Halimah yang sudah bertahun-tahun berpacaran dengan kekasihnya Amzari akhirnya dilamar juga oleh kekasih pujaan hatinya tersebut.
Awalnya hubungan mereka terbilang sangat harmonis dan bucin satu sama lain.
Tapi pada saat Halimah usai melahirkan anak pertama nya Amzari mulai menunjukkan gelagat yang tidak wajar dan sering kali membuat Halimah bertanya-tanya apakah cintanya Amzari masih utuh untuk Halimah ataukah tidak.
Halimah yang sudah menjadi anak yatim tidak merasa mempunyai sosok laki-laki yang bisa menjaganya selain Amzari.
Akan tetapi dibelakang Halimah ternyata Amzari menyimpan begitu banyak teka-teki yang sering kali berdampak pada kesehatan mental Halimah maupun ibunya Halimah yang sudah berusia lanjut.
Halimah yang merasa rumah tangga nya tidak mungkin dipertahankan tetap saja bodoh untuk menerima Amzari lagi dan lagi yang selalu menyakiti nya dengan selingkuh.
Akankah Halimah hidup bahagia pada akhirnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febriaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Luluh kembali
Hari itu Halimah jadi tidak memasak karena ia masih memendam kekesalan terhadap Amzari.
Apalagi Amzari malah kabur begitu saja saat Halimah marah membuat amarah Halimah semakin memuncak.
Sementara Halimah hanya bisa beralasan bahwa perut nya kontraksi ke bu Hannah agar bu Hannah tidak mencurigainya.
Untung nya siang itu ada tukang soto yang lewat. Halimah jadi tertolong karena ibunya tidak kelaparan karena ada tukang soto lewat.
Sementara ia diam-diam menyeduh mie instan serta tambahan telur dan cabe rawit yang banyak agar kepalanya tidak merasakan pusing.
Hampir tengah malam Amzari baru pulang. Untungnya Amzari memegang kunci cadangan, jadi ia tidak perlu repot-repot membangunkan Halimah.
Halimah sebenarnya sedang berpura-pura tertidur ketika Amzari menaiki ranjangnya.
Halimah terus saja memejamkan matanya tanpa bergerak sedikit pun bahkan ketika Amzari mengusap lembut punggung nya kemudian beralih mengusap pinggang dan bokongnya.
"Dasar mesum! Bukannya minta maaf, malah mesum".
Batin Halimah yang sebenarnya masih sadar.
Amzari pun tidak sampai puas disitu. Ia pun kemudian menggesekkan rudalnya ke bagian belakang Halimah walaupun ia masih berpakaian lengkap.
Halimah tetap saja diam dan berpura-pura tidur walaupun Amzari terus saja mengguncangkan tubuhnya.
" Sayang? Maafin aku ya? Aku tahu kok kamu belum tidur. Tolong maafkan aku. Bukan maksudku untuk membuatmu marah dengan bersikap seperti tadi. Aku janji aku tidak akan menjadi suami yang penuntut lagi. Aku yang salah karena terus banyak bicara padahal aku tahu kalau seorang wanita hamil itu hatinya sangat sensitif ".
Ucap Amzari sambil mengelus rambut Halimah dengan penuh penyesalan.
Namun Halimah masih tidak bergeming .
"Maafkan aku karena aku pulang larut malam. Tadi aku sangat bingung dengan apa yang harus aku lakukan, sampai akhirnya Andre habis-habisan menceramahiku. Disitu aku sadar bahwa aku lah yang salah. Istriku.. Adalah surgaku. Aku tidak mungkin sanggup untuk melukaimu bidadariku".
Ucap Amzari sambil meraih satu tangan Halimah dan menciumnya berkali-kali.
Namun, bukan Halimah namanya jika ia tidak luluh dengan perlakuan Amzari yang seperti itu.
Perlahan, Halimah kembali membuka matanya sambil menatap suaminya yang terlihat lebih seperti preman pasar karena janggut nya belum di cukur.
" Baiklah kali ini aku akan memaafkan mu. Tapi tolong cukur janggut mu itu. Itu terlihat seperti kakek-kakek yang suka malakin uang dipasar jumat ".
Ucap Halimah dengan nada bicara yang datar namun membuat Amzari menjadi geli.
" Hahhaha sayang!! Kamu itu jangan melucu tengah malam begini. Nanti mbak kunti ikut tertawa karena kelucuanmu".
Ucap Amzari sambil mencubit pipi Halimah.
"Aku sedang tidak melucu. Jelas-jelas tanpangmu memang terlihat seperti preman pasar".
Ucap Halimah menyela tertawaan Amzari.
" Lalu kenapa kamu mau saja menikah dengan preman pasar yang rupanya seperti ini? ".
Tanya Amzari dengan lirih.
" Karena aku sudah buta. sehingga aku tidak bisa melihat pria lain. ".
Jawab Halimah dengan datar.
" Itu artinya kamu sangat mencintai ku kan? Sudahlah.. Wanita itu memang kebanyakan gengsinya".
Ucap Amzari sambil menahan tawa karena istrinya begitu polos.
"Udah ah. Cinta cinta makan tuh cinta. Beras di dapur sudah mau habis".
Ucap Halimah sambil kembali memunggungi Amzari yang tengah meledek nya.
" Iya iya besok beli. Mulai sekarang terserah kamu. Aku serahkan segala urusan dapur sama kamu. Tapi sesekali aku pasti akan request minta dibuatkan sayur asem resep nya bibi Marlina. Hehehehe".
