NovelToon NovelToon
Mengintip Jodohku

Mengintip Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.6
Nama Author: Hesti Heryanti

"Mengapa cinta membuatku bisa jatuh terlalu dalam dan mencintaimu,? bersamaan dengan itu pun, mengapa kamu tiba-tiba menghilang. Tahukah kamu, pada saat itu juga aku merasa kehilangan arah,layak nya seorang nahkoda yang kehilangan sebuah navigasi."

Amera Prameswari Atmawijaya seorang wanita cantik, keturunan Indonesia dan Belgia ini, sudah barang pasti memiliki paras yang sangat cantik. Terlahir dari keluarga yang memiliki kerajaan bisnis di berbagai bidang, tidak membuat dirinya tumbuh menjadi pribadi yang arrogant.


Terbukti dengan sikap nya yang tidak pernah membeda- bedakan status sosial yang ia sandang. Di mata nya kedudukan semua orang sejatinya sama.
Kehidupan nya bisa dibilang sangat beruntung. Karena sejak kecil, ia selalu di beri limpahan kasih sayang yang sangat dari keluarga dan orang-orang tersayang, juga sahabat nya.


Namun, semua itu agaknya berbaring terbalik dengan kehidupan percintaan nya.
Yang selalu karam layak nya sebuah kapal yang terbentang di hamparan samudra, yang tersapu, terhempas oleh gulungan ombak tanpa jejak.

Hampir lima tahun sudah, ia selalu menutup diri. Dan bersikeras akan tetap menunggu dia untuk kembali. Selama itu pula ia selalu menghindar dari lelaki yang mencoba merebut hati nya. Hanya dengan mengajar, dan mungkin bercengkrama dengan sahabat serta keluarga nya saja yang setia membunuh bosan, yang kerap menyelimuti relung hati nya.

Namun, berkat usaha gigih sang mamah dan papah nya yang gencar menjodohkan dirinya dengan seorang lelaki yang di anggap nya 'pantas' itu. Kini Amera mulai menata hati nya kembali, dengan seorang lelaki yang tak lain, putra dari sahabat ayah nya. Awalnya memang Amera menolak perjodohan ini.

Seiring berjalan nya waktu dan berkat usaha gigih lelaki itu pun, akhirnya benih-benih cinta hadir dalam diri Amera, yang tidak bisa ia hindari.Bahkan hubungan itu naik ke arah yang lebih serius. Yaitu pada sebuah pertunangan.

Lagi dan lagi Amera harus menelan pil pahit, saat mengetahui bahwa lelaki itu lebih memilih hati yang lain, Bukan diri nya. Berbagai usaha telah dilakukan, termasuk mengajak Amera untuk bertemu di sebuah cafe tempat dimana keduanya selalu menghabiskan waktu bersama.

Akankah Amera memberikan kesempatan kedua bagi kekasih nya itu?
Ataukah akan tiba seorang yang selama ini ia tunggu-tunggu, untuk merajut asa yang belum sempat ia ukir bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hesti Heryanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akan terbongkar

Setelah membaca,, Like Yuk!!

Lanjutkan dengan komen supaya Authornya semangat..

Aku berharap ada yang benar – benar menyimak ceritanya

Sayang kaliaaaan

Happy Reading 💗💗💗

Dibalik kemudi, Niko melampiaskan kekesalannya itu. dan berniat untuk menemui seseorang yang bisa diajak bekerjasama dengannya.

Sepulangnya Niko, Amera berinisiatif untuk mengambil buah mangga yang menjadi dewa penolong baginya.

Terimakasih mangga, berkat dirimu, aku terhindar dari niatan Niko.

Amera mengajak berbicara pada buah mangga yang ada di tangannya saat ini

Cup cup cup..

Ciuman yang Niko inginkan akhirnya melesat pada mangga yang menjadi dewa penolong bagi Amera.

Hahahaha...

***

Ting tong...

Siapa yang bertamu malam – malam ?

Seorang wanita yang tengah duduk bersantai di kamarnya, tiba – tiba di kagetkan dengan suara yang berasal dari bel apartemennya.

Dengan enggan ia segera melangkahkan kakinya melihat ke arah kamera yang terpasang di balik pintu apartemenya itu, sehingga ia dapat melihat siapa yang bertamu tanpa harus membukakan pintu terlebih dahulu.

