🌹 Clarisa & Kevin Lee 🌹
Aku bekerja sebagai pembantu di rumah salah satu pengusaha kaya raya, di Korea Selatan bernama Kevin Lee.
Niatku adalah merubah nasib keluargaku, agar jauh lebih baik, tapi justru aku menikahi Suami dari majikanku.
Diakhir hidupnya, Nona Shin meminta aku menggantikan posisinya sebagai istri Tuan Kevin. Sebab menurutnya, aku adalah wanita yang tepat menggantikan posisinya, setelah kepergiannya nanti.
Tuan Kevin awalnya menolak, permintaan istrinya, karena ia sangat mencintai Nona Shin, tapi karena istrinya tetap memaksa akhirnya kamipun menikah.
Tuan Kevin tidak mencintaiku, hingga hanya hinaan, yang aku terima.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 31.Rencana Choi
Berjalan menuju taman belakang, dengan mata berkaca - kaca, memilih duduk disebuah kursi guna melepas segala beban dihatinya.
Mengingat perkataan Kevin, kalau dia ingin menggoda Cristian keponakannya, membuat hatinya begitu sakit.
Serasa ribuan jarum, tertancap didalam lubuk hatinya, dan begitu menyakitkan.
Menengadahkan kepala menatap lautan langit biru, hingga tanpa ia sadari cairan bening, yang sedari tadi dibendungnya, tumpah begitu saja.
" Kenapa keadaan membuatku tak berdaya, kenapa takdir mempermainkan aku seperti ini, aku tidak mungikin berhenti dari pekerjaan ini sementara masih ada Ibu, yang bergantung padaku, dan aku juga harus membayar cicilan rumah.
Kenapa dia tegah mengatakan hal serendah itu padaku, dia pikir dia itu siapa hiks...hiks...hiks..., karena aku bekerja padanya, jadi dia bisa bertindak seenak padanya. Dasar laki sombong..., tidak berperasaaan hiks....hiks....hiks...., sampai matipun aku tidak akan sudi mencintai laki - laki gila seperti itu, hiks....hiks..hiks...". Serunya dengan terus menangis.
Mencari keberadaan istrinya, karena merasa bersalah.Egonya begitu tinggi, tapi kali ini ia rella menurunkan hanya demi seorang Clarisa.
Berjalan menuju arah dapur, dan matanya melihat beberapa pelayan sedang sibuk, menyiapkan beberapa menu, untuk makan siang.
Menyadari kedatangan majikannya, merekapun menghentikan kegiatannya, sembari menundukkan kepala, menyapa majikannya.
" Pagi Tuan...!! Sapa Sofia, dengan berjalan menghampiri lelaki tampan itu.
" Pagi Bii...!, dimana Clarisa ehh maaf maksudku istriku."
Tersenyum, dengan ucapan salah tingkah Tuannya.
" Ntahlah Tuan.., Nona Clarisa bukannya tadi berada dikamar ..?
Menghembuskan nafas kasar, dan terlihat begitu kesal.
" Tadi dia mengatakan akan membantu kalian memasak, tapi sekarang tidak tau dia kemana." Ucapnya, dengan nada sedikit tinggi.
" Nona Clarisa, sedang berada ditaman belakang Tuan.., tadi saya melihat Nona berjalan kearah sana.", Ucap Ana, yang baru saja datang.
" Baiklah, silahkan lanjutkan kegiatan kalian, saya akan menemuinya." Ucapnya, dengan berjalan menuju taman belakang rumahnya.
Enggan melakukan, karena ia tidak pintar dalam merayu seorang wanita, apalagi wanita yang tengah merajuk.
"Kenapa aku harus merayu wanita itu, memangnya siapa dirinya." Gumamnya, dengan nada kesal.
Terus melangkahkan kakinya, dan dari kejauhan dia mendapati keberadaan Clarisa yang tengah duduk dibangku taman.
Tersenyum, dan hatinya begitu menghangat melihat wanita itu.
Melangkahkan kaki dengan senyuman, walaupun ada perasaan ragu karena bingung apa yang ia harus lakukan, saat istrinya merajuk.
" Hiks..hiks....hiks..., dasar laki - laki sombong, tidak berperasaan, tidak punya hati dia pikir siapa dirinya, jadi karena dia kaya, dia bisa seenaknya menghina diriku, dasar laki - laki sombong, sampai matipun aku tidak akan jatuh cinta padanya." Serunya, dengan mengeluarkan sumpa serapah pada Suaminya.
Langkahnya terhenti, saat mendengar kata - kata makian yang keluar dari bibir istrinya, membuat senyuman yang sedari tadi membingkai diwajahnya, memudar.
Menepuk tangan, karena merasa Clarisa sangatlah hebat.
Sangat terkejut saat mendengar suara tepuk tangan, dan ketika berbalik matanya membulat sempurnah saat mendapati keberadaan Suaminya.
" Tuan..., eh maksudku Sayang...!! Ucapnya dengan wajah berubah pias,saat Kevin berjalan menghampirinya.
" Tadi kamu bilang apa..., aku laki - laki sombong, tidak berperasaan , terus apalagi, " Ucapnya dengan tatapan tajam menatap istrinya.
