Zhao Jie, tapi wanita itu mengaku sedang sakit.
Semua orang tahu itu karena Zhao Jiao.
Zhao Jie tidak ingin melihat Song Aran menikah dengan cara terhormat serta perayaan yang begitu mewah.
Tapi Song Aran memang tidak berniat meminta Zhao Jie untuk membantunya menata rambut, karena mereka saling membenci.
Song Aran lebih percaya pada bibi Chen.
Meski pun bibi Chen suka bergosip, tapi dia adalah orang baik.
Wanita yang paling terkenal di desa, sebab sangat berbakat serta diberkati dengan memiliki mertua penyayang dan tiga anak laki-laki.
"Aran, ayahmu sangat murah hati. Dia memberimu begitu banyak mas kawin, gelang perak dan jepit rambut. Hal sepertinya baru terjadi di desa kita." kata Bibi Chen sambil menyisir surai pengantin wanita.
"Bibi, sebenarnya jepit rambut ini hadiah dari Xiao Jian. Kalau semua mas kawin itu adalah kompensasi karena Zhao Jiao mencuri tunanganku."
"Ngomong-ngomong, apa yang terjadi pada Jiao..? aku tidak melihatnya hari ini." kepo Chen Jin.
"Zhao Jiao menikah dengan keluarga Kang kemarin, tidak ada hadiah pertunangan, mahar, bahkan tanpa upacara," balas Song Aran sambil tersenyum.
"Bagus, itu memang pantas dia dapatkan. Wanita yang sampai melakukan tindakan nekat untuk mencuri seorang pria, tidak layak di hargai."
Chen Jin menjeda ucapannya untuk meludah sengit ketanah.
"Bahkan jika mereka sungguh ingin menikah, tidak akan ada tamu yang datang memberi restu. Menjijikkan, mereka sangat tidak bermoral..!"
"Aku tidak pernah menyukai Jiao, dia genit seperti jalang, persis ibunya. Kang Hua selalu menyombongkan putranya, tapi lihat sekarang, putranya itu malah melakukan hal tercela. Aku penasaran sekali, sehitam dan sejelek apa wajahnya sekarang."
Bibi Chen tergelak di akhir ucapan.
Seperti yang diharapkan dari Bibi Chen Jin, dia sangat cerewet ketika membicarakan gosip.
Sembari terus mengoceh, bibi Chen tidak berhenti menyisir rambut Song Aran.
Dengan cepat bibi Chen menata rambut Song Aran menjadi gaya yang indah, memasangkan sepasang bunga beludru merah yang cantik, dan terakhir menyelipkan jepit rambut perak.
"Baiklah, jangan membicarakan orang-orang itu lagi. Bibi Chen, keterampilanmu sungguh sangat hebat."
Song Aran memandang dirinya di cermin perunggu. Meski masih agak gemuk, setelah disentuh tangan emas Bibi Jin, ia sekarang terlihat sangat anggun.
"Bukan karena keahlianku yang hebat, tapi kau yang terlalu cantik. Jika kau tidak sedikit gemuk, kau mungkin akan menjadi gadis tercantik di seluruh desa."
Chen Jin bertepuk tangan dengan penuh kepuasan.
"Kau masih cantik sekarang, kau memang ditakdirkan untuk mendapatkan keberuntungan."
Bibi Chen melihat jepit rambut perak itu sekali lalu, lalu menghibur Song Aran.
"Meski putra sulung keluarga Xiao terlihat agak galak, tapi dia suami yang penyayang. Rumor tentang dia yang membawa sial bagi istrinya hanya kebohongan. Aku yakin, kalian berdua adalah pasangan yang sudah ditakdirkan oleh langit."
"Terima kasih, bibi Chen..!" ucap Song Aran tulus berkaca-kaca.
Bibi Chen mendengar suara gaduh di luar, lalu menepuk bahu Song Aran lembut.
"Waktunya telah tiba, saatnya mengucapkan selamat tinggal kepada orang tuamu. Jangan khawatir, semua pengantin yang pernah kubantu dengan tata rambut dan rias wajahnya akan baik-baik saja."