Ada apa ia datang malam – malam begini?

Ia pun segera berbalik melihat riasannya sejenak, dengan bantuan cermin yang setara dengan tinggi tubuhnya. Yang terletak tidak jauh dari jangkauannya saat ini.

euhmmm perfect.

Dia bergumam seusai mengoleskan lipstik di bibir tipisnya itu.

Dilihatnya sekali lagi seorang yang kini tengah berdiri menunggu pintu terbuka. Dengan penampilan yang sedikit acak – acakan,namun masih bersetelan kantor dengan dasi yang masih setia menggantung dilehernya.

Orang itu tampak gusar, berdiam di depan pintu Apartemennya saat ini.

Ceklek

Pintu apartemen dibuka.

Ia pun dengan segera mempersilahkan bosnya itu untuk segera masuk kedalam.

“Ada apa tiba – tiba kamu mau berkunjung ke tempatku lagi?”

Pertanyaan itu pun keluar begitu saja dari bibir tipisnya.

“A..aku hanya ingin bertamu saja."

“Euuhmmm, sebentar aku akan mengambilkan dulu minuman untukmu, duduklah dulu selagi menunggu."

Wanita itu berlalu dengan langkah yang sengaja di buat menggoda.

Sehingga gaun tidur yang membalut tubuhnya yang sedikit berisi itu semakin menonjolkan setiap lekuk tubuhnya.

“Ini silahkan di minum dulu!”

Vanessa menyodorkan gelas berisi wine pada Niko. Wanita itu sangat hapal betul apa yang lelaki itu butuhkan pada saat seperti ini.

“Terimakasih, kamu memang yang terbaik”.

Ucap Niko.

Sekarang, Niko melepaskan jas yang masih melekat di tubuhnya dan melemparkan nya ke sembarang arah.

Kembali ia melonggarkan ikatan dasinya yang memang sejak tadi sudah tidak beraturan itu.

Kini, matanya menerawang memperhatikan dengan seksama objek yang ada di hadapannya saat ini. mungkin hampir ke setiap inci, tak luput dari target pemindaian Niko.

Yang di tatap malah memasang ekspresi nakal pada Niko, seraya mengalungkan kedua tangannya pada lelaki yang ada di hadapnnya itu.

“Apakah kamu merindukan ku?”

Pertanyaan itu membuat Niko yang sedari tadi menahan hasrat terpendamnya merasa terbangun kan kembali.

Kemudian, Niko menjepit sebatang rokok di bibirnya dengan dua jari, menghisap lalu menghembuskan kepulan asap itu tepat pada objek yang sedari tadi memperhatikannya.

“Niko, ada apa?, apa mungkin ini semua karena wanita itu?,Rasa penasaran yang sedari tadi Vanessa tahan – tahan akhirnya meluap juga.Sudah aku katakan, dia itu tidak cocok dengan mu."

Seraya suaranya dibuat manja dan mendayu. Tak luput Vanessa juga bergelayut manja pada tangan Niko.

Namun, bukannya jawaban yang di dapat oleh Vanessa.

Melainkan sebuah ciuman yang menuntut. Kini ciuman itupun berubah menjadi ciuman yang kian memanas, dan mereka pun akhirnya menghabiskan malam seperti sebelum – sebelumnya, jauh sebelum Niko mengenal Amera.

Sebuah seringai jahat mengulas senyum Vanessa yang merasa dapat merebut Niko kembali.

Sudah ku katakan hanya aku yang terbaik untukmu

Batin Vanessa.

***

Karena pergulatan nya semalam, mereka pun hampir tidur seharian. Dan kebetulan memang hari ini weekend, sehingga mereka bisa dengan leluasa menghabiskan waktu bersama.

Hingga sebuah suara yang berasal dari ponsel, yang saling bergesekan dengan nakas menciptakan getaran yang cukup keras dan kian menganggu keduanya.

Niko menggeliat sejenak, sebelum akhirnya ia membaca sebuah pesan yang baru saja masuk.

Niko, kamu masih dimana?

Kamu tidak lupa untuk pergi ke acara pertunangannya Rossa sore ini kan?

˜Mey˜

Sebuah gelombang yang tercipta di ranjang mengharuskan Vanessa turut bangun dari tidurnya.

”Siapa?”

Dengan suara khas orang bangun tidur Vanessa bertanya pada Niko.