Ucap Amzari sambil memeluk tubuh Halimah yang memunggungi nya.
"Iya. Udah ah jangan memelukku . Rasanya sesak sekali. Tidak cukup kah janin ini yang membuatku serba salah dalam posisi tidur. Sekarang bapaknya juga yang membuatku kewalahan ".
Ucap Halimah sambil melepaskan tangannya Amzari dari tubuhnya.
" Ya sudah kalau begitu maaf, oh iya, tubuh mu ada yang terasa pegal tidak? Mau aku pijitin? ".
Tawar Amzari.
" Yup. Kebetulan betis ku pegal sekali akhir-akhir ini. Mungkin kamu bisa memijit nya untuk beberapa menit. ".
Ucap Halimah.
" Baiklah istriku bidadari ku".
Ucap Amzari sambil menyingkap selimut yang membalut tubuh istrinya tersebut.
Kemudian perlahan ia memijit betis Halimah dengan penuh kelembutan.
"Kamu tuh mau memijat apa mengusap doang si? Sama sekali tidak berasa".
Ucap Halimah.
" Oh.. Baiklah, aku akan membuatmu ketagihan dengan pijitan ku ini. Lihat saja ".
Ucap Amzari dengan tatapan mesumnya.
" Ahhhh.. Ehh.. Kok malah mijitin bagian yang lain!! Dasar mesum?!! ".
Ucap Halimah sambil setengah berteriak.
" Salah sendiri.. Lagipula kan aku suami mu. Aku bebas meminta apa yang sudah menjadi hak ku kan".
Ucap Amzari sambil terus meraba-raba tubuh Halimah yang terlihat lebih berisi karena sedang hamil besar.
"Apa sih nih, lembut banget ".
Ucap Amzari sambil memainkan bagian tubuh Halimah yang bergelambir.
" Itu wujud pengorbanan ku untuk mengandung anakmu. Coba saja kalau kamu yang hamil ".
Ucap Halimah.
" Hemm.. Sepertinya aku tidak akan sanggup. Aku mau cari nafkah saja untuk mu dan anak kita ".
Ucap Amzari sambil tangan nya masuk ke dalam baju Halimah untuk mencari kehangatan lain.
" No no no. Jangan sekarang. Karena sekarang aku masih merasa kesal dan malam ini aku tidak akan memberikan jatahmu".
Ucap Halimah dengan tatapan tajamnya sambil mengeluarkan tangannya Amzari dari dalam pakaian nya.
"Loh kenapa? Lagian sekarang kan malam jum'at, sunnah Rosul lah sayang".
Rayu Amzari kepada Halimah.
" Tidak. Aku masih tidak mood untuk melakukan nya. Kalau aku tidak merasa good mood untuk melakukan nya apakah kamu pikir aku akan merasakan yang namanya kenikmatan? ".
Tanya Halimah.
" Hemmm.. Ya sudah kalau begitu sekali lagi aku minta maaf, istriku, bidadari ku, tolong jangan marah lagi kepada suamimu yang tampangnya mirip preman pasar ini".
Ucap Amzari sambil menatap Halimah dengan teduh.
"Aduh ada-ada saja. Sudah lah aku sudah mengantuk. Aku tidak mau bangun kesiangan sholat subuh".
Ucap Halimah sambil meraih kembali selimut nya.
Akhirnya mereka berdua pun tidur dengan perasaan nya yang masih Menjadi teka teki.
Tapi Halimah sudah mempersilahkan Amzari untuk tidur sambil memeluk nya karena bagaimana pun ia masih berusaha untuk terus menjadi istri yang baik bagi Amzari meskipun tingkah Amzari kadang membuatnya menjadi kesal.
Menjelang pagi Halimah pun segera bangun untuk menunaikan kewajiban nya.
Amzari pun segera bangun setelah mendapati bahwa istrinya telah bangun duluan dan menyusul ke air untuk mengambil air wudhu.
Akhirnya pagi itu pasangan suami istri tersebut melaksanakan ibadah sholat subuh berjamaah.
Setelah salam Halimah segera mencium punggung tangan Amzari dan Amzari pun mencium kening nya Halimah.
" Sayang, stok sayuran di kulkas sudah habis. Bisa antar aku pergi ke pasar tidak? " .
Ucap Halimah begitu mereka selesai sholat.
"Kamu tidak usah ke pasar. Biar aku saja. Lagipula kehamilan mu sudah cukup besar. Aku mana tega membiarkan mu ke pasar sendirian.
Tulis saja apa yang harus dibeli nanti biarkan aku yang pergi ke pasar".
Ucap Amzari.
Bersambung...
beda kl perempuan yg pikiran terbuka waktu tau suami selingkuh lngsung sat set ngumpulin aset suami, penjarakan suami krn selingkuh jd waktu cerai anak anak gk kekurangan trus bngun usaha baru. tp ya gimana Halimah dah tuir juga sih bhkan dah ubanan 😄
tp Halimah mungkin tipe wanita jadul jd pikirannya gk terbuka kasian anaknya pasti di sekolah di bully krn hidup miskin 😅
kasian anak nya gk bisa hidup layak kayak teman temane, tp dah tua juga Halimah dah ubanan ya gimana mau upgrade sdh terlambat.
tp alkhamdulillah aku 12 th jd janda anakku kubesarkan sendiri tp tak kurang apapun.