seorang Duchess yang dikenal kejam tiba tiba hilang ingatan. melupakan suaminya sang Grand Duke rian Vosger serta anak nya Felix Vosger. dikenal sebagai seorang yang kejam seketika berubah menjadi baik akan kah Duchess mengingat kenangan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ldya ambar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 31:menemui dokter
"Aku dan duke akan pergi mencari dokter untuk membantu mu nona xavia, " ucap clara.
"Aku akan ikut bersama mu nyonya."
"Tidak perlu ivana, aku dan duke saja yang mencarinya. Kau harus menemani nona xavia."
"Baik nyonya. "
"Tapi nyonya duches itu tidak perlu," ujar xavia tertunduk dengan rasa tidak enak pada clara.
"Di desa ini biaya untuk memanggil dokter sangat mahal, saya tidak enak jika menerima nya."
Clara mendengus. "Tidak perlu merasa seperti itu, aku dan duke ikhlas menolong mu. Jadi kami harap kau akan menerima nya."
"Tapi nyonya.."
"Tidak apa-apa, tidak perlu khawatir tentang itu."
"Te-terima kasih duches," ujar xavia terbata bata dengan perasaan lega.
Setelah keluar dari rumah xavia, kini duke dan duches pergi ke sebuah klinik yang tak jauh dari rumah xavia.
"Duke apakah kau pernah kemari sebelumnya?" Tanya clara sekedar basa basi.
"Iya, dulu saat kecil."
"Benarkah?"
"Iya, ayahku yang mengajak ku ke sini untuk bertemu dengan rekan nya," ucap duke.
"Itu menarik."
Mereka pun berhenti di sebuah klinik dengan bangunan yang sudah tua dan tidak terawat lagi. Clara mengetuk pintu tersebut tapi tidak ada respon dari si empu.
"Apa orang nya sedang pergi ya?" Tanya clara. Ia mengetuk lagi pintu tersebut tapi sekali lagi tidak ada jawaban.
"Aku rasa klinik nya sudah tidak beroperasi lagi," timpal duke setelah mengintip dari balik jendela klinik yang kosong.
"Seperti nya benar."
"Sebaiknya kita pergi dari sini," ajak duke tidak ingin membuang waktu lagi.
"Nak, apa yang sedang kalian lakukan di sana?" Tanya seorang nenek yang terlihat sudah tua memakai tongkat kayu.
"Kami sedang mencari dokter," jawab clara.
"Klinik itu sudah lama tidak beroperasi lagi, semua dokter pergi ke ibu kota."
"Apa nyonya tidak mengenal seseorang yang ahli dalam bidang itu, kami sangat membutuhkan nya."
Nenek itu sedang berusaha memikirkan sesuatu. "Saya baru ingat. Ada seorang pria muda yang tinggal di ujung danau, dia sangat ahli meracik obat obatan. Dia pasti bisa membantu mu nak."
"Terima kasih karena memberikan informasi nya," ucap clara tersenyum lega setelah mendengar nya.
Clara dan duke pergi menuju sebuah danau di desa helio. Dengan menunggangi kuda bersama, Perjalanan itu cukup memakan waktu lama. Memang benar bahwa masyarakat yang tinggal di desa helio tidak banyak dan itu mungkin menjadi alasan mengapa dokter banyak pergi ke ibu kota.
"Apa kau yakin dengan perkataan wanita tua itu?" Tanya duke masih fokus dengan pandangan nya di depan.
"Aku juga tidak tahu, tapi kita bisa mencoba nya kali ini."
Duke mendesah kesal. "Aku seharusnya membawa dokter, maafkan aku," ujar duke menyesal karena terburu-buru pergi tanpa membawa hal yang penting.
"Itu bukan salah mu duke, tidak perlu minta maaf."
Duke sekilas melirik clara, ia melihat bahwa clara sedang khawatir mengenai kondisi nona xavia. Dia sudah benar-benar berubah sejak mengalami amnesia, dia mulai khawatir pada orang orang terdekat nya.
Tak beberapa lama mereka telah tiba di depan rumah kecil bercat hijau. Bau obat herbal bisa tercium Samar-samar dari balik jendela yang terbuka, mungkin yang di katakan nenek itu benar, pria itu mungkin selalu membuat obat obatan herbal. Bahkan tanaman herbal sederhana ditanam di pot teras nya.
