Takdir seakan mempermaikan kehidupan Syakira Anastasia. Kehidupannya yang bergelimang harta, terlahir dari keluarga mapan, gak pernah sekali pun membuatnya menangis karena derita.
Namun takdir membawanya pada seorang pria beruban, dengan fisik bak pria matang.
Membawanya pada hubungan yang gak pernah ia bayangkan. Mampu kah Syakira menjalani perannya sebagai seorang istri di usia labilnya? Atau berakhir menderita seperti yang di inginkan Jims Prayoga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 Sekarang tanggalkan pakaian mu!
Syakira langsung berlari menyusul Jims, dengan tangan terkepal, pertanyaan demi pertanyaan berseliweran dalam benaknya.
‘Pria yang bang Danu maksud itu pasti papa. Jadi papa di rawat di sini! Kenapa Jims begitu kejam, dia sudah jelas tau papa harus mendapat perawatan di rumah sakit!’
“Silahkan, Nona!” ucap salah satu penjaga, dengan sengaja membiarkan Syakira lewat.
Brugh.
Syakira menoleh ke belakang, dengan langkah terhenti. Menatap dua daun pintu yang belum lama ia lewati kini tertutup rapat.
“Mereka langsung menutup pintu? Apa Jims sengaja melakukan ini pada ku? Membiarkan aku masuk… lalu menyuruh mereka menutup pintunya? Tapi untuk apa? Apa tujuan Jims?” cecar Syakira pada dirinya sendiri.
Brugh.
Suara pintu kamar di tutup dengan cukup keras, membuat Syakira berjingkat kaget lalu menoleh ke arah asal suara.
Jims memasukkan satu tangannya ke dalam saku celananya, dengan seringai di bibir. Pria dingin dengan tatapan kejam itu mulai membuka mulutnya.
“Aku pikir kau tidak akan berani masuk ke dalam rumah ini, Kira! Kau akan memilih bertahan menunggu ku di luar!” ucap Jims dengan sinis.
Bukannya menjawab pertanyaan Jims. Syakira justru menunjuk pintu kamar yang ada di belakang punggung Jims.
“Jangan banyak omong kamu, Jims! Papa ku pasti ada di dalam kan?” tebak Syakira, dengan nada gak santai.
Jims mengerdikkan bahunya, “Mata mu masih berfungsi dengan baik, Kira!” ucap Jims datar.
“Keterlaluan kamu, Jims! Kau ingkar janji! Papa ku gak mendapat perawatan di rumah sakit! Kau malah membawanya ke sini!” sungut Syakira gak terima.
Grap.
Jims menghentikan langkah kaki Syakira yang hampir menyambar hendle pintu.
“Apa kau pikir aku akan membiarkan mu begitu aja bertemu dengan pria tua itu, Syakira Anastasia?” ujar Jims dengan tatapan mengintimidasi.
Syakira memberontak, mencoba melepaskan cengkraman tangan Jims dari pergelangan tangannya yang erat.
“Lepas Jims! Apa pun yang kamu katakan. Aku berhak bertemu dengan papa! Jangan hentikan aku, Jims! Lepas Jims!” herdik Syakira.
Brugh.
“Akkkkhhh Jims!” pekik Syakira dengan panik.
Jims mendorong Syakira, membuat wanita itu terpojok di dinding. Dengan ke dua tangan Jims yang mengunci pergerakan wanita itu.
“Ssttttt jangan berteriak, Kira! Apa kau gak punya malu, jika sampai penjaga di luar menerobos masuk ke dalam! Melihat kita seperti ini?”
“Bedebah kau, Jims!” herdik Syakira dengan tatapan tajam pada Jims.
Jims berseringai, lalu berbisik di telinga Syakira, “Katakan itu pada papa mu, Kira! Katakan hal yang buruk pada papa mu! Katakan pada nya kalo kau membencinya!” ucap Jims dengan tatapan penuh kemenangan.
Syakira menggeleng dengan nada ngegas, “Aku gak akan katakan hal buruk pada papa ku! Papa ku pria baik. Kau dan Reina yang jahat. Pantas jika Reina mati di usia muda! Karena kalian keluarga jahat! Kau … uughhhh sa- sa- kit Jims!”
Jims mencekik leher Syakira dengan satu tangannya, membuat Syakira kesulitan bernafas.
“Sakit ini belum seberapa, Kira!” ucap Jims dengan penuh penekanan.
Satu tangan Jims menyentuh perut Syakira. Bukan untuk membelai, melainkan memberinya cubitttan yang berubah menjadi empooosan. Begitu sakit yang teramat Syakira rasakan.
“Aakkkkkkk! Sa- sa- kit Jims! Cu- cu- kup Jims!” pekik Syakira dengan mata mengembun, menaaahan sakit.
