Dengan kasar Arga melepas manik-manik yang menghiasi kepala istrinya, melepas kasar jilbab beserta ikatan rambutnya. Banyak helaian rambut yang tercabut membuat Mawar meringis kesakitan.
“hentikan aku mohon!! Hiks hiks”
Allih-alih memperdulikan Mawar yang menangis ketakutan Arga lebih memilih meneruskan perbuatannya memaksa melepaskan kebaya putih yang menutupi tubuh mawar. Sekuat apapaun mawar melawan jelas tenaganya tak sebanding dengan Arga yang kini telah tersulut emosi. Perkataan mamahnya mengiang jelas difikirannya bukan pernikahan seperti ini yang mawar harapkan, memang dengan Arga ia ingin membangun rumah tangga tapi tidak seperti ini. Dirinya dipaksa melepas pakaian dengan kasar oleh suaminya sendiri hingga kini ia sudah pasrah karna kebaya yang menutupi tubuh atasnya telah terlepas menyisakan bra hitam yang dengan setia menutupi gunung kembarnya. Arga menghentikan aktivitasnya menatap manik mata sang istri yang segera menunduk ketakutan.
“ini pilihanmu Mawar, jangan salahkan aku”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon afrabaik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gengsi
Seorang wanita dengan jilbab biru tuanya sedang tertawa melihat pria sebayanya sedang berlarian mengejar seorang anak. Pria bertopi itu berlari seolah olah dia berlari paling cepat, sang anak tertawa geli sambil terus berlari dengan gagap (ada yah berlari gagap? Haha yah intinya gitu lah yah, insyaAllah readers pada faham hehe). Anak itu berbalik menunjuk pria bertopi sambil berteriak ‘doy!!’ seketika sang pria yang terkena tembakan dengan alaynya terjatuh memegang dada, menggetar-getarkan tubuh seperti orang kena ayan. Gelak tawa tercipta diantara ketiganya. Aku tersenyum.
“a!” aku terkaget
Tiba-tiba saja alif menutup kaca jendelanya, seperti tak ingin sekali mawar bahagia. Ia kembali mengalihkan pandangannya ke depan dangan bibir yang sudah maju melebihi hidungnya. Alif belok kiri di pertigaan taman itu.
‘sebenarnya dia mau bawa aku kemana sih?’ batin mawar, masih tak berani berbicara dengan suaminya.
‘aku akan membawamu ke tempat romantis dan di sana aku akan meminta maaf, semoga kamu mau memaafkanku’
Beberapa pesepeda couple melewati mobil yang kami tumpangi, mereka terlihat sangat bahagia dengan senyum lebar menampilkan semua barisan gigi. Tepat di sebelah kiri kami terdapat danau buatan yang sangat indah, banyak sekali burung bangau mendarat mencari makan. Pohon pohon arbei menjulang sepanjang jalan, mempersilahkan para pengunjung untuk berteduh di bawahnya. Indah, sungguh suasana yang sangat romantis. Alif memilih untuk memarkirkan mobil di depan mini market sebelah kanan jalan.
Mereka turun dari mobil, alif lebih dulu berjalan, menuntun kemana mereka akan pergi. Selagi berjalan sambil menikmati pemandangan, sepasang kekasih dengan mesranya saling menautkan jari jemari, berpapasan dengan mereka tanpa menyapa. Reflex alif maupun mawar saling melirik tangan mereka masing-masing. Kosong. Tak ingin terbawa suasana, alif mempercepat langkahnya, bermaksud untuk menghindari pemandangan seperti tadi dan tiba di tempat tujuan secepatnya.
‘em!’ pekik mawar
Seorang pria di sebrang sana sedang merangkul kekasihnya sambil mengusap sisa makanan yang menempel di pipi sang wanita. Kembali alif dan mawar menelan saliva dengan susahnya. Mungkin pemandangan ini akan sangat menyenangkan jika situasi mereka sedang tidak diam-diaman seperti ini. Merasa canggung? Tentu, bingung apa yang harus mereka lakukan. Pasalnya sepanjang jalan ini hanya mereka satu-satunya pasangan yang bahkan tidak bergandengan tangan.
‘sial, tempat ini terlalu romantis’ batin alif
‘kenapa mas alif membawaku ke tempat seperti ini sih? Sengaja yah biar kita makin jauh?? Apa kamu semarah itu mas?’
