Ini kisah kehidupan pasangan yang tidak hanya menceritakan tentang keromantisan dalam hubungan, akan tetapi makna hidup, pelajaran hidup dalam berumahtangga juga terkupas dalam cerita yang berjudul True Love ini.
Perlu readers ketahui, disini tidak hanya menceritakan satu pasangan saja, melainkan berbagai pasangan dengan bentuk perjalanan berbeda dalam menuju arti cinta.
Jika merasa bingung dan aneh saat membaca cerita ini, mohon tinggalkan saja dan jangan menghujat seenak jidat anda.
Jadilah pembaca bijak!
Sekian, dari author imut ini.
Salam dari si pembuat halu ╹▽╹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri melati Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penjelasan Kevin
Happy reading 🤗
Aksi kejar-kejaran didalam kamar sudah selesai, dan sekarang Arka sudah siap dengan pakaian kantor. Kebetulan Zahra hari ini berangkat ke kampus agak siangan jadi dia bisa dirumah untuk beres-beres. Meski sudah ada pembantu tapi Zahra tidak pernah berpangku tangan saja. Kadang-kadang dia mengerjakan pekerjaan rumah tanpa sepengetahuan Arka. Karna jika Arka mengetahui pasti dia akan marah.
Arka sudah berangkat ke kantor dan saatnya Zahra melakukan aksinya. Dia mulai membereskan kamar dan mendesain ulang kamarnya. Urusan kamar sudah selesai berharap jika Arka sudah pulang akan menyukai desain kamar barunya. Kini Zahra pun pergi ketaman belakang. Saat sedang memperhatikan bunga yang ditanam bik Sani datang menghampirinya.
'' Nona sedang apa?'' tanya bik Sani
'' Oh...aku sedang melihat bunga itu'' ucap Zahra sambil menunjuk bunga
'' o...gitu, lah non enggak berangkat ke kampus?'' tanya bik Sani
'' Nanti bik, hari ini aku ada mata kuliah siang'' jawab Zahra
Bik Sani pun mangut-mangut dan izin pergi dari taman dan langsung masuk rumah. Zahra pun langsung masuk ke dalam kamarnya setelah mengambil beberapa tangkai bunga dan ditaruh didalam wadah.
Beberapa jam kemudian, saatnya Zahra berangkat ke kampus bersama supir pribadinya.
***
Kantor
Setelah selesai meeting, Arka pun langsung masuk kedalam ruangan dan meminta penjelasan pada asistennya.
'' Kenapa kau baru mengabariku jika ada meeting sepagi tadi?'' tanya Arka
'' Maaf, pak saja juga baru mendapatkan kabar dari pihak perusahaan itu jika akan mengadakan meeting pagi.'' Jawab asistennya
Andai saja Arka tau bagaimana keadaan Kevin saat menerima telpon dari perusahaan yang mengajak kerjasama. Dia baru bangun tidur setelah lembur bekerja. Karna pekerjaan yang ia kerjakan saat itu adalah pekerjaan penting.
Dan ia juga yang menghadle kerjaan Arka.
Sungguh sangat ironis nasib Kevin, sudah hidup sendiri tanpa belaian kasih sayang dari perempuan. Jangan kan perempuan, keluarganya saja sudah tidak ada. Apes bener dah nasib Kevin.
Kevin tidur jam 3 pagi dan mendapat telpon jam 5 pagi. Saat jam tersebut Beni malas untuk mengangkat telpon. Tapi karna terus-terusan berdering jadi Kevin terpaksa mengangkatnya. Saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya langsung terbelalak kaget. Dengan jantung yang berdebar ia mengangkatnya.
Setelah itu, Kevin langsung menghubungi Arka jika ada meeting jam 6 pagi dan Arka juga harus ikut serta dalam meeting tersebut.
Dalam telpon, Arka ngedumel terus dengan Beni. Jika Kevin ada dihadapan Arka mungkin dia akan menyumpal mulut Arka dengan sendal jepit. Arka hanya bisa ngedumel dan tidak tahu bagaimana Kevin saat itu.
Untung saja, ada Zahra yang selalu mengingatkan Arka bahwa jangan selalu mengedepankan emosi dan harus sabar dalam menghadapi masalah.
''Baiklah....aku mengerti. Maaf selalu merepotkanmu'' ucap Arka
'' Tidak apa-apa pak, sudah tanggung jawab saya sebagai asisten anda'' jawab Kevin. Dia heran kenapa Arka jadi seperti ini, biasanya dia akan marah-marah dan semua pegawainya pasti jadi sasaran empuk amukannya, tapi ini tidak. Apakah Arka salah minum obat atau sedang kesurupan????
Arka yang melihat Kevin melamun pun langsung menggoyangkan. lengannya.
'' Hei, kenapa melamun?'' tanya Arka
'' Ah...tidak pak'' jawab Kevin kikuk
'' Apa yang sedang kau pikirkan, hemm?'' tanya Arka
Kevin bingung harus menjawab apa, jadi asal saja menjawabnya.
'' Saya sedih pak, jika saya sudah dirumah saya tidak punya, siapa-siapa untuk diajak berbicara. Eh . Maaf pak jadi curhat'' ucap Kevin
'' Tak apa. Saya kasih tau makanya kamu cepetan nikah, kan nanti jika sudah menikah kamu punya teman curhat dan selalu membantumu jika sedang kesusahan. Contohnya sepertiku, sudah tampan, punya istri cantik dan selalu ada disaat aku butuhkan'' ujar Arka sedikit narsis.
Kevin hanya menghela napas dan mengangguk, memang benar yang dikatakan oleh Arka. Sudah waktunya ia harus mencari pendamping hidup. Aslinya Kevin tak kalah tampan dengan Arka, cuma dia lebih tertutup pada perempuan, selalu cuek dan bersikap dingin terhadap wanita.
Kevin Saputra
To be continued
Gimana visualnya Kevin, cocok enggak????
Kalo cocok komentar yak dan jangan lupa klik like nya juga, biar author tambah semangat nulisnya. Hehehe
keren...