Duke membantu clara untuk turun dari kuda. Clara memperhatikan tempat itu, tidak ada yang mencurigakan. Setelah menginjakan kaki nya ketanah, ia mendekati rumah tersebut dan mengetuk pintunya.
"Permisi, apa ada seseorang," sapa clara dengan nada suara yang cukup keras.
Kritt
Seorang pria muda berkaca mata membuka pintu tersebut. Wajahnya terlihat ramah mendapati clara berdiri di depan pintu rumah nya. Dia tidak tampak mencurigakan, pikir clara.
"Selamat siang nyonya, apa ada yang bisa saya bantu," ujar pria itu tersenyum.
"Saya ingin meminta bantuan anda, seorang teman saya sedang mengalami penyakit yang parah. Dan saya dengar anda seorang ahli obat herbal, apa kau bisa membantu kami?" Tanya clara khawatir. Ia berharap jika pria itu bisa membantu nya.
Pria itu mengeryit menatap curiga clara, Lalu melirik ke arah duke. Tatapan ramah nya memudar menjadi Tatapan waspada.
"Siapa yang memberi tahu kalian tentang saya?" Tanya pria itu dengan nada dingin.
"Seorang nenek yang tinggal di desa helio yang mengatakan nya pada kami."
Pria itu menghela napas lega setelah mendengar nya. "Masuklah dulu."
Pria itu mempersilahkan clara dan duke untuk masuk ke dalam rumah nya. Clara dan duke mengekori pria itu dari belakang. Hingga pria itu duduk di sebuah sofa.
"Duduklah dulu."
Duke dan clara pun duduk di sofa di samping pria itu. Rumah nya cukup sederhana tapi ada bau dupa yang membuat siapapun nyaman berada di sana.
"Maafkan saya karena hampir bersikap curiga pada kalian."
"Beberapa hari ini seorang lelaki menemui ku untuk meminta di buatkan obat berbahaya, tapi aku menolak dan dia terus datang ke rumah ku. Jadi aku selalu bersikap waspada pada orang baru yang datang, maafkan aku."
"Tidak masalah, kami mengerti perasaan anda. Tapi percaya lah kami bukan orang yang seperti itu," ucap clara tersenyum.
Duke mendeham. "Itu benar, kami datang ingin meminta bantuan mu untuk menolong seorang nona yang sedang mengalami penyakit yang parah dan sepertinya anda orang yang bisa membantu kami."
Pria itu sejenak terlihat sedang memikirkan sesuatu dan itu terlihat dari alis nya yang mengeryit. "Katakan pada ku mengenai kondisi nya sekarang."
"Pagi ini dia mengalami batuk berdarah, wajah nya pucat pasih serta tiba-tiba mengalami kejang kejang," ucap clara.
"Itu sedikit sulit karena saya tidak melihat kondisi nya secara langsung, bisa kah saya datang dan memeriksa nya," ucap pria itu dengan serius.
"Tentu, anda bisa datang untuk memeriksa nya."
"Baiklah itu ide bagus."
"Anda bisa memanggil saya faldo mulai sekarang," sambungnya.
"Saya duches clara dan ini duke rian vosger," ucap clara.
Pria itu terlihat terkejut hingga mata nya terbelalak menatap kedua nya.
"Astaga, aku minta maaf karena tidak menyadari nya sejak awal." Pria itu berdiri sambil memberi hormat pada duke dan clara.
"Anda tidak perlu bersikap seperti itu, anda bisa memperlakukan kami senyaman mungkin," ujar duke melipat kedua tangan nya di dada.
"Mana mungkin saya bersikap tidak sopan seperti itu, saya minta maaf sekali lagi pada anda."
"Itu tidak perlu, kami lah yang seharusnya minta maaf karena datang secara tiba-tiba," tukas clara tersenyum.
Pria bernama faldo itu menghela napas lega karena mendapati bahwa duches dan duke adalah orang yang baik. Tidak seperti rumor nya mengenai duches yang kejam dan arogan, clara cukup baik pada nya.
"Baiklah, saya tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi. Lebih baik kita bergegas menemui pasien nya," sahut faldo mengingatkan diri nya bahwa dia punya tugas untuk membantu seseorang yang mengalami kesusahan sekarang.
"Baiklah, mari kita pergi sekarang."
.