Dengan wajah tertunduk, mawar terus mengikuti alif.
‘duaaaaar!!’
Bunyi letusan balon mengagetkan mawar.
‘ternyata ada lamaran’ batin mawar
“romantisnya” ucapnya lesu
“hah?”
“a ah hah? oh anu itu mereka romantis sekali mengadakan lamaran di tempat indah seperti ini”
“emmm”
“sebenarnya… … mas alif mau bawa aku kemana sih??” mawar memberanikan diri untuk bertanya
“ah anu… ku rasa ini bukan tempat yang tepat. Kita balik lagi saja”
“mas” mawar menghentikan alif
“aku minta maaf” sambung mawar kemudian menunduk. “aku… hmmmmmmpt”
Alif menarik kedua pergelangan tangan mawar, membuat tubuhnya beradu sepersekian detik. Memegang erat pinggangnya dan \*\*\*\*\*\*\* habis bibir mawar.
“hmmmmmpt… mas! Ya ampun… apa yang kamu laku… kan. Kamu menangis?? Ke kenapa? Ja jangan nangis mas, nanti aku kasih kalo sudah sampai rumah. Aku malu kalo di tempat umum gini mas”
Alif tertawa menanggapi pernyataan istrinya. Ia kembali menarik mawar menenggelamkan tubuh mungilnya dipelukan alif.
“aku menangis bukan karena kamu melarangku menciummu. tapi… aku malu pada diriku sendiri. Betapa pengecutnya aku tidak bisa lebih dulu mengucapkan maaf padamu. Aku menyesal”
“memangnya mas tidak marah??”
“hah? marah?” alif melonggarkan pelukannya.
“iya marah, mas kan sudah bilang akan mendisiplinkan aku. Membuatku kuat dan terbiasa dengan profesi mas alif. Tapi mungkin karena aku terlalu cemburu hingga membuatku menyangka pramugari tadi akan menipumu. Padahal jika di pikirkan lebih lanjut, mas alif kan dokter hebat! Dokter andalan di Indonesia, jadi mana mungkin mas alif semudah itu tertipu kan?? Haha aku yang memang sepantasnya meminta maaf sama mas, karena terlalu cemburu”
“ah? Hahaha iya benar, aku tidak akan semudah itu tertipu kan haha iya iya” alif melepaskan pelukannya, mengusap tengkuknya yang baik-baik saja.
“hehe, tapi kenapa mas alif mengusap tengkuk mas begitu?? Biasanya mas melakukan itu ketika mas sedang merasa bersalah”
“aku aku hanya merasa bersalah karena… yah aku aku tadi sempat membentakmu. Maaf yah sayang”
“tidak apa-apa mas, itu adalah cara mas biar bisa mendisiplinkan aku. Mulai hari ini aku berjanji akan selalu percaya pada mas, aku tidak akan cemburu ketika mas harus melakukan pertolongan pada wanita manapun dan aku tidak akan meng...hmmmmmmmmm”
“tidak usah sampai seperti itu sayang... sebaiknya kita kembali ke mini market tadi saja yah" alif membungkam mulut mawar lembut. Kemudian menggandengnya dan menciumi pipinya sepanjang jalan. ‘haha lihat nih aku juga bisa romantis’ batinnya. Balas dendam.
---
“kita ke mansion nene sekarang??”
“kamu tidak merasa lelah sayang? Kita bisa menginap di hotel dekat sini dulu, lalu besoknya kita ke sana”
“tidak mas, aku banyak tertidur selama di pesawat. Lagipula ayah faruk sempat bilang padaku harus segera mengunjungi nene sesampainya di sini”
“baiklah kita ke mansion nene sekarang”
“tapi… nene tidak galak kan??”
“hahahahhaha”
Author...
"assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh 🤗🤗🙏... apa kabar semuanya??? insyaallah Author up setiap hari Senin sampai Jumat pada jam 9. tapi karena Author juga lagi sibuk ngerjain skripsi 😭😭 jadi pasti telat telat gitu. maafkan dan minta do'anya juga yaaah 😍😍 lov lov terimakasih 🙏🙏"
oiya... minta kritik dan sarannya juga yah... soalnya Author minggu-minggu ini buru-buru bgt nulisnya 🥺 takut malah jadi kurang berkualitas ceritanya.
buat author, semangat ya, tetap lanjutkan donk ceritanya...