"Tolong lepaskan saya!" seru gadis cantik itu saat tubuhnya di seret menuju ke kamar yang sangat ingin dia hindari, salah rasanya dia telah menerima tawaran dari teman nya karena dia sangat butuh uang sekali.
"KAU! BISA DIAM ATAU TIDAK, ATAU KAU INGIN AKU PENGGAL DI SINI JUGA KEPALAMU!" teriak pemuda tampan namun sangat mematikan itu, bahkan wanita yang tadi di bentak oleh pria itu langsung diam dengan tubuh bergetar hebat.
"Tolong lepaskan saya tuan." seru gadis itu memohon.
"ck kau lupa bahwa aku sudah membeli mu dengan harga mahal." seru pria itu.
"Akan saya ganti tuan, tapi mohon lepaskan saya."
"Aku tidak butuh uang mu, karena mulai sekarang kau akan menjadi pemuas dan j*lang ku." bisik pria itu dengan begitu tegas dan dinginnya yang terdengar sangat menyeramkan.
Bagaimana kelanjutannya??
kepoin ceritanya yaaa!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31_Seperti Kucing
"Sayang maafin aku ya karena sudah membuat kamu pergi, aku mohon jangan pergi lagi dari ku." ucap Dave sat berbaring disebelah Mikaila dengan memeluk erat tubuh tersebut.
"Tergantung nanti kamu nya." jawab mikaila karena jujur dia sebenarnya sedikit takut memulai hubungan kembali dengan Dave, apa lagi dengan apa yang sudah dia alami selama ini.
"Aku gak bakalan ngulangin lagi kesalahan bodoh ku itu sayang." jawab Dave kemudian memeluk erat tubuh Mikaila seperti tidak akan ada hari esok saja.
Bolehkah Mikaila berharap ini bukan mimpi dan Dave memang sudah berubah, tapi dia tidak bisa berharap lebih.
Keesokan harinya kondisi mikaila dan baby Sagara sudah membaik, bahkan Mikaila sudah bisa berjalan jalan walau pun kadang masih terasa pusing, baby Sagara juga sudah membaik.
"Anak papa ganteng banget sih." seru Dave ambil menggendong sang anak saat Mikaila sedang berada di kamar mandi.
Saat dia keluar sebuah pemandangan yang begitu menyejukkan hati, semoga pilihannya untuk kembali ke Dave tidak salah, dia tidak boleh egois karena bagaimana pun Sagara butuh sosok papa.
"Dave kamu tidak kerja?" tanya Mikaila.
"Sudah ada Max yang menangani urusan kantor, aku ingin menghabiskan waktu dengan calon istri dan juga anak ku." jawab Dave membuat hati Mikaila menghangat.
Mikaila dan baby Sagara sudah di perbolehkan pulang, di sini lah sekarang Mikaila dan baby Sagara di mobil dengan Dave sebagai pengemudi nya.
"Kenapa dia anteng banget sayang?" tanya Dave maklum karena belum pernah punya atau bahkan dekat dengan anak kecil, jadi dia tidak tahu apapun.
"Tadi dia habis nyusu jadi sudah kenyang jadi tidur deh." jawab Mikaila sambil merapikan baju sang anak yang sedikit berantakan.
Setelah itu tak lama mobil pun sampai di mansion milik Dave, mansion yang membuat Mikaila mengingat semua kenangan manis dan pahit menjadi satu.
"Hati-hati sayang." ucap Dave setelah membukakan pintu mobil untuk Mikaila karena sekarang posisi mikaila sedang menggendong baby Sagara.
Saat baru saja masuk ke dalam mansion di sana sudah berjajar para asisten rumah tangga hingga nak buah Dave yang menyambut kedatangan nya.
"Selamat datang kembali nyonya." sapa semuanya dengan mengubah panggilan untuk Mikaila yang awalnya nona atu hnya mikaila saja namun sekarang ada embel-embel nyonya.
"Shuttt, kalian ingin membangunkan anak ku." protes Dave karena sapaan anak buah nya bisa membangunkan Sagara yang tertidur di gendongan bunda nya.
"Kalian semuanya kembali bekerja, aku mu ke atas kalau ada apa-apa segera hubungi aku atau Max." ucap Dave yang memang Max ada di sana setelah mengurusi perusahaan tadi.
Setelah itu Dave membawa mikaila naik ke atas di mana kamar baby Sagara berada di samping kamar utama.
"Kenapa masih di sini?" tanya Dave setelah melihat Mikaila malah ingin berbaring di kasur dekat box baby.
"Ya aku mau tidur." jawab Mikaila.
"Kamar kamu bukan di sini sayang." tutur Dave sambil mengangkat tubuh langsing wanita nya itu.
