NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Suami Kakakku

Menikah Dengan Suami Kakakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:11.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratna Wullandarrie

Warning,,,!!!! 21+, harap bijak mencari bacaan.!


Delia Larasaty, gadis cantik berusia 22 tahun itu tidak pernah menyangka jika dirinya akan menikah dengan kakak iparnya sendiri, atau lebih tepatnya menikah dengan suami kakaknya.

Dia adalah Bramantyo Sanjaya atau Bram. Pria dengan wajah tampan yang saat ini berusia 30 tahun tapi masih terlihat muda.
Anak tunggal dari Tuan Sanjaya, pemilik Sanjaya's Group. Salah satu perusahan terbesar dikota jakarta.

Bram menikah dengan Ditha Larasaty, kakak kandung Delia. Tapi 6 bulan yang lalu saat Ditha melahirkan, kondiri Ditha melemah hingga dia dinyatakan koma. Hingga saat ini Ditha belum juga sadar dari komanya.

Kedua orang tua Bram tidak tega melihat kondisi anaknya yang semakin tidak terawat dan terus berlalur dalam kesidihan karna tepukul atas kejadian yang menimpa istrinya. Maka dari itu kedua orang tua Bram meminta Bram untuk menikah dengan Delia, agar Bram tidak berlarut - larut dalam kesedihan karna terus memikirkan Ditha yang belum tentu akan bangun dari komanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Wullandarrie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Terlalu jauh melangkah

"Aku mencarimu, ternyata disini." Bram memasukan kepalanya setelah membuka sedikit pintu kamar Alea.

"Ssstttt,,," Delia meletakan telunjuknya di bibir, memberikan kode pada Bram agar tidak berisik. Kemudian menunjuk Alea yang sedang tertidur dipangkuannya. Bram tersenyum, melebarkan pintu dan masuk kedalam. Menghampiri Delia yang sedang duduk disofa. Bram ikut duduk disebelah Delia.

"Kenapa tidak dipindahkan ke tempat tidurnya.?" Bisik Bram. Dia sengaja menempelkan bibirnya di telinga Delia, membuat si empunya merinding disco bahkan hampir menggeliat geli.

Meletakan telapak tangannya di wajah Bram, Delia mendorongnya pelan.

"Jangan dekat - dekat.!" Ketus Delia setengah berbisik. Matanya melotot tajam. Harusnya membuat orang yang sedang dipelototi merinding ketakutan, tapi Bram malah menahan senyumnya. Bukannya takut, dia malah gemas melihatnya.

"Letakan saja di situ." Kata Bram pelan, sembari menunjuk tempat tidur Alea.

"Sebentar lagi, dia baru saja tidur." Jawab Delia nyaris tak terdengar suaranya. Tapi Bram masih bisa mengerti dengan melihat gerak bibir Delia. Bram terlalu fokus memperhatikan bibir Delia, hingga pikiran kotornya muncul tiba - tiba. Dia menelan salivanya, membayangkan saat menyesap bibir Delia yang kenyal dan manis.

Melihat sorot mata Bram yang tanpa berkedip, Delia bisa menebak apa yang sedang Bram pikirkan. Dia segera mencubit pinggang Bram untuk membuyarkan pikiran kotornya. Bram meringis kesakitan, memegangi bekas cubitan Delia dipinggangganya.

"Da,,sar me,,sum..!" Kata Delia dengan gerak bibirnya yang lambat, tanpa bersuara.

'Astagaaa,,, kenapa semakin hari kamu semakin menggemaskan.!" Batin Bram.

Jika saja Alea tidak tidur, dia pasti sudah mengatakannya langsung pada Delia. Karna menahan gemas, Bram hanya bisa mencubit kedua pipi Delia.

Setelah menunggu beberpa menit, Alea sudah terlihat pulas. Delia beranjak dari duduknya, membawa Alea ke tempat tidurnya dan membaringkannya disana. Delia sedang menyelimuti Alae, tapi kemudian tangan kekar Bram memeluknya dari belakang. Delia berbalik badan, kedua tangannya mendorong dada Bram.

"Kamu tidak mau aku peluk.?" Tanya Bram kecewa.

"Bukan begitu mas,,,

"Kalau begitu biarkan aku memelukmu." Bram memotong ucapan Delia. Bukannya memeluk, Bram malah menyatukan bibirnya dengan bibir Delia. Dia memegangi kedua sisi pinggang Delia dengan erat.

Delia yang mendapat serangan mendadak, hanya bisa pasrah. Tapi kemudian dia mulai membalasnya, membuat pagutan bibir mereka semakin panas, hingga menimbulkan suara kecapan dari keduanya. Bram mengakhiri ciuamannya, dia takut suara itu mengganggu tidur Alae. Bram menggiring Delia ke sofa untuk menjauh dari tempat tidur Alea.