“Lakukan apa yang aku katakan, Kira! Atau kau ingin aku melakukan lebih dari ini!”
“A- aku akan melakukannya. Tolong jangan cubiiit aku lagi, Jims!” ucap Syakira dengan tatapan memohon.
Baru hitungan detik, Jims melepaskan tangannya dari Syakira. Kini Syakira kembali memekik kesakitan.
Krak.
“Akkkhhh sakit Jims!”
Tangan Jims menarik rambut Syakira. Pria dingin itu mendorong Syakira masuk ke dalam kamar.
Brugh.
Jims melepaskan tangannya dari rambut Syakira, dengan mendorong tubuh Syakira ke depan. Membuat Syakira jatuh terjerembab di tepian ranjang rawat, di mana Bayu terbaring di atasnya dengan mata terpejam.
Kira mengadahkan kepalanya, di lihatnya wajah sang ayah yang tampak jauh lebih buruk dari keadaan terakhir ia menemuinya. Membuat Syakira di landa rasa bersalah.
“Papa! Maafin Kira, Kira anak gak berbakti. Kira bahkan baru bisa menemui papa lagi! Maafin Kira, pah!” ucap Syakira di tengah isak tangisnya.
Jims berdehem dengan suara baritonnya, “Ehem! Aku membawa mu ke sini bukan untuk melihat air mata mu, Kira!”
Syakira menoleh ke arah Jims, pria dingin yang kini berdiri di sampingnya. Seakan gak membiarkan Syakira menghabiskan waktunya bersama dengan sang ayah.
Syakira beranjak dari posisinya, wanita itu berdiri dengan tangan terkepal, menatap Jims penuh amarah.
Sreeek.
Syakira menarik kerah leher Jims dengan tangannya.
“Apa yang sudah kau lakukan pada papa ku, Jims?” tanya Syakira penuh selidik.
Jims melirik jemari Syakira, sepuluh jemari ramping yang masih dengan erat mencengkram kerah leher Jims.
Satu alis Jims terangkat ke atas, “Rupanya kau sudah berani melawan ku! Kau berani membangkang ku, Syakira Anastasia!”
“Untuk apa aku takut pada mu, Jims! Kau bukan siapa siapa untuk ku!” Syakira mengalihkan pandangannya pada sang ayah.
“Kau bahkan dengan gak punya perasaan, masih berani menyakiti papa ku yang kritis! Kau pria yang gak bisa di percaya, Jims!” ucap Syakira dengan penuh penekanan.
Jims gak bisa lagi menaaahan amarahnya, pria matang itu mengeraskan rahangnya. Dengan kilatan amarah mencuat di matanya.
Ke dua tangan Jims mencengkram bahu Syakira erat, membuat Syakira kini meringis kesakitan. Namun tetap bertahan dengan tangan Syakira yang tetap enggan melepaskan tangannya dari kerah leher Jims.
“SYAKIRA ANASTASIA!” Jims menyerukan nama Syakira dengan menggelegar, membuat Syakira berjingkat takut.
Syakira menelan salivanya sulit, menatap Jims dengan tatapan ragu, dengan sedikit keteguhan dalam benaknya.
‘Astagaaaa, kuatkan hati ku Tuhan. Aku bisa melawan Jims. Jims itu hanya pria tua, manusia biasa yang gak perlu aku takuti! Aku bisa melawannya!’ batin Syakira.
“A- aku gak takut pada mu, Jims! Kamu yang lebih dulu gak tepatin janji! Sejak awal, kamu gak pernah berniat untuk membuat papa ku sembuh. Aku tau Jims, kamu sangat ingin papa ku mati kan?” oceh Syakira.
Satu tangan Jims mencubit dagu Syakira, memaksa wanita itu mempertahan kan kepalanya dengan mendongak ke arah Jims.
“Bagus jika kau sudah tau, aku tidak perlu menutupinya lagi dari mu, kan!” ucap Jims dengan sorot mata tajam.
Syakira menarik tangannya dari kerah leher Jims, wanita itu menangkupkan ke dua tangannya di depan wajah. Menatap Jims dengan tatapan memohon.
“Aku mohon dengan sangat, Jims! Tolong bawa papa ku ke rumah sakit. Berikan dia perawatan terbaik! Aku ingin papa ku kembali sembuh!” pinta Syakira dengan sungguh sungguh.
“Apa imbalan untuk ku?”
Syakira menarik nafasnya dalam dalam, “Apa pun akan aku lakukan, kali ini aku gak akan ingkar Jims. Maaf kan aku! Kau harus percaya pada ku, Jims!”
“Oke, sekarang tanggalkan pakaian mu! Kita lakukan di depan papa mu!” titah Jims dengan tegas.
Syakira tercengang, "Hah? Jangan bercanda kau Jims!" seru Syakira meyakinkan indra pendengarannya.
Bersambung…