“Amera”

Pandangan Niko masih belum berpindah dari layar ponsel yang saat ini ia pegang.

“Lagi – lagi dia lagi."

Vanessa sedikit berdecak kesal.

Pasalnya malam – malam yang ia habiskan bersama tidak ada arti apa – apa dibaningkan dengan wanita itu.

“Aku harus segera pergi."

Ucap Niko.

“Niko, bisakah kamu tinggalkan dia?”

Pinta Vanesaa menahan lengan Niko yang hendak pergi.

“Tidak bisa, aku tidak bisa meninggalkan dia, sebelum apa yang aku inginkan tercapai".

Sergah Niko.

“Tapi, apa kelebihannya dia? bahkan setiap ada masalah, aku orang pertama yang selalu ada untukmu. Bahkan tadi malam yang kita laukan itu apa?”

Niko bangkit dan menghempaskan cengkraman Vanessa begitu saja.

Sembari mengenakan pakaian yang tergeletak berserakan dimana – mana akibat pergumulannya malam tadi.

“Vanessa, ingat! Kita ini hanya sekedar rekan kerja."

Ujar Niko.

“Jadi, selama ini kamu mengangggap aku hanya rekan kerja, tidak lebih?”

Amarah Vanessa kian meluap.

“Ya hanya sebagai rekan kerja.

Kamu tahu, Friends with benefit.

Terimakasih untuk malam ini."

Niko mengacak rambut Vanessa.

Seraya Seulas senyum yang menutup percakapan keduanya.

Niko pun berlalu meninggalkan Vanessa yang masih berbalut dengan selimut yang menutup tubuh nya.

Aarrgghhhhh...Vanessa mengcak rambutnya frustasi.

Niko, kamu sangat keterlaluan.

*Dasar emang si Niko habis manis sepah dibuang.

Jangan ditiru ya..!!!

***

“Amera masih belum sampai juga?”

Tanya Rossa pada sahabatnya Mely, yang sudah sedari tadi tiba.

“Sepertinya belum Rossa, mungkin dia terjebak macet.”

Seru Mely. Namun, tidak bisa di pungkiri rasa khawatir menyelimuti hati kecilnya.

Pasalnya, yang Mely tahu Amera sudah berangkat dari pukul 15.00 tadi.

Apa mungkin, ia terjebak macet selama berjam – jam?

Batin Mely.

“Lebih baik, sekarang kamu temani dulu Ryan, kasihan dia”

Bujuk Mely pada Rossa yang masih saja mondar – mandir menunggu kedatangan sahabatnya yang tersayang itu.

Ia tidak mau melanjutkan pestanya jika kedua sahabatnya belum kumpul.

“Yasudah, aku kembali dulu ya, beri tahu jika Amera sudah datang."

***

“Boleh saya ikut duduk Nona?”

Suara seorang lelaki tiba – tiba membuyarkan lamunannya.

“Oh ia silahkan.”

Ucap Mely yang bersikap biasa saja.

Mely berbeda dengan Rossa yang agak sedikit norak jika di dekati oleh lelaki.

Mely, terkesan lebih santai dan cuek.

Yang kini ia amati adalah kedatangan sahabatnya yang tak kunjung tiba.

“Sedang menghadiri acara pertunangan juga?”

Sahut lelaki yang sekarang duduk berdampingan dengannya.

“Iya, itu sahabatku yang sedang melangsungkan pertunangan."

Ia menggiring pandang dengan sudut mata yang tertuju pada seorang wanita berbalut gaun malam nan cantik.

***

“Aku sungguh tidak nyaman mengenakakn gaun ini, ini terlalu terbuka Niko”.

Amera berujar.

Amera yang baru saja turun dari mobil, menuju kediaman Rossa dimana tempat di langsungkannya acara pertunangan sahabatnya itu.

Merasa risih dengan gaun yang ia kenakan.

Pasalnya gaun berwarna merah menyala ini, memiliki belahan yang luar biasa panjang. Sehingga mengekspose bagian betis jenjangnya hingga paha mulusnya pun ikut menjadi sorotan.

Belum lagi bagian depan yang berbentuk V memanjang, tak kalah mempertontonkan kemolekan tubuh wanita cantik itu.