Bram duduk disofa, dia membawa Delia duduk di pangkuanya. Satu tangan Bram melingkar dipinggang Delia dan tangan satunya diselipkan direcuk leher Delia hingga ke tengkunya. Bram menatap Delia dengan penuh cinta, tatapan yang membuat Delia terhipnotis. dia mengalungkan kedua tangannya di leher Bram. Entah mendapat keberanian dari mana, Delia langsung ******* bibir Bram. Tentu saja hal itu membuat Bram semakin bersemangat. Tangannya bahkan sudah menjelajahi bagian atas tubuh Delia yang menantang. Menyusup kedalam bajunya.

"Apa kamu sudah siap.?" Tanya Bram setelah melepaskan ciumannya. Delia terkesiap, seketika wajahnya pucat pasi. Dia tidak akan pernah menyerahkan mahkotanya pada Bram. Melihat wajah Delia yang memucat, Bram mengulum senyum.

"Aku tidak akan memaksamu." Ujar Bram lembut, dia merapikan rambut Delia dan dressnya. Akhirnya Delia bisa bernafas lega.

...******...

Delia dan Bram sudah berada di dalam kamar mereka. Jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Bram berbaring diranjang, dia terlihat serius menatap ponselnya. Delia keluar dari kamar mandi, dia baru saja membersihkan diri dan mengganti bajunya dengan baju tidur. Mendekat ke arah ranjang dan merebahkan dirinya disamping Bram. Delia sengaja memberikan jarak, meskipun pada akhirnya Bram akan menariknya kedalam pelukannya.

"Aku pikir mas Bram akan tidur dirumah sakit lagi."

Bram menoleh sekilas, dia mematikan ponselnya, meletekannya di atas nakas.

Bram mengeser tubuhnya mendekat kearah Delia.

"Kamu sedang mengusirku apa menyindirku.?" Tanya Bram.

Setelah kemarin dia mendadak tidur dirumah sakit, Bram befikir Delia kesal padanya.

"Nggak dua - duanya. Cuma pengen ngomong aja." Jawab Delia datar.

"Aku sudah memasang cctv di ruangan Ditha,tanpa sepengetahuan perawat yang menjaganya." Jelas Bram. Delia terlihat serius menatap Bram.

"Lalu bagaimana.? Apa dia muncul lagi.?" Tanya Delia antusias. Delia juga sangat penasaran dengan laki - laki yang pernah dia temui dirumah sakit.

"Tidak. Aku baru saja selesai melihat cctv itu."

Jawab Bram, dia terkihat kecewa karna tidak melihat kedatangan laki - laki itu.

"Menurut mas Bram, siapa orang itu.?'

"Aku tidak tau." Jawabnya cuek. Bram memilih untuk memejamkan matanya. Sebenarnya dia mencurigai satu orang, tapi dia berharap kecurigaannya itu salah.

Sepulang dari kantor tadi sore, Bram kembali kerumah sakit. Dia membawa orang untuk memasang cctv di ruangan Ditha. Dengan menyuruh perawat untuk membelikan makanan diluar rumah sakit, Bram berhasil memasang cctv tanpa sepengetahuan perawat itu. Bram ingin mengetahui siapa laki - laki yang diam - diam mengunjungi Ditha.

Delia bahkan sudah pernah melihatnya dua bulan yang lalu, tapi dia baru menceritakannya pada Bram. Itu pun karna Bram yang memberitahunya lebih dulu.

Flashback On

"Sayang,,," Panggil Bram. Delia berdehem.

"Aku akan menginap disini. Aku baru saja melihat orang yang mencurigakan akan masuk keruangan Ditha. Aku takut dia berbuat sesuatu malam ini." Jelas Bram.

"Apa dia laki - laki yang berpakaian tertutup.?" Ujar delia.

"Bagaimana kamu bisa tau.?" Tanya Bram

Bram tertegun mendengar jawaban dari Delia. Matanya membulat sempurna.

"Dua bulan yang lalu aku juga melihatnya keluar dari ruangan mba Ditha. Aku mengejarnya, tapi dia lari sangat cepat dan aku kehilangan jejaknya. Saat aku tanya pada perawat yang ada didalam, dia bilang tidak ada siapapun yang masuk sejak tadi. Sebenarnya aku mencurigainya."

"Apa.?!" Pekik Bram. Sesaat kemudian wajahnya dipenuhi dengan amarah. Dia menatap tajam pada sosok perawat yang sedang duduk di sofa, yang terletak dipojok ruangan itu.

"Sepertinya dia menyembunyikan sesuatu. Tapi sebaiknya mas Bram pura - pura tidak tahu saja. Mas Bram harus menyelidikinya dulu."

"Iya aku mengerti." Kata Bram.

Awalnya Bram mengira jika orang itu berniat mencelakai Ditha. Tapi setelah mendengarkan pengakuan dari Delia, rasanya tidak mungkin. Delia melihatnya dua bulan yang lalu, dan sekarang Ditha masih baik - baik saja. Rasanya tidak mungkin jika dia orang jahat. Dari situ Bram mulai mencurigai seseorang. Akhirnya Bram memutuskan untuk memasang cctv, dia ingin melihat wajah laki - laki itu. Dan ingin memastikan kecurigaannya.