Tertawa, berusaha menghilangkan rasa gugupnya.
" Ahh, Sayang..., sejak kapan kau datang...? Dengan menghampiri Suaminya sambil senyum - senyum sendiri.
' Sejak kau memakiku Clarisa...!! Ucapnya dengan nada yang terdengar kesal, dengan mata menyipit menatap istrinya.
Menatap suaminya, dengan tatapan lekat, rasa was - was tengah menyelimuti dirinya saat ini.
" Jadi dia mendengarkan semua kata - kataku tadi,apakah dia akan memecatku saat ini juga." Bathinnya, dengan menatap manik mata, yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam.
" Sayang..., aku mohon maafkan aku." Dengan menggenggam jemari lelaki tampan itu, tapi seketika langsung, dihempaskan dengan kasar.
Terkejut, dan dia tidak menyangkah Kevin akan bertindak seperti itu.
" Sayang..., aku mohon.. maafkan aku..., " Serunya memohon, dengan mata sudah berkaca - kaca.
Menyunggingkan senyuman dibibirnya, dan menatap tajam Clarisa.
" Gampang sekali kamu minta maaf, setelah kau mengataiku yang tidak - tidak. Kau mau aku memecatmu Clarisa, dan tidak akan memberikan gajimu sepeserpun." Serunya, dengan volume suara sudah meninggi dari sebelumnya.
Berlutut, dan bersimpuh dibawah kaki Suaminya, sebab menurutnya itu adalah jalan terbaik.
" Aku mohon maafkan aku, tapi aku minta tolong jangan pecat aku. Aku sangat membutuhkan pekerjaan ini hiks...hiks...hiks..." Ucapnya dalam tangisnya, agar Kevin luluh.
Menghembuskan nafas kasar, sebab sesungguhnya iapun tidak tegah. Melihat tetesan air mata, yang mengalir dari kedua sudut mata istrinya, membuat hatinya melunak.
" Bangunlah, aku tidak akan memecatmu."
Senyuman bahagia, membingkai diwajah cantiknya, saat mendengarkan perkataan Kevin yang tidak akan memecatnya.
" Terimah kasih Sayang...., terimah kasih...! Serunya dengan memeluk erat tubuh Suaminya.
Mendapat pelukan tiba - tiba dari Clarisa, membuat dirinya membeku seketika, serasa jantungnya berpacu lebih cepat, dan ntah kenapa ada perasaan aneh, dan ntah itu apa dia pun taktau.
Mengerjapkan matanya, dan dengan reflek ia melepaskan pelukannya.
" Ma...maakan aku Sayang..., mungkin karena terlalu bahagia, jadi aku spontan memelukmu, dan sekali terimah kasih. Ucapnya, dengan nada sedikit gugup karena merasa malu, dengan tindakannya sendiri.
" Kali ini aku maafkan kau. Tapi tidak ada kali kedua, mengerti...? Serunya dengan nada tegas.
" Iya Sayang...!! Dengan senyuman, menatap wajah tampan itu.
Detik, demi detik terus berjalan, semakin membuat hubungan keduanya semakin dekat.
Walaupun masih sebatas, hubungan antara majikan, dan seorang pelayan tapi perilaku Kevin, sudah banyak berubah.
Seperti pagi ini, setelah berpakain dia akan memakai sepatunya.
Melihat hal itu, dengan cepat Clarisa menghampiri dan bersimpuh dibawah kaki Suaminya, guna memakaikan sepatu.
" Apa yang akan kau lakukan..? Tanyanya dengan nada heran
" Aku mau membantuhmu memakai sepatunya Sayang...?
" Tidak usah, aku bisa memakainya sendiri."
" Tapi Sayang...!!
" Sudah aku bisa memakainya sendiri, tolong ambilkan dasiku yang berwarna navi.
Terkejut saat Kevin, menggunakan kata tolong.
" Apa yang dia makan, kenapa akhir - akhir ini sikapnya banyak berubah, bahkan tadi dia bilang apa tolong..., apa aku gak salah dengar, sejak kapan dia menggunakan kata tolong untuk meminta sesuatu padaku ." Bathinnya yang berpikir, dengan perubahan sikap Kevin akhir - akhir ini, hingga membuatnya bingung sendiri.
🏣 Kediaman Choi🏣
Terlihat seorang pria paruh baya, tengah berdiri memandang keindahan taman dari balik kaca jendela ruang kerjanya.
" Jadi berita apa yang kau dapat Bobi, tentang anakku Kevin." Ucapnya, dengan posisi masih membelakangi orang kepercayaannya.
" Dari informasi yang saya dapat, hubungan Tuan Kevin, dan istrinya Clarisa semakin dekat, dan sepertinya Tuan Kevin sudah mulai membuka hati untuk wanita itu.
Berbalik, dengan wajah yang terlihat memerah. Seolah tidak terimah dengan perkembangan hubungan anaknya, dan istrinya.
" Aku minta kau atur pertemuan aku, dan wanita itu, aku sendiri yang akan memintahnya untuk pergi dari kehidupan anakku, karena sampai kapanpun aku tidak sudi mempunyai menantu seorang pembantu.
H
H
malah Dara
menyangkaH
dll
menyangkah
apalagi yaa