Tapi, lain halnya dengan Niko. Ia merasa puas sekali dengan tampilan Amera malam ini, seolah ia ingin menunjukan pada khalayak ramai, bahwa ia memiliki seorang kekasih yang cantik jelita.

"Sudah, tidak perlu merasa risih, kamu sangat cantik sekali mengenakan gaun pilihanku ini. Dangan cocok untuk mu sayang".

Niko berucap seraya menggenggam pinggang ramping Amera.

Hmmmmm mulai si Niko

***

“Haii Amera,, aku disini!”

Sahut Mely.

Amerapun dengan segera menghampiri Mely yang kini terlihat dengan seorang lelaki yang asing baginya.

Lelaki itu sontak memberikan sinyal tidak suka saat pertama kali melihat Niko datang bersamaan dengan Amera.

Dia??

Bukannya dia lelaki yang tadi siang aku temui keluar dari apartemen ya?

Tanpa Niko sadari kelakuan busuk Niko sebentar lagi akan segera terbongkar.

Annyeong

Dukung Author doong.

Dukung author yukkk!!

Dukung Author yaaaa!!!

Terimakasih bagi yang sudah bekenan mampir.

Double Terimakasih bagi yang selalu mampir dan like,

Triple Terimakasih bagi yang selalu berkenan mampir, like dan vote

Yuk lanjutkan dengan menekan tanda hati dibawah yah.

Agar selalu panteng setiap updatenya

Sesudah membaca

Like,doooooong

Komen,doooooooong supaya semangat

dan Vote juga yaaaaa

Terimakasih,,, Gomawoo,,, Gamsahabnida, Gomapseumnida......🙏🙏🙏

Love – love diudaara..🥰🥰🥰

1
Qaisaa Nazarudin
Sultan mah,kado hadiah pernikahan bff nya buksn kaleng2..😂😂
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 Astaga Mahes sengaja ya..😂😂😂😇😇
Qaisaa Nazarudin
Typo Amera dan Melly😜
Qaisaa Nazarudin
Penat lembur bercocok tanam ya bang🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Aaahhhhh,,Hareudang hareudang,,Panas panas panas….😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Ikut aja naluri mu babang,,, mendadak oon yg babang tanvan🤣🤣🤣🤣😜😜😜
Qaisaa Nazarudin
Aaaaaa,,,,👏🏻👏🏻👏🏻😃😃😃Mau dong..mau dong Dit😜😜😜
Qaisaa Nazarudin
Pasti itu cincin lamaran Adit untuk Melly👏🏻👏🏻👏🏻😃😃😃
Qaisaa Nazarudin
Apakah karena kedatangan Sofia tadi??🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Harusnya kamu jujur aja Mahes dgn Amera siapa sebenarnya kamu,jangan berteka teki lagi,,
Qaisaa Nazarudin
Pasti kisah Mahes dan Amera waktu kecil,sampai sekarang,kan??
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan suka menganggu kesenangan boss kamu,baru aja mau berkenalan,ehh kamu udah ganggu..
Qaisaa Nazarudin
Waahhh Ternyata Mahes temennya Riyan suaminya Rossa..yeezzz pasti bakal ketemu lagi nih Mahes ama Amera👏🏻👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻
Qaisaa Nazarudin
Mahes..
Qaisaa Nazarudin
Mah ini dia yg kita tunggu2 kemunculan nya,👏🏻👏🏻👏🏻OMG apa kah benar😬😬
Qaisaa Nazarudin
Iya Harus jadi pengajaran juga buat Papa dan mama kamu yg suka ngotot dan maksa mencarikan kamu jodoh,kayak anaknya gak laku aja,padahal imur Amera baru juga 22 tahun,hadeeuuh🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
👏🏻👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻💪🏻Bagus Amera👍🏻👍🏻👍🏻 jgn berikan dia kesempatan,kamu harus tegas baby..
Qaisaa Nazarudin
Kapan nih Amera akan ketemu dgn sang pemilik hati sebenarnya?? gak sabaran aku👏🏻👏🏻👏🏻😜😜
Qaisaa Nazarudin
Pasti Rosaa lagi liat Niko berciumanndgn cewek lain,ataupun itu sekretarisnya kah??🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Nah orang ini nih jodoh kamu yg sudah kamu tgu bertahun2 lamanya,tapi kenapa cepat sekali kamu berpaling hati ke Niko dgn mudahnya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!