Flashback Off

...****...

Melihat Bram yang acuh dan langsung memejamkan matanya, Delia memilih untuk membelakangi Bram. Ada rasa sesak yang menyeruak dalam hatinya, membuatnya terasa perih. Delia merasa cemburu, Bram begitu memikirkan Ditha dan mencemaskannya. Hingga Delia merasa di abaikan disaat sedang ingin berbicara dengannya

Delia langsung memejamkan matanya saat Bram memeluknya dari belakang.

"Sayang, kamu sudah tidur.?" Tanya Bram.

Delia tidak menjawab, dia memilih untuk pura - pura tidur. Tidak mendapat jawaban, Bram mengira jika Delia sudah tertidur. Dia memilih untuk mengeratkan pelukannya pada Delia.

"Selamat malam sayang. Aku mencintaimu." Bram mencium pucuk kepala Delia.

Mendapat perlakuan romantis dan ungkapan cinta dari Bram, Delia justru tersenyum getir. Saat ini perlakuan romantis Bram seperti menancapkan belati di hati Delia. Terasa begitu perih menyayat hatinya. Meskipun Delia sudah berusaha untuk menyadarkan dirinya jika Bram hanya milik Ditha, tapi rasa cintanya terhadap Bram tidak bisa dihilangkan begitu saja. Hingga membuat Delia merasa cemburu saat Bram begitu mencemaskan Ditha dan memikirkannya, membuatnya merasa di abaikan.

"Aku terlalu jauh melangkah, hingga sulit untuk kembali. Mencintaimu adalah sebuah kesalahan. Membiarkan cinta ini terus tumbuh seperti halnya aku sedang menggali lubang dihatiku. Lubang yang akan menjadi tempat untukmu jika kita bisa terus bersama, namun akan menjadi luka jika pada akhirnya kita akan berpisah."

Delia sudah sangat sadar akan posisinya, namun dia tidak bisa mengendalikan perasaannya. Rasa itu datang dan tumbuh dengan sendirinya. Namun Delia sudah siap jika harus terluka.

...*****...

Terus kasih dukungan dan semangat untuk Author. Dengan cara VOTE novel ini, dan tinggalkan LIKE setelah selesai membaca.

Gomawo😘😘

1
Jane Hutagalung
kak. typo. bram keketiknya damar. sempat mikir dulu barusan. /Shame/
Jane Hutagalung
ehbuset ibunya ditha.. ikhlas bener anaknya punya madu
Jane Hutagalung
nah yakan.. tetiba aja di bab sebelum bab ini kepikiran gitu. hm, aku udh bisa buka lapak dukun nih kak 🤣🤣🤣
Jane Hutagalung
kok tiba2 kepikiran alea bukan anak bram ya? karena ada potongan tulisan ttg yang nungguin ditha koma bisa diizinin suster untuk wash lap in badan ditha.
aprilian tantu
👍❤❤❤❤❤
Uus Sumartini
pokoknya keren deh novel nya 👍👍👍💪💪💪❤❤❤
Uus Sumartini
cepet balikan dong ma kinan andranya biar Deon bahagia bersama kedua org tuanya thor
Uus Sumartini
😂😂😂 biaya udh buntung jd cemburuan.. tp sy suka Thor jd harmonis ma kinan
Uus Sumartini
saya paling ga suka tentang penghianat an... untuk itu Andra hrs bener 2 insyap ya Thor..
Uus Sumartini
Nah gitu jgn kalah ma uler keket lawan klo ada bibit pelakornya.. 👍💪💪❤😘. lanjutkan seru suka sy Thor
Uus Sumartini
wkwkwkwk suka deh klo udh ada rasa nanti nya ok Thor semangat.. lanjutkan ❤❤❤😘😘😘
Uus Sumartini
udh bagus ko thor sy suka cerita nya.. lanjutkan ❤❤❤😘💪💪💪👍👍👍
Uus Sumartini
klo aku sih setuju bgt kloDhita ma Damar soalnya udh ada anak... sy ga rela klo Bram pisah ma Delia Thor 👍👍👍💪💪💪❤❤❤😘😘😘
Uus Sumartini
seru lanjutkan❤❤❤
Uus Sumartini
hadeuhhh lega dehu dh kelar masalahnya
Uus Sumartini
jangan lma2 Thor aku sedih kasian Delia.. biarkan Delia Bahagia.. dhita kembali ma Damar aja cpt pulih ingatan nya thor
Uus Sumartini
deuh jd kesel deh klo begini kumaha ieu teh jd na atuh aya ayaa wae lah😇😇😇
Sweety_R🌽
damar sm kinan aj kak
Fida
Luar biasa
Mei Prw
luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!