"kau hanya anak sial"
kata -kata itu selalu terngiang dalam pikiranku.
aku yg diusir dari rumah bude ku dan juga rumah papaku. Terlebih kekasihku yang hampir membuat aku celaka.
Apakah aku akan bahagia?dan menemukan kebahagianku
ikutin terus ya
ini novel pertama aku mudah2an pada suka ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angel Lina Markus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31
Bara melihat wajah ketakutan deeva dan menc **m puncak kepala deeva, akhirnya deeva tertidur di sofa rumah bara.
Bara menatap deeva sejenak,lalu di berinisiatif menelepon qia untuk memberitahukan keadaan deva saat ini.
dert...dert...
ponsel bara berbunyi, tertera nama Rendy..
"ya ren"
". . . . . . . ."
"dia ada di sini, kalian bisa ke sini sebntar? ada yang mau ku bicarakan"
". . . . . . . . "
" oke aku tunggu kalian "
bara meletakkan kembali handphonenya dan menunggu rendy dan qia di ruang tamu.
cekleeek
Rendy datang bersama qia dengan sangat tergesa - gesa.
Bara mulai menceritakan semua yang dialami deeva dari mulai ddeeva ke bandung,trus kos sampai pacaran dengan Andrea dan tragedi yang andre berikan membuat trauma yang pernah di laluinya selama di Bandung serta prediksi dokter agar dia tidak stress lagi.
Qia menangis mendengar semua yang di alami adiknya itu, kenapa dia selaalu mendapat perbuatan yang tidak menyenangkan.
Lalu Qia memandang Bara dan Deeva bergantian, ada gelisah yang qia lihat di mata Bara. Seakan akan dia tak mau gadis yang disayanginya menderita.
"bara" panggil qia
Bara dan Rendy langsung refleks memandang ke arah Qia , tampak ada keraguan di wajah qia. Tapi dia berusaha kuat, bagaimana pun dia harus mengambil keputusan buat adiknya itu.
" Bara, apa kau benar - benar serius dengan deeva? apa kau benar - benar sayang padanya bukan karena kasihan padanya?" tanya Qia yang sat ini sedang menatap Bara dengan tajam.
Bara memandang Qia dengan pasti "aku benar - benar sayang padanya, makanya aku selalu berusaha ada disampingnya. Bahkan aku sudah menyukai dia dari awal kalian menikah. Tapi rasa itu semakin kuat pada saat dia terpuruk dan tidak ada seorang pun yang mau menerimanya."
"Aku berjanji akan mengganti duka yang dia rasakan saat ini menjadi kebahagiaan dan tak kan kubiarkan orang lain melukai dirinya walaupun sehelai rambutnya"
Qia merasa tersanjung dengan ucapan Bara
" Baik lah aku pegang janjimu " ucap Qia dan disambut anggukan kepala oleh bara dan rendy
"Tadi pagi aku sudah buat janji dengan mas yoga, besok aku akan berbicara dengan mas yoga dan papa mengenai hubungan kalian. Apabila nanti papa dan mas Yoga menolakmu, aku adalah orang pertama yang akan merestui kalian." jelas qia
Qia sudah tidak mau adeeva merasakan kepahitan lagi, dia akan terus membantu deeva untuk meraih masa depan yang bahagia. Dia akan melakukan apa pun demi kebahagiaan deeva, termasuk membela adiknya dari perlakuan papa yang tidak peduli dengan deeva . Yang seperti biasa dia lakukan di depan papanya.
" aku juga akan mendukung semua keputusan istriku tersayang" ucap Rendy sambil menggenggam tangan Qia.
"untuk malam ini biar deeva menginap disini, aku menitipkan dia padamu. Aku harap kau bisa menjaganya sesuai janjimu" ucap Qia
"Tenang saja istriku, kalau dia berani melukai adik iparku dan menyakitimu akan kuhajar dia" ujar Rendy meyakinkan istrinya.
Qia tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan suaminya, tapi bara bergidik ngeri melihat pasangan suami istri itu.
"bagaimana bisa mereka berdua menyuruhku menjaga adik mereka tetapi juga mengancamku " gumam bara dalam hati
" aku bisa gila menghadapi kalian " ucap bara dengan tampang memelasnya dan disambut gelak tawa oleh Rendy serta Qia. Sedangkan deeva masih tertidur pulas, dia tidak teeganggu sama sekali.
Kalau ada kritik dan saran bisa di sampaikan melalui kolom komentar, agar saya bisa bisa mengetahui kesalahan saya. Karenansaya hanya manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan. sekian dan terima kasih
oh ya thor tolong dong jangan buat deeva mabuk, takut deeva knp"