ketika kehormatan direnggut paksa oleh seseorang yang selalu berlaku kasar terhadapnya.
membuat gadis cantik Mikhayla didera rasa takut dan cemas.
lantas bagaimana ketika perbuatan dari laki-laki tersebut menghasilkan kehidupan baru dalam diri Mikhayla?
apa yang harus dilakukan olehnya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20.
"SAYA NIKAHAN DAN KAWINKAN SAUDARI MIKHAYLA ANINDITA BINTI FULAN DENGAN MAS KAWIN BERUPA UANG SEBESAR SATU MILYAR DAN JUGA SATU BUAH RUMAH DIBAYAR TUNAI."
suara lantang dan tegas seorang penghulu yang berjabat tangan dengan Marvin dalam satu tarikan nafas.
"SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA MIKHAYLA ANINDITA BINTI FULAN DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT DIBAYAR TUNAI."
jawab Marvin lugas dan tegas seraya berjabat tangan dengan sang penghulu. Namun tatapan matanya tak sekalipun dia alihkan dari kecantikan dan keanggunan wanita jelita yang sekarang telah sah menjadi istrinya.
Walaupun pernikahan keduanya dilakukan berdasarkan ilmu agama. Tanpa ada hukum sah dari negara.
Namun Marvin akan menjadikan pernikahan nya bersama Keyla, seperti halnya pernikahannya dengan Starla, istri pertamanya.
Mungkin untuk saat ini biarkan saja seperti ini.
Yang terpenting dia sudah menjadikan Mikhayla sebagai istri keduanya.
Apalagi ditengah kondisi Mikhayla, yang sedang mengandung darah dagingnya.
"BAGAIMANA SAKSI SAH??
sah sah sah sah..
"Alhamdulillah."ucap sang penghulu.
"Baik untuk mbak Mikhayla, cium punggung tangan suaminya.
Dan untuk mas Marvin usapkan telapak tangannya di kepala sang istri sambil mengecup kening nya mbak Mikhayla."perintah sang penghulu.
Setelahnya Marvin dan Mikhayla pun melakukan apa yang ucapkan sang penghulu.
Dengan menatap lembut yang tersirat akan kekaguman.
Marvin terus memandangi wajah cantik nan anggun yang saat ini telah sah menjadi istrinya.
"Maaf yah, menjadikan kamu yang kedua.
Tapi kamu tak usah berkecil hati.
Karena status kamu setara dengan istri sah.
Bersabar saja, semoga mas bisa mengesahkan pernikahan kita secara hukum negara."kata Marvin berbisik seraya mengecup lembut kening Keyla.
Keyla pun menjawab dengan tersenyum tipis sambil mengangguk kan kepalanya.
Kemudian acara dilanjutkan dengan makan makan bersama tetangga yang tinggal disekitar rumah Baru untuk Keyla.
Marvin juga memperkerjakan satu orang khusus untuk menemani Keyla. Ketika dirinya tak berada disamping Keyla.
Karena tak mungkin selama dua puluh empat jam dia berada didekat Keyla.
Marvin juga akan membagi waktunya selama beberapa hari di kediaman Starla dan juga Keyla.
MALAM HARINYA.
KAWASAN 21++
Ceklek.
Glek!
Jakun Marvin naik turun dengan hembusan nafasnya yang memburu ketika melihat penampilan Keyla yang begitu menggoda dahaganya.
Dengan memakai gaun tidur sebatas setengah pahanya. Model tali spaghetti
Tanpa memakai apa apa dibalik gaun tidurnya.
Rambut panjangnya tergerai indah dengan tetesan air yang keluar dari ujung rambutnya.
Marvin terpaku diam didepan pintu seraya terus menatap penuh hasrat pada Keyla yang tengah berdiri sambil menyisir rambutnya didepan meja rias.
"Mas Marvin.."beo Keyla tatkala melihat kedatangan Marvin dari cermin besar dihadapannya.
Setelahnya memutar tubuhnya kebelakang guna berhadap langsung dengan Abang angkat yang sekarang telah berubah menjadi suaminya.
"Emm, mas mau makan dulu? Atau istirahat?"tanya Keyla pelan seraya menundukkan kepalanya tanpa mau bertatap muka dengan sang suami.
Sebab Keyla begitu merasakan canggung terhadap Marvin. Yang sekarang telah sah menjadi suaminya.
Ditambah lagi penampilan dirinya yang terbuka. Dengan memakai gaun tidur yang memperlihatkan setiap lekuk tubuhnya.
Sebenarnya Keyla hendak merangkap nya dengan stelan piyama tidur.
Dan setelah itu gegas turun kebawah guna melayani sang suami untuk makan malam bersama.
Namun ternyata mas Marvin menyusulnya ke kamar. Dengan keadaan Dia yang belum memakai pakaian yang lebih sopan.