"Dave kamu mau bawa aku ke mana?!" seru Mikaila mencoba menahan suaranya karena takut baby Sagara akan bangun.
"Ke kamar kita sayang." jawab Dave kemudian membuka pintu kamar nya.
"Dave tapi kita belum ada hubungan yang resmi." shut Mikaila takut jika Dave kebablasan apa lagi dia baru saja melahirkan dan psti tidak boleh untuk berhubungan terlebih dahulu.
Apakah pikirannya terlalu jauh? Kalau pun iya biar lah karena memang sekarang ini Mikaila takut sekali.
"Tenang sayang aku tidak akan memakan mu sekarang, nanti akan ada waktu nya aku memakan mu. sekarang aku hanya ingin tidur sambil memelukmu." ucap Dave kemudian merebahkan tubuh mikaila di sampingnya.
Siang harinya Mikaila bangun dari tidurnya dan melihat Dave yang masih tertidur pulas sambil memeluk dirinya.
"Kamu pasti capek." gumam Mikaila kemudian beranjak dari kasur untuk melihat keadaan baby Sagara.
Dave begitu terlihat pulas sekali tidurnya membuat Mikaila tidak tega membangunkannya, harap maklum karena sejak Dave menemukan Mikaila dan baby Sagara pria itu jarang bisa tidur malam karena baby Sagara yang sering rewel di malam hari, maklum papa baru.
"Nyonya ada yang bisa saya bantu?" tanya bi Siti membuat Mikaila merasa terharu karena bisa melihat bi Siti dalm kondisi baik baik saja.
"Bi, bibi gak papa?" tanya mikaila dengan air mata yang sudah menetes haru, awal nya dia ingin melihat keadaan sang anak namun ternyata ada bi Siti di sana yng sedang menjaga baby Sagara.
"Bibi tidak apa-apa nyonya." jawab bi Siti.
Mikaila pun langsung berhamburan kedalam pelukan bi Siti karena dia begitu khawatir dengan kedan bi Siti, apa lagi Dave bilang kalau bi Siti di hukum oleh nya.
Di sisi lain Dave rasanya nyaman sekali tidur bahkan pulas tanpa bangun sama sekali, namun tidurnya terasa terganggu saat tangannya tak sengaja mencari sesuatu di samping nya namun tidak ada.
Hal itu membuat Dave langsung membuka matanya dan mencari seseorang siapa lagi kalau bukan Mikaila.
"Sayang kamu di mana?! Enggak ini pasti mimpi, sayang, sayang sayang!!" teriak Dave yang mulai khawatir.
Dia langsung keluar bahkan tanpa alas kaki, dia keluar dengan tergesa-gesa menuju ke kamar baby Sagara.
CEKLEK
Saat pintu terbuka baru lah Dave merasa lega karena apa yng dia takut nya ternyata salah, dia sangat takut Mikaila akan pergi lagi.
Saat pintu terbuka baik bi Siti dn Mikaila pun melihat ke arah pintu kamar dan melihat Dave yang datang dengan nafas memburu.
"Sayang." rengek Dave menghampiri Mikaila.
"Saya permisi tuan, nyonya." pamit bi Siti memberikan ruang kepada majikannya untuk berduaan.
"Ada apa?" tanya Mikaila saat Dave malah berhamburan ke pelukannya dan memeluknya begitu erat sekali.
"Aku kira kamu bakalan pergi, aku takut banget." ucap Dave membuat Mikaila hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Bagaimana kalau anak buah dan para musuh Dave tahu sifat nya ini, pasti nama baik nya akan tercoreng karena seorang bos mafia ternyata manja juga.
"Aku hanya mau lihat baby Sagara aja kok dan ternyata dia masih tidur, kita makan siang aja ya." ajak Mikaila dan Dave hanya menurut saja.
Mereka berdua sudah berada di meja makan dengan para anak buah yang entah kenapa jam segini masih di mansion.
"Kalian gak kerja?" tanya Dave begitu ketus berbeda sekali dengan sikap nya kepada Mikaila.
"Kan bos gak ke kantor jadi kita ngikut." jawab Robi tanpa rasa bersalah.
Dave sudah akan marah tapi Mikaila sudah memberikan intrupsi membuat Dave tidak berani bicara.
Semua orang di sana kaget dan heran melihat bos nya berubah seperti kucing yang sedang menurut kepada majikannya.
.
.
Bersambung.....
Jangan lupa follow akun author, favorit kan cerita ini, vote, like, komen dan gift nya juga boleh biar tambah semangat buat nulis nihhh....
Ditunggu ulasan dan bintang 5 nya yaaa
FOLLOW IG AUTHOR : @LALA_SYALALA13
Mantap 🌹🌹🌹🌹
Terus berkarya dan sehat selalu ✌️