Pernikahan identik dengan sepasang laki laki dan perempuan yang saling mencintai,
Namun bagaimana dengan pernikahan yang dilakukan untuk membayar hutang??
Akankah berjalan bahagia atau bahkan menderita??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Titan kembali menggendong Adel keluar rumah sakit setelah Adel mendapatkan pemeriksaan.
Adel sebenarnya menolak saat Titan akan menggendongnya dia tidak mau semua orang melihatnya dan menjadi gosip namun Titan kekeh tetap menggendong Adel alhasil Adel menurut dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang suaminya agar semua orang tidak melihat wajahnya.
-
Sesampainya di Mobil dan selama dalam perjalanan Adel diam, dia sedikit kesal dengan suaminya.
Titan menoleh dan mengusap rambut Adel yang terus menatap keluar jendela.
" Sayang,, Kenapa "
Adel hanya menatap Titan kesal, suaminya benar benar sangat menyebalkan bahkan Titan bersikap biasa saja.
" Kenap Sih,, " Lanjut Titan saat Adel hanya menatapnya dan menyilangkan kedua tangannya di atas dada
" Kamu tuh ya Mas, semua orang di Rumah Sakit melihat kita terus "
" Terus memangnya kenapa "
" Kamu tuh,, mereka menatap tajam ke arahku Mas Titan "
" Kamu istri aku Sayang, mereka hanya sirik saja sama Kamu Oke "
Adel menghela napasnya, ini lah suaminya.
Titan tersenyum melihat tingkah Adel yang menggemaskan.
*******
Sementara Natasya,,
Dia benar benar berdandan total, dia sangat antusias untuk bertemu dengan Titan dan dia akan membuat Titan terpesona dengannya..
Dia terus menatap wajahnya pada cermin, dia membayangkan Jika Titan pasti akan langsung terpesona dan langsung meninggalkan adel.
" Gue yakin Titan bakal terpesona sama gue, dan pastinya dia langsung meninggalkan Adelia " Ucap Natasya dengan sangat percaya diri.
Tiba tiba pintu kamarnya dibuka dan terlihat laki laki paruh baya tersenyum menghampirinya..
" Sayang,, Kamu sudah siap Nak " Ucap Wilson
" Papi,, Sudah dong,, gimana penampilan Tasya Pi "
" Kamu sangat cantik Sayang, Papi yakin jika Titan melihat kamu pasti akan jatuh cinta "
" Papi bisa saja "
" Sudah siap,, Kita jalan sekarang "
" Sebentar Pi,, Tasya ambil tas dulu " Ucap Tasya mengambil tasnya dan langsung memeluk lengan Wilson dan mereka berjalan turun.
Natasya memang hanya hidup bersama Ayahnya sementara Ibunya sudah meninggal saat dirinya masih SMA.
Itulah mengapa Wilson sangat memanjakan Natasya.
Wilson dan Natasya akan menuju sebuah restoran tempat dimana mereka akan makan malam bersama Titan.
******
Titan menurunkan Adel di atas ranjang, Walaupun hanya terkilir namun Titan tetap saja melarang Adel untuk turun dari atas ranjang.
" Mas,, Kaki aku gak papa kan bisa untuk jalan"
" Engga sayang, Aku gak mau kamu kenapa kenapa, Kamu di atas saja biar aku ambilkan makan malam " Ucap Titan berjalan keluar
Sementara Adel teringat dengan Titan yang memiliki janji makan malam bersama Kliennya malam ini,
Adel menatap jam yang ternyata sudah hampir menunjukan pukul 7 malam.
" Astaga,, Bukannya Mas Titan ada janji makan malam bersama Kliennya malam ini " gumam Adel
Tidak lama Titan berjalan masuk dan membawa nampan berisi makan juga air dalam gelas,
Titan berjalan menghampiri Adel dan duduk di tepi ranjang.
Titan memang lupa dengan janjinya malam ini untuk makan malam dia hanya fokus dengan keadaan istrinya.
" Sekarang makan ya " Ucap Titan mulai menyendokan makanannya
" Aku bisa makan sendiri Mas "
" Tapi kamu lagi sakit sayang "
" Kaki aku yang sakit dan bukan tangan "
" Udah sekarang kamu makan aku suapi "
Adel menurut dan membuka mulutnya,, dia tau bagaimana sifat suaminya..
" Mas,, bukannya kamu ada janji makan malam bersama Klien kamu malam ini " Ucap Adel sambil mengunyah
" Aku gak jadi datang "
" Loh kenapa Mas "
Titan menatap Adel,, dia tidak mungkin meninggalkan Adel yang sedang sakit..
" Kamu sedang sakit dan aku akan temani kamu"
" Astaga Mas Titan, Kaki aku cuma terkilir dan aku gak papa.. Udah kamu berangkat saja Mas "
Titan tidak menjawab dan masih terus menyuapi Adel..
" Mas Titan "
" Apa Sayang "
" Udah kamu berangkat saja, gak enak kan kamu sudah janji mau datang "
" Aku suruh Beni saja untuk mewakili "
" Loh Kok Pak Beni,, "
" Terus siapa Sayang "
" Kamu dong Mas "
" Sayang,, Aku gak mungkin ninggalin kamu,, nanti kalau kamu butuh sesuatu, mau ke kamar mandi siapa yang gendong "
" Kan ada Ana yang bantu aku Mas "
" Apa Ana bisa membopong kamu sampai kamar mandi "
Adel menghela napasnya, dia terus berusaha meyakinkan suaminya jika dirinya baik baik saja dan memintanya untuk bisa datang ke acara makan malamnya..