Seraya menatap Keyla dengan nafsu yang bergejolak dalam dada.
Marvin melangkahkan kakinya pelan pelan guna mendekat pada istri kecilnya yang begitu terlihat menggoda.
"Kalau berbicara dengan seorang suami.
Tatap wajah suami mu.
Jangan kamu tundukkan kepala mu untuk menghindar dariku, Hem"katanya dengan mengangkat wajah Keyla lembut setelahnya merengkuh pinggang sang istri dalam dekapan nya.
"Tatap mata ku Keyla.
Kamu bisa lihat dari pancaran mata ku.
Terdapat kerinduan yang menggunung untuk kamu.
Wajah ini.
Bibir ini.
Rambut ini.
Semuanya aku sangat merindukannya.
Aku ingin wajahmu lah, yang aku lihat ketika bangun tidur.
Dan aku ingin dirimu lah wanita yang selamanya berada di sisi ku, Hem."ujar Marvin dengan tatapan cinta.
Keyla sendiri merasakan hatinya sungguh tak karuan.
Di satu sisi, dia begitu heran dan bingung dengan sikap dan perilaku Marvin terhadapnya.
Namun dalam hati terdalamnya, Keyla juga merasakan apa yang diucapkan oleh Marvin.
Ketika dia berjauhan dari sang Abang angkat.
Entah kenapa hatinya begitu merindukan lelaki tersebut.
Padahal jika dia berada didekatnya.
Hanya ketakutan juga rasa was-was yang dirasakan nya.
Apalagi menelisik dari perlakuan Marvin yang sudah sudah.
Kasar, dingin, yang seolah-olah dirinya membuat kesalahan fatal.
Hingga tanpa tahu penyebabnya.
Memperlakukan dirinya semena-mena.
Apakah Marvin mencintainya?
Dan apa mungkin dia juga mencintainya?
Tapi rasanya tidak mungkin jika Marvin mencintainya!
Bukankah dia begitu mendambakan seorang Starla.
HHH.. entahlah! Cup! "Eh eh.."Keyla tersentak kaget ketika Marvin mengecup lembut bibirnya. "Kenapa diam, Hem?"katanya lembut seraya memeluk pinggang erat sang istri dan mengangkat pelan tubuhnya. Kemudian membawa Keyla ke ranjang king size dengan hiasan bunga mawar putih yang membentuk love. BRUK. Marvin membaringkan pelan pelan tubuh Keyla diatas pembaringan. Disusul Marvin yang langsung melepaskan kemeja berikut celananya. Dan membiarkannya teronggok di lantai. "Maaf ya, karena perbuatan mas, salah satu anak kita telah pergi ke surga."ucapnya dengan sendu sambil mengelus-elus perut Keyla. Degg. Seketika Keyla membangunkan tubuhnya untuk mengubah posisinya menjadi duduk. "Maksudnya mas?"bingung Keyla menatap serius pada Marvin. Hem hhh.. Dengan menarik nafas panjang Marvin pun memberitahu terkait salah satu janin Keyla yang telah gugur karena perbuatannya. Karena didera rasa rindu yang membuncah dalam dada, Juga kerinduan akan penyatuan cinta dengan Keyla. Hingga membuat Marvin melakukannya dengan kasar dan brutal. Dan imbasnya adalah janinnya telah gugur sebelum waktunya. Keyla pun kaget luar biasa manakala Marvin menceritakan tentang salah satu janinnya yang telah tiada. Tapi ya sudahlah. Mungkin sudah takdirnya. Lagi pun Marvin belum mengetahui jika dia tengah berbadan dua. "Iya mas, enggak apa-apa kok. Mungkin sudah takdirnya."jawabnya lembut setelah terdiam sejenak seraya kembali mengusap lembut rambut sang suami. "Mas janji sayang, akan menjaga dan melindungi kedua janin yang masih bersemayam dalam rahim mu. Sampai mereka lahir kedunia."tekad nya bersungguh-sungguh. Dan Keyla pun tersenyum manis sambil terus mengusap lembut kepala sang suami. "Mas, emm, s s sekolah ku gimana?"tukasnya hati hati. "Untuk saat ini, kamu fokus saja dengan kehamilan mu. Kalau kamu ingin melanjutkan pendidikan mu. Nanti ketika si kembar lahir. Tapi kamu tak usah kuatir. Karena mas, sudah menyewa beberapa guru profesional untuk kamu melakukan home schooling. Sepertinya itu lebih baik dari pada kamu berangkat ke sekolah. Yang pastinya akan membuat mereka bertanya-tanya tentang kondisi kamu yang sedang mengandung."perintah Marvin tegas namun ada kelembutan untuk kebaikan Keyla. Keyla pun mangguk mangguk dan menyetujui apa yang diperintahkan sang suami. "Terus mas, a a apakah mbak Starla mengetahui tentang pernikahan kita? "Tidak! Untuk apa? Degg.